Selasa, 29 Oktober 2024

Muslimah Berilmu, Muslimah Berdaya

Kajian        : Kajian Muslimah Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Offline/Online - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Sinta Santi
Tanggal      : Sabtu, 26 Oktober 2024

  • Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan dalam majelis-majelis." Lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu, apabila dikatakan, "Berdirilah," (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadallah [58] :11)
  • Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. (HR. At-Tirmidzi)
  • Perempuan Cerdas :
    • Perempuan cerdas akan berfikir untuk melakukan semua aktivitas yang bermanfaat bukan hanya urusan dunianya, juga untuk akhiratnya.
    • Perempuan cerdas harus berniat sukses karenanya harus berupaya semaksimal mungkin mencapai kesuksesan itu.
  • Orang yang mengetahui akhir kehidupannya menjadi sesuatu yang dipertimbangkan, akan berupaya untuk husnul khotimah.
    • Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung hasil akhirnya. (HR, Bukhari)
  • Orang yang menyadari tujuan hidup akan memaksimalkan kerjnya.
    • Mereka tidak diperintahkan, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya lagi harif (istikamah), melaksanakan solat da menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar). (QS. Al-Bayyinah [98] : 5)
    • Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu. (QS. Ad-Dzariyat [51] : 56)
  • Orang yang menyadari hidup adalah tanggung jawab dan amanah, akan menjalankan dengan baik dan sungguh-sungguh.
    • Orang-orang yang berusaha dengan sungguh--sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al- Ankabut [29] : 69)
    • Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (QS. Al-Muminun [23] : 8)
  • Orang yang mengetahui dunia adalah ladang menuju akhirat akan berjuang menjumpai dengan amal terbaik.
    • Yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk [67] : 2)
    • Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu yang diwahyukan kepadaku, "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa." Barangsiapa menharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorag pun dalam beribadat kepada Tuhannya." (QS. Al-Kahf [18] : 110)
  • Orang yang mengetahui wktu itu tidak berulang akan menyegerakan urusannya.
  • Sesungguhnya Allah mencintai seorang pekerja apabila bekerja dilakukan secara ihsan.
  • Makna bekerja ihsan :
    • Bekerja Ikhlas
    • Bekerja Keras
    • Bekerja Cerdas
    • Bekerja Tuntas
  • Muslimah berilmu, muslimah berdaya.
    • Muslimah berilmu akan menjadikan diri bermakna di hadapan Allah SWT, dibanggakan agama dan dicintai manusia sebab berilmu dihantarkan pada pemahaman yang membawa prilaku istiqomah.
  • Perempuan cerdas :
    1. Memahami hakekat diri sebagai seorang hamba.
    2. Menjalani peran penghambaan sesuai fitrah
    3. Menjaga hubungan dengan Allah
    4. Merencanakan setiap apa yang dicita-citakan.
    5. Mengambil setiap apa yang dicita-citakan.
    6. Mengambil setiap kesempatan untuk memperbaiki diri.
    7. Mengatur semua urusan dengan bingkai ibadah.
    8. Pikirannya jernih hatinya bersih, lisannya santun dan prilakunya berakhlak mulia.

Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Jumat, 25 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 12 - Dasyat Cintanya Sesama Mukminah, Selalu Dirindukan Suaminya.

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 16 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
  15. Wanita yang menikmati singgasana terbaiknya di balik dinding rumahnya.
  16. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
  17. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
  18. Wanita yang mereka memiliki hati sepenuh kelembutan.
  19. Wanita yang mereka di dalam kehidupan selalu memiliki hati yang penuh dengan rahmat, saling sayang menyayangi kepada wanita mukminah, mendapatkan syafaat dari sahabatnya yang beriman, dari teman-temannya yang shalihah.
    • Rasulullah menyampaikan bahwasanya ketika ada orang yang meninggal dunia dan disolati oleh 40 orang yang beriman kepada Allah dan tidak berbuat syirik maka 40 orang itu akan memberikan syafaat kepada jasad yang disholati.
    • Penyebutan 40 orang mengarahkan kepada sebuah jalan (standar minimal di dalam kita bersahabat dengan orang-orang yang shalih) karena kita baru dishalati mereka saja sudah menjadi sebab syafaat untuk kita pada waktu kematian kita. Memiliki seorang teman yang solehah berdampak besar kepada kehidupan.
    • Imam Qurthubi menceritakan ada seorang ibu yang meninggal dunia dikuburkan oleh beberapa anak laki-lakinya, lalu ibunya datang melalui mimpi dan menyampaikan, "Kenapa kalian tempatkan aku di tempat yang panas dan gerah." Anak-anaknya saling menceritakan mimpi yang sama lalu alu anak-anaknya berdiskusi dan mengunjungi ke makam ibunya. Ketika mereka datang ke makam ibunya mereka mendapati bahwa makam ibunya diapit oleh makam penjudi dan makam pezina maka salah satu dari mereka berpendapat untuk memindahkan makam ibunya. Dipindahkanlah makam ibunya ke tempat makam-makam orang-orang sholeh lalu ibunya pun datang melalu mimpi anak-anaknya dan berterimakasih karena sudah memindahkan makamnya. Pelajaran yang dapat dipetik bahwa dampak kita bertetangga, berteman bersahabat dengan orang shalih ternyata masih besar sampai kita mati, begitu pula sebaliknya.\
    • Untuk itu kita dapat memahami beberapa hal :
    1. Seorang wanita ketika memahami point yang ke-19 wanita ini akan menetapkan pada dirinya untuk membagi pertemanan. Salah satu ulama yang bernama Ibnu Rajab membagi pertemanan menjadi 4 yakni : [1] Teman yang menjadi vitamin bagi kita yang senantiasa melihat wajahnya mengingatkan kita kepada akhirat, ketika berinteraksi dengannya mengingatkan kekurangan dan kesalahan kita walaupun dia tidak mengatakan apapun untuk kita. [2] Teman yang menjadi obat ketika kita datangi, ketika kita butuh. [3] Teman yang menjadi penyakit, kita datang padanya menjadikan kita lupa tentang akhirat, lebih banyak kita bercanda, lebih banyak kita membicarakan dosa. [4] Teman yang menjadi racun, teman yang menjadikan kita tidak istiqomah dan bahkan bisa menjadikan kita murtad.
    2. Bersabar dalam menemani 40 orang teman-teman solehah kita ini karena bagaimanapun mereka memiliki kekurangan.
    3. Meminta untuk mendapatkan cinta mereka, seperti pada doa Rasulullah, "Allahumma inni as'aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba 'amalin yuqarribuni illa hubbika." Artinya "Aku meminta cintaMu ya Allah, cinta orang yang mencintaiMu dan amalan yang paling cepat mendekatkan aku kepada cintaMu." Mintalah kepada Allah supaya mereka tetap mencintaimu sampai kita/mereka meninggal dunia. Supaya masing-masing bersaksi apa yang kita lakukan dalam kebaikan, menjadi saksi-saksi Allah di muka bumi.
    4. Tetap memberikan kepada mereka prioritas. Membagi waktumu untuk mereka saling mengajak kepada kebaikan, saling memberikan hadiah supaya kita bisa saling mencintai. Mendapatkan mereka cukup sulit untuk itu kita perlu menjaga mereka, tidak merusak tali pertemanan dengan teman-teman solehah kita ini. 
  20. Wanita yang senantiasa memiliki keinginan tertinggi. 
    • Keinginan tertinggi ini maksudnya seperti ingin menyenangkan suaminya dengan wajah yang Allah anugrahkan kepadanya.
    • Modal terbesar wanita untuk mendapatkan syurga adalah wajahnya kepada suaminya yang jika dilihat suaminya selalu menyenangkan.
    • Rasulullah dari Abu Dawud, mengatakan, "Kalian mau tahu tidak apa simpanan terbaik yang dimiliki oleh seorang laki-laki?" Tidak ada perniagaan, tidak ada penyimpanan terbaik, tidak ada saldo dan rekening terbaik laki-laki selain, "Seorang wanita yang shalihah."
    • Rasulullah menjelaskan sifat wanita shalihah yang paling istimewa ada 3 yakni :
    1. Ketika suaminya melihat wajah istrinya maka wajah istrinya menyenangkan.
    2. Kalau suaminya perintahkan dia taat. 
    3. Ketika suaminya pergi maka dia menjaga hartanya dan keluarganya. 
    • Perkara yang harus kita mengerti bahwa :
    1. Ketika wanita ingin menata karirnya menuju syurga, perkara yang harus kita mengerti bahwa modal terbesar wanita adalah hati dan wajah. Hatinya yang tenang, lembut dan tahu ketika menikah dia mendapatkan keridhaan dari suaminya. Wajahnya selalu memperlihatkan wajah yang menyenangkan kepada suaminya. Itu merupakan modal terbesar mendapatkan syurga.  Para ulama ketika ditanya bagaimana ketika ada wanita tidak banyak solatnya, tidak banyak puasanya, tidak banyak shodaqohnya, tetapi selalu menyenangkan suaminya maka itu jauh lebih baik wanita itu daripada sebaliknya.
    2. Jangan meributkan hal-hal kecil. Para ulama menasihatkan supaya jangan meributkan hal-hal kecil. Ulama besar Syeikh Khamis ketika beliau sudah menikah lebih dari 30 tahun, ia ditanya, "Apa metodenya di dalam menjaga keutuhan rumah tangga?" Maka katanya "Jangan meributkan masalah-masalah kecil." 
    3. Jangan menganggap jika berbuat baik dengan wajah menyenangkan ke suami menganggap bahwa ini semua itu transaksional. Jangan menjadikan pernikahan itu transaksional. Menganggap bahwa semisal istri menyenangkan ke suami lalu suami akan membalas menyenangkan, terkadang suami bisa saja tidak memberikan feedback yang kurang baik. Sebagai istri tetaplah berbuat baik karena perbuatan baikmu tidak ada yang dilewatkan oleh Allah karena perbuatan baik itu tidak pernah lusuh, tidak pernah expired tidak pernah usang. Jadikan transaksi itu hanya untuk mendapatkan ridhonya Allah.
    4. Istri harus tahu kesukaan suami.
    5. Sebagai istri jagalah wajah semampumu, menjaga kesehatan, menjaga aroma (wangi), menjaga rambut agar rapih dan lain-lain. Seorang suami jangan sampai melihat apa yang buruk dari istrinya bahkan jangan sampai siklus darah bulanannya (haid) terlihat. Kata Umamah binti Harist ketika dia menasehati putrinya ketika akan menikah, "Jagalah mata suamimu supaya dia tidak melihat apa yang buruk darimu. Jagalah telinga suamimu supaya dia tidak mendengar apa yang buruk dan apa yang tercela dari dirimu." 

Demikianlah 20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga, semoga kita bisa mengamalkannya. Aamiin YRA.

Kamis, 24 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 11 - Memegang Erat Silaturahmi, Hati Berbalut Kelembutan

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Selasa, 15 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
  15. Wanita yang menikmati singgasana terbaiknya di balik dinding rumahnya.
  16. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
  17. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
    • Tidak ada perkara yang dimiliki oleh seorang hamba kecuali dia memiliki 3 perkara:
    1. Lisan yang dia senantiasa ingat kepada Allah.
    2. Mendapatkan hati yang senantiasa bersyukur kepada Allah.
    3. Mendapatkan istri yang betul-betul mukminah yang membantumu di dalam jalan keimananmu dan membantumu dalam jalan taat dan ibadahmu.
    • Dari 3 perkara di atas yang merupakan investasi bagi laki-laki adalah perkara yang ke-3, bahwa seorang wanita yang betul-betul luar biasa dalam kehidupannya yakni wanita yang selalu membantu suaminya dan menjadi support system seorang suami di dalam menyambung tali silaturahmi dengan keluarganya.
    • Rasulullah bersabda dalam HR Bukhari dan Muslim, "Tidak ada perkara yang lebih Allah cintai dalam kehidupan manusia kecuali mereka menyambung tali silaturahmi di antara saudara dengan saudaranya." Untuk itu Rasulullah pernah didatangi Arab Badui ketika memegang tali untanya ketika Rasulullah naik di atas unta, lalu Arab Badui tersebut bertanya, "Ya Rasulullah, amalan apa yang bisa mendekatkan aku kepada syurga dan menjauhkan aku dari neraka?" Maka Rasulullah menjawab, "Beribadahlah kepada Allah dan tidak berbuat syirik. Sambunglah tali silaturahmi di antara kerabatmu dan keluargamu."
    • Dalam QS. Muhammad [47] : 22-23, artinya : "Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeuargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan pengelihatan mereka." Menerangkan ternyata dosa besar itu bukan hanya ketika seorang wanita melakukan perzinaan dan menjadi sumber fitnah ataupun ketika wanita tidak menutup aurat mereka, akan tetapi termasuk salah satu dosa besar wanita itu adalah ketika wanita bagian dari satu keluarga yang menikmati sebuah kondisi dan keadaan ketika memutus tali silaturahmi, membiarkan, tidak berusaha untuk memperbaiki, tidak ada ikhtiar dan upaya untuk menyambung apa yang terputus dari keluarganya dan kekerabatannya maka itulah yang akan menjauhkannya dari syurga dan mendekatkan ke neraka.
    • Perkara yang termasuk penting dari wanita senantiasa mempelajari tentang nasab dan keluarga dari dirinya dan suaminya lalu mereka berusaha memberikan yang terbaik kepada keluarga-keluarga yang memiliki jalur kekerabatan dengan dirinya dan suaminya. Makanya Rasulullah menyampaikan kepada kita, "Maka pelajarilah nasab di antara kalian." Kalian harus mempelajari nasab kalian, siapa keluargamu, siapa keluarga besarmu, karena dengan perkara itu kalian bisa menyambung tali silaturahmi, di dalamnya kamu akan dilapangkan rezekinya, di dalamnya kamu akan mendapatkan kecintaan dari keluarga dan di dalamnya dapat memperpanjang umur kita, kata Rasulullah di dalam HR. Ahmad dan Tirmidzi.
    • Ada 5 perkara yang harus diperhatikan oleh seorang wanita untuk menjaga hangatnya kekerabatan di antara keluarga besar:
    1. Wanita yang mempelajari nasab keluarganya dan nasab keluarga suaminya.
    2. Menyampaikan dan mengkondisikan kepada anak siapa saudara-saudara bagi mereka.
    3. Menjaga tali silaturahmi yaitu ketika kita menyapa, berkomunikasi, memberikan hadiah, memberikan bantuan, bahkan memberikan sodaqoh itupun diprioritaskan kepada orang-orang yang memiliki kekerabatan dengan kita.
    4. Menyambung tali silaturahmi memiliki keutamaan yang lebih besar daripada menjaga tali slaturahmi.
    5. Bagaimana kita mengetahui bahwa tali silaturahmi kita sudah baik. Dijelaskan dalam kitab Ahbabullah oleh Abdul Badawi Al-Khalafi, kalau silaturahmimu sudah baik maka keluargamu, kerabatmu, ahli warismu, dan orang-orang yang menjadi bagian dari keluarga besarmu akan memberikan testimoni yang baik.
  18. Wanita yang mereka memiliki hati sepenuh kelembutan.
    • Rasulullah pernah berkata kepada Aisyah dalam HR. Bukhari Muslim, "Ya Aisyah, sesungguhnya Allah itu Dzat yang Maha Lembut dan mencitai kelembutan dan Allah memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak pernah Allah berikan kepada kekerasan dan Allah memberikan kepada sesuatu yang lembut yang Allah tidak berikan kepada selainnya."
    • Wanita yang memiliki kelembutan merupakan wanita yang akan mendapatkan rahmat Allah.
    • Dalam HR. Ahmad, Rasulullah bersabda, "Allah itu kalau ingin memberikan rahmat kepada satu keluarga, Allah akan memberikan kepada keluarga itu kelembutan di dalam keluarganya itu." 
    • Kelembutan berbaut dengan kesabaran. Tetap berikan kelembutanmu di daalam menikmati proses bagaimana keluarga kita menjemput hidayah dan bagaimana kesabaran kita yang besar mendampingi keluarga kita dalam proses yang tidak sempurna menuju kepada kebaikan ilmu dan menuju kepada kesempurnaan sunnah.
    • Maksud dari kelembutan :
    1. Kelembutan bukan hanya masalah intonasi tetapi kelembutan itu merupakan sebuah bahasa ketika dia memberikan kelembutan yang dicampur dengan kesabaran menghadapi ketidakidealan yag dihadapi pada keluarganya. Proses itu tidak bisa kita sikapi kecuali dengan kelembutan yang berbalut dengan kesabaran. Wanita yang tetap lembut menunggu setiap ikhtiarnya diberikan hasilnya oleh Allah, dia menunggu secara lembut setiap perkara itu lalu dia terus menginfus dirinya dengan kesabaran maka sesungguhnya kelembutan itu merupakan bagian tanda kebaikan yang Allah kirimkan kepada keluarga itu.
    2. Perkara yang tidak disikapi dengan kelembutan oleh seorang wanita ketika menghadapi ketidakbaikan dia pada keluarganya maka dia tidaklah menjadi keras (membatu). Sikapi hal-hal yang salah dengan kelembutan jangan sikapi dengan kekerasan.
    3. Kita akan senantiasa menikmati proses dengan sebuah kesabaran. Sabar itu ada tiga yakni : sabar dalam taat, sabar dalam meninggalkan larangan, dan sabar ketika menghadapi musibah. Ulama menjelaskan sabar yang paling besar kedudukannya di sisi Allah yakni sabar dalam taat.
 

Rabu, 23 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 10 - Rumah Berkompas Syurga, Tetanggamu Syurgamu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Senin, 14 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
  15. Wanita yang menikmati singgasana terbaiknya di balik dinding rumahnya.
    • Aktivitas-aktivitasnya seperti beramal, beribadah difokuskan berada di dalam rumah.
    • Mereka mendapatkan 2 keistimewaan sekaligus yakni :
      1. Keutamaan ibadah.
      2. Keutamaan tempatnya. Tidak ada tempat yang paling Allah ridhoi bagi wanita selain di rumah.
    • Dalam QS. Al-Ahzab [33] : 33, artinya : Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu. Tegakkanlah sholet, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan rasulNya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Ayat ini menerangkan bahwa Allah menginginkan wanita berada di dalam rumah di balik dinding-dinding rumah mereka, salah satu tempat buruknya wanita itu ketika mereka terlalu sering di luar rumah, karena di luar rumah mendorong wanita memakai sesuatu yang kurang disukai oleh Allah, misal berhias yang berlebihan, berhias boleh namun jangan berlebihan. Allah lalu menyebutkan rangkaian-rangkaian ibadah yang disebutkan setelah Allah perintahkan wanita untuk berada di dalam rumah, lalu Allah perintahkan untuk taat kepada Allah dan rasulNya. Jika wanita menaati itu semua Allah akan menghilangkan dosa-dosa wanita tersebut.
    • Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Jika seorang wanita ingin mendekat kepada Allah maka mendekatlah di balik dinding-dinding rumahmu."
    • Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya wanita yang sholat di ruangan yang paling kecil pada rumahnya lebih utama daripada sholatnya di kamar yang lebih besar." Amalan bagi wanita dipengaruhi oleh tempat, tempat ini sangat mempengaruhi bagaimana ibadah-ibadah kecil itu menjadi besar dan tempat terbaik itu di dalam rumah, bahkan di dalam rumah itu sendiri ada tempat terbaik yakni di mihrab pribadi wanita itu sendiri yang tersembunyi dan tidak diketahui.
    • Tempatkan mindset bahwa rumah itu bukan penjara bagi wanita, jangan merasa gagal ketika wanita ada di dalam rumah. Wanita yang berkarir syurga, bertabur rahmat itu adalah wanita yang dia tetap boleh keluar sesekali boleh namun yang paling dia nikmati adalah di dalam rumahnya.
    • Salah satu istri Rasulullah yang bisa menjadi teladan yakni Ummu Saudah, ia pernah berhaji bersama Rasulullah lalu ketika menyelesaikan hajinya, Rasulullah menyampaikan supaya Saudah tidak melakukan haji maka setelah wafatnya Rasulullah, Saudah tidak melaksanakan haji sampai dengan wafatnya. Ummu Saudah ketika turunnya QS. Al-Ahzab [33] : 33, maka ia berkata, "Aku tidak ingin banyak keluar rumah kecuali nanti ketika aku sudah menjadi jenazah." Di wanita, rumahnya merupakan tempat ibadahnya, tidak ada yang mampu mengalahkan jengkal tanah rumahnya dengan jengkal tanah manapun ketika wanita ingin mendapatkan kemuliaan atas ibadah yang dilakukan. Rumah merupakan singgasana wanita terbaik yang Allah anugerahkan kepada wanita, dimana semua yang di sana menjadi nilai ibadah.
    • Bagaimana wanita berada di dalam rumah ada beberapa hal :
      1. Wanita harus memahami dengan ilmu bahwa rumahnya merupakan tempat terbaik.
      2. Wanita di rumah bukan berarti haram untuk keluar rumah. Wanita boleh keluar rumah bersama mahromnya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mubah juga untuk refreshing.
      3. Wanita harus berusaha berupaya bagaimana dia diperbolehkan untuk menghiasi rumahnya dengan apapun yang membuatnya nyaman di rumah itu.
      4. Wanita boleh berimprovisasi semisal melakukan kajian di rumah, mengundang orang untuk datang, mengelola bisnisnya di rumah, dan sebagainya apapun yang membuat wanita nyaman di rumah.
      5. Wanita jangan pernah lupa bersyukur kepada suami.
  16. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
    • Rasulullah pernah ditanya, "Ya Rasulullah saya kenal dua orang perempuan, yang satu perempuan itu banyak sholatnya, banyak puasanya, banyak shodaqohnya, tetapi dia menyakiti tetangganya. Di mana tempatnya ya Rasulullah?" Rasulullah mengatakan, "Tempatnya adalah di neraka." Lalu bertanya lagi, "Yang kedua ya Rasulullah, saya kenal seorang perempuan yang sedikit sholatnya, sedikit puasanya, sedikit shodaqohnya, tetapi dia tidak menyakiti tetangganya, di mana tempatnya ya rasulullah?" Rasulullah mengatakan, "Dia berada di syurga." Rasulullah ternyata mengukur wanita dari kebaikan kepada tetangganya.
    • Aisyah RA merupakan orang yang suka memuliakan tetangganya ia sering membelikan hadiah kepada tetangga-tetangganya. Suatu waktu ia hanya punya satu hadiah padahal ia ingin membagikannya, lalu ia bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, saya cuma punya satu hadiah tetapi saya memiliki beberapa tetangga, mana yang saya dahulukan untuk saya berikan hadiah itu?" Rasulullah menjawab, "Yang paling dekat pintu rumahnya dengan pintu rumahmu."
    • Dalam satu riwayat dari Mighdad Al-Aswad, Rasulullah mengatakan, "Apa yang kalian katakan tentang zina?" Para sahabat saat itu menjawab, "Sesungguhnya zina telah menjadi sebuah perkara yang haram sampai hari kiamat." Maka rasulullah bersabda, "Sungguh ketika ada seseorang berzina dengan 10 orang itu lebih ringan dibandingkan dia berzina dengan tetangganya. Apa yang kalian katakan tentang pencurian?" Maka para sahabat mengatakan, "Haram sampai hari kiamat ya Rasulullah." Rasulullah mengatakan, "Sungguh kamu mencuri dengan orang yang jauh 10 orang yang kamu curi itu lebih ringan daripada kamu mencuri tetanggamu." Menyampaikan bahwa dosa kepada tetangga itu 10 kali lipat daripada dosa kepada orang yang jauh begitupula sebaliknya jika kamu melakukan kebaikan kepada tetangga maka balasan kebaikan juga berlipat 10 kalinya.
    • Rasulullah mengatakan, "Jibril itu selalu menasehatiku supaya aku senantiasa berbuat baik kepada tetanggaku sampai aku mengira bahwasanya tetanggaku akan menjadi ahli warisku."
    • Ada 3 poin penting yang harus kita mengerti :
      1. Jika memilih suatu rumah pastikan mengetahui siapa tetangganya itu karena tetangga akan memberikan efek di dalam kehidupan kita.
      2. Bersabar kepada tetangga karena tetangga secara posisi itu orang yang paling dekat karena sering berinteraksi sehingga berkesempatan melakukan kesalahan.
      3. Tetangga kita adalah orang yang memberikan pertolongan pertama ketika terjadi sesuatu.

Sabtu, 19 Oktober 2024

Kitab Al-Mulakhkhash : Para Pengingkar Takdir

Kajian        : Kajian Kitab Al-Mulakhkhash Fii Syarhi Kitab At-Tauhid
Karya         : Asy-Syaikh Al-'Allamah Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan (Hafidzahullah)
Sifat           : Online/Offline - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Muhammad Yahya
Tanggal      : Sabtu, 5 Oktober 2024

  • Ketika tauhid rububiyah keimanan bahwa Allah satu-satunya pencipta, pemberi rizki dan pengatur segala urusan, tidak sempurna kecuali dengan menetapkan takdir dan mengimaninya maka Al-Musanif meyebutkan bab tentang ancaman bagi mereka yang mengingkari takdir sebagi pengingat akan wajibnya beriman kepada takdir.
  • Abdullah bin Umar mengucapkan, "Demi yang jiwaku ada di tangannya, demi jiwa yang Abdullah bin Umar ada di tangannya itu demi Allah seandainya salah seorang di antara mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud kemudian diinfakkan di jalan Allah. Allah tidak akan menerimanya sampai dia beriman dengan takdir."
    • Menjelaskan : Kekayaan sebesar gunung Uhud itu gunung Uhud tingginya sekitar 1070m-an tidak terlalu tinggi namun besar, dimisalkan kekayaaan itu emas sebesar gunung Uhud diinfakkan di jalan Allah namun yang menginfakkan tidak percaya takdir maka dia termasuk orang yang tidak beriman, karena salah satu rukunnya tidak terpenuhi, jika tidak percaya dengan takdir maka dia  tidak beriman/kafir.
  • Kemudian Abdullah bin Umar berdalil dengan sabda Rasulullah tentang iman, "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikatNya, beriman kepada kitab-kitab yang diturunkanNya, beriman kepada para rasul, beriman kepada hari akhir dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk" 
    • Itulah rukun iman, semuanya harus diimani, hilang satu saja maka dia tidak disebut sebagai mukmin.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini, bahwa :
    1. Yang mengingkari takdir itu adalah kekafiran.
    2. Amalan sholeh itu tidak diterima kecuali dari orang yang beriman.
    3. Hal ini menujukkan berdalil atas suatu hukum itu dengan dasar Al-Quran dan As-Sunnah.
  • Dalam beriman kepada takdir, seorang itu harus 4 hal berikut :
    1. Al-Ilm (ilmu). Takdir Allah berdasarkan pengetahuanNya, yang ditakdirkan oleh Allah itu diketahui oleh Allah.
    2. Al-Kitaabah (pencatatan). Apa yang diketahui oleh Allah itu ditulis di lauhul mahfud. Allah berkata, "Tidakkah engkau tahu bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan apa di bumi, semua itu ada di dalam catatan takdir. Sesungguhnya itu semua mudah bagi Allah."
    3. Al-Masyii'ah (kehendak). Seorang harus mengimani bahwa  apa yang diketahui dan ditulis oleh Allah itu terjadi dengan kehendak Allah. Tidak ada kejadian yang lepas dari kehendak Allah apapun yang terjadi. Allah berfirman, "Dan tidaklah mereka berkehendak melainkan Allah itu berkehendak." Allah memberikan kehendak bagi hambanya, mereka diberi hak pilih, akan tetapi seluruh pilihan hamba itu tidak lepas dari kehendak Allah. Allah menetapkan bahwa penilaian masing-masing orang itu di ujung hidupnya, bagaimana akhir kehidupan seseorang itulah penilaian bagi masing-masing mereka. Allah Maha Mengetahui apa yang akan terjadi, apakah seseorang di syurga atau di neraka. Rasulullah menyampaikan di hadapan para sahabat, lalu para sahabat berkata, "Kalau begitu karena sudah ditentukan ya kita berpangku tangan saja terhadap apa yang sudah ditakdirkan." Namun Rasulullah mengatakan bahwa tidak begitu, karena yang ditentukan oleh Allah tidak kita ketahui. Rasulullah mengatakan, "Berbuatlah, berusahalah, segala sesuatunya dimudahkan oleh Allah terhadap apa yang diciptakan untuknya." Lalu Rasulullah memberikan masukan, "Adapun yang ditakdirkan sebagai penduduk syurga maka dia akan dimudahkan untuk berbuat kebaikan, atau siapa yang termasuk penduduk neraka maka dia akan dimudahkan berbuat kejelekan." Pertanyaannya adalah, apakah kita termasuk orang yang dimudahkan dalam berbuat kebaikan, jika iya maka pertahankan/istiqomahlah, karena penilaian akhir manusia itu di ujung hidupnya. Adapun orang yang dimudahkan dalam berbuat kejelekan maka itu peringatan untuknya, selama dia masih hidup masih ada kesempatan untuk merubah dirinya dari yang buruk menjadi baik, karena takdir Allah belum diketahui oleh manusia, bisa saja saat ini pelaku maksiat namun esok hari belum tentu, bisa jadi telah menjadi pelaku kebaikan. Maka jangan berburuk sangka kepada Allah mengatakan ditakdirkan menjadi pelaku maksiat, kita harus berusaha untuk kembali kepada kebaikan.
    4. Al-Khalq (penciptaan). Bahwa Allah pencipta seluruhnya. Pencipta kita dan pencipta apa yang kita perbuat. "Allah yang menciptakan kalian dan perbuatan kalian." Dan Allah menyatakan, "Tuhanmu tidak  mendzolimi siapapun wahai Muhammad."
  • Yang tidak menimani takdir ancamannya sangat keras yakni kekufuran.
  • Dari Ubadah bin Ash-Shamit, beliau berkata kepada anaknya, "Wahai anakku sekali-kali engkau tidak akan merasakan manisnya iman sampai engkau menyadari bahwa apa yang menimpamu tidak akan luput darimu dan apa yang luput itu tidak akan menimpamu." Ketika seseorang mendapatkan sesuatu itulah takdir dari Allah, apakah itu sesuatu yang baik baginya atau buruk. Oleh sebab itu jika seseorang mendapatkan sesuatu yang kurang menyenangkan dia tidak boleh protes kepada Allah atau berandai-andai, tidak boleh karena itu sudah terjadi. Katakan qadarullah. Ketika seseorang mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan ketika mendapatkan keburukan ia bersabar dengan itu. Rasulullah bersabda, "Sungguh menakjubkan orang yang beriman, seluruh urusannya selalu baik dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Kalau dia mendapatkan kebaikan dia bersyukur dan itu baik baginya dan kalau dia mendapatkan keburukan dia bersabar dan itu juga baik baginya." Orang beriman bisa mengendalikan dirinya supaya tetap stabil, dengan kestabilan itulah orang-orang yang beriman bisa menjalankan kepatuhan kepada Allah.
  • Ubadah bin Ash-Shamit mengatakan, "Pertama-tama Allah menciptakan pena, kemudian Allah berkata kepadanya 'Tulislah'. Lalu pena itu berkata, 'Wahai Tuhanku apa yang aku tulis?' 'Tulislah takdir segala sesuatu sampai datangnya hari kiamat.' "Wahai putraku, aku pernah mendengar rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang meninggal dunia tidak dalam keyakinan ini maka dia bukanlah bagian dariku." Semua yang terjadi berdasarkan ketentuan Allah. Dalam satu riwayat Imam Ahmad, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya yang pertama-tama Allah ciptakan adalah pena, kemudian ALlah berkata kepadanya, 'Tulislah'." Maka berlakulah sejak kejadian saat itu, sejak penulisan takdir saat itu berlaku sampai hari kiamat, tidak akan pernah berubah. Sementara dalam riwayat Ibnu Wahab, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang tidak beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, maka Allah membakar dia di dalam api neraka."
  • Faedah yang bisa dipetik :
    1. Wajibnya beriman kepada takdir.
    2. Bagi mereka yang mengingkari takdir ada ancaman yang sangat keras.
    3. Menunjukkan penetapan pena yang menulis takdir dan penulisan seluruh takdir yang lalu hingga masa yang akan datang sampai hari kiamat sudah semuanya ditulis oleh Allah.
  • Abdullah Ibnu Dailami berkata saat itu Ubay bin Kabin, "Aku mendatangi Ubay bin Kaab, Di dalam hatiku ada sesuatu terkait takdir, sampaikan kepadaku hadist, semoga Allah menghilangkan itu dari hatiku." Kemudian kata Ubay bin Kaab. "Seandainya kamu berinfak emas sebesar gunung Uhud. Allah tidak akan menerima infakmu sampai engkau beriman kepada takdir." 
    1. Al-Ikhlas. Orang yang tidak beriman kepada takdir itu kafir. Berbuat kebaikan apapun tidak akan diterima oleh Allah. "Kami datangi amalan-amalan mereka dan Kami jadikan debu yang bertebangan."
    2. Amalan tersebut sesuai petunjuk Rasulullah
  • Kemudian ia mendatangi sahabat-sahabat Rasulullah yang lain, semua menyampaikan hadist yang sama yang disampaikan Ubay bin Kaab (HR. Hakim).
  • Kaidah yang bisa dipetik :
    1. Ancaman yang keras bagi yang tidak mengimani takdir.
    2. Anjuran bertanya kepada para ulama tentang hal-hal yang masih belum diketahui atau hal-hal yang masih rancu baginya, karena Allah berfirman, "Bertanyalah kalian kepada ahlinya apabila kalian tidak mengetahuinya."
    3. Di antara tugas para ulama adalah menyingkap tabir atau menyingkap kesamaran dan tugasnya menyebarkan ilmu di tengah-tengah manusia.

Senin, 14 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 9 - Tak Sekedar Sholihah, Mengorbankan Sebagian Zona Nyamanmu (Itsar)

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Ahad, 13 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
    • Dalam QS. At-Taubah [9] : 71, artinya : Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) maruf dan mencegah (berbuat) munkar. menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulnya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Point yang di dapat dari ayat tersebut adalah seorang muslim tidak hanya sekedar menjadi mukminah tapi berupaya menjadi sholeh dan menjadi muslikhah.
    • Beda menjadi sholihah dan muslikhah adalah sholihah itu tingkatan kesholihan paling bawah sedangkan muslikhah itu tingkatan kesholihan paling atas (utama). Ibnu Rajak mengatakan, Keshalihan itu ada 2, shalih li nafsihi yang pertama, yang kedua shalih li nafsihi wa ghairihi. Shalih untuk dirinya sendiri yaitu shalihah. Shalih untuk dirinya dan shalih untuk orang lain yaitu muslikhah.
    • Dalam QS. Al-Anfal [8] : 25, artinya : Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukumanNya. Zainab binti jahsy salah satu istri Rasulullah pernah bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah apakah azab itu akan menimpa kepada kami juga ketika kami sudah shalih?" Kata Rasulullah, "Iya, sesungguhnya musibah itu ya'ummul jami', musibah itu bisa menimpa kepada semuanya."
    • Ada satu riwayat, Allah memerintahkan malaikat untuk meng-azab satu kaum, malaikat turun, ketika malaikat akan meng-azab kaum itu dan kampung itu malaikat itu menjumpai ada orang yang sedang beribadah secara khusyuk kepada Allah dari 2 orang yang shalih. Para malaikat pun kembali menghadap Allah dan mengabarkan kepada Allah, "Ya Allah di kampung yang Engkau perintahkan kami untuk meng-azab mereka ada orang yang khusyuk yang beribadah kepadaMu ya Allah. Apakah kami tetap akan meng-azab kampung itu karena keberadaan dua orang yang shalih ini?" maka Allah mengatakan kepada malaikat, "Azablah kampung itu dan mulailah azab itu dari orang yang shalih karena wajahnya tidak pernah berubah merah ketika melihat kemungkaran yang terjadi di sekitarnya." Ini menunjukkan bahwa ketika kita ber-Islam, mempelajari agama bukan hanya ketika kita sendiri menjadi shalihah tapi bagaimana kita memberikan kontribusi kepada sekitar kita menyajikan yang ma'ruf dan mencegah perbuatan munkar.
    • Para ulama Syeikh Turayfi menyampaikan "bahwasanya adanya satu mushlih satu saja itu lebih baik daripada adanya 100 orang yang shalih." Mengapa begitu? Karena 100 orang shalih dampaknya hanya dirasakan oleh wanita yang shalihah itu, namun ketika wanita tersebut muslikhah ia berkontribusi menyampaikan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dampaknya ke orang-orang lain di sekitarnya.
    • Untuk menjadi muslikhah ada beberapa catatan :
      1. Perhatikan niat kita. Niatkan karena Allah semata dan sampai goyang di tengah jalan.
      2. Perhatikan prioritas kita. Prioritaskan ke keluarga sendiri dulu.
      3. Shalihkan diri kita dan senantiasa istiqomah. Tidak meremehkan menjadi shalihah hanya karena ingin mencapai menjadi muslikhah.
      4. Jangan pernah lupa untuk belajar. Jangan sampai menyampaikan sesuatu yang kita tidak ketahui ilmunya.
      5. Tetap menjaga iffah-mu (jaga rasa malu-mu).
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
    • Dalam HR. Muslim, Rasulullah menyampaikan salah satu orang yang mendapatkan kabar gembira dari syurga itu Rumaisho binti Milhan yang bergelar Ummu Sulaim. Pada suatu malam Abu Thalhah mengatakan kepada Ummu Sulaim "Apakah anak-anak sudah tidur?" Ummu Sulaim menjawab, "Anak-anak belum tidur." Lalu Abu Thalhah berkata, "Tidurkanlah anak-anak karena sesungguhnya ada yang ingin aku lakukan, supaya anak-anak tidur lebih awal, tidur lebih cepat supaya mereka tidak makan malam." Karena ternyata Abu Thalhah akan menyambut kedatangan tamu dan mereka tidak punya makanan sama sekali kecuali makanan yang cukup untuk menyambut tamu. Lalu anaknya ditidurkan, terlalap tanpa makan malam. Tamunya datang lalu disambut oleh Abu Thalhah, ia mematikan lampu rumah supaya tamu tidak mengetahui bahwa ia dan istrinya tidak makan bersama tamunya. Tamunya mendengar suara makan tapi sebenarnya mereka pura-pura. Tamunya Rasulullah yang datang dan dijamu oleh Abu Thalhah dan Ummu Sulaim akhirnya makan kenyang tanpa tamunya mengetahui bahwa tuan rumahnya sebenarnya dalam keadaan kelaparan saat itu. Tamunya pun pulang tanpa tahu. Abu Thalhah dan Ummu Sulaim pun tidak menceritakan kisah itu kepada siapapun. Namun Allah Maha Tahu. Maka dikatakan sesungguhnya Allah tertawa dengan yang dilakukan Abu Thalhah dan Ummu Sulaim pada malam itu, akhirnya Allah turunkan satu ayat dalam QS. Al-Hasyr [59] : 9, artinya : "...Dan mereka mengutamakan orang lain daripada mengutamakan diri mereka sendiri walaupun mereka dalam kondisi berkebutuhan, barangsiapa yang mampu menjaga dirinya dari kekikiran, sesungguhnya itulah orang-orang yang beruntung." Disini kita bisa pelajari Ummu Sulaim bisa saja protes ke Abu Thalhah ketika mereka dan anak-anaknya sendiri belum makan namun malah akan kedatangan tamu. Pilihannya dua, pertama marah dan menolak menerima tamu, kedua dia ridho, maka ia memilih ridho. namun Ummu Sulaim lebih rela mengutamakan kepentingan akhirat, mengorbankan wilayah pribadi dan zona nyaman. Ummu Sulaim akhirnya mendapatkan kabar syurganya karena mengharapkan ridho Allah.
    • Ummu Darda pun demikian ketika Abu Darda menginfakkan kebun kurma yang paling strategis, Ummu darda bisa saja menolak apa yang akan dilakukan Abu Darda. Tapi ia justru mengatakan apa yang dilakukan suaminya merupakan perniagaan yang sangat luar biasa.
    • Khadijah RA istri rasulullah juga megorbankan zona nyamannya ketika ia mempunyai ruang privasi pada rumahnya, lalu Khadijah mendapati rumahnya terus kedatangan para sahabat yang belajar pada Rasulullah, namun Khadijah begitu lapang hatinya walaupun rumahnya ramai dan ia bisa saja lelah. Maka Khadijah RA ridho dan dibangunkannya sebuah rumah di syurga, rumah yang tidak ada kegaduhannya dan rumah yang tidak ada keletihannya.
    • Inilah wanita yang berhati akhirat, langkah mereka sudah menapak pada perjalanan urusan akhirat. Mereka saat itu di dunia namun sudah menjadi penduduk syurga.

Minggu, 13 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 8 - Muara Ilmu Anak-Anakmu, Pemilik Lambung Yang Begitu Suci

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Sabtu, 12 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
    • Puncak tertinggi dari karier wanita itu :
      1. Ketika dia mendapatkan keridhaan dari suaminya.
      2. Ketika dia berhasil mensholehkan anak-anaknya mereka.
    • Ada seorang sahabiyah bernama Ummu Khansa, ketika itu terjadi peperangan di jaman Rasulullah, maka Ummu Khasa memberikan pendidikan yang terbaik, pendidikan yang dicatat dalam catatan sejarah. Ia mendidik keempat anaknya dengan sebaik-baiknya pendidikan. Ummu Khansa mengatakan kepada anak-anaknya, "Wahai anak-anakku kalian telah masuk Islam dengan sukarela dan kalian hijrah dengan sukarela sebagaimana keinginan kalian, kalian adalah anak dari orangtua yang sama dan memiliki nasab yang sama. Maka sesunggguhnya ketahuilah anak-anakku, akhirat itu jauh lebih mulia daripada urusan dunia karena dunia ini fana, dunia ini akan hilang, dunia ini akan rusak, yang tidak akan pernah rusak itu kehidupan akhirat, bersabarlah terhadap perjalanan kalian di dunia yang fana ini, teguhkanlah setiap langkah kalian dan tabahkanlah serta bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian itu senantiasa menjadi orang yang beruntung. Sabarkan, tabahkanlah, teguhkanlah langkah kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian telah melihat peperangan bersama dengan para sahabat Nabi, masuklah kalian ke dalam peperangan itu, raihlah kemenangan dan kemuliaan supaya kalian mendapatkan tiket menuju kepada negeri yang kekal dan penuh dengan kenikmatan. Ingat ya nak, dunia ini fana dan sejatinya pasti kita akan tinggalkan." Perkataan Ummu Khansa melecut semangat anak-anaknya, sampai anak-anaknya, empat empatnya begitu bersemangat di dalam peperangan dan satu persatu menjemput kehidupan akhirat dengan wafat secara syahid. Wanita yang bertabur rahmat itu wanita yang tahu mana kewajiban yang paling prioritas yaitu mendidik anak, mendidik anak keturunan kita. Bagaimana wanita memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya? Membersamainya di setiap waktunya dan betul-betul mengarahkan di dalam pendidikan-pendidikan ketaatan supaya mereka mengenal Rabbnya, supaya mereka mengenal sunnah-sunnah Nabinya. Betapa dasyatnya wanita jika telah berhasil mendidik anak-anaknya.
    • Ada seorang ulama tabi'in namanya Rabi'ah Ar-Rayi, ia didik oleh seorang wanita yang telah berhasil menjadikannya ulama. Abu Hanifa, Malik bin Anas hadir di majelisnya Rabi'ah Ar-Rayi. Ia telah mendidik seorang anak ketika  suaminya pergi di dalam tugas negara selama 20 tahun tidak pernah kembali dan ibunya berhasil mendidik anaknya menjadi seorang ulama besar. Ketika semua ilmu yang dipelajari oleh Abu Hanifa, Malik bin Anas sampai dengan sekarang bermanfaat bagi kehidupan dan penjadi pelita bagi umat, ibunya pun akan tetp mendapatkan pahala.
    • Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail), mereka semua seorang anak yang yatim tapi ibunya berhasil mendidik putranya menjadi seorang ulama.
    • Wanita yang menjadi pendidik yang terbaik buat anak dan keturunannya ada 5 point, yakni :
      1. Wanita yang terus belajar. Menyibukkan dengan ta'lim, menyibukkan dengan kajian, menyibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat, karena dia mengerti dia madrasah, dia mengerti, "Sesuatu yang kosong tidak bisa mengisi dan sesuatu yang terisi hanya Allah yang mampu mengisi."
      2. Wanita yang bertaubat. Ada sebuah doa di dalam QS. Al-Ahqaf [46] :15, artinya : "...Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dapat beramal sholeh yang Engkau ridhai, dan berikalah keshalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku,. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim."
      3. Wanita yang paham akan akidah. Sehingga ia dapat menanamkan kembali akidah ke anak keturunannya.
      4. Wanita harus menerangkan jalan-jalan dosa dan fitnah. Bukan hanya kebaikan yang diterangkan namun semua itu (jalan-jalan dosa dan fitnah) juga harus diterangkan supaya anak keturunan kita tidak kosong dalam menjalani kehidupannya.
      5. Wanita yang mengajarkan di dalam kehidupan tentang kehidupan syurga dan kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati (alam barzah). Keinginan untuk kita nanti untuk berkumpul dengan mereka nanti ketika kita sudah meninggal semuanya supaya nanti bisa berkumpul dalam kehidupan di alam barzah dan berkumpul kembali dalam kehidupan kelak di syurga.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
    • Ujian bagi wanita itu dijelaskan oleh ulama bahwa wanita lemah pada harta. Wanita yang sadar akan kelemahannya yang satu ini akan menjaga dirinya. Itulah yang menjadikan wanita sholihah terdahulu, kemuliaannya adalah mereka tidak dikalahkan oleh sifat lemahnya mereka ketika cinta kepada harta.
    • Ada wanita bernama Ummu Ammarah, merupakan putri dari seorang ibu penjual susu. Ibunya tergoda untuk mencampurkan susu dengan air supaya mendapatkan keuntungan lebih, ibunya meminta putrinya untuk mencampurkannya, namun putrinya tidak berkenan. Ibunya mengatakan, "Toh Umar tidak mengetahui perbuatan kita." Tetapi pada saat itu putrinya mengatakan, "Mungkin Umar tidak tahu perbuatan kita ibu, tapi Rabbnya Umar pasti tahu apa yang kita lakukan." Dialog ini terdengar oleh Umar lalu Umar meminta salah satu anaknya untuk menikahi Ummu Ammarah, Hasil dari penjagaan wanita yang menjaga dirinya dari harta yang haram bernama Ummu Ammarah ini melahirkan anak yang bernama Umar bin Abdul Aziz.
    • Harta wanita :
      1. Harta mahar sepenuhnya milik istri.
      2. Warisan, wanita biasanya mendapatkan warisan separuh sementara laki-laki satu, namun laki-laki memang diwajibkan berbagi harta kepada keluarganya. Akan tetapi wanita yang tadi mendapat separuh tidak wajib berbagi kepada keluarganya, harta warisan yang separuh itu menjadi miliknya seutuhnya.
      3. Hadiah yang diberikan orang lain.
      4. Penghasilan dari kamu berdagang dan berbisnis (daganganmu bersih dari perkara syubhat).
    • Ada riwayat yang shahih dimana Fatimah binti Qais menikah dengan seorang sahabat yang bernama Abu Umar bin Hafshah. Qadarullah terjadi talaq yang sudah melewati batas 3 kali kata cerai. Suatu waktu mantan suaminya mengirimkan wakil untuk membicarakan masalah keluarga dan ia juga mengirimkan gandum ala kadarnya. Ketika gandum itu dibawakan oleh wakil dari mantan suaminya, Fatimah binti Qais bertanya, "Ini apa ini? Jawab wakilnya, "Ini gandum dari mantan suamimu." Maka Fatimah binti Qais sangat menjaga dan berkata, "Aku tidak mau menerima gandum ini sampai aku bertanya hukumnya gandum ini kepada Rasulullah." Akhirnya Fatimah binti Qais mendatangi Rasulullah dan bertanya apakah dia masih berhak atas gandum itu ataukah tidak.
    • Ada kisah Imam Ahmad pernah didatangi wanita tua lalu menceritakan kondisi kemiskinan yang ada pada keluarganya, ketika siang dia sibuk mengurus keluarganya dan ketika malam kebiasaannya adalah memintal baju untuk dijual ke pasar. Lalu dia berkata, "Biasanya aku itu memintal baju di waktu malam bermodalkan dengan terangnya bulan lalu aku memintal baju supaya bisa menjadi keuntungan bagiku ketika aku jual ke pasar. Suatu waktu tiba-tiba ada rombongan pemerintah yang melewati di depan rumahku dan mereka membawa lampu-lampu yang begitu terang, aku bergegas keluar dari rumahku lalu aku memintal baju mengandalkan penerangan yang ada di depan rumahku yang dibawa oleh para pemerintah. Maka seketika ketika aku selesai memintalnya aku balik ke dalam rumahku lalu aku terpikir, ya Allah apakah keuntungan dari baju ini nanti menjadi milikku? Ataukah keuntungan baju ini menjadi miliknya pemerintah? Aku khawatir itu maka aku bertanya kepadamu wahai Imam Ahmad bagaimana status baju yang aku pintal." Imam Ahmad kagum sekali dengan pertanyaan ini lalu bertanya, "Siapakah engkau wahai wanita yang begitu mulia?" Maka wanita itu menjawab "Saya saudarinya Abu Bisyr Al-Hafi." Abu Bisyr Al-Hafi adalah seorang ulama yang sangat amanah menjalankan tugas dengan sebaik-baik penjagaan. Imam Ahmad berkata "Sungguh jubahku yang berlapis-lapis ini tidak lebih mulia dari pakaian yang kamu kenakan wahai wanita yang begitu mulia."

Sabtu, 12 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 7 - Hati Yang Bertabur Kasih Sayang, Iffahmu Adalah Jalan Kemuliaanmu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Jumat, 11 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
    • Dalam HR. Muslim, dari Aisyah RA. Satu waktu ibunda Aisyah itu berkata telah datang kepadaku seorang wanita miskin, dia tidak punya apa-apa lalu dia meminta belas kasian kepada ibunda Aisyah maka pada saat itu ibunda Aisyah tidak memiliki apa-apa di dalam rumahnya, tidak bisa memberi kecuali beliau hanya bisa memberi 3 potong kurma yang diberikan  kepada wanita tersebut. ternyata wanita ini menggandeng 2 putra putrinya ketika mendatangi ibunda Aisyah. Maka wanita miskin ini membagi 2 kurma kepada kedua anaknya, tentunya wanita tersebut masih memiliki satu kurma yang akan dia makan untuk dirinya sendiri, tapi ternyata ketika anak satu persatu memakan kurmanya mereka merasa masih lapar dan mereka menagis meminta kurama yang ada di telapak tangan ibunya, Lalu sang ibu  melihat anaknya lalu membelah kurma itu menjadi 2, sebagian kurmanya diberikan kepada anak pertama, sebagian yang lain diberikan kepada anak yang kedua. Peristiwa itu sangat mengagumkan bagi Aisyah RA, beliau pun menceritakan kisah itu kepada Rasulullah. Ketika mendengarnya Rasulullah mengatakan, "Sesungguhnya Allah membebaskan dirinya dari neraka dan Allah mewajibkan dirinya supaya memasuki syurga dengan apa yang dia berikan."
    • Indikator (tanda-tanda) kasih sayang yang penuh dari wanita kepada anaknya :
      1. Wanita yang rela mengorbankan kesenangan sebagian dari dirinya karena selalu memprioritaskan kehidupan anak-anak dan keturunannya.
      2. Ketika seorang wanita betul-betul memberikan totalitas waktunya kepada sang anak.
      3. Wanita yang sebagai ibu tidak akan pernah lelah di dalam melewati satu hari kecuali ibunya selalu mendoakan anaknya setiap hari dan setiap waktunya.
      4. Wanita yang senantiasa berusaha untuk menarik dengan lembut anak-anaknya.
      5. Wanita yang senantiasa memberikan ilmu dan memberikan maaf kepada anaknya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
    • Ada riwayat yang disampaikan Rasulullah dalam HR. Muslim. Rasulullah mengatakan, "Ada dua penduduk neraka yang belum pernah aku jumpai yaitu adalah wanita yang mereka berpakaian, tetapi hakekatnya mereka telanjang, lenggak lenggok, lalu di atas kepalanya seakan-akan ada punuk unta, mereka tidak mampu mencium baunya syurga padahal baunya syurga itu mampu dicium sejarak 70 tahun perjalanan." 
    • Wanita yang paling istimewa disebutkan Allah secara terang 34 kali dengan namanya sendiri adalah Maryam binti Imron. Dalam QS. Maryam [19] : 17, artinya: Dia (Maryam) memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka. Lalu, Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, kemudian dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.
    • Ketika Fatimah sakit berat, ia berkata kepada Asma, "Wahai Asma, saya itu merasa bahwa sakitku ini  akan menghantarkan aku kepada kematian tapi ada yang mengganjal dalam hatiku." Asma bertanya, "Apa yang mengganjal?" Fatimah menjawab, "Iya aku terganjal bahwa ketika aku meninggal dunia nanti diletakkan di atas keranda." Asma lalu menyarankan nanti akan menutup kerandanya sehingga membuat Fatimah lega dan senang. Betapa Fatimah memikirkan menjaga auratnya sampai ia wafat.

Siroh Shahabiyah : Fatimah An-Naysaburiah - Wali Perempuan Dan Guru Para Ulama

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Erika Suryani Dewi
Tanggal      : Sabtu, 5 Oktober 2024

  • Fatimah An-Naysaburiah berasal dari Khurasan. ia merupakan ulama perempuan yang telah mencapai tingkat ma'rifat (kanat minal 'arifatil kibar)
  • dzun Nun Al-Mishri menjadikannya sebagai guru dan tempat bertanya berbagai persoala spiritual dan ilmu agama.
  • Ia dikenal juga dengan nama Fatimah Al-Batayahiyyah atau Fatimah dari Nishapur (Naysabur). Dia adalah seorang sufi perempuan yang menikah dan dekat dengan dua sufi terkenal, yaitu Dzu Nun Al-Mishri dan Abu Yazid Al-Busthami.
  • Fatimah An-Naysaburiah adalah seorang tokoh sufi perempuan yang terkenal. Dia adalah penulis kitab Mawahib Al-Qudsiyyah. Dalam kitabnya itu, dia berhasil mengeksplorasi berbagai konsep kesufian dan juga berbagai makna mistik dalam pandagan akidah Islam.
  • Fatimah An-Naysaburiah juga dikenal sebagai peyair ulung dengan berbagai puisinya yang mampu merangkum berbagai pengalaman spiritual dan kecintaan kepada Allah.
  • Fatimah An-Naysaburiah hidup pada abad ke-9M atau sekitar abad ke-22 atau ke-3H. dia lahir di Naisaburi, Khurasan dan dia hidup sejaman dengan dua tokoh sufi terkenal, Dzun Al-Mishri (245H) dan Abu Yazid Al-Busthami (261H).
  • Fatimah An-Naysaburiah berasal dari keluarga bangsawan, tepatnya dari keluarga Balkh. Tetapi Fatimah tidak memanfaatkan kebangsawanannya dan kekayaannya, tetapi malah memilih jalan sufi.
  • Fatimah An-Naysaburiah menikah dengan Abu Hamid Ahmad Al-Khadrawayh yang juga seorang sufi. Setelah menikah, mereka melepaskan semua hubungannya dengan dunia dan hidup di pengasingan.
  • Fatimah An-Naysaburiah dikenal karena kebijaksanaan spiritualnya, keteguhan hati serta percaya diri yang kuat dan kontribusi besarnya terhadap tradisi sufi. Dia adalah murid dari salah satu tokoh sufi terkenuka pada masanya, yaitu Junayd Al-Baghdadi.
  • Imam Abdurrahman Al-Sulami memujinya dengan mengatakan, "Tidak ada di eranya perempuan yang sepertinya." (Imam Abdurrahman Al-Sulami, Thabaqat Al-Shufiyyah wa yalihi Dzikr Al-Niswah Al-Mutta'abbidat Al-Shufiyyat, Beirut, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, 2003, h.400)
  • Imam Abu Yazid Al-Busthami sagat menghormati keilmuan dan spiritualitas Fatimah An-Naysaburiah. Ia mengatakan, "Aku tidak melihat (atau mengagumi seorangpun) di (sepanjang) umurku kecuali (untuk) seorang laki-laki dan wanita. Wanita (itu) adalah Fatimah An-Naysaburiah. Tidak ada maqam dari kebanyakan maqam yang telah kusampaikan kepadanya melainkan seolah dia telah mengalaminya (sendiri)." (Imam Abdurrahman Al-Sulami, Thabaqat Al-Shufiyyah a yalihi Dzikr Al-Niswah AlMuta'abbidat Al-Shufiyyat, 2003, h.400).
  • Imam Dzun Nun Al-Mishri menganggapnya sebagai guru. Hubungan Fatimah An-Naysaburiah dan Imam Dzun Nun Al-Mishri terbilang unik. Dalam suatu riwayat. Diceritakan bahwa Fatimah sekali waktu mengirimkan sebuah hadiah kepada Dzun Nun AL-Mishri, tapi kemudian ditolak dan dikembalikan sembari berkata, "Menerima pemerian (atau hadiah dari) wanita merupakan bentuk kehinaan dan kekurangan (kelemahan)." Kemudian Fatimah berkata, "Tidak ada di dunia ini seorang sufi yang lebih rendah dari orang yang (hanya) melihat sebab (alasan)." (Imam Abdurrahman Al-Sulami, Thabaqat Al-Shufiyyah a yalihi Dzikr Al-Niswah Al-Muta'abbidat Al-Shufiyyat, 2003, h.400-401).
  • Dalam riwayat di atas, ada kata "seab" di ucap Fatimah An-Naysaburiah. "Sebab" di sini berarti "alasan" yang seakan-akan Dzun Nun Al-Mishri meragukan motif pemberian Fatimah An-Naysaburiah yang seorng wanita, sehingga ia mengatakan, "Tidak ada di dunia ini seorang sufi yang lebih rendah dari orang yang melihat alasan di balik pemberian tersebut." Padahal, ia tidak benar-benar tahu alasan Fatimah An-Naysaburiah memberikan sesuatu kepadanya. Ia hanya tahu bahwa pemberian itu berasal dari seorang perempuan.
  • Jawaban tersebut tentu saja menunjukkan karakter kesufian Fatimah yang tidak mempersoalkan gender dalam kedekatan seorang hamba kepada Allah.
  • Dalam pandangannya, sebuah pemberian itu tidak boleh dilihat dari siapa yang memberinya, tetapi hakikat sesuatu yang diberikan itu pada dasarnya adalah dari Allah. Karena Allah lah yang menggerakkan seseorang untuk memberikan sesuatu kepada orang lain.
  • Dari hal inilah, kemudian dzun Nun Al-Mishri memandang Fatimah sebagai tokoh sufi perempuan yang memiliki pemahaman yang sangat baik terkait dengan persoalan agama.
  • Dzun Nun Al-Mishri kemudian menganggap Fatimah An-Naysaburiah sebagai gurunya. Ia sering bertanya soal-soal spiritual dan ilmu agama kepadanya (wa sa'alaha dzun nun am masail). Suatu ketika, seorang ulama sepuh (Syaikhan Kabiran) bertemu dengan Dzun Nun Al-Mishri. Ia bertanya pada Dzun Nun, "Siapa orang yang paling mulia yag pernah kau temui?" Dzun Nun menjawab, "Aku tidak bertemu seorangpun yang lebih mulia dari wanita yang kutemui di Mekah, ia bernama Fatimah An-Naysaburiah. Ia berbicara (dengan sangat) mengagumkan tentang pemahaman (atau isi kandungan) Al-Quran." Aku (ulama sepuh) bertanya kepada Dzun Nun tentangnya. Ia berkata kepadaku, "Ia adalah seorang wali perempuan dari (sekian) wali-wali Allah SWT dan ia adalah guruku." (Imam Abdurrahman Al-Sulami, Thabaqat Al-Shufiyyah a yalihi Dzikr Al-Niswah Al-Muta'abbidat Al-Shufiyyat, 2003, h.401).
  • Fatimah An-Naysaburiah meskipun lahir di Naisabur, ia lebih memilih tinggal di Mekah. Kadang juga tinggal di Baitul  Maqdis Palestina. Pada waktu di Mekah itulah ia bertemu dengan Dzun Nun Al-Mishri dan menjadi guru bagi Dzun Nun (seorang sufi besar di masanya yang berasal dari Mesir).
  • Berbeda dengan tokoh sufi perempuan lainnya, Fatimah adalah salah satu sufi  perempuan yang menikah. Dia menikah dengan Abu Hamid bin Khadrawyh yang juga seorang sufi di masa itu.
  • Ketika terdengar kedekatan antara istrinya dengan dua orang tokoh besar  di jamannya (Abu Yazid Al-Busthami dan Dzun Nun Al-Mishri) suami Fatimah ini merasakan kecemburuan yang kuat terhadap istrinya tersebut. Melihat ini Fatimah pun berkata kepada sang suami, "Engkau adalah karib dengan diri alamiahku, sedangkan dua tokoh sufi itu adalah karib dalam jalan spiritualku." Begitulah kebijaksanaan dan hikmah yang dalam dari seorang sufi perempuan bernama Fatimah An-Naysaburiah.
  • Fatimah An-Naysaburiah merupakan wanita yang gemar bepergian (musafirah) terutama mengunjungi tempat-tempat suci. 
  • Fatimah An-Naysaburiah wafat di Mekah dalam perjalanan umrah di tahun 223H. Ia meninggalkan teladan besar bagi umat manusia setelahnya.


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran.

Jumat, 11 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 6 - Sepenuh Syukur Kepada Suami, Tangki Maaf Kepada Wanita

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Kamis, 10 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
    • Dalam HR. Muslim, dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah menyampaikan, "Sesungguhnya Allah tidak pernah mau melihat seorang wanita yang tidak pernah bersyukur kepada suaminya dan tidak pernah cukup dengan apa yang diberikan oleh suaminya." Ini merupakan satu riwayat yang shahih dalam riwayat yang disampaikan dalam Imam Nasai. Wanita bisa dijebloskan ke dalam neraka ketika wanita tidak bersyukur kepada suaminya. Allah tidak mau melihatnya pada hari kiamat.
    • Ketika wanita belum menikah tidak ada tempat bagi dia bersyukur kecuali kepada orangtuanya, karena ketika kita bersyukur setidaknya ada 3 komponen yang harus kita perhatikan :
      1. Syukur itu seharusnya menambah ketaatan supaya syukur yang kita berikan memberikan keberkahan di dalam kehidupan kita dan syukur itu bukan hanya ucapan lisan tetapi komitmen untuk melahirkan ketaatan dan ibadah di dalam perjalanan hidup kita. "Setiap nikmat yang tidak menambah dekatnya kita kepada Allah maka setiap nikmat itu akan berubah menjadi musibah dan tragedi."
      2. Kita bersyukur kepada orang yang pernah memberikan kebaikan kepada kita. "Siapapun yang tidak pernah bersyukur kepada manusia dia tidak akan pernah bersyukur kepada Allah."
      3. Kalau dia seorang wanita lalu belum menikah syukurnya tidak akan diterima oleh Allah sampai dia bersyukur kepada orangtuanya, tetapi ketika dia telah menikah, syukurnya tidak akan diterima sampai dia bersyukur kepada suaminya atas seluruh kewajiban, atas seluruh komitmen, atas seluruh konsekuensi yang diambil suaminya ketika dia telah menghalalkan seorang wanita menjadi bagian dari hidupnya dan telah membentuk satu keluarga. Walaupun ada seorang wanita yang banyak melakukan ibadah sunnah tapi ternyata suaminya  setiap berbicara, setiap berinteraksi terluka hatinya walaupun suaminya tidak menampakkan lalu istrinya selalu merasa nyaman ketika dia melukai hati suaminya menyindir hati suaminya, lalu selalu mengkondisikan dengan komplain yang dia sampaikan kepada suaminya dan dia selalu merasa benar terhadap komplainnya dia, padahal suaminya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan apa yang dia mampu tapi terus mendapatkan kritik dari istrinya, maka berhati-hatilah para wanita. Kata ulama, "Sesungguhnya wanita semacam ini buruk dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak banyak sholat sunnah, tidak banyak puasa sunnah, tidak banyak tilawahnya tetapi ternyata dia begitu luar biasa ketika menyenangkan hati suaminya dan dia selalu bersyukur kepada suaminya."
    • Allah memberikan beberapa macam keutamaan kepada wanita yang bersyukur :
      1. Rahmat Allah besar sebagaimana azab Allah itu besar kepada wanita yang tidak pandai bersyukur.
      2. Allah akan memberikan kepadanya kebaikan anak-anaknya ketika dia menjadi wanita yang selalu bersyukur kepada Allah.
      3. Allah akan memberikan kepadanya sebuah ketenangan di dalam sisa kehidupan.
      4. Allah akan berikan suaminya akan dimudahkan mendapatkan rezeki.
    • Realisasi (wujud syukurnya) wanita yang bersyukur kepada suaminya ada 5 :
      1. Menambah penghormatan dia kepada suaminya.
      2. Mengurangi gerutuannya/komplainnya kepada suaminya.
      3. Jika menemukan kekurangan pada suaminya dia akan mencoba untuk menutupi kekurangan suaminya.
      4. Bersabar kepada suaminya sebagai bentuk kesyukuran.
      5. Senantiasa memberi maaf kepada suaminya ketika suaminya melakukan satu atau dua kesalahan.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
    • Para wanita yang memiliki sifat hati yang sangat mulia, wanita yang senantiasa melembutkan mencairkan suasana ketika terjadi konflik di dalam rumah tangga.
    • Ada sebuah hadist Ath-Thabrani ketika Rasulullah menyampaikan, "Maukah kalian aku beritahukan tentang seorang wanita yang mereka itu masuk syurga, yang pertama itu Al-Walid, Al-Wadud. Al-A'ud." Hadist ini tentang :
      1. Al-Walud yakni yang banyak anaknya, artinya mereka yang tidak pernah menolak untuk melahirkan keturunan ketika mereka sudah menikah mereka tidak membatasi tetapi mereka itu ridha kepada permintaan suaminya  di dalam melahirkan anak dan keturunan. 
      2. Al-Wadud yakni yang banyak cintanya. 
      3. Al-A'ud adalah wanita yang apabila dia disakiti atau dia menyakiti maka dialah yang pertama kali bergegas  datang kepada suaminya meletakkan tangannya di atas tangan suaminya (dalam beberapa riwayat, meletakkan tangannya di atas dada suaminya) lalu ia mengatakan kepada suaminya, "Wahai suamiku aku tidak akan pernah mampu tidur sampai kamu ridha kembali kepada diriku," supaya kondisinya kembali membaik di dalam rumah tangga. Jadi wanita yang masuk syurga itu sesimpel itu
    • Di dalam konsep kehidupan disini kita memahami Allah menguji kita di balik titik kelemahan kita dan titik lemahnya wanita di perasaannya seperti begitu sulit untuk meminta maaf, kalau ada konflik lebih sulit untuk selesai. Rasulullah mengatakan, "Tidakkah aku beritahukan kepadamu tentang wanita penduduk syurga?" Hadist ini menerangkan kan seharusnya kalau kita mendengarkan Rasulullah memyampaikan hadist tersebut fikiran kita ibadah (seperti sholatnya panjang, tahajudnya panjang, dzikirnya lama, dan seterusnya) tapi Rasulullah di dalam hadist justru tidak menyebutkan ibadah-ibadah (ini bukan berarti ibadah-ibadah tersebut tidak penting, ibadah-ibadah tersebut penting tapi bukan terpenting bagi wanita). Karena yang terpenting bagi wanita (selain ibadah) yakni apakah di dalam hati wanita tersebut memiliki sifat Al-A'ud atau tidak. Syurganya wanita sangat simpel daripada wanita semisal mesti melakukan tindakan-tindakan berat di luar rumah, lebih ringan daripada tahajud panjang di malam hari, lebih ringan daripada memakai hijab yang tebal, lebih ringan daripada infak, lebih ringan daripada ta'lim, dan lain sebagainya. Tapi terkadang wanita lebih mudah pergi kajian (ngaji) daripada meminta maaf kepada suaminya.
    • Jika situasi malah sebaliknya, wanita sudah bersikap seperti yang diterangkan Rasulullah namun justru suaminya ternyata belum berubah, biarlah Allah yang akan merubah hatinya dan wanita tetap mendapatkan kemuliaan di sisi Allah karena meminta maaf kepada suami tidak merendahkan tidak pula menghinakan wanita.

Kamis, 10 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 5 - MengingatNya Menenangkanmu, Sang Penjaga Rahasia Keluarga

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 9 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
    • Senantiasa hadir secara utuh, sadar secara penuh untuk senantiasa berdzikir kepada Allah di setiap aktivitas yang mereka jalani.
    • Di dalam HR. Tirmidzi, Rasulullah berkata kepada para wanita, "Hai para wanita, hendaklah kalian itu melakukan tasbih, hendaklah kalian melakukan tahlil, hendaklah kalian melakuan penyucian kepada Allah, maka hendaklah hitunglah dengan jari-jemarimu karena sesungguhnya jari jemarimu akan ditanya Allah dan jari-jemarimu akan berbicara di hadapan Allah, maka janganlah engkau lalai di dalam engkau berdzikir, ketika engkau lalai di dalam engkau berdzikir maka kamu akan jauh dari rahmatnya Allah." Tahlil kalian yaitu Laaillahaillallah. Tasbih kalian yaitu Subhanallah. Taqdis kalian yaitu Subbuhun quddus. Dzikir memiliki posisi yang istimewa, di dalam riwayat yang disebutkan di atas ada 4 point yang penting untuk kita fahami, yaitu :
      1. Ditujukan kepada kalangan wanita supaya mereka berdzikir. Rasulullah menggunakan bentuk dhamir kata ganti yang ditujukan langsung kepada wanita. Dengan berdzikir akan mendapatkan rahmat Allah, ketika rahmat Allah didapatkan maka kita akan merasakan ketenangan, rasa kebersamaan kepada Allah, diberikan energi dan kekuatan kepada wanita. Ada kisah Fatimah RA yang merasa kelelahan pekerjaan-pekerjaannya di dalam rumah maka Ali RA dan Fatimah RA datang kepada Rasululah meminta budak untuk meringankan tugas mereka namun Rasulullah mengarahkan Ali RA dan Fatimah RA untuk banyak-banyak berdzikir kepada Allah. Berdzikir dapat memberikan energi atau kekuatan. 
      2. Berdzikir memberikan ketenangan. wanita adalah makhluk yang paling rentan maka jika berdzikir bisa memberikan ketenangan. Yang membuat sedih kita adalah syetan terdapat dalam QS. Mujadallah [58] : 10, artinya : Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu hanyalah dari syetan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati,  sedangkan (pembicaraan) itu tidaklah memberi mudarat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah.  Hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
      3. Berdzikir merupakan bagian yang paling dihajatkan kepada wanita. Karena wanita merupakan makhluk yang banyak bicara dan banyak berbicara kepada makhluk yang lainnya. Ketika wanita banyak berbicara obatnya adalah membicarakan Allah dengan cara berdzikir kepada Allah. 
      4. Berdzikir merupakan amalan yang besar. Diterangkan dalam satu riwayat yang shahih bahwa dzikir lebih utama daripada memerdekakan budak, lebih utama dari berkuda, lebih utama dari kita sedekah, karena dzikir merupakan salah satu amalan ringan di lisan tetapi begitu berat di timbang di dalam mizan. Allah menerangkan dalam QS. Al-Ankabut [29] : 45, artinya : Bacalah (nabi Muhammad) Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sugguh, mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Makanya sahabat Rasulullah yakni Salman Al-Farisi ketika ditanya amalan apa yang paling utama? Yakni, "Tidak ada amalan yang paling utama kecuali dzikir sebagaimana Allah sebutkan di dalam firmanNya QS. Al-Ankabut [29] : 45." Ada 3 keutamaan orang yang suka berdzikir : 
        1. Allah memberikan kepadanya pertolongan di saat ketika dia sedang mengalami masalah yang betul-betul berat. Contoh kisah nabi Yunus yang dimakan ikan paus, maka pada saat itu Allah menyebutkan dalam QS. As-Saffat [37] : 134-144, artinya : [143] Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah. [144] Niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya (ikan) sampai hari kebangkitan. Berdzikir mendekatkan kita kepada solusi karena orang yang mengenal Allah di waktu lapang ketika dia berdzikir akan dikenal oleh Allah di waktu sempit ketika dia mendapatkan masalah.
        2. Ketika berdzikir kepada Allah mereka langsung berhadapan dengan pintu-pintunya syurga. Allah menyampaikan pada QS. Al-Ahzab [33] : 35, artinya : Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat , laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki da perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar
        3. Orang yang berdzikir mereka itu telah mendapatkan juara, karena orang yang juara itu orang yang mampu untuk senantiasa membasahi lisannya untuk berdzikir kepada Allah. Ada riwayat ketika Rasulullah berjalan di kota Mekah lalu Rasulullah melewati bukit yang disebut bukit Jumdan, Rasulullah mengatakan, "Lewatilah bukit Jumdan ini dan telah menanglah an-munfaridun." Para sahabat bertanya, "Siapa mereka itu yang telah menang an-munfaridun itu ya Rasulullah?" Rasulullab menjawab, "Yang menang itu adalah mereka yang berdzikir kepada Allah, laki-laki yang banyak berdzikir dan perempuan yang banyk berdzikir."
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
    • Menjaga harta dari suaminya dan dia tidak menceritakan setiap rahasia yang ada pada kehidupan keluarganya dan rahasia yang ada pada diri suaminya. Allah menyampaikan di QS. Al-Baqarah [2] : 187, artinya : Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah megetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima taubatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkanAllah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) anatara benang putih dan benng hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beritikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia agar mereka bertakwa. Ayat tersebut memberitahu bahwa seorang suami adalah pakaian bagi seorang istri dan sesungguhnya istri itu adalah pakaian bagi seorang suami. Makna pakaian oleh ulama sangat beragam, salah satunya sebagai penutup aurat sehingga maknanya menjaga rahasia terutama aib yang ada pada keluarganya. 
    • Rasulullah menyampaikan, "Sesungguhnya dari kebaikan itu kamu menyembunyikan setiap musibah, apapun yang terjadi itu termasuk kebaikan." Jikapun kita sudah tidak mampu merahasiakannya ceritakanlah kepada orang yang berilmu supaya mendapatkan jalan keluarnya. Contoh kisah Hindun yang bercerita kepada Rasulullah bahwa suaminya Abu Sufyan itu pelit, lalu Hindun bertanya, "Bolehkan aku mengambil (mencuri) hartanya?" Rasulullah menjawab, "Kalau memang pelit kamu boleh mengambil hartanya yang mencukupi dirimu dan mencukupi keluargamu." Rasulullah tidak bertanya banyak beliau langsung memberikan solusi. 
    • Hadist Rasulullah dalam HR. Muslim, "Barangsiapa menjaga aib seorang muslim maka Allah akan menjaga aibnya di hari kiamat."