Jumat, 31 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 60 - Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian 2 dari 3)

Jumat, 31 Oktober 2025

Rasulullah SAW akan memberikan syafa’at untuk umatnya, para pelaku dosa besar yang disiksa di dalam neraka. 

Di dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Nabi SAW akan meminta izin kepada Allah SWT untuk memberi syafa’at dan beliau diizinkan.

Maka Allah SWT akan mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian yang sebelumnya tidak pernah diajarkan kepada beliau di dunia. Dan beliau bersujud.

Maka dikatakan kepada beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Berkatalah, engkau akan didengar perkataanmu. Mintalah, maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafa’at, maka akan diterima syafa’atmu." 

Beliau SAW berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku, umatku.” 

Dikatakan kepada beliau, "Pergilah engkau dan keluarkanlah dari neraka orang yang didalam hatinya ada iman sebesar biji gandum." 

Maka beliau pergi dan melakukannya, Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allah SWT dan sujud kepadaNya, maka dikatakan kepada beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, Berkatalah, maka akan didengar perkataanmu. Mintalah, maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafa’at, maka akan diterima syafa’atmu." 

Beliau SAW berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku, umatku.” 

Dikatakan kepada beliau, "Pergilah engkau dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman sebesar dzarrah atau qardalah yaitu biji sawi."

Maka beliau pergi dan melakukannya, kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allah SWT dan sujud kepadaNya, dikatakan kepada beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Berkatalah, niscaya akan didengar perkataanmu. Mintalah, niscaya akan diberi permintaanmu. Dan berikanlah syafa’at, maka akan diterima syafa’atmu."

Beliau SAW berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku, umatku.” 

Dikatakan kepada beliau, "Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman yang lebih kecil dan lebih kecil dari sebuah biji sawi."

Maka beliau pergi dan melakukannya, kemudian keempat kalinya beliau datang dan kembali memuji dan sujud kepada Allah SWT, maka dikatakan kepada beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Berkatalah, niscaya akan didengar perkataanmu. Mintalah, maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafaat, niscaya akan diterima syafaatmu."

Beliau SAW berkata, “Wahai Rabbku, izinkan aku untuk memberikan syafa’at kepada setiap orang yang mengatakan laailahaillaallah."

Maka Allah SWT berkata, "Demi keperkasaan-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, dan kemuliaan-Ku sungguh Aku akan keluarkan dari neraka orang yang mengatakan laailahaillaallah."

Maksudnya adalah orang yang mengatakan laailahaillaallah ikhlas dari hatinya dan tidak membatalkannya dengan kesyirikan. 

Di dalam shahih Bukhari disebutkan bahwasanya di antara amalan yang bisa menjadi sebab kita mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad SAW di akhirat adalah membaca doa setelah mendengar adzan, yaitu: 

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ 

Dan di antara amalan tersebut adalah bersabar atas kesusahan dan kesempitan hidup di Kota Madinah, kemudian meninggal di dalamnya. 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah bersabar seseorang atas kesusahan dan kesempitan hidup di Kota Madinah kemudian dia meninggal, kecuali aku akan menjadi pemberi syafa’at untuknya atau pemberi saksi untuknya di hari kiamat, apabila dia adalah orang islam.” (Hadīts Riwayat Muslim ) 

Ada dua golongan dari umat Nabi Muhammad SAW yang tidak akan mendapatkan syafa’at beliau SAW. Beliau bersabda, “Dua golongan dari umatku yang tidak akan mendapatkan syafa’atku, pemimpin yang dzalim dan setiap orang yang berlebih-lebihan di dalam agama." (Hadits Hasan Riwayat At-Thabrani di dalam Al-Mu’jamul Kabiir)

Kita memohon kepada Allah SWT semoga Allah SWT menerima syafa’at Nabi Muhammad SAW untuk kita semua. Aamiin yra.

Bersambung

Kamis, 30 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 59 - Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian 1 dari 3)

Kamis, 30 Oktober 2025

Setelah sebagian orang beriman selamat melewati neraka, maka Allah SWT memberikan izin kepada mereka untuk memberikan syafaat kepada saudara-saudara mereka, orang-orang yang beriman yang terjatuh ke dalam neraka.

Rasulullah SAW bersabda di dalam hadist Abu Said Al-Khudri radiyallahuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Ketika orang-orang yang beriman selamat dari neraka maka demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya tidak ada yang lebih gigih di dalam memohon kepada Allah SWT, hak saudara-saudara mereka yang jatuh ke dalam neraka daripada orang-orang yang beriman di hari kiamat. 

Mereka berkata, "Wahai Rabb kami, saudara-saudara kami dahulu mereka solat bersama kami, berpuasa bersama kami dan haji bersama kami."

Ini menunjukkan tentang keutamaan berteman dengan orang-orang yang saleh dan melakukan ibadah-ibadah tersebut bersama mereka.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah berkata, "Keluarkanlah oleh kalian  orang-orang yang kalian kenal. Maka diharamkan wajah-wajah mereka atas neraka." (maksudnya orang-orang yang beriman yang melakukan dosa besar dan disiksa di dalam neraka akan dilindungi wajah-wajah mereka dari api neraka sehingga bisa dikenali).

Mereka pun mengeluarkan banyak orang. Ada di antaranya yang api neraka sudah membakar sampai pertengahan kedua betisnya dan ada yang sampai ke kedua lututnya. Kemudian mereka berkata, "Wahai Rabb kami tidak tersisa seorang pun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan?" 

Allah SWT berkata, "Kembalilah kalian, barangsiapa yang kalian dapatkan di dalam hatinya ada kebaikan seberat satu dinar maka keluarkanlah." 

Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang, kemudian mereka berkata, "Wahai Rabb kami tidak sisakan seorangpun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan." 

Maka Allah SWT berkata, "Kembalilah kalian, barangsiapa yang kalian dapatkan memiliki kebaikan seberat setengah dinar di dalam hatinya maka keluarkanlah." 

Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang kemudian mereka berkata, "Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan seorangpun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan." 

Maka Allah SWT berkata, "Kembalilah kalian, barangsiapa yang kalian dapatkan memiliki kebaikan seberat satu dzarrah maka keluarkanlah, merekapun kembali mengeluarkan banyak orang."

Dzarrah artinya adalah semut, itu yang dikenal oleh orang Arab. Mereka mengatakan semut kecil itu dengan dzarrah, jangan diartikan dengan biji sawi atau yang semisalnya, dzarrah menurut orang Arab adalah semut.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Mereka berkata, "Wahai Rabb kami, tidak sisakan di dalam neraka seorangpun yang memiliki kebaikan." 

Allah SWT berkata, "Para malaikat telah memberikan syafaat, para nabi telah memberikan syafaat dan orang-orang yang beriman telah memberikan syafaat. Dan tidak tersisa kecuali Dzat yang Paling Penyayang. Kemudian Allah SWT menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan kaum yang tidak pernah beramal sedikitpun. Keadaan mereka telah menjadi arang. Kemudian mereka dilempar ke dalam sungai yang berada di mulut-mulut syurga (yang dinamakan dengan sungai kehidupan)."

Mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya benih di dalam lumpur sisa banjir (maksudnya akan dengan cepat tumbuh karena benih yang berada di dalam lumpur sisa banjir akan lebih cepat tumbuh disebabkan banyaknya faktor yang mendukung seperti tanah yang lembut, air yang memadai dan adanya unsur-unsur yang bermanfaat sebagaimana hal ini diketahui oleh para ahli).

Kemudian beliau SAW bersabda, "Apakah kalian pernah melihat benih yang tumbuh ketika dekat dengan batu atau dekat dengan pohon? Bagian yang dekat dengan matahari akan berwarna kuning dan hijau. Dan yang lebih dekat dengan bayangan maka akan berwarna putih."

Maksudnya ada yang mengatakan bahwasanya bagian badan yang terbakar yang lebih dekat kepada syurga akan lebih cepat sempurna daripada bagian badan yang lebih dekat dengan neraka.

Rasulullah SAW bersabda, "Kemudian mereka akan keluar seperti mutiara. Dan di leher-leher mereka ada khawatim yang dikenal oleh para penduduk syurga."

Sebagian mengatakan bahwasanya yang disebut dengan khawatim (khawatim adalah beberapa barang yang terbuat dari emas yang dikalungkan dileher mereka).

Rasulullah SAW bersabda, "Maka bertakwalah para penduduk syurga, mereka adalah orang-orang yang Allah bebaskan. Allah telah memasukkan mereka ke dalam syurga tanpa sebab amalan yang mereka amalkan dan tanpa sebab kebaikan yang mereka lakukan."

Bersambung

Rabu, 29 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 58 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 4 dari 4)

Rabu, 29 Oktober 2025

Di antara dosa yang bisa menyebabkan terjatuhnya seseorang ke dalam neraka adalah:

1. Dosa wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya.

Rasulullah SAW bersabda, "Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk neraka adalah wanita, mereka telah ingkar." Dikatakan kepada beliau SAW, "Apakah mereka ingkar kepada Allah?" Beliau SAW bersabda, "Mereka ingkar kepada suami-suami mereka, mengingkari kebaikan-kebaikan mereka. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sekian lama, kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak membuat dia senang, maka wanita tersebut akan berkata, "Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang wanita yang solehah hendaknya bersyukur kepada Allah SWT kemudian bersyukur kepada suaminya karena dengan sebabnya Allah SWT kepada wanita, menjaga dia sebagai seorang istri, menutupi kekurangannya, menunaikan hajatnya dan lain-lain.

Dan secara umum bersyukur kepada orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita diperintahkan di dalam agama Islam. Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendoakan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah. Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya." (Shahih HR. Abu Dawud dan An-Nasai)

Dan di antara orang yang membahayakan kehidupan seorang hamba di akhirat, adalah tiga dosa yang tercantum di dalam sabda nabi SAW.

Tiga orang yang Allah SWT haramkan masuk syurga:
A. Pecandu khamr (minuman keras)
B. Anak yang durhaka
C. Dayyuts (laki-laki) yang membiarkan kejelekan di dalam keluarganya 
(Hasan HR. Imam Ahmad di dalam Musnadnya)

Seorang kepala keluarga yang membiarkan kemaksiatan di dalam keluarganya dan memfasilitasi dikhawatirkan terkena ancaman ini. Seorang kepala keluarga dituntut untuk tegas dan lembut dengan keluarganya.

Rasa sayang bukan berarti harus memberi segala yang diminta dan mendidik mereka untuk taat tidak identik dengan kekerasan. Istri dan anak adalah ujian dan titipan Allah SWT. Kewajiban kita adalah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari neraka dan hidayah di tangan Allah SWT.

2. Dan di antara dosa yang membahayakan adalah durhaka kepada kedua orangtua.

Dan di antara bentuk durhaka adalah menyakiti orangtua dengan lisan, dengan sikap maupun dengan tangan.

Seorang muslim dan muslimah diperintahkan untuk berlemah lembut kepada orangtua. Merendahkan diri di hadapan mereka dan menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.

Dan di antara bentuk bakti yang paling berharga kepada orangtua kita adalah mengeluarkan mereka dari kegelapan, kesyirikan, kebidahan, dan kemaksiatan menuju cahaya tauhiid, sunnah dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dan di antara dosa yang membahayakan adalah dosa seorang pejabat yang menipu bawahannya atau rakyatnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang hamba, Allah berikan jabatan kemudian dia mati dalam keadaan menipu bawahan atau rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan dia masuk ke dalam syurga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara bentuk menipu kepada rakyat adalah tidak menasehati mereka demi keselamatan dunia dan akhirat mereka, tidak memenuhi hak-hak mereka, tidak berbuat adil di antara mereka dan lain-lain (maksud diharamkan masuk syurga di sini bahwasanya pelakunya tidak bisa masuk syurga secara langsung namun dia berhak untuk diazab di dalam neraka terlebih dahulu apabila Allah mengkehendaki).

Ini adalah beberapa contoh dosa-dosa besar dan para ulama telah mengarang buku khusus tentang dosa-dosa besar, kita pelajari supaya kita bisa menjauhi.

Keyakinan ahlusunnah bahwasanya pelaku dosa besar di bawah kehendak Allah SWT, kalau Allah SWT menghendaki maka Allah SWT akan mengampuni dan kalau Allah menghendaki maka Allah SWT akan mengazabnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam syurga.

Dan azab neraka bagi pelaku dosa besar meski tidak selamanya namun bukan sesuatu yang ringan. Satu menit dibakar dengan api dunia adalah perkara yang berat. Maka bagaimana dibakar dalam waktu yang lama dengan api akhirat yang jauh lebih pantas.

Rasulullah SAW bersabda, "Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari neraka jahanam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah daripada kesabaran di dalam menghadapi azab neraka di akhirat.

Semoga Allah SWT melindungi kita dan keluarga kita dari api neraka. Aamiin yra.

Bersambung

Selasa, 28 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 3 dari 4)

Selasa, 28 Oktober 2025

Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang jatuh ke dalam neraka adalah:

1. Dosa bunuh diri

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melempar dirinya dari gunung untuk membunuh dirinya, maka dia berada di dalam neraka jahanam. Di lempar di dalamnya kekal selamanya. Dan barangsiapa meneguk racun untuk membunuh dirinya maka di dalam neraka jahanam dia akan meletakkan racun di tangannya, dia meneguknya selamanya di neraka. Dan barangsiapa membunuh dirinya dengan besi maka besi tersebut di tangannya dia menusuk dengan besi tersebut perutnya di neraka jahanam kekal selamanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bunuh diri bukanlah cara untuk lepas dari masalah namun justru akan mendatangkan masalah yang lebih besar. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT maka Allah SWT akan memberikan hidayah kepada hatinya.

2. Membunuh tanpa hak

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang membunuh orang yang beriman karena sengaja, maka balasannya adalah jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah akan marah kepadanya dan melaknatnya dan Allah akan siapkan untuknya azab yang besar." (QS. An-Nisa:93)

Para ulama menjelaskan bahwasanya maksud kekal di neraka bagi orang yang membunuh orang yang beriman tanpa hak atau bunuh diri yaitu pada asalnya inilah balasan bagi orang tersebut.

Namun dalil lain menerangkan bahwasanya orang yang beriman sekecil apapun imannya dan sebesar apapun dosanya dia akan keluar dari neraka baik dengan ampunan Allah SWT atau dengan syafaat.

3. Memakan riba

Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian beruntung dan takutlah dengan api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir." (QS. Ali-Imran:130-131)

Dan betapa banyak praktek riba di jaman sekarang. Seseorang yang akan melakukan sebuah transaksi hendaknya mengetahui ilmunya. Dan janganlah dia  menganggapnya mudah perkara riba ini. Dan barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah SWT maka Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik.

4. Menggambar makhluk yang bernyawa

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling keras azabnya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan maksud dari penggambar di ini adalah penggambar makhluk bernyawa. Masuk di dalamnya orang yang membuat patung makhluk bernyawa dan orang yang melukis makhluk bernyawa.

Banyak para ulama yang memasukkan gambar fotografi di dalam larangan ini. Tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk surat-surat penting dan lain-lain. Perbedaan pendapat di antara para ulama dan banyaknya manusia yang melakukan, janganlah menjadi alasan bagi seseorang untuk bermudah-mudahan di dalam gambar fotografi ini.

5. Wanita yang berpakaian tetapi telanjang

Rasulullah SAW bersabda, "Dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka, sebuah kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka gunakan untuk memukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau syurga bisa dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." (HR. Muslim)

Dan makna berpakaian tapi telanjang ada yang mengatakan menutupi sebagian aurat dan membuka sebagian yang lain untuk menampakkan keindahan. Atau memakai pakaian tidak sempurna seperti memakai pakaian yang tipis atau membentuk badan.

Seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh di dalam menjaga hijabnya dan ikhlas karena Allah SWT. Semoga kesabaran seorang muslim atas rasa gerah, risih, dan ribet yang mungkin dirasakan oleh sebagian. Dan juga kesabaran menghadapi gunjingan orang lain, menjadi sebab selamatnya dia dari ancaman neraka. Aamiin yra.

Bersambung

Senin, 27 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 56 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 2 dari 4)

Senin, 27 Oktober 2025

Di antara dosa yang membahayakan seseorang yang beriman dan bisa menjadi penyebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka ketika melewati sirath adalah:

1. Ketika berdusta atas nama rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia menyiapkan tempatnya di dalam neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hendaknya seseorang berhati-hati di dalam menyampaikan hadist dari rasulullah SAW, menjauhi hadist-jadist dhoif dan palsu, baik dalam masalah akidah, fadhail'amal, maupun masalah yang lain.

Dan bagi yang tidak mampu menghukumi sebuah hadist maka hendaknya dia taqlid dengan ulama atau ustad yang dia anggap paling ahli di dalam hadist.

2. Di antara dosa tersebut adalah dosa lisan dan dosa kemaluan.

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Beliau SAW mengatakan, "Mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dosa yang dilakukan mulut seperti dusta, membicarakan kejelekan orang lain, mengadu domba  berfatwa tanpa ilmu, menuduh tanpa hak, makan minum yang haram, dan lain-lain.

Dosa yang dilakukan kemaluan seperti berzina  liwath, dan lain-lain.

3. Dan di antara dosa tersebut adalah sombong.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat dzarrah pun dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya seseorang senang apabila bajunya bagus dan sandalnya bagus." Maka rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Yang di maksud dengan kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)

Ucapan rasulullah SAW tidak akan masuk syurga adalah ancaman bagi pelakunya  bahwasanya dia bukan termasuk orang yang pertama-tama masuk syurga dan balasan kesombongan dia adalah masuk neraka terlebih dahulu.

Marilah kita belajar menerima kebenaran dari manapun datangnya karena pada hakikinya kebenaran adalah dari Allah SWT.

Dan janganlah kita meremehkan orang lain, karena ilmu, harta, jabatan atau gelar yang kita miliki karena Allah SWT yang telah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan tersebut, mampu untuk memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan tersebut, mampu untuk memberikan kepada orang lain yang semisal atau yang lebih baik kapan Allah kehendaki.

Semakin seseorang rendah hati karena Allah SWT maka Allah SWT akan semakin mengangkat derajatnya.

4. Di antara dosa tersebut adalah dosa memakan makanan yang haram.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya tidaklah tumbuh daging dari makanan yang haram kecuali neraka lebih pantas bagi daging tersebut." (HR. Tirmidzi)

Seorang muslim hendaknya sangat berhati-hati mencari rezeki untuk diri sendiri dan untuk keluarga. Tidak memakan dan memberi makan, kecuali setelah yakin itu halal.

Hendaknya dia menjauhi riba, memakan harta orang lain tanpa hak, menjauhi uang suap, menjauhi kurang dalam menimbang dan segala jenis harta haram lainnya.

5. Di antara dosa tersebut adalah tidak ikhlas di dalam menuntut ilmu (maksudnya ilmu agama).

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menuntut ilmu yang sebenarnya digunakan untuk mencari ridha Allah. Dia tidak menuntut ilmu tersebut kecuali untuk mencari dunia maka dia tidak akan mencium bau syurga pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud)

Di dalam hadist yang laim beliau SAW mengatakan, "Barangsiapa yang menuntuk ilmu hanya untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh maka ancamannya adalah neraka." (HR. Ibnu Majah)

Bersambung

Jumat, 24 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 55 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 1 dari 4)

Jumat, 24 Oktober 2025

Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim apabila Allah SWT tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah dosa bid'ah

Rasulullah SAW berkata, "Dan sejelek-jeleknya perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bidah. Dan setiap bidah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka." (HR. Nasai)

Bidah inilah yang sebenarnya telah memecah belah umat Islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al-Quran dan Al-Hadist dengan satu pemahaman yaitu pemahaman para sahabat nabi SAW generasi terbaik umat Islam, menjadi berbagai aliran yang banyak.

Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang kepada Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radiyallahuanhu.

Rasulullah SAW bersabda, "Dan akan berpecah belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, "Siapakah golongan tersebut ya rasulullah?" Beliau SAW menjawab, "Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku." (Hasan HR. Tirmidzi)

Ucapan beliau SAW "umati" yaitu "umatku" menunjukkan bahwasannya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bidah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau SAW semuanya masuk neraka menunjukkan bahwasanya bidah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka.

Kalau Allah SWT menghendaki maka Allah SWT mengampuni tanpa diazab dan kalau Allah SWT menghendaki maka Allah SWT akan mengazab di neraka sampai waktu yang Allah SWT kehendaki.

Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya:

1. Tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al-Quran dan Al-Hadist.
2. Tidak memiliki perhatian  yang besar terhadap akidah dan tauhid.
3. Mendahulukan akal di atas dalil.
4. Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama.
5. Dan ada di antara mereka yang memiliki baiat khusus terhadap pemimpin aliran. Diantara cirinya:
A. Mencela dan membicarakan kejelekan penguasa.
B. Tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadist-hadist nabi SAW.
C. Mencukupkan diri dengan Al-Quran tanpa hadist di dalam berdalil.
D. Dan  di antara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka.

Hendaknya seorang muslim meninggalkan bidah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia.

Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al-Quran dan Al-Hadist.

Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara se-Islam. Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama  menjauhi ilmu dan para ulama.

Kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat (kerancuan berfikir) dan menjauhi fitnah syahwat.

Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin yra.

Bersambung

Kamis, 23 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 54 - Ash-Shirath

Kamis, 23 Oktober 2025

Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya Ash-Shirath. Ash-Shirath yaitu jembatan yang dipasang di atas neraka jahanam untuk lewat orang-orang yang beriman menuju syurga.

Setelah dipisah dengan orang-orang munafik maka tinggallah orang-orang yang beriman dengan berbagai tingkat keimanan mereka. Mulai dari para nabi alaimussalam sampai para pelaku dosa besar. Mereka semua akan menuju syurga dengan melewati sebuah jembatan yang berada di atas neraka.

Allah SWT berfirman, "Dan tidak ada seorangpun dari kalian, kecuali akan melewati neraka, yang demikian adalah ketentuan Allah yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan selamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami akan biarkan orang-orang yang dzalim masuk ke dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam:71-72)

Di dalam hadist Abu Said Al-Khudri radiyallahuanhu, sahabat yang meriwayatkannya oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa jembatan itu sangat menggelincirkan. Di atasnya ada besi-besi pengait dan duri yang keras yang bentuknya seperti duri Sa'dan.

Berkata Abu Said Al-Khudri, sahabat yang meriwayatkannya di sini, di dalam HR. Muslim. "Telah sampai kepadaku bahwasanya jembatan ini lebih lembut daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang."

Di dalam hadist ini disebutkan bahwasanya, ada orang beriman yang melewati jembatan tersebut dengan sangat cepat seperti kedipan mata. Ada yang seperti kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung, ada yang secepat larinya kuda, ada yang secepat larinya unta, dan ada yang sangat lambat sehingga dia lewat jembatan tersebut dalam keadaan menyeret dirinya, dialah orang terakhir yang melewati jembatan.

Rasulullah SAW juga menyebutkan di dalam hadist ini bahwasanya manusia akan terbagi menjadi tiga:

1. Orang yang benar-benar selamat melewati neraka yaitu tanpa mengenai sambaran.
2. Orang yang selamat melewati neraka akan tetapi terkoyak tubuhnya.
3. Orang yang tersambar dan akhirnya jatuh ke dalam neraka.

Di dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Maka aku dan umatkulah yang pertama kali akan melewati dan tidak berbicara saat itu kecuali para rasul." Doa mereka saat itu, "Ya Allah, selamatkan, selamatkan." Di atas jembatan tersebut ada besi-besi pengait seperti duri Sa'dan, mereka menjawab, "Tahukah kalian duri Sa'dan?" Mereka menjawab, "Iya ya rasulullah." Beliau SAW berkata, "Besi pengait tersebut seperti duri Sa'dan. Namun tidak mengetahui besarnya kecuali Allah. Dia akan menyambar manusia sesuai dengan amalan mereka, yaitu dosanya."

Ada di antara mereka yang binasa karena amalannya dan ada di antara mereka yang terkoyak dari belakang kemudian selamat. Di antara yang selamat adalah 70.000 orang yang akan masuk syurga tanpa hisab. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama. Menyusul setelah mereka rombongan yang wajah mereka seperti bintang yang paling terang.

Di dalam HR. Muslim, dari Jabir Ibnu Abdillah Al-Anshari radiyallahuanhuma, "Dan akan dikirim amanah dan rahim atau kekerabatan." 

Rasulullah SAW bersabda, "Dan akan dikirim amanah dan rahim atau kekerabatan maka keduanya berdiri di samping kanan dan kiri jembatan." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwasanya melaksanakan amanah dan menyambung silaturahmi atau hubungan kekerabatan perkaranya besar di dalam agama Islam, keduanya akan menuntut orang-orang yang tidak memenuhi hak keduanya. Sebagian orang beriman akan jatuh ke dalam neraka karena sebab ucapan yang dia ucapkan di dunia.

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang membuat marah Allah dan hamba tersebut tidak menganggap penting kalimat itu, dia jatuh dengan sebab ucapan tadi ke dalam neraka jahanam." (HR. Bukhari)

Sebuah batu yang dilempar ke dalam neraka akan sampai ke dasar neraka 70 tahun kemudian sebagaimana di dalam HR. Muslim.

Sebuah peristiwa yang pasti akan kita alami dan sangat mendebarkan, berjalan di atas jembatan yang sangat kecil, sangat panjang, di bawahnya ada neraka yang sangat dalam dan berisi azab yang sangat pedih dan di samping kanan dan kiri ada besi-besi pengait yang siap mengenai orang yang berhak.

Ketegaran kita di atas jembatan saat itu sesuai dengan ketegaran kita di dunia di dalam berpegang teguh dengan agama Islam.

Semoga Allah SWT merahmati kita dan menyelamatkan kita semua. Aamiin yra.

Bersambung

Rabu, 22 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 53 - Perpisahan Antara Orang-Orang Beriman Dengan Orang-Orang Yang Munafik

Rabu, 22 Oktober 2025

Setelah bangkit dari sujud maka orang-orang yang beriman akan mengikuti Allah SWT. Dan akan dibentangkan As-Sirath (jembatan di atas neraka) sebagaimana di dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Keadaan saat itu gelap gulita. Seorang yahudi pernah bertanya kepada rasulullah SAW, "Di manakah manusia di mana bumi dan langit diganti?" Beliau SAW mengatakan, "Di tempat yang gelap sebelum jembatan." (HR. Muslim)

Kemudian orang-orang yang beriman akan diberikan cahaya.

Di dalam hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di dalam Al-Mu'jamul Kabir dari Abdullah Ibnu Mas'ud radiyallahuanhu bahwasanya rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah memberikan kepada mereka cahaya sesuai dengan amalan mereka."

Ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar gunung yang besar yang berjalan di depannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Dan ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar pohon kurma di sebelah kanannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Sehingga ada orang yang diberi cahaya di jempol kakinya, kadang menyala dan kadang padam. Apabila menyala maka dia melangkahkan kakinya dan berjalan dan apabila padam dia berdiri.

Ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya mengamalkan ilmu bagi seorang muslim. Semakin banyak cahaya ilmu yang dia amalkan di dunia maka akan semakin banyak cahaya yang akan dia  dapatkan di hari kiamat.

Di dalam hadiat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya orang-orang munafik juga akan diberikan cahaya dan akan mengikuti Allah SWT. Namun cahaya mereka padam sebelum sampai jembatan.

Allah SWT menceritakannyadi dalam QS. Al-Hadid:12-15 yakni, "Pada hari ketika kamu melihat orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Dikatakan kepada mereka, "Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian, yaitu syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kalian akan kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar."

Pada hari ketika orang-orang munafik, laki-,laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebagian cahaya dari kalian." Dikatakan kepada orang-orang munafik, "Kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian." Lalu dibuatlah di antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang munafik sebuah dinding yang memiliki pintu. Di sebelah dalamnya yaitu di sisi orang-orang yang beriman ada rahmat dan di sebelah luarnya yaitu sisi orang-orang munafik ada siksa. 

Orang-orang munafik memanggil orang-orang yang beriman seraya berkata, "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kalian di dunia?" (Maksudnya bersama-sama dengan ornag-orang beriman secata zhahir). Orang-orang beriman menjawab, "Benar, akan tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri yaitu dengan kenifakan kalian. Dan kalian dahulu menunggu-nunggu kehancuran kami, dan kalian ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong. Sehingga datanglah ketetapan Allah. Dan penipu yaitu syetan telah memperdaya kalian tentang Allah. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kalian adalah neraka, itulah tempat berlindung kalian, dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali."

Demikianlah orang-orang munafik kembali tertipu. Mereka mendapat cahaya di awal dan menyangka bahwasanya mereka akan selamat bersama dengan orang-orang yang beriman.

Namun ternyata prasangkaan mereka salah. Orang-orang yang beriman ketika melihat cahaya orang-orang munafik padam, mereka berdoa kepada Allah SWT, "Wahai Rabb kami sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu." (QS. At-Tahrim:8)

Di dalam hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, rasulullah SAW bersabda, "Bahwasanya orang yang berjalan ke masjid di dalam kegelapan  malam, yaitu untuk melakukan solat berjamaah maka dia akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat." 

Di antara usaha seorang muslim untuk menghilangkan kenifakan adalah dengan menjaga solat lima waktu secara berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang solat karena Allah selama 40 hari secara berjamaah mendapatkan takbiratul ula (takbiratul ihram) maka dia akan terlepas dari dua perkara. Terlepas dari neraka dan terlepas dari kenifakan." (Hasan HR. Tirmidzi)

Bersambung

Selasa, 21 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : 52 - Tinggalnya Orang-Orang Yang Beriman Dan Orang-Orang Yang Munafik

Selasa, 22 Oktober 2025

Di dalam hadist Abu Said Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Muslim disebutkan bahwasanya setelah orang-orang kafir baik musyrikin maupun ahlul kitab digiring ke neraka maka tidak tersisa kecuali orang-orang yang menyembah Allah SWT yang shalih maupun yang fajir

Di katakan kepada mereka, "Apa yang menghalangi kalian untuk pergi, sedangkan manusia sudah pergi."

Dalam riwayat Muslim, "Apa yang kalian tunggu?" Mereka berkata, "Kami berbeda dengan mereka di dunia. Padahal kami dahulu butuh dengan mereka." 

Maksudnya mereka dulu bertauhid tidak menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir meskipun mereka membutuhkan orang-orang kafir tersebut dalam beberapa hal.

Mereka berkata, "Sungguh kami telah mendengar penyeru menyeru supaya setiap kaum mengikuti apa yang dia sembah. Dan kami sekarang sedang menunggu Rabb kami."

Maka datanglah Allah SWT di dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk yang mereka lihat pertama kali.

Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Allah SWT di padang mahsyar.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah berkata, "Aku adalah Rabb kalian." Mereka berkata, "Kami berlindung kepada Allah darimu. Kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun." Mereka mengatakan perkataan ini dua atau tiga kali.

Maksudnya Allah SWT akan menguji mereka dengan memperlihatkan diriNya kepada mereka dalam bentuk yang lain. Ketika mereka melihat Allah SWT dalam bentuk yang lain maka mereka berlindung kepada Allah SWT supaya tidak terfitnah di dalam ujian ini.

Dan ucapan mereka, "Kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun." Menunjukkan tentang keutamaan tauhiid. 

Beliau SAW bersabda, "Maka tidak berbicara kepada Allah saat itu kecuali para nabi." 

Maka Allah SWT berkata, "Apakah kalian memiliki tanda sehingga kalian mengetahui bahwa Dia adalah Rabb kalian?" Mereka berkata, "Betis". Maka disingkaplah betis Allah SWT.

Para ulama mengatakan bahwasanya ini termasuk hadist yang berisi sifat Allah SWT. Kewajiban kita beriman bahwasanya Allah SWT memiliki betis sesuai dengan keagunganNya. Tidak boleh kita ingkari, tidak boleh kita serupakan dengan makhluk, tidak boleh kita takwil, dan tidak boleh kita bertanya tentang bagaimananya.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Maka sujudlah setiap mukmin."

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan, "Tidak tersisa orang yang dahulu sujud untuk Allah, ikhlas dari dirinya kecuali Allah akan mengizinkan dia untuk bersujud. Kemudian tidaklah tersisa orang yang dahulu sujud karena hanya ingin melindungi diri dan riya kecuali Allah akan menjadikan punggungnya menjadi rata. Setiap akan sujud dia jatuh tersungkur di atas tengkuknya."

Maksudnya dia tidak bisa sujud karena punggungnya yang semula memiliki beberapa ruas tulang yang memudahkan dia untuk membungkuk, menjadi hanya memiliki satu ruas tulang yang rata.

Demikianlah keadaan orang-orang yang dahulu menipu Allah SWT dan orang-orang yang beriman di dunia maka Allah SWT menipu mereka.

Mereka mengira bahwasanya mereka akan akan selamat dengan tinggalnya mereka itu bersama orang-orang yang beriman. Namun ternyata perkiraan mereka adalah perkiraan yang salah.

Kemudian rasulullah SAW bersabda, "Kemudian orang-orang yang beriman mengangkat kepala mereka dan Allah SWT telah kembali ke bentuk yang semula." Kemudian Allah SWT berkata, "Aku adalah Rabb kalian." Merekapun berkata, "Engkau adalah Rabb kami."

Bersambung

Senin, 20 Oktober 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (3 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Keadaan Orang Kafir Ketika Digiring Dan Dikumpulkan Ke Neraka

Senin, 20 Oktober 2025

Keadaan Orang Kafir Ketika Digiring Dan Dikumpulkan Ke Neraka:

1. Mereka akan digiring dengan kasar

Allah SWT berfirman, "Pada hari mereka akan didorong ke neraka jahanam dengan keras, dikatakan kepada mereka, "Inilah neraka yang dahulu kalian dustakan." (QS. Ath-Thur:13-14)

2. Mereka akan digiring secara berkelompok dan akan disambut oleh para malaikat penjaga neraka di ambang pintu neraka dengan penuh penghinaan.

Allah SWT berfirman, "Orang-orang kafir akan digiring ke neraka jahanam secara berkelompok-kelompok sehingga apabila mereka telah sampai di ambang  neraka dibukalah pintu-pintunya, dan berkatalah para penjaga neraka kepada mereka, "Bukankah telah datang kepada kalian, rasul-rasul yang berasal dari kalian  yang membacakan  kepada kalian ayat-ayat Rabb kalian dan mengingatkan kalian pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab, "Benar telah datang." Namun telah tetap adzab bagi orang-orang kafir.  Dikatakan kepada mereka, "Masuklah kalian melalui pintu-pintu neraka jahanam tersebut, sedangkan kalian kekal di dalamnya. Maka neraka jahanam itulah seburuk-buruknya tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri." (QS. Az-Zumar:71-72)

3. Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan berjalan di atas wajah-wajah mereka.

Allah SWT berfirman, "Orang-orang yang dikumpulkan ke neraka jahanam dengan berjalan di atas wajah-wajah mereka, mereka itulah orang-orang yang paling jelek kedudukan mereka dan paling sesat jalan mereka." (QS. Al-Furqon:34)

Seorang anak laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai nabi Allah, bagaimana orang kafir dikumpulkan di atas wajahnya pada hari kiamat?" Beliau SAW menjawab, "Bukankah yang telah menjadikan dia berjalan di atas kedua kakinya di dunia mampu untuk menjadikan dia berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat." (HR. Bukhari Muslim)

4. Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan buta, bisu dan tuli.

Allah SWT berfirman, "Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat di atas wajah-wajah mereka dalam keadaan buta, bisu dan tuli." (QS. Al Isra:97)

Ada sebagian ulama mengatakan bahwasanya mereka buta, bisu dan tuli, tidak dalam semua keadaan.

5. Mereka akan dikumpulkan bersama teman-teman mereka dan sesembahan-sesembahan mereka. Dan akan saling menyalahkan di antara mereka sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam neraka. Lihat QS. Ash-Shaffat:22-32)

6. Sebelum mereka sampai ke neraka mereka akan mendengar suara neraka.

Allah SWT berfirman, "Apabila nereka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suara neraka yang bergemuruh karena marah." (QS. Al-Furqon:12)

Semoga Allah SWT menjauhkan kita dan keluarga kita dari neraka jahanam dan memasukkan kita ke dalam syurgaNya. Aamiin yra.

Bersambung

Jumat, 17 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Sunnah-Sunnah Umroh

Jumat, 17 Oktober 2025

Sunnah-sunah umroh kita mulai dari semenjak seseorang pertama kali dia mau umroh.

1. Mandi
Yang disunnahkan seseorang mandi sebelum dia melakukan umroh. Mandi di sini adalah mandi yang sama caranya ketika kita mandi wajib. Mandi kemudian kita bersihkan apa yang boleh untuk dibersihkan, seperti memotong kuku, memendekkan kumis, memotong rambut kemaluan.

2. Memakai pakaian ihram
Kemudian setelah mandi kita akan memakai pakaian ihram.

3. Mengucapkan ketika kita sampai di miqat maka kita bertalbiyah dan meniatkan di dalam diri kita yaitu di dalam hati kita niat untuk masuk ke dalam ihram.

4. Mengucapkan Labbaik Allahumma Umroh.
Sambil kita melakukan niat dalam hati, kehendak untuk masuk ke dalam ihram maka kita membaca "Labbaik allahumma umroh." Ucapan "Labbaik allahumma umroh" adalah sesuatu yang sunnah, bukan merupakan kewajiban, tapi niat dalam hati itu merupakan rukun.

5. Niat di atas kendaraan
Disunnahkan ketika kita niat tadi, kita berada di atas kendaraan kemudian kita melakukan niat tadi.

6. Memperbanyak talbiyah
Setelah niat dan membaca "Labbaik allahumma labbaik" kita memperbanyak talbiyah yang panjang, "Labbaik allahumma labbaik, labbaik laa syariikalak, innalhamda wanni'mata lakawalmulk laa syariikalak". Itu dibaca, diperbanyak dan untuk laki-laki dikeraskan suaranya, kalau untuk perempuan dilirihkan suaranya.

7. Memperbanyak berdoa dan berdzikir
Kemudian kita isi perjalanan kita menuju ke Mekah ini dengan banyak berdoa, dengan banyak dzikir dan memperbanyak talbiyah.

8. Sunnah ketika tawaf
Kemudian setelah sampai ke Mekah maka seseorang bisa langsung melaksanakan tawaf. Tawaf ini disyaratkan dalam keadaan bersuci sehingga kalau dalam perjalanan kita sempat tidur atau buang air dan seterusnya dalam keadaan kita batal maka sebelum tawaf kita harus memperbaiki dan memperbaharui wudhu kita kembali.

Melakukan tawaf yang disunnahkan:

Setiap kali kita melewati hajar aswad ketika tawaf disunnahkan untuk mencium dengan hidung kita. Kalau tidak mampu untuk mencium maka disunnahkan untuk mengusap. Kalau tidak mampu dengan mengusap maka seseorang boleh memberikan isyarat. Kalau memang di sana berdesak-desakan maka boleh seseorang memberikan isyarat. 

Kemudian ketika mencium maka seseorang disunnahkan untuk mengucapkan "Bismillahi wallahu akbar." 

Kemudian untuk laki-laki melakukan raml yaitu memperkecil langkah dan juga mempercepat ketika tiga kali putaran yang pertama. 

Kemudian disunnahkan untuk laki-laki ketika dia tawaf dan itu adalah tawaf yang pertama kali dilakukan ketika masuk Mekah (tawaf qudum) maka disunnahkan untuk membuka bahu sebelah kanan sampai tujuh putaran. Kalau sudah tujuh putaran dan mau solat maka dia kembalikan kain penutup bahunya.

Apa yang dilakukan ketika tawaf? Yang dilakukan yakni berdoa dan berdzikir.

Kemudian ketika dia melewati rukun yamani (sunnahnya dianjurkan mengusap tapi tidak disunnahkan untuk mencium dan tidak memberikan isyarat dengan tangan) dengan rukun hajar aswad kita (jadi antara rukun yamani dan rukun hajar aswad) membaca:
"Robbanna atina fiddunya hasanatau wafil akhiroti hasanah wakinna adzabannar"
Artinya: "Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan di dunia. Berikan pula kebaikan di akhirat. Dan lindungilah kami dari siksa neraka."

Kemudian setelah tujuh putaran maka seseorang melakukan solat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Rakaat yang pertama membaca QS. Al-Kafirun. Rakaat yang kedua membaca QS. Al-Ikhlas. Sunnahnya dilakuan di belakang maqam Ibrahim. Yang dimaksud dengan maqam Ibrahim adalah batu tempat dulu nabi Ibrahim AS menginjakkan kakinya ketika beliau AS menaiki batu tersebut saat melaksanakan perintah Allah SWT untuk meninggikan Kabbah. Itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

9. Sunnah Ketika Sai
Setelah tawaf kemudian setelah itu kita sai.

Sai ketika kita naik ke atas bukit Safa maka kita sambil membaca:
"Innasshafaa wal marwata min sya'aairillahi faman hajjalbaita awi'tamarofalaa junaaha 'alaihi ayyathowwafa bi himaa, wa amantathowaa' khoiron fa innallaha syaakirun 'aliimun."
Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwa itu ialah sebagian dari syiar (lambang) agama Allah SWT maka sesiapa yang menunaikan ibadah haji ke Baitullah atau mengerjakan umroh, maka tiadalah menjadi salah ia bersaie (berjalan dengan berulang-balik) di antara keduanya. Dan siapa yang bersukarela mengajarkan perkara kebajikan maka sesungguhnya Allah SWT memberi balasan pahala, lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah:158)

Kemudian seseorang menuju ke atas bukit Safa dan berusaha untuk melihat Kabah. Setelah dia melihat, maka dia mengangkat tangan dan berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Yaitu dengan urutan:
- Membaca takbir 3x
- Membaca Tahlil 2x
- Berdoa "Allahuakbar 3x (3x) Laailahailallah wahdahulla syarikallah lahulmulku wa lahulhamdu wahuwa 'allaakulli syai'inqodir. Laailahailallah wahdahuanjajya wa'dahu wanashoroabdahu wa hajyamal ahjyaba wahdahu." Kemudian berdoa
- Kemudian kembali membaca takbir 3x
- Kemudian kembali membaca tahlil 2x
- Kemudian berdoa
- Kemudian setelah itu ditutup dengan takbir 3x
- Kemudiam tahlil 2x
- Selesai (tanpa berdoa lagi)
Jadi selama di bukit Safa itu orang bertakbir 9x, bertahlil 6x, berdoa 2x.

Kemudian setelah itu seseorang turun dari bukit Safa menuju ke bukit Marwa. Dan selama perjalanan dia banyak menyebut nama Allah SWT, berdzikir, berdoa.

Berlari di antara dua tanda hijau yang ada di antara bukit Safa dan Marwa, maka di antara dua tanda hijau tadi kita berlari, tentunya jangan sampai berlebihan.

Kemudian ketika sampai di bukit Marwa (bukit yang satunya) yang kita lakukan adalah sama dengan yang kita lakukan di bukit Safa, tidak ada bedanya kecuali membaca "Wal marwata innasshofa," maka ini hanya berada di atas Safa saja atau menuju ke bukit Marwa.

Di bukit Marwa yang kita lakukan yaitu menghadap Kabah (sekarang sudah tertutup dengan tembok) maka yang penting kita menghadap ke arah Kabah. Kemudian membaca doa dan dzikir (bacaan sama dengan yang di bukit Safa), lafadzkan seterusnya sampai dengan 7x.

10. Memotong atau memendekkan rambut. Kalau untuk laki-laki maka disunnahkan menggundul (dicukur habis). Tapi kalau untuk wanita maka yang ada adalah memendekkan saja. Jadi kalau laki-laki bisa mencukur habis, bisa memendekkan namun yang lebih afdol mencukur habis. Adapun wanita maka yang ada hanyalah dipotong saja, jadi dipotong rambutnya seruas jari panjangnya. Dengan demikian sudah halal seseorang ketika dia sudah potong rambut. Sebelum dia ihram sebelumnya dia diharamkan untuk mencukur rambut, diharamkan untuk mendatangi istrinya dan berbagai larangan lainnya. Namun setelah potong rambut dia sudah halal.

Inilah beberapa hal singkat yang berkaitan dengan amalan-amalan yang dilakukan ketika umroh. Semoga Allah SWT memberikan kepada kita taufik kemudahan untuk melaksanakn ibadah ini. Aamiin yra.

Kamis, 16 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Rukun Umroh Dan Kewajiban-Kewajibannya

Kamis, 16 Oktober 2025

Umroh ini merupakan ibadah yang jarang dilakukan kaum muslimin, mereka biasanya melakukan solat, wudhu itu adalah sesuatu yang biasa dan rata-rata mereka memahami bagaimana melakukan ibadah tersebut. Ibadah umroh sesuatu yang jarang dilakukan, ada yang melakukan umroh setahun sekali, ada yang dua tahun sekali sehingga meskipun kita pernah  melakukan umroh tapi memang tetap harus kita mempelajari tatacara umroh, mungkin dulu kita sudah melakukan umroh tapi mungkin belum sesuai sunnah maka kesempatan sekarang kita berusaha bagaiman kita melakukan umroh sesuai dengan sunnah rasulullah SAW

Umroh terdiri dari beberapa amalan. Amalan-amalan umroh terbagi menjadi 3 secara umum:

1. Rukun-rukun umroh
Rukun artinya adalah yang paling penting dari sesuatu. Rukun umroh artinya amalan-amalan yang paling penting dalam umroh yang hukumnya wajib kalau sampai tidak kita lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja maka umroh kita tidak sah maka harus diperhatikan amalan ini. Yang termasuk rukun umroh:
 A. Niat untuk melakukan umroh
Niat ketika nanti di miqot, sekitar kota Mekah  atau Kabah dikelilingi oleh berbagai kota kalau mereka mau menuju Kabah maka di sana ada start-nya, sebelum memasuki start tersebut seseorang harus memiliki niat. Niat yang dipasang memasuki ihram yaitu ketika seseorang yang akan melewati miqot atau start ketika seseorang akan umroh. Kalau dari Madinah start di Biir Ali (Dzulhulaifah) Ini harus ada, kalau tidak ada niat maka kita pulang dalam keadaan tidak membawa pahala umroh.
 B. Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak 7x, tawaf ini juga termasuk rukun. Kalau sesorang tidak melakukan tawaf ini tidak sah.
 C. Sai
Sai adalah melakukan perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwa dan ke Safa lagi  dan seterusnya sampai 7x, sampai terakhir kali di Marwa mendapatkan 7x putaran.
Kalau kita sudah melakukan 3 ini (niat, tawaf, sai) maka kita sudah melakukan hal yang paling penting di dalam ibadah umroh.

2. Kewajiban-kewajiban umroh
Yang dimaksud dengan kewajiban sama dengan rukun dia sesuatu yang wajib tapi kalau kewajiban seandainya ditinggalkan itu masih bisa diganti yaitu menyembelih seekor kambing dan disembelih di kota Mekah tapi kalau rukun tidak ada gantinya, harus dikerjakan. Kewajiban umroh ada 2:
 A. Niat dari miqot
Yang termasuk rukun adalah adanya niat namun kalau kewajiban adanya niat dari miqot. Artinya seandainya seseorang dia melewati start dan dia tidak niat kemudian setelah melewati start dia baru niat, ketika dia sudah berniat maka dia melakukan rukun dan ketika dia berniat setelah start maka dia harus membayar dam. Jadi rukunnya dia lakukan tapi ada satu kewajiban yang dia tinggalkan yaitu niat dari miqot. Kita harus berhati-hati jangan sampai kita membayar dam menyembelih seekor kambing dan dibagikan kepada fakir miskin yang ada di Mekah.
 B. Memendekkan/memotong rambut
Ketika dia tidak memotong/memendekkan rambut maka kewajiban dia untuk membayar dam.

3. Yang disunnahkan ketika umroh

Bersambung

Rabu, 15 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Sholat-Sholat Sunnah Bagi Musafir

Rabu, 15 Oktober 2025

Solat rawatib yaitu solat 12 rakaat yang mengiringi solat 5 waktu. Apakah kita tetap melakukannya? Jika kita di Mekah atau di Madinah lebih dari 4 hari maka statusnya sebagai mukim jadi dilakukan, tapi jika kurang dari 4 hari atau dalam perjalanan maka tidak kita lakukan. Rawatib-rawatib yang lain seperti 2 rakaat sebelum subuh tetap kita lakukan.

Bagaimana dengan solat sunnah lain selain solat-solat rawatib seperti solat tahiyatul masjid, solat witir, solat dhuha, solat gerhana, wallahutaala maka tetap dilakukan. Dahulu nabi SAW meninggalkan rawatib-rawatib ketika safar kecuali 2 rakaat sebelum subuh. Adapun solat-solat sunnah yang lain seperti masuk ke masjid Nabawi maka tetap melakukan solat tahiyatul masjid, ataupun ingin melakukan solat duha maka tidak masalah.

Bagaimana dengan dzikir pagi dan petang? Meskipun dalam keadaan safar maka kita jaga, kita tidak mendapatkan keringanan untuk meninggalkan dzikir, begitupun dengan dzikir setelah solat. Tidak boleh kita abaikan atau kita lalaikan, kita harus menjaganya.

Apakah ketika hari jumat, apakah boleh menjamak solat jumat dengan solat ashar? Ini ada perbedaan dan lebih hati-hatinya melakukan solat jumat pada waktunya dan melakukan solat ashar pada waktunya.

Menjamaak solat itu berurutan solatnya jikalau kita akan menjamak solat dzuhur dan ashar maka setelah salam solat dzuhur maka langsung melakukan solat ashar, berurutan jangan sampai jeda antara solat dzuhur dan ashar terlalu lama.

Bersambung

Selasa, 14 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Menjamak Sholat Lima Waktu Bagi Musafir

Selasa, 14 Oktober 2025

Menjamak solat sebenarnya tidak ada kaitannya dengan safar berbeda dengan qashar yang berkaitan dengan safar. Menjamak secara umum karena asalnya solat itu tepat pada waktunya, "Sesungguhnya solat itu diwajibkan atas orang-orang beriman pada waktu yang ditentukan." Tetapi ketika seseorang memiliki hajat misalnya dalam keadaan safar ada keadaan yang kalau kita lakukan pada waktunya akan membuat sebagian dari kita berat tetapi akan terasa ringan ketika kita menjamak kemudian bisa melanjutkan perjalanan supaya tidak berhenti lagi. Maka dalam keadaan tertentu kita membutuhkan untuk menjamak, maka ketika dalam perjalanan boleh kita selain untuk mengqashar solat boleh kita untuk menjamak solat.

Bagaimana caranya menjamak solat? Menjamak antara dzuhur dan ashar, maka kalau kita melakukan safar, dzuhur 2 rakaat, ashar 2 rakaat, namanya jamak qashar. Melakukannya kapan? Boleh melakukan di awal waktu (jamak takdim) dzuhur dan ashar dilakukan di waktu dzuhur. Boleh juga melakukan di akhir waktu (jamak takhir) dzuhur dan ashar dilakukan di waktu ashar. Atau contoh lain menjamak magrib dan isya kalau kita melakukan safar, magrib tetap 3 rakaat, isya 2 rakaat, masing-masing boleh dilakukan di awal waktu (jamak takdim) dan di akhir waktu (jamak takhir).

Mana yang lebih afdol melakukan jamak takdim atau jamak takhir? Yang lebih afdol yang memudahkan kita. 

Bagaimana seandainya kita tinggal beberapa hari? Maka sebaiknya yang lebih afdol kita tidak menjamak, kita kembali melakukan masing-masing solat pada waktunya secara sempurna.

Bersambung

Senin, 13 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Perincian Mengqashar Sholat Lima Waktu Bagi Musafir

Senin, 13 Oktober 2025

Seandainya seseorang dia melakukan perjalanan yang panjang dalam safar, kita tinggal di hotel dan kita tidak terus menerus berada di dalam kendaraan, kita singgah di sana  beberapa hari. Apakah selama disana kita solat sendirian, bagaimana seandainya kita telat di sana dan kemudian kita solat dzuhur bersama jamaah yang lain, apakah kita menyempurnakan atau kita mengqashar?

Kalau kita berada di jalan seperti di pesawat ini jelas kita dalam keadaan musafir. Kalau kita singgah di sebuah daerah dalam waktu tertentu misalnya di Madinah, maka ada jumhur mayoritas beberapa ulama ada beberapa perincian:

1. Kita mengetahui kapan meninggalkan daerah tersebut. Maka kalau misalnya tinggal di kota Madinah lebih dari 4 hari maka dihitung 21 solat berarti kita lebih dari 4 hari maka hukumnya seperti orang mukim. Lebih baik solat di belakang imam yang mukim karena lebih dari 4 hari seperti orang yang mukim sehingga harus menyempurnakan solat. Kalau kita sebagai mukim maka kita juga menjaga solat rawatib.

2. Kita tidak mengetahui kapan meninggalkan daerah tersebut. Jika kurang dari 4 hari berarti kurang dari 21 solat lima waktu maka statusnya sebagai seorang musafir. Artinya seandainya kita solat sendirian (tahu rencanya tadinya kurang dari 3 hari) maka kita boleh mengqashar solat. Bagaimana jika dia tidak tahu kapan meninggalkan daerah tersebut maka boleh diqashar jika dia tidak tahu, mungkin tadinya 3 hari tapi menjadi 4 hari. 

Di dalam sebuah hadist nabi SAW pernah tinggal di Tabuk lebih selama 20 hari dan beliau SAW dalam keadaan mengqashar solat. Demikian juga dalam hadist yang lain beliau SAW  tinggal 17 hari sehingga mengqashar solat selama 17 hari. Ada juga seorang Abu Ibnu Umar tinggal di Aljerbizan selama 6 bulan sehingga solatnya diqashar karena terkepung salju dan tidak tahu kapan selesai. Bagaimana jika seseorang ragu-ragu apakah sudah 80km belum? Maka dalam keadaan ragu-ragu dia baiknya menyempurnakan karena nabi SAW mengatakan, "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu." 

Kapan sesorang dinamakan safar, seseorang dikatakan safar ketika dia meninggalkan bangunan-bangunan yang ada di kotanya artinya berpisah antara dirinya dengan bangunan tersebut, kalau sudah berpisah dengan bangunan terakhir dari kotanya maka dikatakan safar, meskipun masih melihat tapi sudah meninggalkan fisiknya maka sudah disebut musafir. 

Bersambung