Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - PTI.H04. Judul
Sifat : Online - Intern - PTI.H04. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Kamis, 2 Januari 2025
[Lanjutan]
Menurut Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu, yakni:
- Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati.
- Mengikhlaskan niat karena Allah di dalam menuntutnya.
- Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya.
- Memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist.
- Menempuh jalan yang benar di dalam menuntut ilmu agama.
- Mendahulukan ilmu yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya.
- Bersegera untuk mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda.
- Pelan-pelan di dalam menuntut ilmu.
- Sabar dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu.
- Memperhatikan adab-adab ilmu. Ilmu yang bermanfaat didapatkan diantaranya dengan memperhatikan adab.
- Menjaga ilmu dari apa yang menjelekkannya.
- Memilih teman yang sholeh.
- Berusaha keras di dalam menghapal ilmu, bermudzakarah (mengulang kembali bersama teman) dan bertanya. Belajar dari seorang guru tidak banyak manfaatnya jika tidak menghapal, bermudzakarah dan bertanya. Menghapal berkaitan dengan diri sendiri. Bermudzakarah adalah mengulang kembali bersama teman. Bertanya maksudnya bertanya kembali kepada sang guru. Berkata Syaikh Utsaimin rahimahullah, "Kami menghapal sedikit dan membaca banyak, maka kami mengambil manfaat dari apa yang kami hapal lebih banyak daripada apa yang kami baca dan dengan bermudzakarah akan hidup ilmu di dalam jiwa dan dengan bertanya akan terbuka perbendaharaan ilmu".
- Menghormati ahli ilmu. Rasulullah SAW bersabda, "Bukan termasuk umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan yang menyayangi yang lebih muda dan mengetahui hak bagi seorang alim." (Hadist Hasan, HR. Al-Imam Ahmad di dalam musnad beliau). Maka seorang murid harus memiliki rasa tawadhu kepada gurunya. Menghadap beliau dan tidak menoleh. Menjaga adab berbicara. Tidak berlebih-lebihan di dalam memuji beliau. Mendoakan beliau. Mengucapkan "Terimakasih" kepada beliau atas pengajaran beliau. Menampakkan rasa butuhnya terhadap ilmu beliau. Tidak menyakiti beliau dengan ucapan dan perbuata. Serta berlemah lembut ketika mengingatkan kesalahan beliau. Di sana ada 6 perkara yang harus dia jaga apabila melihat kesalahan seorang guru:
- Meneliti terlebih dahulu apakah benar kesalahan tersebut keluar dari seorang guru.
- Meneliti apakah itu memang sebuah kesalahan, dan ini adalah tugas ahlul ilmu.
- Tidak boleh mengikuti kesalahan tersebut.
- Memberikan udzur kepada sang guru dengan alasan yang benar.
- Memberikan nasihat dengan lembut dan rahasia.
- Menjaga kehormatan seorang guru di hadapan kaum muslimin yang lain.
- Mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahlinya. Orang yang mengagungkan ilmu mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahli ilmu dan tidak memaksakan dirinya atas sesuatu yang tidak mampu, karena dikhawatirkan takut berbicara tanpa ilmu, khususnya peristiwa-peristiwa yang besar yang terjadi berkaitan dengan urusan umat dan orang banyak. Mereka para ulama memiliki ilmu dan berpengalaman, maka hendaklah kita berhusnudzon kepada mereka dan apabila ulama berselisih, maka lebih hati-hatinya seorang mengambil ucapan mayoritas mereka.
- Menghormati majelis ilmu dan kitab. Hendaklah beradab ketika bermajelis. Melihat kepada gurunya dan tidak menoleh tanpa keperluan. Tidak banyak bergerak dan memainkan tangan dan kakinya. Tidak bersandar di hadapan seorang guru. Tidak bersandar dengan tangannya. Tidak berbicara dengan orang yang ada di sampingnya. Apabila bersin berusaha untuk merendahkan suaranya. Apabila menguap berusaha untuk meredamnya atau menutup dengan mulutya. Hendaknya juga menjaga kitab dan memuliakannya. Tidak menjadikan kitab sebagai tempat simpanan barang-barang. Tidak bersandar di atas kitab. Tidak meletakkan kitab di kakinya dan apabila dia membaca kitab di hadapan seorang guru hendaknya dia mengangkat kitab tersebut dan tidak meletakkan kitab tersebut dan tidak meletakkan kitab tersebut di tanah.
- [Bersambung]