Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - PTI.H02. Judul
Sifat : Online - Intern - PTI.H02. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Selasa, 31 Desember 2024
[Lanjutan]
Menurut Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu, yakni:
- Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati.
- Mengikhlaskan niat karena Allah di dalam menuntutnya.
- Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya.
- Memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist.
- Menempuh jalan yang benar di dalam menuntut ilmu agama. Orang yang salah cara di dalam menuntut ilmu maka dia tidak akan mendapatkan keinginannya atau mendapatkan sedikit disertai rasa lelah yang sangat. Cara yang benar di dalam mempelajari satu cabang ilmu, yakni:
- Dengan menghapal sebuah matam kitab yang menyeluruh dan dia mengumpulkan perkara-perkara yang Rajih (yang dikuatkan menurut para ulama di bidang tersebut).
- Mempelajari ilmu tersebut dari seorang yang ahli yang bisa dijadikan teladan dan dia mampu mengajar.
- Mendahulukan ilmu yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan ibadah seseorang kepada Allah. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan Ubudiyyah seseorang kepada Allah Azza Wa Jalla seperti ilmu akidah, tatacara wudhu, tatacara sholat, dan lain-lain.
- Bersegera untuk mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda, karena waktu muda adalah waktu yang emas untuk mempelajari ilmu agama. Berkata Al-Hasan Al-Basri rahimahullah, "Menuntut ilmu di waktu kecil seperti mengukir di batu." Adapun apabila sudah tua maka kebanyakan manusia akan memiliki banyak kesibukan, pikiran dan memiliki banyak koneksi. Kalau dia dapat mengatasi itu semua maka insyaallah dia akan mendapatkan ilmu. Para sahabat Nabi SAW dahulu mempelajari agama dan mereka sudah berumur.
- Pelan-pelan di dalam menuntut ilmu karena menuntut ilmu tidak bisa dilakukan serta merta sekali jalan tetapi diambil ilmu secara pelan-pelan dengan memulai kitab-kitab yang ringkas, menghapal dan memahami maknanya dan jangan kita memulai menuntut ilmu dengan membaca kitab-kitab yang panjang.
- [Bersambung]