Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Ahad, 6 Oktober 2024
- Manusia itu lebih cenderung mampu menyebutkan kelebihannya tetapi dia sangat sulit menyebutkan kekurangannya padahal mengetahui kekurangan bukan perkara aib karena manusia (laki-laki dan wanita) diciptakan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Mengethui kekurangan itu penting supaya kita tahu bagaimana mengatur strategi untuk mengakali segala kekurangan kita supaya kekurangan kita tidak menjadi kondisi yang tercela.
- Sifat dan karakteristik yang bisa menjadi kekurangan wanita :
- Wanita didominasi dengan perasaan. Perasaan wanita yang begitu besar pada dasarnya lumrah karena sesungguhnya wanita memerlukannya sebagai kesempurnaan hidupnya untuk bisa memberikan kasih sayang kepada anaknya, bisa memberikan kasih sayang kepada keluarganya maka perasaan itu sangat dibutuhkan tapi terkadang juga bisa menjadi cela karena jika wanita dikuasai oleh perasaan, wanita terkadang tidak bisa membaca segala sesuatu fakta dengan utuh. Dalam fiqih makanya wanita tidak bisa memberikan persaksian kecuali 2 orang wanita sedangkan laki-laki cukup 1 orang laki-laki. Buka karena Islam meletakkan wanita pada posisi lebih rendah tetapi terkadang karena wanita dikuasai oleh perasaannya. Itulah mengapa wanita lebih dibebankan untuk menuntut ilmu, perkataan Ibnu Abbas, bahkan wanita lebih penting untuk menuntut ilmu karena beban kewajiban yang Allah bebankan kepadanya tidak sedikit, supaya tidak dikendalikan oleh perasaan karena perasaan terkadang ditumpangi oleh syetan. Jangan menjadikan perasaan memimpin diri kita, sesungguhnya perasaan itu harus dikendalikan dengan iman dan dikendalikan dengan ilmu.yang bisa kita dapatkan ketika kita menuntut ilmu pada taman-taman syurga (kajian).
- Wanita memiliki sifat merendahkan/mengolok-olok. Wanita begitu mudah untuk merendahkan orang lain, mudah meledek, mudah menghina, dan lain-lain. Pada QS. Al-Hujurat [49] : 11, artinya : Wahai orang-orang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan (menolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang yang dzalim. Ayat ini menjelaskan ketika wanita dikuasai oleh perasaannya, muncul rasa kompetitif pada dirinya sehingga berpotensi merendahkan orang lain. Aisyah RA pernah khilaf dengan mengatakan, "Sesungguhnya Sofiah itu pendek." lalu Rasulullah berkata, "Wahai Aisyah, kalau perkataanmu dicelupkan ke lautan maka lautan itu akan menjadi hitam disebabkan oleh ucapanmu." Wanita semulia Aisyah RA saja pernah khilaf apalagi kita sebagai wanita biasa.
- Wanita begitu mudah untuk menggenggam harta, wanita itu fitnahnya pada harta. Rasulullah menerangkan sebagian besar penduduk neraka itu adalah kalangan wanita disebabkan para wanita kufur kepada suaminya, Rasulullah memerintahkan kepada wanita untuk bersedekah karena bersedekah itu mampu untuk mengobati tabiat buruk wanita yang suka menggenggam harta dan mengumpulkan harta. Maka bahwasanya ketika wanita bersedekah ia sedang mengendalikan titik lemahnya sebagai hambanya Allah.
- Wanita mudah iri hati maka mereka juga mudah terperdaya. Ummu Salamah pernah berkata, "Sesungguhnya banyak laki-laki di dalam Al-Quran, dan tidak banyak di antara kami kalangan wanita yang disebutkan di dalam Al-Quran." Ummu Salamah mengatakan demikian karena merasa wanita tidak disebutkan di dalam Al-Quran. Maka Allah menurunkan QS. Al-Ahzab [33] : 35, artinya : Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat , laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki da perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar. Pada ayat tersebut Allah memanggil muslim dan muslimat, kedudukan laki-laki dan wanita sama pentingnya. Ummu Salamah seorang wanita yang salah satu titiknya mudah untuk iri. Padahal secara umum saja di dalam Al-Quran ada surat An-Nisa yang artinya Wanita dan tidak ada surat Ar-Rijal yang artinya Laki-laki. Pada kisah Sarah dan Hajar para istri nabi Ibrahim, Sarah sempat iri kepada Sarah karena memiliki Ismail.
- Wanita cepat sekali terpengaruh dengan berbagai macam kondisi, sehingga jika mendapat lingkungan atau teman maka wanita bisa cepat terpengaruh. Cepat juga mendapat berita sehingga cepat memberitakannya kembali tanpa melakukan cek.
- Wanita itu cepat berubah-ubah. Imam Ibnu Katsir mengatakan, "Perempuan itu cepat berubah." Itulah mengapa wanita tidak dikondisikan menjadi pemimpin karena wanita cepat berubah-ubah.
- Wanita suka memamerkan keindahannya, kelebihan, kecantikan dan sosok fisiknya. Fitrahnya wanita mencintai keindahan, untuk itu Allah banyak memperbolehkan memakai emas, sutra, keduanya tidak diperoleh dipakai oleh laki-laki. Wanita harus menjaga dirinya, hanya memperbolehkan tampilannya kepada laki-laki yang berhak (suami).
- Wanita paling cepat untuk berbagi/sharing dan mengatakan sesuatu, sulit untuk menjaga perkara-perkara (rahasia dan aib). Nabi Ibrahim ketika mengunjungi nabi Ismail pada waktu yang pertama berjumpa dengan istri pertamanya nabi Ismail lalu nabi Ibrahim bertanya tentang kondisi keluarganya lalu istri pertamanya nabi Ismail menceritakan semua hal yang seharusnya tidak diceritakan kepada orang lain, maka nabi Ibrahim memerintahkan untuk mengganti palang pintunya.
- Wanita susah memaafkan. Wanita begitu lama menyimpan kesalahan orang terutama kesalahan keluarganya. Itulah mengapa wanita diperintahkan meminta ridho kepada suaminya, karena titik lemah wanita susah meminta maaf dan susah melupakan kesalahan orang.
- Kepada wanita hendaknya menyadari, mengakui, dan memperbaiki titik kekurangan pada tabiat yang melekat sebagai seorang wanita.