Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - SI01.H20. Judul
Sifat : Online - Intern - SI01.H20. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Jumat, 31 Januari 2025
Riya adalah seorang mengamalkan sebuah ibadah bukan karena ingin mendapat pahala dari Allah SWT akan tetapi ingin dilihat oleh manusia dan dipuji. Riya hukumnya haram dan dia termasuk syirik kecil yang samar yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam.
Riya adalah di antara sebab tidak diterimanya amal ibadah seseorang bagaimanapun besar amalan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda, "Allah berfirman, "Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan syirik. Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan dia menyekutukan Aku bersama yang lain di dalam amalan tersebut maka Aku akan meninggalkannya dan juga kesyirikannya." (HR. Muslim No.2985)
Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik kecil tidak ada harapan untuk diampuni Allah SWT. Artinya dia harus diazab supaya bersih dari dosa riya tersebut. Berbeda dengan dosa besar yang ada di bawah kehendak Allah SWT yang kalau Allah SWT menghendaki maka akan diampuni langsung dan kalau Allah SWT menghendaki maka mereka akan diazab.
Mereka berdalil dengan keumuman ayat, "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki." (QS. An-Nisa [4] : 48)
Tahukah kita siapa orang yang pertama kali nanti akan dinyalakan api neraka dengan mereka? Mereka bukanlah preman-preman di jalan atau pembunuh yang kejam tetapi mereka justru adalah orang-orang yang beramal sholeh.
Mereka adalah orang yang mengajarkan AL-Quran supaya dikatakan sebagai seorang qari, yaitu seorang yang suka membaca Al-Quran, seorang yang mahir membaca Al-Quran dan juga orang yang berinfaq supaya dikatakan dermawan dan berjihad supaya dikatakan sebagai pemberani. Beramal bukan karena Allah SWT sebagaimana hal ini telah dikabarkan oleh nabi SAW di dalam hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
Oleh karena itu saudara, sekalipun ikhlas di dalam beramal dan ikhlas adalah barang yang sangat berharga, para salaf kita, merekapun merasa atau merasakan betapa beratnya memperbaiki hati mereka. Dan hanya kepada Allah SWT kita meminta keikhlasan di dalam beramal. Menjauhkan kita dari riya, sum'ah, ujub dan berbagai penyakit hati. Marilah kita biasakan untuk meyembunyikan amal kita kecuali kalau memang ada maslahat yang lebih kuat.
[Bersambung]