Jumat, 24 Oktober 2025
Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim apabila Allah SWT tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah dosa bid'ah
Rasulullah SAW berkata, "Dan sejelek-jeleknya perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bidah. Dan setiap bidah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka." (HR. Nasai)
Bidah inilah yang sebenarnya telah memecah belah umat Islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al-Quran dan Al-Hadist dengan satu pemahaman yaitu pemahaman para sahabat nabi SAW generasi terbaik umat Islam, menjadi berbagai aliran yang banyak.
Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang kepada Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radiyallahuanhu.
Rasulullah SAW bersabda, "Dan akan berpecah belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, "Siapakah golongan tersebut ya rasulullah?" Beliau SAW menjawab, "Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku." (Hasan HR. Tirmidzi)
Ucapan beliau SAW "umati" yaitu "umatku" menunjukkan bahwasannya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bidah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau SAW semuanya masuk neraka menunjukkan bahwasanya bidah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka.
Kalau Allah SWT menghendaki maka Allah SWT mengampuni tanpa diazab dan kalau Allah SWT menghendaki maka Allah SWT akan mengazab di neraka sampai waktu yang Allah SWT kehendaki.
Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya:
1. Tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al-Quran dan Al-Hadist.
2. Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap akidah dan tauhid.
3. Mendahulukan akal di atas dalil.
4. Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama.
5. Dan ada di antara mereka yang memiliki baiat khusus terhadap pemimpin aliran. Diantara cirinya:
A. Mencela dan membicarakan kejelekan penguasa.
B. Tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadist-hadist nabi SAW.
C. Mencukupkan diri dengan Al-Quran tanpa hadist di dalam berdalil.
D. Dan di antara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka.
Hendaknya seorang muslim meninggalkan bidah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia.
Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al-Quran dan Al-Hadist.
Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara se-Islam. Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama menjauhi ilmu dan para ulama.
Kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat (kerancuan berfikir) dan menjauhi fitnah syahwat.
Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin yra.
Bersambung