Jumat, 11 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 6 - Sepenuh Syukur Kepada Suami, Tangki Maaf Kepada Wanita

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Kamis, 10 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
    • Dalam HR. Muslim, dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah menyampaikan, "Sesungguhnya Allah tidak pernah mau melihat seorang wanita yang tidak pernah bersyukur kepada suaminya dan tidak pernah cukup dengan apa yang diberikan oleh suaminya." Ini merupakan satu riwayat yang shahih dalam riwayat yang disampaikan dalam Imam Nasai. Wanita bisa dijebloskan ke dalam neraka ketika wanita tidak bersyukur kepada suaminya. Allah tidak mau melihatnya pada hari kiamat.
    • Ketika wanita belum menikah tidak ada tempat bagi dia bersyukur kecuali kepada orangtuanya, karena ketika kita bersyukur setidaknya ada 3 komponen yang harus kita perhatikan :
      1. Syukur itu seharusnya menambah ketaatan supaya syukur yang kita berikan memberikan keberkahan di dalam kehidupan kita dan syukur itu bukan hanya ucapan lisan tetapi komitmen untuk melahirkan ketaatan dan ibadah di dalam perjalanan hidup kita. "Setiap nikmat yang tidak menambah dekatnya kita kepada Allah maka setiap nikmat itu akan berubah menjadi musibah dan tragedi."
      2. Kita bersyukur kepada orang yang pernah memberikan kebaikan kepada kita. "Siapapun yang tidak pernah bersyukur kepada manusia dia tidak akan pernah bersyukur kepada Allah."
      3. Kalau dia seorang wanita lalu belum menikah syukurnya tidak akan diterima oleh Allah sampai dia bersyukur kepada orangtuanya, tetapi ketika dia telah menikah, syukurnya tidak akan diterima sampai dia bersyukur kepada suaminya atas seluruh kewajiban, atas seluruh komitmen, atas seluruh konsekuensi yang diambil suaminya ketika dia telah menghalalkan seorang wanita menjadi bagian dari hidupnya dan telah membentuk satu keluarga. Walaupun ada seorang wanita yang banyak melakukan ibadah sunnah tapi ternyata suaminya  setiap berbicara, setiap berinteraksi terluka hatinya walaupun suaminya tidak menampakkan lalu istrinya selalu merasa nyaman ketika dia melukai hati suaminya menyindir hati suaminya, lalu selalu mengkondisikan dengan komplain yang dia sampaikan kepada suaminya dan dia selalu merasa benar terhadap komplainnya dia, padahal suaminya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan apa yang dia mampu tapi terus mendapatkan kritik dari istrinya, maka berhati-hatilah para wanita. Kata ulama, "Sesungguhnya wanita semacam ini buruk dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak banyak sholat sunnah, tidak banyak puasa sunnah, tidak banyak tilawahnya tetapi ternyata dia begitu luar biasa ketika menyenangkan hati suaminya dan dia selalu bersyukur kepada suaminya."
    • Allah memberikan beberapa macam keutamaan kepada wanita yang bersyukur :
      1. Rahmat Allah besar sebagaimana azab Allah itu besar kepada wanita yang tidak pandai bersyukur.
      2. Allah akan memberikan kepadanya kebaikan anak-anaknya ketika dia menjadi wanita yang selalu bersyukur kepada Allah.
      3. Allah akan memberikan kepadanya sebuah ketenangan di dalam sisa kehidupan.
      4. Allah akan berikan suaminya akan dimudahkan mendapatkan rezeki.
    • Realisasi (wujud syukurnya) wanita yang bersyukur kepada suaminya ada 5 :
      1. Menambah penghormatan dia kepada suaminya.
      2. Mengurangi gerutuannya/komplainnya kepada suaminya.
      3. Jika menemukan kekurangan pada suaminya dia akan mencoba untuk menutupi kekurangan suaminya.
      4. Bersabar kepada suaminya sebagai bentuk kesyukuran.
      5. Senantiasa memberi maaf kepada suaminya ketika suaminya melakukan satu atau dua kesalahan.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
    • Para wanita yang memiliki sifat hati yang sangat mulia, wanita yang senantiasa melembutkan mencairkan suasana ketika terjadi konflik di dalam rumah tangga.
    • Ada sebuah hadist Ath-Thabrani ketika Rasulullah menyampaikan, "Maukah kalian aku beritahukan tentang seorang wanita yang mereka itu masuk syurga, yang pertama itu Al-Walid, Al-Wadud. Al-A'ud." Hadist ini tentang :
      1. Al-Walud yakni yang banyak anaknya, artinya mereka yang tidak pernah menolak untuk melahirkan keturunan ketika mereka sudah menikah mereka tidak membatasi tetapi mereka itu ridha kepada permintaan suaminya  di dalam melahirkan anak dan keturunan. 
      2. Al-Wadud yakni yang banyak cintanya. 
      3. Al-A'ud adalah wanita yang apabila dia disakiti atau dia menyakiti maka dialah yang pertama kali bergegas  datang kepada suaminya meletakkan tangannya di atas tangan suaminya (dalam beberapa riwayat, meletakkan tangannya di atas dada suaminya) lalu ia mengatakan kepada suaminya, "Wahai suamiku aku tidak akan pernah mampu tidur sampai kamu ridha kembali kepada diriku," supaya kondisinya kembali membaik di dalam rumah tangga. Jadi wanita yang masuk syurga itu sesimpel itu
    • Di dalam konsep kehidupan disini kita memahami Allah menguji kita di balik titik kelemahan kita dan titik lemahnya wanita di perasaannya seperti begitu sulit untuk meminta maaf, kalau ada konflik lebih sulit untuk selesai. Rasulullah mengatakan, "Tidakkah aku beritahukan kepadamu tentang wanita penduduk syurga?" Hadist ini menerangkan kan seharusnya kalau kita mendengarkan Rasulullah memyampaikan hadist tersebut fikiran kita ibadah (seperti sholatnya panjang, tahajudnya panjang, dzikirnya lama, dan seterusnya) tapi Rasulullah di dalam hadist justru tidak menyebutkan ibadah-ibadah (ini bukan berarti ibadah-ibadah tersebut tidak penting, ibadah-ibadah tersebut penting tapi bukan terpenting bagi wanita). Karena yang terpenting bagi wanita (selain ibadah) yakni apakah di dalam hati wanita tersebut memiliki sifat Al-A'ud atau tidak. Syurganya wanita sangat simpel daripada wanita semisal mesti melakukan tindakan-tindakan berat di luar rumah, lebih ringan daripada tahajud panjang di malam hari, lebih ringan daripada memakai hijab yang tebal, lebih ringan daripada infak, lebih ringan daripada ta'lim, dan lain sebagainya. Tapi terkadang wanita lebih mudah pergi kajian (ngaji) daripada meminta maaf kepada suaminya.
    • Jika situasi malah sebaliknya, wanita sudah bersikap seperti yang diterangkan Rasulullah namun justru suaminya ternyata belum berubah, biarlah Allah yang akan merubah hatinya dan wanita tetap mendapatkan kemuliaan di sisi Allah karena meminta maaf kepada suami tidak merendahkan tidak pula menghinakan wanita.