Jumat, 29 Agustus 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 30 - Keadaan Manusia Ketika Melihat Kedasyatan Hari Kiamat

Jumat, 29 Agustus 2025

Ketika manusia bangkit dari kuburnya dan melihat kedasyatan hari kiamat dan juga kehancuran alam semesta mereka tercengang dan bergerak tidak tahu arah seperti laron atau anai-anai yang berhamburan. Allah SWT berfirman, "Hari dimana manusia seperti laron yang berhamburan." (QS. Al-Qariah:4)

Manusia sangat takut, seandainya ada ibu yang menyusui niscaya dia akan lupa dengan anak yang dia susui, seandainya ada ibu yang sedang hamil niscaya dia akan langsung melahirkan anaknya dan seandainya ada anak kecil niscaya dia akan menjadi tua. Semuanya itu adalah karena mereka sangat takut. Manusia sempoyongan seperti mabuk padahal mereka tidak mabuk. Lihat QS. Al-Hajj:1-2, QS. Al-Muzzamil:17.

Manusia akan lari dari orang-orang yang sangat dia dicintai di dunia. Lari dari saudara-saudaranya, dari ibu bapaknya, dari istri/suami dan anak-anaknya, masing-masing memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Lihat QS. Abasa:34-37. 

Kemudian terdengar seruan, mereka pun bersegera menuju penyeru tersebut. Allah SWT berfirman, "Pada hari dimana penyeru akan menyeru kepada sesuatu yang mengerikan, pandangan-pandangan mereka tertunduk hina keluar dari kuburan seperti belalang yang betebaran,  mereka datang dengan cepat kepada penyeru tersebut seraya berkata orang-orang kafir, "Ini adalah hari yang sangat sulit." (QS. Al-Qamar:6-8)

Adapun orang-orang yang beriman kepada hari akhir dan takut dengan kedatangan hari tersebut kemudian dia beramal untuknya maka Allah SWT akan memberikan rasa aman di dalam menghadapi hari tersebut. Allah SWT berfirman, "Mereka tidak ditimpa rasa takut karena kedasyatan hari kiamat dan mereka disambut malaikat yang berkata, "Inilah hari yang dijanjian untuk kalian." (QS. Al-Anbiya:103)

Bersambung

Kamis, 28 Agustus 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 29 - Kejadian-Kejadian Dasyat Di Hari Kiamat

Kamis, 28 Agustus 2025

Pada hari kiamat setelah bangkitnya manusia dari kubur akan terjadi kejadian-kejadian dasyat di alam semesta yang kita lihat baik alam atas maupun alam bawah. Tidak ada yang mengetahui hakekat kedasyatannya melainkan Allah SWT. 

Gunung yang sedemikian besar dan kokoh menancap di bumi akan dijalankan oleh Allah SWT sehingga menjadi fatamorgana dan dihancurkan menjadi berkeping-keping seperti tumpukan pasir yang berterbangan atau seperti bulu yang dihamburkan. Lihat QS. Al-Waqiah:5-6, QS. Al Muzzamil:14, QS. An-Naba:20, QS. At-Taqwir:3, dan juga QS. Al-Qariah:5. 

Bumi yang sebelumnya tenang akan diguncangkan dengan seguncang-guncangnya dan dibentangkan kemudian diganti sifatnya sehingga menjadi jelas rata tanpa gunung tanpa lembah tanpa pohon. Lihat QS. Thoha:105-107, QS. Al-Waqiah:4, QS. At-Takwir:3, QS. Al-Zalzalah:1

Laut-laut akan meluap sehingga menjadi lautan yang satu dan menjadi lautan api. Lihat QS. Al-Infithar:3 dan QS. At-Takwir:6.

Langit yang tujuh yang sangat tinggi dan sangat besar yang Allah SWT tinggikan tanpa tiang, pada hari itu akan menjadi sangat lemah, akan bergetar dan pecah dan akan berubah warnanya menjadi warna merah seperti mawar. Lihat QS. Al-Haqah:16, QS. Al-Infhitar:1, QS. Al-Insyiqaq:1, QS. Ar-Rahman:37, QS. At-Tur:9, QS. At-Takwir:11, QS. Al-Furqon:25.

Matahari akan digulung dan lenyap cahayanya, lihat QS. At-Takwir:1. 

Bulan akan hilang cahayanya  dan akan dikumpulkan dengan matahari, lihat QS. Al-Qiyamah:8-9.

Rasulullah SAW bersabda, "Matahari dan bulan akan digulung pada hari kiamat." (HR. Bukhari)

Bintang yang sedemikian banyaknya akan berjatuhan dan lenyap cahayanya. Lihat QS. Al-Infithar:2 dan QS. At-Takwir:2.

Ada sebagian ulama kita yang mengatakan bahwasanya semua ini terjadi di antara dua tiupan. Allahuallam, Allah yang lebih mengetahui mana yang benar dan yang penting bagi kita semua bahwasanya kita diperintahkan untuk takut dan supaya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hari tersebut.

Bersambung

Rabu, 27 Agustus 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 28 - Kebangkitan

Rabu, 27 Agustus 2025

Yang dimaksud dengan kebangkitan adalah dikembalikannya arwah kepada jasad sehingga manusia kembali hidup, akan digoncangkan bumi dengan segoncang-goncangnya dan terbuka kuburan manusia kemudian keluarlah manusia dari kuburnya dalam keadaan hidup.

Allah SWT berfirman, "Apabila bumi digoncang dengan segoncang-goncangnya dan bumi mengeluarkan beban-bebannya dan berkatalah manusia, "Mengapa bumi menjadi begini?" (QS. Al-Zalzalah:1-3) 

Dan orang yang pertama kali akan terbuka kuburannya adalah Rasulullah SAW. (HR. Bukhari Muslim)

Manusia akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan dia ketika mninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda, "Akan dibangkitkan setiap hamba sesuai dengan keadaan dia ketika meninggal dunia." (HR. Muslim)

Rasulullah SAW mengabarkan bahwasanya orang yang meninggal dalam keadaan ihrom (haji atau umroh) maka akan dibangkitkan dalam keadaan membaca membaca talbiyah. (HR. Bukhari Muslim)

Orang yamg memakan riba akan bangkit seperti bangkitnya orang-orang yang kesurupan yakni dalam keadaan sempoyongan. Allah SWT berfirman, "Orang-orang yang memakan riba tidak bangkit dari kuburnya kecuali seperti bangkitnya orang-orang yang kerasukan syetan." (QS. Al-Baqarah:275)

Inilah hari kebangkitan yang diingkari oleh orang-orang kafir dan dilalaikan oleh kebanyakan manusia. Allah SWT berfirman, "Orang-orang kafir menyangka bahwasanya mereka tidak akan dibangkitkan, katakanlah bahkan demi Rabbku kalian akan dibangkitkan." (QS. Ath-Thagabun:7)

Hari yang sangat sulit dan sangat berat pada hari itu manusia akan menyesal, orang kafir menyesal karena tidak beriman dan orang beriman menyesal karena tidak maksimal di dalam beramal di dumia.

Semoga Allah SWT memberikan kita dan orang-orang yang kita cintai kemudahan di dalam menghadapi hari yang sangat besar ini.

Bersambung

Selasa, 26 Agustus 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 27 - Tiupan Sangkakala Yang Kedua

Selasa, 26 Agustus 2025

Setelah tiupan pertama dan meninggal semua manusia maka akan ditiup sangkakala untuk yang kedua kalinya dan jarak antara dua tiupan adalah 40, Allahuallam apakah 40 hari, 40 bulan atau 40 tahun. 

Rasulullah bersabda di dalam hadist Abu Hurairah, "Antara dua tiupan 40." Mereka bertanya kepada Abu Hurairah sahabat yang meriwayatkan hadist ini, apakah 40 hari, 40 bulan atau apakah 40 tahun, maka beliau yaitu Abu Hurairah enggan menjawabnya. Para ulama mengatakan karena tidak mengetahui ilmunya. (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Dan diantara dua tiupan inilah Allah SWT akan menurunkan hujan yang ringan yang dengan sebabnya akan tumbuh jasad manusia di dalam kuburnya. Sebagaimana di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Muslim, "Tulang ekor manusia yang telah dikabarkan oleh nabi SAW bahwasanya dia tidak akan hancur akan tumbuh seperti tumbuhnya tunas setelah hujan sehingga terbentuklah manusia kembali dengan izin Allah SWT."

Rasulullah bersabda, "Kemudian Allah SWT akan menurunkan hujan dari langit maka mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya tunas tidak ada daripada manusia sesuatu kecuali akan rusak kecuali satu tulang yakni tulang ekor dan darinyalah akan dibentuk manusia pada hari kiamat." (HR. Bukhari Muslim)

Allah SWT lah yang telah menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dan Dialah yang akan membangkitkan manusia setelah matinya. Allah SWT berfirman, "Dan Dialah Allah SWT yang menciptakan manusia dari permulaan kemudian akan mengembalikan, menghidupkan kembali, dan menghidupkannya itu adalah lebih mudah bagi Allah SWT." (QS. Ar-Rum:27)

Setelah terbentuknya jasad semua manusia maka malaikat akan meniup sangkakala untuk yang kedua kalinya dan akan dikembalikan roh-roh kepada jasadnya dan hiduplah manusia serta akan dibangkitkan dari kuburnya. Allah berfirman, "Kemudian akan ditiup sangkakala yang kedua kalinya maka tiba-tiba mereka bangkit dalam keadaan menunggu." (QS. Az-Zumar:68)

Bersambung

Senin, 25 Agustus 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 26 - Ditiupnyaa Sangkakala

Senin, 25 Agustus 2025

Rasulullah SAW pernah ditanya, "Apa itu sangkakala?" Maka beliau SAW mengatakan, "Tanduk yang ditiup." (Sahih HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasai)

Beberapa yang menunjukkan bahwa sangkakala akan ditiup 2 kali, diantaranya adalah firman Allah SWT, "Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah, kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu." (QS. Az-Zumar: 68)

Tiupan sangkakala pertama dengannya meninggal semua yang ada di langit dan di bumi kecuali yang Allah SWT kehendaki. Tiupan ini terjadi di haru Jumat sebagaimana dalam shahih HR. Muslim dan setiap hari Jumat hewan-hewan mereka senantiasa memasang telinga antara waktu subuh sampai terbit matahari karena takut bila ditiup sangkakala pada hari tersebut. (Shahih HR. Tirmidzi, Abu Daud, Nasai). 

Bila terdengar maka semua akan mencondongkan lehernya dan mengangkatnya. Dan yang pertama kali mendengar adalah seorang laki-laki yang sedang mperbaiki penampungan air untuk minum untanya maka dia pun mati dan matilah semua manusia. (HR. Muslim)

Waktu tersebut sangat singkat sehingga sesorang tidak akan sempat berwasiat dan tidak akan ada waktu kembali ke keluarganya. Mereka meninggal di tempatnya masing-masing. "Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya." (QS. Yasin:49-50)

Di dalam shahih HR. Bukhari disebutkan bahwa ada sebagian yang sudah mengangkat makanan ke mulutnya namun tidak sempat memakannya karena sudah ditiup sangkakala. Meninggallah seluruh manusia dan kerajaaan hari itu adalah milik Allah SWT semata. Ketahuilah bahwa malaikat yang akan meniup sangkakala sekarang sudah menaruh sangkakala di mulutnya, mengerutkan dahi, memasang telinganya, menunggu sewaktu-waktu diperintah oleh Allah SWT (shahih HR. Tirmidzi). 

Rasulullah SAW ketika mengabarkan para sahabat dengan kabar ini. Beliau SAW selalu menyuruh para sahabat untuk mengatakan, "Hasbunallah wa ni'malwakil Alallahi tawakalna". Artinya, "Cukuplah Allah bagi kita dan Dia sebaik2nya wakil, hanya kepadaNya kita bertawakal."

Bersambung