Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Senin, 7 Oktober 2024
- Amalan yang besar dan begitu prioritas bisa menghantarkan manusia kepada rahmatnya Allah yaitu ketika senantiasa menjaga kemurnian tauhiid dan kemurnian akidah di dalam hatinya dan fikirannya. Sebaik-baiknya kita namun akidah kita rusak maka kebaikan kita tidak akan menghantarkan kita ke dalam rahmatnya Allah. Karena rahmat Allah memiliki satu syarat yaitu bagaimana kita beriman kepadaNya dan tidak menodai keimanan kita dengan apapun perkara yang bisa menyebabkan kekufuran dan kesyirikan, itulah yang disebut dengan keimanan.
- Ada sebuah perkataan yang patut menjadi perenungan, kadang-kadang ketika dosamu banyak tetapi akidahmu benar itu jauh lebih baik daripada ketika dosamu sedikit tapi akidahmu rusak. Ini menunjukkan tentang keutamaan akidah yang begitu besar di dalam kehidupan. Orang yang dosanya banyak tapi akidahnya besar masih bisa dicuci ke neraka dahulu atas dosa-dosanya lalu ia akan diberikan rahmat oleh Allah dimasukkan ke dalam syurga. Sedangkan jika sebaliknya haram baginya untuk mendapatkan rahmat, semua kebaikan menjadi tertolak karena syarat mutlak untuk mendapatkan rahmat dalam kehidupan akhirat itu adalah akidah yang benar. Jika setiap negara punya visa maka visa pada kehidupan akhirat itu adalah tauhiid yang benar.
- Contoh : Abu Thalib walaupun banyak sekali melakukan banyak kebaikan, mendampingi Rasulullah, memberikan loyalitas kepada Rasulullah, melindungi Rasulullah setiap waktunya, menjadi perisai kehidupan Rasulullah, membantu dakwah Rasulullah beserta konsekuensinya, semua kebaikan Abu Thalib menjadi hilang, tidak tersisa pada kehidupan akhiratnya karena Abu Thalib tidak mau beriman kepada Allah.
- Ada juga Abdullah bin Jud'an, seseorang yang dikenal dengan kebaikannya bahkan Aisyah RA berpendapat bahwa Abdullah bin Jud'an itu suka menyambung silaturahmi, suka membantu orang yang membutuhkan, dan suka memuliakan tamu. Tapi semua akhlaknya Abdullah bin Jud'an menjadi tidak berarti karena ia tidak beriman kepada Allah dan masih menyembah Latta dan Uzza, para sahabat lalu menanyai kepada Rasulullah bagaimana kebaikan Abdullah bin Jud'an di akhirat. Rasulullah menjawab bahwa, "Sesungguhnya Abdullah bin Jud'an itu berada di dalam neraka."
- Dalam QS. An-Nisa [4] : 48, artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapapun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar. Ini menunjukkan sesungguhnya akidah merupakan nomor satu untuk menuju gerbang pertama mendapatkan rahmatNya.
- Dalam QS. Ibrahim [14] : 24, artinya : Tidaklah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat tayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit. Orang kalau memiliki akidah yang benar walaupun ia masih berjalan pada rendahnya kehidupan di dunia tetapi amalnya mereka sudah menaiki ke langit dan sudah menuju ke Allah karena setiap amal yang dilakukan sama hati yang sudah bertauhid kepada Allah dan jiwa yang sudah berakidah kepada Allah, maka amalnya melesat menuju Allah dan disimpan menjadi pahala kebaikan.yang akan ditimbnag di mizan kebaikannya.
- Dalam QS. Az-Zumar [39] : 65, artinya : Sungguh, telah benar-benar diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, "Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi." Menerangkan bahwa seluruh amalmu akan terhapus di sisi Allah jika bercampur dengan sebuah kesyirikan.
- Kalau seseorang itu betul-betul bertauhiid maka setidaknya ada 4 perkara yang harus dia jaga :
- Dia tidak berdoa kecuali hanya kepada Allah.
- Ketaatan tanpa tapi dan kepatuhan tanpa syarat kecuali hanya kepada Allah.
- Nilai tauhiid itu terletak ketika engkau memiliki sebuah komitmen niat yang kamu miliki dalam kehidupan ini niatnya hanya kepada Allah semata.
- Dia memberikan cintanya secara total hanya kepada Allah, mencintai sesuatu pun karena Allah.
- Berhati-hatilah kepada dajjal karena dajjal menjual kesyirikan dan kekufuran.
- Salah satu ciri engkau sudah mempunyai akidah yang benar yaitu engkau memiliki hati yang ithisab selalu kepada Allah. Salah satu di antara hati yang paling mahal kalau kita sudah bertauhiid kepada Allah, akidah kita sudah tertuju kepada Allah, pertama hal yang dirasa adalah hatinya tidak pernah lelah untuk ihtisab, ihtisab itu adalah mengharapkan pahala di balik setiap apapun yang kita lakukan terutama di kondisi kita yang tidak ideal. Tidak ada obat yang mampu untuk membasuh di setiap luka pada hati kita dari setiap kekecewaan kecuali adalah ihtisab. Ihtisab yang paling indah ada pada kisah Asiyah binti Muzahim. Asiyah harus mengambil jalan yang berbeda dari suaminya yakni firaun yang mengaku sebagai Tuhan sedangkan Asiyah beriman dengan apa yang didakwahkan putra angkatnya (nabi Musa) yakni beriman kepada Allah. Tidak ada yang dilakukan Asiyah kecuali ihtisab, yang paling indah Allah mengabulkan doa Asiyah yaitu, "Robbibni lil indhaka baitan fil jannah," artinya : "Ya Allah bangunkanlah untukku di sisiMu sebuah rumah di syurga." Ihtisabnya betul-betul membasuh setiap luka yang dirasakan Asiyah.
- Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
- Akidah yang benar. Dari Asiyah kita belajar ketika kita sudah terhimpit dada mejadi sesak, segala kesulitan dan kesakitan menyatu dalam tubuh. Ingat! Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
- Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya. Dalam riwayat yang shahih ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah, "Saya ini punya penyakit ayan ya Rasulullah, dan saya meminta doa kepadamu supaya engkau memintakan untukku kesembuhan." (HR. Bukhari) Rasulullah menjawab, "Kalau kamu mau aku doakan, supaya kamu disembuhkan dan insyaallah kamu akan disembuhkan, tapi kalau kamu mau kamu bersabar dan ridha terhadap ketentuan yang Allah berikan kepada hidupmu maka bagimu akan mendapatkan syurga." Pilihannya ada 2, sabar mendapatkan syurga dan didoakan untuk disembuhkan. Wanita ini berfikirnya jauh, "Ya sudah kalau begitu ya Rasulullah aku bersabar dan semoga aku mendapatkan syurga." Dan Rasulullah mengatakan, "Insyaallah kamu mendapatkan syurga." Yang sangat menarik dari kisah ini, wanita tersebut baru jalan beberapa langkah dari Rasulullah lalu ia berbalik, "Kecuali satu ya Rasulullah ketika penyakit ayanku sering kambuh tersingkap auratku, maka aku malu ya Rasulullah kepada Allah, maka doakanlah sekali saja, supaya ketika penyakit ayanku kambuh maka Allah menjaga auratku." Permintaan ini dikabulkan oleh Rasulullah dan langsung mengangkat tangannya untuk berdoa kepada Allah. Setelah kejadian ini, Allah mengujinya dengan lebih sering penyakit ayan wanita tersebut kambuh, namun ketika kambuh Allah selalu menjaga aurat wanita tersebut.
- (Bersambung)
- Allah ridha dengan mereka yang ridha kepada Allah, ada doanya : "Radhitu billahi rabba wabil islami dina wabi muhammadin nabiya wa rasulla." Artinya : "Kami ridha ya Allah, Engkau Rabb kami, Islam agama kami, dan Muhammad adalah nabi dan rasul kami." Mereka yang mengucapkan itu akan mendapatkan keberkahan yang besar.