Senin, 16 Juni 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (1 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 1 - Makna Dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI51.H01. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 16 Juni 2025


Hari akhir dinamakan demikian karena tidak ada hari setelahnya. Tidak ada lagi hari yang kita kenal yang dimulai dengan terbitnya matahari dan diakhiri dengan tenggelamnya. 

Makna beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir tersebut mulai dari kematian, fitnah kubur, nikmat dan azab kubur, tanda-tanda hari kiamat, kebangkitan manusia, dikumpulkannya manusia, perhitungan dan penimbangan amal dan seterusnya sampai masuknya manusia ke dalam syurga atau neraka. 

Beriman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang tidak sah iman seseorang bila tidak beriman dengannya.

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh" (QS. An-Nisa [4] : 136)

Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya apa itu iman, "Engkau beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan juga hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir yang baik dan yang buruk." (HR. Muslim)

Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah SWT. "Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat kapan terjadinya. Katakanlah sesungguhnya ilmunya di sisi Rabbku tidak mengetahui waktunya kecuali Dia." (QS. Al-Araaf [7] : 187)

Malaikat Jibril AS pernah menjelma menjadi seorang laki-laki dan datang kepada rasul SAW dan bertanya tentang kapan hari kiamat terjadi, maka beliau SAW menjawab, "Tidaklah yang ditanya lebih mengetahui daripada yang bertanya" (HR. Muslim)

Apabila malaikat Jibril AS yang paling dekat dengan Allah SWT dan rasulullah SAW, nabi Muhammad SAW yang paling dekat dengan Allah SWT tidak mengetahui kapan terjadi hari kiamat maka bagaimana selain keduanya bisa mengetahui, yang lebih penting daripada itu bagi seorang hamba yang berakal adalah mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadapi hari tersebut.

Bersambung