Ziarah Pemakaman Syuhada Uhud.
Syuhada Uhud mereka adalah para sahabat yang meninggal dunia ketika perang Uhud yang terjadi pada tahun 3H.
Jumlah mereka kurang lebih 70 orang, diantaranya Hamzah Ibnu Abdul Muthalib, Mushaf Ibnu Umair, Hamdalah bin Amir yang dimandikan oleh malaikat, Abdullah bin Jahz, dan lain-lain.
Dahulu Nabi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berziarah ke pemakaman tersebut dan mendoakan kebaikan bagi mereka.
Berkata Uqbah Ibn Amir Radiallahuanhu,
”Dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang terbunuh ketika perang Uhud, setelah berlalu 8 tahun seperti orang yang mau berpisah dengan orang-orang yang hidup dan yang sudah meninggal dunia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Tetapi sebagaimana pemakaman Baqi tidak ada satupun dari kuburan yang ada di sana yang diketahui secara pasti dan cara kita berziarah pun sama dengan ketika berziarah ke pemakaman Baqi yaitu dengan mengucapkan salam dan mengingat kematian, demikian 3 pemakaman yang di ziarahi di kota Madinah.
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berziarah kubur bagi wanita sebagian mengatakan boleh dan disunnahkan karena keumuman hadits tentang perintah berziarah kubur dan ada yang mengatakan bahwa hadist ini di khususkan dengan hadits lain yang berbunyi,
”Sesungguhnya rasulullah shalallhu Alaihi wassalam melaknat wanita-wanita yang berziarah kubur.” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Madjah dan dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahulullah)
Mereka mengatakan hadits ini menunjukan bahwa wanita diharamkan berziarah kubur karena dosa apabila diancam dengan laknat menunjukan bahwa dosa tersebut adalah dosa besar.
Dan pendapat kedua inilah yang dipilih oleh sebagian besar ulama Saudi Arabia diantaranya adalah guru-guru kami dan inilah pendapat yang lebih berhati-hati karena seorang wanita apabila dia tidak berziarah kerugiannya adalah meninggalkan perkara yang dianjurkan akan tetapi kalau dia berziarah maka ada kemungkinan dia terkena laknat sebagaimana dalam hadist.
Alhamdulillah pintu-pintu kebaikan dan amal sholeh yang mendekatkan seseorang kepada Allah bagi seorang muslimah sangat banyak dan bermacam-macam. Silahkan dia memperbanyak dari amalan-amalan tersebut. Di sana ada puasa, sholat, membaca Al Quran, bersodaqoh, berbakti kepada orang tua, berbakti kepada suami, mendidik anak-anaknya dan lain-lain.
Dan di kota Madinah tidak ada masjid yang memiliki keutamaan khusus bagi orang yang sholat di sana kecuali masjid Nabawi dan masjid Quba, adapun masjid Qiblatayn, masjid Al Ghamamah dan lain-lain maka tidak memiliki keutamaan khusus.
Boleh seseorang mendatanginya dengan maksud melihat peninggalan sejarah dan bukan meyakini keutamaan khusus bagi orang yang sholat di sana.
Dengan demikian kita sudah menyelesaikan Silsilah Ilmiyyah Ziarah Madinah, semoga Allah Subhana Wa Taala memudahkan kita Ziarah ke kota Madinah dan semoga Allah Subhana Wa Taala menerima amal ibadah kita semuanya. Wallahu ta’ala a’lam.
Selesai