Senin, 06 Oktober 2025

Fiqih Manasik Umroh : Adab Safar (Bagian 1)

Senin, 6 Oktober 2025

Al ilmu qoblal kalim wal amal, ilmu itu sebelum ucapan dan perbuatan. Di sana ada beberapa hukum yang berkaitan dengan masalah safar yang kita sebagai seorang yang musafirin adalah kita mengetahui yang demikian sehingga nanti  tidak ada yang perlu dirisaukan, kita sudah tahu ilmunya. Hukum-hukum yang berkaitan dengan safar ini banyak namun kita ringkas.

Safar di dalam Islam ada beberapa adab, ada beberapa hal yang hendaknya kita perhatikan terkait dengan masalah safar ini, diantaranya:

1. Orang yang mau melakukan safar hendaknya dia mempelajari terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan safar dan apa yang kita lakukan hari ini di antara pengamalan terhadap apa yang kita sebutkan di point pertama yaitu mengenal hukum-hukum safar.

2. Bekal yang paling besar yang dibawa oleh seseorang di dalam safar ini adalah ketakwaan kepada Allah SWT karena seorang yang melakukan safar maka dia akan menjauh dari negerinya, menjauh dari orang-orang yang dia kenal dan di dalam perjalanan ini banyak godaan yang mungkin akan memalingkan seseorang dari ketaatan kepada Allah SWT, bertakwa kepada Allah SWT, takut kepada Allah SWT di manapun dia berada, "Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah SWT di manapun engkau berada." Baik kita di Indonesia maupun kita di pesawat, baik dalam keadaan dilihat oleh orang lain maupun tidak dilihat oleh orang lain maka seseorang bertakwa kepada Allah SWT di manapun dia berada.

3. Seseorang yang berdoa ketika dia keluar dari rumah sebagaimana dilakukan ketika dia keluar dari rumah. Membaca doa safar:

Allahuakbar 3x 
Subhanaladzi sakorolana hadza wamaa kunna lahu mukhlinin wa inna illa robbina laa mungkholibuun 
Allahumma inna nasaluka fii safarina hadza al birro watakwa wa minnal amali ma tardho.
Allahumma hawwin alaina safarona hadza wa min atli buddah
Allahumma anta shohibbu fii safar mal qolifatu fil ahl.
Allahumma inni auzubika min wa'saish syafai waakabayil mangzori mangsui mingqolabi akali fii mahli wal ahl

Artinya: Allah Maha Besar 3x.
Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami di hari kiamat.
Ya Allah sesungguhnya kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam safar ini. Kami memohon perbuatan yang menjadikan Engkau ridho.
Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkan jaraknya bagi kami.
Ya Allah Engkaulah teman dalam berpergian dan yang mengurusi keluargaku.
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelelahan di dalam berpergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek di dalam harta dan keluarga.

Apabila kembali dari berpergian doa di atas dibaca dan ditambah:

"Ayyibuna, taibunaa, abiduna lii robbina hamidun."
Artinya: Kami kembali dalam keadaan bertaubat kepada Allah, tetap beribadah kepada Allah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.

Kemudian juga mendoakan untuk orang yang di tinggal. Mengatakan:

"Astadikumullah, alladzilaa tadziu laa tadiah."
Artinya : Aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak akan sia-sia titipannya.

Kalau kita meninggalkan anak ya kita mendoakan mereka dengan doa ini. Ini termasuk sunnah nabi SAW yang jika diamalkan akan mendapatkan berkah. 

Inilah beberapa hal yang berkaitan dengan masalah safar.

Bersambung