Senin, 30 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 11 - Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Telah Berlalu

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H11. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 30 Juni 2025


Hari kiamat adalah hari akhir dunia ini. Allah SWT mengabarkan bahwa hari tersebut sudah dekat yaitu apabila dibandingkan dengan umur dunia ini secara keseluruhan.

Allah SWT berfirman, "Telah dekat perhitungan bagi manusia sedangkan mereka dalam keadaaan lalai lagi berpaling." (QS. Al-Anbiyya [21] : 1)

Tanda-tanda terjadinya hari kiamat sudah mulai bermunculan.

Allah SWT berfirman, "Maka mereka tidaklah menunggu kecuali hari kiamat yang akan datang dengan tiba-tiba maka sungguh telah datang tanda-tandanya." (QS. Muhammad [47] : 18)

Diantara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah diutusnya nabi kita Muhammad SAW.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Diutusnya aku dan bangkitnya hari kiamat adalah seperti dua jari ini yaitu jari tengah dan jari telunjuk." (HR. Bukhari Muslim)

Dan diantara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah terbelahnya bulan.

Allah SWT berfirman, "Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan." (QS. Al-Qamar [54] : 1)

Dan telah terbelah bulan menjadi dua di jaman rasulullah SAW ketika orang-orang musyrikin di awal dakwah beliau SAW meminta bukti kerasulan beliau SAW. Kemudian beliau SAW mengatakan kepada mereka, "Lihatlah, lihatlah." (HR. Muslim)

Dua tanda di atas sudah terjadi kurang lebih 1400 tahun lalu, tentunya semakin dekatnya hari kiamat hendaknya membuat seorang muslim segera sadar dari kelalaian dia selama ini.

Bersambung

Jumat, 27 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 10 - Nikmat Dan Azab Kubur (Bagian 2 dari 2)

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H10. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 27 Juni 2025


Di dalam hadist Al-Bara' Fadlahu disebutkan bahwasanya orang yang beriman apabila bisa menjawab fitnah kubur dengan baik maka akan diberi alas yang berasal dari syurga, diberi pakaian dari syurga, dibuka pintu menuju syurga, sehingga dia diterpa angin syurga dan mencium wanginya wangi syurga dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Kemudian ditemani amal soleh yang selama ini dia lakukan di dunia yang Allah SWT wujudkan berupa seorang yang berwajah yang bagus, berpakaian indah dan berwangi.

Adapun orang yang kafir maka ketika tidak bisa menjawab fitnah kubur dia akan diberi alas yang berasal dari neraka, pakaian dari neraka, dibuka pintu menuju neraka sehingga dia diterpa angin yang panas  dari neraka, kemudian disempitkan kuburnya sehingga tulang rusuknya saling bersilangan, kemudian ditemani dosa-dosa yang selama ini dia lakukan di dunia yang Allah SWT wujudkan berupa seorang yang buruk rupa dan pakaian, serta menyengat bau badannya. Secara umum kemaksiatan adalah sebab azab kubur.

Rasulullah SAW telah mnyebutkan beberapa kemaksiatan yang mrupakan sebab azab kubur, diantaranya adalah Namimah yaitu mengadu domba dan juga tidak mjaga kesucian diri dan juga pakaian dari air kencing, sebagaimana di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga Muslim.

Azab kubur bagi orang yang beriman bisa terhenti dan terputus dengan sebab tertentu diantaranya adalah doa orang yang berziarah, menghindari kemaksiatan dan bertaubat dari kemaksiatan adalah cara untuk selamat dari azab kubur. Doa sebelum salam yang diajarkan rasulullah SAW  hendaknya jangan diremehkan meskipun hukumnya sunnah.

Allahumma inni auzubika min azabi jahanam wa min azabil qobri wa min fitnatil mahya wal mamad wa minsyari fitnatil masih dajjal 

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan, serta dari keburukan fitnah dajjal." (HR. Muslim)

Dan kita memohon kepada Allah SWT supaya Allah SWT melindungi kita semua dari azab kubur. Aamiin yra.

Bersambung

Kamis, 26 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 9 - Nikmat Dan Azab Kubur (Bagian 1 dari 2)

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H09. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Kamis, 26 Juni 2025


Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya azab dan nikmat kubur. Kewajiban seorang mukmin adalah beriman meskipun belum/tidak mengetahui hakekat caranya. Kata kubur di sini adalah kebanyakan atau keumuman dan bukan merupakan perbatasan artinya seseorang akan tetap mendapatkan azab atau nikmat kubur kalau memang dia berhak meskipun dia mati dalam keadaan tenggelam atau terbakar sehingga menjadi abu atau dimakan binatang buas dan lain-lain tentunya dengan cara yang Allah SWT ketahui.

Dalil adanya azab kubur di dalam Al-Quran diantaranya adalah firman Allah SWT tentang orang-orang munafiqin, "Kami akan mengazab mereka 2 kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (QS. At-Taubah [9] : 101)

Al Imam At-Thobari rahimahullah berkata di dalam tafsirnya, "Azab yang pertama adalah di dunia dan azab yang kedua adalah di kubur."

Di dalam hadist Al-Bara' Ibnu Adzim radiallahuanhu  yang panjang yang menceritakan tentang fitnah, nikmat dan azab kubur, Rasulullah SAW bersabda, "Hendak kalian berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur." (Shahih HR. Abu Daud)

Hadist-hadist tentang azab kubur termasuk muttawatir menurut para ulama.

Bersambung

Rabu, 25 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 8 - Fitnah Kubur

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H08. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 25 Juni 2025


Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman kepada dengan adanya fitnah kubur. Fitnah secara bahasa artinya adalah ujian. Fitnah kubur adalah 3 pertanyaan yang akan diajukan oleh malaikat Munkar dan Nankir kepada mayit baik seorang mukmin, kafir maupun orang munafik. Ditanya tentang siapa Rabbnya, siapa nabinya dan apa agamanya.

Suatu hari rasulullah SAW pernah menguburkan mayat bersama para sahabat, kemudian beliau SAW berkata kepada mereka, "Hendaklah kalian memohon ampun untuk saudara kalian dan mintalah untuknya ketetapan hati karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya." (Shahih HR. Abu Daud)

Yang akan menjawab pertanyaan dengan baik adalah orang yang Allah SWT tetapkan hatinya, yang dia dahulu di dunia mengenal Allah, mengenal rasulnya dan juga mengenal agama Islam. 

Kewajiban seorang muslim adalah bersungguh-sungguh mempersiapkan jawaban yang benar untuk menghadapi ujian yang soal-soalnya sudah dibocorkan ini dan penjelasan tentang mengenal Allah SWT, rasulullah SAW dan agama Islam telah kita sebutkan di dalam Silsillah Ilmiyyah 2-4

Ada beberapa orang yang mereka kelak tidak akan menghadapi fitnah kubur, diantaranya para syuhada yaitu orang-orang yang meninggal di dalam peperangan di jalan Allah SWT. 

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya rasulullah, mengapa orang-orang yang beriman diuji di dalam kuburan mereka kecuali orang yang syahid?" Maka rasulullah SAW menjawab, "Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujian." (Shahih HR. An-Nasai)

Diantara mereka adalah orang yang meninggal pada hari jumat atau malam jumat. Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari jumat atau malam jumat kecuali Allah SWT akan mjenaganya dari fitnah kubur." (Hadist Hasan HR. Tirmidzi)

Kita memohon kepada Allah SWT semoga Allah SWT menetapkan hati kita dan orang-orang yang kita cintai di dalam menghadapi fitnah kubur ini. Aamiin yra.

Bersambung

Selasa, 24 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 7 - Kematian

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H07. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 24 Juni 2025


Kematian adalah keluarnya nyawa sesorang dari jasadnya. Kematian adalah ciptaan Allah SWT untuk menguji siapa diantara kita yang paling baik amalannya. Dia adalah sunatullah bagi setiap jiwa bagaimanapun dia berusaha untuk lari dari kematian tersebut.

Allah SWT berfirman, "Setiap jiwa akan merasakan kematian." (QS. Ali-Imran [3] : 185)

Seseorang tidak mengetahui kapan dan di mana dia meninggal dan apabila datang maka kematian itu tidak bisa diundurkan. 

Sering mengingat mati adalah perkara yang diperintahkan oleh nabi Muhammad SAW. Diharapkan dengan mengingat mati seseorang lebih khusyu di dalam beribadah, bersegera bertaubat dan tidak lalai dalam kenikmatan dunia yang fana ini.

Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah memperbanyak mengingat sesuatu yang memutus semua kelezatan." (HR. Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, berkata Syeikh Al-Albani Hasan shahih)

Harapan setiap muslim adalah meninggal dalam keadaan husnul khotimah yaitu meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT, caranya adalah dengan berdoa dan menjaga ketaatan kepada Allah SWT selama hidupnya.

Di dalam sebuah hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW mengabarkan bahwasanya Allah SWT apabila menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka akan diberikan taufik untuk beramal sholeh sebelum dia meninggal dunia dan diantara amal sholeh tersebut adalah mengucapkan "Laailaahailallah."

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa ucapan terakhirnya adalah Laailaahailallah maka dia akan masuk ke dalam syurga." (Shahih HR. Abu Daud)

Kecanduan melakukan dosa baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa diiringi dengan taubat dikhawatirkan akan menjadi sebab suul khotimah.

Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari ketergantungan dengan dosa. Aamiin yra.

Bersambung

Senin, 23 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 6 - Penghapus Dosa

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H06. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 23 Juni 2025


Setiap anak Adam pasti memiliki dosa oleh karena itu seorang muslim hendaknya mengetahui perkara-perkara yang bisa menghapus dosa tersebut supaya dia keluar dari dunia ini dalam keadaan sebersih mungkn dari dosa.

4 perkara yang apabila diamalkan bisa menghapus dosa, yaitu:
  1. Taubat yang nasuha
    • Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah SWT dengan taubat yang nasuha, semoga Rabb kalian menghapus dosa-dosa kalian." (QS. At-Tahrim [66] : 8)
    • Taubat yang nasuha adalah taubat yang terpenuhi 3 syarat, yaitu:
      1. Penyesalan yang mendalam
      2. Meninggalkan kemaksiatan tersebut
      3. Bertekad kuat untuk tidak melakukannya di masa yang akan datang.
    • Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak orang lain maka hendaklah segera menunaikan hak tersebut dan segera minta dihalalkan. Apabila berupa harta maka segera dikembalikan hartanya dan apabila berupa kehormatan maka hendaklah segera meminta maaf.
  2. Memperbanyak memohon maghfirah dari Allah SWT dan makna memohon maghfirah :
    1. Memohon supaya ditutupi dosanya dari manusia
    2. Memohon supaya dosa-dosa tersebut dihapus oleh Allah SWT sehingga tidak diazab dengan dosa yang sudah dilakukan.
      • Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah SWT aku beristigfar kepada Allah SWT dan bertaubat kepadaNya di dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari)
  3. Beramal soleh
    • Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu akan menghilangkan kejelekan-kejelekan." (QS. Hud [11] : 114)
  4. Bersabar ketika ditimpa musibah.
    • Allah SWT berfirman, "Tidaklah ada sebuah musibah yang  menimpa seorang muslim kecuali Allah SWT akan menghapus dengan musibah tersebut dosanya sampai apabila dia terkena duri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu janganlah seorang muslim berputus asa bagaimanapun besar dosa yang dia lakukan. Perbaikilah amal di sisa umur yang ada. 

Semoga Allah Al-Ghafurur Rahiim mengampuni dan menutupi dosa-dosa kita yang telah lalu. Aamiin yra.

Bersambung

Jumat, 20 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 5 - Dosa-Dosa Besar Dan Dosa-Dosa Kecil

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H05. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 20 Juni 2025


Diantara dosa yang berbahaya bagi kehidupan seorang hamba di akhirat adalah:
  1. Dosa bidah yang tidak sampai mengkafirkan pelakunya. 
    • Bidah secara istilah syariat adalah cara yang diada-adakan di dalam agama yang menyerupai syariat, dimaksudkan untuk melebih-lebihkan di dalamm bertaqarub kepada Allah SWT. Dan bidah adalah perkara yang paling jelek.
    • Rasulullah SAW bersabda, "Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara-perkara yang diada-adakan dan setiap bidah adalah sesat."  (HR. Muslim)
    • Orang yang melakukan bidah seakan-akan menanggap agama yang dibawa oleh rasulullah SAW belum sempurna dan seakan-akan dia telah menuduh rasulullah SAW mengkhianati risalah Allah SWT. Pelaku bidah menganggap dirinya di atas petunjuk sehingga sulit dia untuk mendapat hidayah kecuali orang yang Allah SWT rahmati.
  2. Dosa-dosa besar 
    • Dosa-dosa besar yaitu semua dosa yang diancam pelakunya dengan hukuman di dunia atau laknat dari Allah SWT atau amarah dari Allah SWT atau diancam dengan neraka seperti berzina, mencuri, riba, durhaka kepada orangtua, membunuh tanpa hak dan lain-lain.
  3. Dosa-dosa kecil 
    • Dosa-dosa kecil yaitu dosa yang tidak sampai kepada dosa-dosa besar seperti melihat kepada aurat wanita yang tidak halal baginya dan lain-lain. Dosa kecil ini bisa menjadi besar karena beberapa sebab diantaranya apabila dilakukan secara terus menerus tanpa melakukan taubat kepada Allah SWT.
    • Rasulullah SAW bersabda, "Hati-hatilah kalian dengan dosa-dosa yang dianggap ringan, karena ssungguhnya dosa-doaa tersebut berkumpul pada diri sesorang sampai membinasakannya." (HR. Imam Ahmad)
Dosa berupa kedzaliman kepada orang lain baik harta, kehormatan, maupun fisik akan menjadi penyesalan di hari kiamat apabila tidak minta dihalalkan di dunia ini.

Bersambung

Kamis, 19 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 4 - Meninggalkan Kemaksiatan Bekal Perjalanan Menuju Akhirat

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H04. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Kamis, 19 Juni 2025


Meninggalkan kemaksiatan apabila dilakukan karena takut kepada Allah SWT berdasarkan dalil yang shahih maka ini akan menjadi pahala bagi seorang hamba, sebaliknya kemaksiatan apabila dilakukan seorang hamba maka ini akan menjadi syayiah (dosa yang membahayakan keselamatan) dia di akhirat kelak. Dosa bertingkat-tingkat dan dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang mengekalkan pelakunya di dalam neraka apabila dia mati dan tidak bertaubat dari dosa tersebut:
  1. Kufur besar (kekafiran) 
    • Kufur besar (kekafiran) yaitu menentang apa yang dibawa oleh seorang utusan Allah SWT seperti menentang tauhid, mendustakan kenabian seorang rasulullah SAW, mengingkari syariat yg beliau bawa padahal dia mngetahui bahwasanya itu syariatNya, atau mengejek dan mengolok-ngolok Allah, rasulNya dan ayat-ayatNya, dan lain-lain.
    • Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, merekalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah [2] : 39)
  2. Syirik besar. 
    • Syirik ini lebih khusus daripada kekufuran. Setiap syirik adalah kekufuran dan tidak setiap kekufuran adalah syirik.
    • Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah SWT maka sungguh Allah SWT akan mengharamkan atasnya syurga dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang berbuat dzalim." (QS. Al-Maidah [5] : 72)
  3. Nifak besar 
    • Nifak besar yaitu menyembunyikan kekufuran di dalam hati dan menampakkan keimanan dengan lisan dan perbuatan. Oramg munafik termasuk orang kafir bahkan lebih besar dosanya daripada orang kafir yang menampakkan kekafirannya dan di akhirat azab mereka lebih dasyat.
    • Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang munafik berada di lapisan paling bawah dari neraka dan engkau tidak akan mendapatkan penolong bagi mereka." (QS. An-Nisa [4] : 145)
Alhamdulillah yang telah memberikan kita petunjuk kepada Islam, kalau bukan karena Allah SWT niscaya kita tidak akan mendapatkan petunjuk. Semoga Allah SWT memberikan kita ketetapan hati di atas agama Islam ini sampai kita bertemu denganNya. Aamiin yra.

Bersambung

Rabu, 18 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 3 - Menjalankan Perintah Allah Bekal Menuju Akhirat

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H03. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 18 Juni 2025


Perintah Allah SWT apabila dijalankan dengan  ikhlas dan sesuai dengan sunnah rasulullah SAW maka akan menjadi hasanah atau pahala dan bekal menuju akhirat bagi seorang hamba. Perintah yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah apa yang Allah SWT wajibkan.

Rasulullah SAW bersabda, "Allah berkata, "Dan tidaklah hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang sudah Aku wajibkan atasnya." (HR. Bukhari)

Oleh karena itu seorang muslim hendaknya memperhatikan kewajiban-kewajiban yang telah Allah SWT wajibkan atasnya dan melaksanakan kewajiban tersebut dengan sebaik-baiknya. Kewajiban disini ada yang berkaitan dengan hak Allah SWT seperti tauhid, solat 5 waktu, puasa ramadhan, haji bagi yang wajib dan lain-lain. Dan juga ada yang berkaitan dengan hak makhluk seperti menafkahi orang yang menjadi tanggungan, berbakti kepada orgtua dan lain-lain.

Kemudian apabila seorang hamba memiliki waktu dan kemampuan maka hendaknya dia menambah bekal dengan berbagai amal soleh yang mustahab atau disunnahkan seperti solat-solat sunnah, puasa-puasa sunnah, sodaqoh sunnah, membaca Al-Quran, dan lain-lain. Memilih di antara amalan tersebut yang bisa dia kerjakan dengan baik dan bisa dilakukan secara terus menerus. 

Di antara amalan yang besar pahalanya adalah menuntut ilmu agama, dzikrullah, berjihad di jalan Allah SWT, akhlak yang baik, berdakwah di jalan Allah SWT dan lain-lain. Orang yang sibuk dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya sehingga tidak bisa mengerjakan sesuatu yang mustahab atau sunnah maka dia mendapatkan ulur. Adapun dengan orang yang sibuk dengan sesuatu yang mustahab kemudian dia lalai dengan kewajiban dia maka orang tersebut adalah orang yang tertipu. 

Mintalah kepada Allah SWT pertolongan di dalam beramal dan mintalah kepadaNya supaya amalan tersebut diterima. Semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam syurgaNya dengan sebab amalan kita yang sedikit dan penuh dengan kekurangan ini dan rahmat serta kasih sayang Allah SWT lebih kita harapkan daripada amalan kita ini. Aamiin yra.

Bersambung

Selasa, 17 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 2 - Bekal Perjalanan Menuju Negeri Akhirat

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H02. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 17 Juni 2025


Perjalanan menuju negri akhirat adalah perjalanan yang sangat panjang. Seorang hamba membutuhkan bekal yang cukup agar sampai ke dalam syurga Allah SWT dengan selamat. Bekal tersebut adalah takwa kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman, "Dan hendaklah kalian berbekal maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan." (QS. Al-Baqarah [2] :197)

Bertakwa kepada Allah SWT adalah melaksanakan perintah Allah SWT berdasarkan dalil yang shahih dengan niat mengharap pahala dari Allah SWT dan menjauhi kemaksiatan kepada Allah SWT berdasarkan dalil yang shahih karena takut dengan azab Allah SWT. Orang yang berbahagia kelak adalah orang yang bersabar di dunia ini dan istiqomah untuk mengumpulkan bekal yang cukup bagi perjalanan yang sangat panjang tersebut. Merekalah orang-orang yang tidak akan takut dengan apa yang mereka hadapi dan mereka tidak akan bersedih dengan apa yang sudah mereka tinggalkan. 

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yamg mengatakan Rabb kami adalah Allah SWT kemudian mereka beristiqomah maka tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan bersedih." (QS. Al-Ahqaf [46] : 13)

Dan orang yang celaka di akhirat adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya selama di dunia dan dia lalai terhadap hari pembalasan.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan hari yang berat yang ada di belakang mereka." (QS. Insan [76] : 27)

Semoga Allah memasukan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa. Aamiin yra.

Bersambung

Senin, 16 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 1 - Makna Dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H01. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 16 Juni 2025


Hari akhir dinamakan demikian karena tidak ada hari setelahnya. Tidak ada lagi hari yang kita kenal yang dimulai dengan terbitnya matahari dan diakhiri dengan tenggelamnya. 

Makna beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir tersebut mulai dari kematian, fitnah kubur, nikmat dan azab kubur, tanda-tanda hari kiamat, kebangkitan manusia, dikumpulkannya manusia, perhitungan dan penimbangan amal dan seterusnya sampai masuknya manusia ke dalam syurga atau neraka. 

Beriman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang tidak sah iman seseorang bila tidak beriman dengannya.

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh" (QS. An-Nisa [4] : 136)

Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya apa itu iman, "Engkau beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan juga hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir yang baik dan yang buruk." (HR. Muslim)

Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah SWT. "Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat kapan terjadinya. Katakanlah sesungguhnya ilmunya di sisi Rabbku tidak mengetahui waktunya kecuali Dia." (QS. Al-Araaf [7] : 187)

Malaikat Jibril AS pernah menjelma menjadi seorang laki-laki dan datang kepada rasul SAW dan bertanya tentang kapan hari kiamat terjadi, maka beliau SAW menjawab, "Tidaklah yang ditanya lebih mengetahui daripada yang bertanya" (HR. Muslim)

Apabila malaikat Jibril AS yang paling dekat dengan Allah SWT dan rasulullah SAW, nabi Muhammad SAW yang paling dekat dengan Allah SWT tidak mengetahui kapan terjadi hari kiamat maka bagaimana selain keduanya bisa mengetahui, yang lebih penting daripada itu bagi seorang hamba yang berakal adalah mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadapi hari tersebut.

Bersambung