Senin, 14 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 9 - Tak Sekedar Sholihah, Mengorbankan Sebagian Zona Nyamanmu (Itsar)

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Ahad, 13 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
    • Dalam QS. At-Taubah [9] : 71, artinya : Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) maruf dan mencegah (berbuat) munkar. menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulnya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Point yang di dapat dari ayat tersebut adalah seorang muslim tidak hanya sekedar menjadi mukminah tapi berupaya menjadi sholeh dan menjadi muslikhah.
    • Beda menjadi sholihah dan muslikhah adalah sholihah itu tingkatan kesholihan paling bawah sedangkan muslikhah itu tingkatan kesholihan paling atas (utama). Ibnu Rajak mengatakan, Keshalihan itu ada 2, shalih li nafsihi yang pertama, yang kedua shalih li nafsihi wa ghairihi. Shalih untuk dirinya sendiri yaitu shalihah. Shalih untuk dirinya dan shalih untuk orang lain yaitu muslikhah.
    • Dalam QS. Al-Anfal [8] : 25, artinya : Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukumanNya. Zainab binti jahsy salah satu istri Rasulullah pernah bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah apakah azab itu akan menimpa kepada kami juga ketika kami sudah shalih?" Kata Rasulullah, "Iya, sesungguhnya musibah itu ya'ummul jami', musibah itu bisa menimpa kepada semuanya."
    • Ada satu riwayat, Allah memerintahkan malaikat untuk meng-azab satu kaum, malaikat turun, ketika malaikat akan meng-azab kaum itu dan kampung itu malaikat itu menjumpai ada orang yang sedang beribadah secara khusyuk kepada Allah dari 2 orang yang shalih. Para malaikat pun kembali menghadap Allah dan mengabarkan kepada Allah, "Ya Allah di kampung yang Engkau perintahkan kami untuk meng-azab mereka ada orang yang khusyuk yang beribadah kepadaMu ya Allah. Apakah kami tetap akan meng-azab kampung itu karena keberadaan dua orang yang shalih ini?" maka Allah mengatakan kepada malaikat, "Azablah kampung itu dan mulailah azab itu dari orang yang shalih karena wajahnya tidak pernah berubah merah ketika melihat kemungkaran yang terjadi di sekitarnya." Ini menunjukkan bahwa ketika kita ber-Islam, mempelajari agama bukan hanya ketika kita sendiri menjadi shalihah tapi bagaimana kita memberikan kontribusi kepada sekitar kita menyajikan yang ma'ruf dan mencegah perbuatan munkar.
    • Para ulama Syeikh Turayfi menyampaikan "bahwasanya adanya satu mushlih satu saja itu lebih baik daripada adanya 100 orang yang shalih." Mengapa begitu? Karena 100 orang shalih dampaknya hanya dirasakan oleh wanita yang shalihah itu, namun ketika wanita tersebut muslikhah ia berkontribusi menyampaikan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dampaknya ke orang-orang lain di sekitarnya.
    • Untuk menjadi muslikhah ada beberapa catatan :
      1. Perhatikan niat kita. Niatkan karena Allah semata dan sampai goyang di tengah jalan.
      2. Perhatikan prioritas kita. Prioritaskan ke keluarga sendiri dulu.
      3. Shalihkan diri kita dan senantiasa istiqomah. Tidak meremehkan menjadi shalihah hanya karena ingin mencapai menjadi muslikhah.
      4. Jangan pernah lupa untuk belajar. Jangan sampai menyampaikan sesuatu yang kita tidak ketahui ilmunya.
      5. Tetap menjaga iffah-mu (jaga rasa malu-mu).
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
    • Dalam HR. Muslim, Rasulullah menyampaikan salah satu orang yang mendapatkan kabar gembira dari syurga itu Rumaisho binti Milhan yang bergelar Ummu Sulaim. Pada suatu malam Abu Thalhah mengatakan kepada Ummu Sulaim "Apakah anak-anak sudah tidur?" Ummu Sulaim menjawab, "Anak-anak belum tidur." Lalu Abu Thalhah berkata, "Tidurkanlah anak-anak karena sesungguhnya ada yang ingin aku lakukan, supaya anak-anak tidur lebih awal, tidur lebih cepat supaya mereka tidak makan malam." Karena ternyata Abu Thalhah akan menyambut kedatangan tamu dan mereka tidak punya makanan sama sekali kecuali makanan yang cukup untuk menyambut tamu. Lalu anaknya ditidurkan, terlalap tanpa makan malam. Tamunya datang lalu disambut oleh Abu Thalhah, ia mematikan lampu rumah supaya tamu tidak mengetahui bahwa ia dan istrinya tidak makan bersama tamunya. Tamunya mendengar suara makan tapi sebenarnya mereka pura-pura. Tamunya Rasulullah yang datang dan dijamu oleh Abu Thalhah dan Ummu Sulaim akhirnya makan kenyang tanpa tamunya mengetahui bahwa tuan rumahnya sebenarnya dalam keadaan kelaparan saat itu. Tamunya pun pulang tanpa tahu. Abu Thalhah dan Ummu Sulaim pun tidak menceritakan kisah itu kepada siapapun. Namun Allah Maha Tahu. Maka dikatakan sesungguhnya Allah tertawa dengan yang dilakukan Abu Thalhah dan Ummu Sulaim pada malam itu, akhirnya Allah turunkan satu ayat dalam QS. Al-Hasyr [59] : 9, artinya : "...Dan mereka mengutamakan orang lain daripada mengutamakan diri mereka sendiri walaupun mereka dalam kondisi berkebutuhan, barangsiapa yang mampu menjaga dirinya dari kekikiran, sesungguhnya itulah orang-orang yang beruntung." Disini kita bisa pelajari Ummu Sulaim bisa saja protes ke Abu Thalhah ketika mereka dan anak-anaknya sendiri belum makan namun malah akan kedatangan tamu. Pilihannya dua, pertama marah dan menolak menerima tamu, kedua dia ridho, maka ia memilih ridho. namun Ummu Sulaim lebih rela mengutamakan kepentingan akhirat, mengorbankan wilayah pribadi dan zona nyaman. Ummu Sulaim akhirnya mendapatkan kabar syurganya karena mengharapkan ridho Allah.
    • Ummu Darda pun demikian ketika Abu Darda menginfakkan kebun kurma yang paling strategis, Ummu darda bisa saja menolak apa yang akan dilakukan Abu Darda. Tapi ia justru mengatakan apa yang dilakukan suaminya merupakan perniagaan yang sangat luar biasa.
    • Khadijah RA istri rasulullah juga megorbankan zona nyamannya ketika ia mempunyai ruang privasi pada rumahnya, lalu Khadijah mendapati rumahnya terus kedatangan para sahabat yang belajar pada Rasulullah, namun Khadijah begitu lapang hatinya walaupun rumahnya ramai dan ia bisa saja lelah. Maka Khadijah RA ridho dan dibangunkannya sebuah rumah di syurga, rumah yang tidak ada kegaduhannya dan rumah yang tidak ada keletihannya.
    • Inilah wanita yang berhati akhirat, langkah mereka sudah menapak pada perjalanan urusan akhirat. Mereka saat itu di dunia namun sudah menjadi penduduk syurga.