Minggu, 06 Oktober 2024

Siroh Sahabat : Zaid Bin Khattab

Kajian        : Sirah Sahabat
Sifat           : Offline/Online - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Khalid Basalamah
Tanggal      : Sabtu, 14 September 2024

  • Zaid bin Khattab merupakan kakak kandung dari Umar bin Khattab.
  • Walaupun Umar bin Khattab merupakan sahabat yang mulia namun Umar bin Khattab sempat cemburu kepada kakaknya.
  • Ada dua hal keutamaan yang membuat Umar bin Khattab cemburu kepada Zaid bin Khattab, yakni :
  1. Zaid bin Khattab mendahuluinya masuk Islam dibanding Umar bin Khattab.
  2. Zaid bin Khattab wafatnya syahid.
  • Nasab Zaid bin Khattab yakni Zaid bin Khattab bin Nafiel bin Abdul 'Uzza bin Rayah bin Abdullah bin Qirth bin Razah bin Adi bin Ka'ab bin Lu'aiy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.
  • Zaid bin Khattab mempunyai anak pertama bernama Abdul Rahman.
  • Zaid bin Khattab mempunyai teman yang dipersatukan oleh Rasulullah ketika tiba di Madinah, ia pun sudah dianggap saudara bernama Ma'an bin Adi Al-Ajlani An-Anshori.
  • Mengenai keluarga Zaid bin Khattab tidak banyak ditemukan di dalam buku sejarah, hanya ada kisahnya saja.
  • Zaid bin Khattab termasuk Assabiqunal Awwalun, yakni orang-orang yang awal masuk Islam. Umar bin Khattab saja masuk Islam pada masa Mekah namun Zaid bin Khattab mendahului masuk Islam pada masa setelah Abu Bakar As-Siddiq, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib. Perkiraan berdekatan dengan Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Usman bin Affan.
  • Secara fisik Zaid bin Khattab karena bersaudara dengan Umar bin Khattab maka memiliki perawakan yang sama, tinggi besar, kekar, berkulit sawo matang, dan Zaid bin Khattab mempunyai prinsip dalam hidup sama halnya dengan saudaranya yakni Umar bin Khattab.
  • Rasulullah SAW pada awal Islam pernah berdoa, "Semoga Islam saling menguatkan seperti dua Umar (Umar bin Khattab dan Zaid bin Khattab) dan Amru bin Hisyam (Abu Jahal)." Allah mengabulkan dengan dua Umar.
  • Umar bin Khattab tidak menyembunyikan hijrahnya ke Madinah (terang-terangan dinyatakan di atas bukit). Umar mengajak warga Mekah. Akhirnya ikutlah banyak kaum muslimin. Yang mendampingi yakni Umar bin Khattab dan Zaid bin Khattab, saudaranya.
  • Zaid bin Khattab banyak mengikuti perang bersama rasulullah seperti perang Badar, Uhud, Khandaq, Bani Musthaliq, Fathu Mekah, Hunain, Tabuk. Zaid bin Khattab bahkan terlibat dalam perang setelah Rasulullah wafat pada masa Abu Bakar As-Siddiq ketika memerangi nabi palsu Musailamah bin Khazab dari Yamamah (Yaman).
  • Cintanya Zaid bin Khattab dengan mati syahid. Ketika perang Uhud, Umar memakai baju perang, ketika melihat Zaid, ia bersumpah untuk memakaikan baju kepada Zaid, Umar pun langsung meminta untuk memakai baju perangnya agar terlindungi dari serangan musuh kepada Zaid. Zaid yang mengetahui Umar bersumpah maka ia menunaikan sumpah dengan memakai baju perang tersebut lalu tak lama Zaid melepaskannya lagi. Akhirnya keduanya tidak memakai baju perang. Keduanya saat itu mengejar wafat secara syahid namun Allah menakdirkan keduanya selamat pada saat itu.
  • Zaid bin Khattab termasuk yang ikut dalam peristiwa Baiat Ridwan dijamin masuk syurga. Baiat Ridwan adalah kesepakatan janji setia para sahabat kepada Rasulullah SAW untuk berperang melawan orang-orang Quraisy disaat Usman bin Affan tidak dikembalikan oleh Abu Sufyan. 
  • Review singkat kisah tentang Hudaibiyah :
    • Setelah dikepung kota Madinah pada tahun 5H oleh pasukan Ahzab (Ahzab jamaknya dari Hizib yang berarti  kelompok-kelompok, Allah mengambarkan dalam QS. Al-Ahzab [33] yang berarti golongan-golongan yang bersekutu). 
    • Ada dua suku Yahudi yakni suku Qainuqo dan suku Nadhir. Mereka diusir oleh Rasulullah SAW dari Madinah karena melanggar kesepakatan damai. 
    • Pada suku Qainuqo mereka membunuh salah satu muslim di pasar mereka lalu mereka tidak mau menyerahkan pembunuhnya. Sedangkan pada suku Nadhir mereka berusaha membunuh Rasulullah SAW disaat Rasulullah SAW datang ke pemukiman mereka untuk mengantarkan diyat (diyat adalah denda) dengan menyuruh salah seorang untuk naik ke atas rumah dan melemparkan batu ke arah Rasulullah SAW. Namun Rasulullah SAW menerima wahyu berisi hal tersebut, Rasulullah SAW kembali ke masjid membentuk pasukan dan mengepung suku Nadhir. 
    • Kedua suku tersebut mengadu kepada suku Quraisy yang kala itu masih memusuhi Rasulullah untuk mengepung Madinah dengan membawa 4000 pasukan dan sekutunya yakni suku Ghatafan yang membawa 4000 pasukan juga, sedangkan kedua suku Yahudi tersebut (suku Qainuqo dan suku Nadhir) mereka membawa 1000 pasukan dan suku Arab kecil yang belum masuk Islam. Mereka semua (sekitar 10.000 pasukan tersebut) berusaha masuk ke Madinah selama 43 hari namun tidak berhasil dan Allah meniupkan angin yang sangat kencang sehingga memporak-porandakan pasukan mereka setelah 43 hari mereka mengepung. Allah mengajarkan dzikir pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, "waahazamal ahzaaba wahdah" (Allah mengarahkan pasukan Ahzab sendirian). Menanglah pasukan muslim. Penyerangan ini dikenal dengan perang Khandaq. 
    • Rasulullah SAW berkata bahwa pasukan Quraisy mulai saat ini tidak akan menyerang pasukan muslim kembali. Rasulullah SAW memerintahkan memperbolehkan umroh di akhir tahun 5H (di awal tahun 6H). 
    • Ketika Rasulullah SAW berangkat umroh dengan 1400 orang, suku Quraisy ketakutan karena takut diserang, padahal jamaah semua memakai kain ihrom dengan membawa hadyu (hewan untuk disembelih dalam rangka umroh/haji). Suku Quraisy menghalau dengan menyiapkan 3000 pasukan sebelum masuk Haram (wilayah yang kalau solat di Haram dapat 100.000 pahala, dan pada waktu itu walaupun suku-suku Arab masih kafir namun mereka menyakini jika sudah masuk tanah Haram untuk berihrom maka tidak boleh diganggu). Rasulullah SAW beserta jamaahnya ternyata lewat jalan yang tidak umum yang dipandu oleh salah satu sahabat. Hampir selangkah lagi masuk ternyata unta Rasulullah SAW terduduk tidak mau masuk meskipun sudah didorong. Karena tidak mau bergerak maka mereka berkemah di sekitar sana, sampai ketika suku Quraisy mengetahui maka dikirimlah 5 orang untuk negosiasi, ditanyakan sebenarnya apa maksud kedatangan kaum muslimin ke Mekah karena kaum muslimin juga membawa pedang. 
    • Negosiasi tersebut tidak mendapatkan titik temu. Rasulullah SAW meminta Umar bin Khattab untuk bertemu Abu Sufyan, namun Umar khawatir tersulut emosi, maka Usman bin Affan yang bertemu dengan Abu Sufyan, selain karena Usman lebih lembut, Usman juga sama-sama berasal dari Bani Umayyah seperti Abu Sufyan. Ketika bertemu, Usman terlambat balik sehingga menimbulkan kekhawatiran pada kaum muslimin. Maka Rasulullah berdiri di atas bukit untuk mengadakan Baiat Ridwan. Baiat Ridwan adalah kesepakatan berjanji setia para sahabat kepada Rasulullah SAW untuk berperang dalam keadaan hidup dan mati membela agama Allah. Mereka pun bersalaman. 
    • Dikisahkan ahli sejarah ada 1400 sahabat. Namun ada juga yang mengisahkan 1399 karena 1 orangnya adalah seorang munafik bernama Jad bin Qais, ia menghindari bersalaman dengan Rasulullah SAW dengan bersembunyi di belakang unta. Rasulullah SAW tahu, setelah itu beliau berkata, "Kalian semua masuk ke syurga kecuali orang yang bersembunyi di belakang unta merah itu." Ada juga yang mengisahkan bahwa jumlahnya 1398 karena 1 orangnya munafik bernama Jad bin Qais tersebut dan 1 orang lainnya itu Usman bin Affan yang sedang ditugaskan bertemu Abu Sufyan. Tangan Usman bin Affan diwakili oleh Rasulullah SAW sehingga Usman bin Affan termasuk orang yang mengikuti Baiat Ridwan (Baiat : Mengambil janji setia, Ridwan : Keridhoan). Pada peristiwa Baiat Ridwan ini Zaid bin Khattab juga termasuk di dalamnya.
  • Kiprah Zaid bin Khattab :
    • Abu Hurairah meriwayatkan pernah satu hari dia duduk bersama seorang dari Anshor dan Ar-Rajjal bin Unfuwah. Saat itu Rasulullah SAW melewati ketiga orang tersebut lalu memberitahu bahwa salah satu dari mereka (ketiga orang ini) akan ada di neraka dan gigi gerahamnya lebih besar daripada gunung Uhud. Abu Hurairah yang mendengarnya menjadi khawatir karena yang memberitahunya adalah Rasulullah SAW dan salah satu dari mereka akan masuk neraka. Berjalannya waktu Abu Hurairah mendengar kabar bahwa seorang Anshor yang bersamanya itu mati syahid, Abu Hurairah menjadi lebih khawatir takut-takut kalau dirinyalah yang masuk neraka, sebab dari segi ilmu Abu Hurairah merasa kalah dengan Ar-Rajjal bin Unfuwah. Waktupun terus berjalan seiring berjalannya siapakah orang yang dimaksud Rasulullah tersebut.
    • Karena dari segi ilmu Ar-Rajjal bin Unfuwah lebih tinggi maka Rasulullah SAW mengutus Ar-Rajjal bin Unfuwah ke Yamamah untuk menyebarkan Islam ke suku Hanifah. Suku Hanifah adalah sukunya Musailamah Al-Khazab. Musailamah Al-Khazab ini pernah datang ke Madinah dan ketika datang semua sukunya masuk Islam kecuali dirinya. Ketika balik ia malah mengaku sebagai nabi, sehingga banyaklah pengikutnya. 
    • Musailamah Al-Khazab pernah mengirim surat kepada Rasulullah SAW untuk membagi dunia menjadi dua (maksudnya di atas kekuasaannya dan nabi Muhammad SAW), Rasulullah SAW membalas suratnya dan menolaknya. Setelah membalas surat tersebut diutuslah Ar-Rajjal bin Unfuwah ke Yamamah. Namun sebelum sampai Yamamah, Ar-Rajjal bin Unfuwah ditemui oleh Musailamah Al-Khazab tersebut untuk mengatakan ketika sampai di Yamamah bahwa dirinya juga nabi. Ar-Rajjal bin Unfuwah tergiur dengan apa yang akan didapat padahal ia seorang yang soleh. 
    • Ketika Ar-Rajjal bin Unfuwah tiba ke Yamamah, ia menyampaikan kepada suku Hanifah bahwa ia adalah utusan dari Madinah dan merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW menyatakan bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi dan Musailamah Al-Khazab juga nabi, maka mayoritas suku Hanifah pun tidak jadi masuk Islam bahkan yang sudah Islam menjadi murtad. 
    • Nabi-nabi palsu muncul terjadi menjelang di akhir-akhir Rasulullah SAW hidup, ketika beliau wafat dan digantikan oleh Abu Bakar As-Siddiq, Abu Bakar memerintahkan untuk memerangi nabi-nabi palsu. Pada masa itu terjadilah peperangan antara kaum muslimin dan pasukan Musailamah Al-Khazab. Peperangan ini cukup besar dan pasukan Musailamah Al-Khazab termasuk pasukan yang cukup kuat karena dapat menembus kemahnya Khalid bin Walid dan menyebabkannya terbunuh bersama dengan istrinya. Alhamdulillah kaum muslimin berhasil memukul mundur mereka. Kaum muslimin berazam untuk membunuh kedua orang yakni Musailamah Al-Khazab dan Ar-Rajjal bin Unfuwah yang menjadi penyebab tersebarnya terjadinya pemahaman nabi palsu Musailamah Al-Khazab tersebut. Ar-Rajjal bin Unfuwah  berhasil ditumpas oleh Zaid bin Khattab. Musailamah Al-Khazab pun akhirnya berhasil dibunuh oleh kaum muslimin. Zaid bin Khattab syahid dalam perang tersebut. Perang ini dikenal dengan perang Yamamah.
  • Keutamaan dari Zaid bin Khattab :
  1. Termasuk orang yang pertama masuk Islam
  2. Termasuk yang mendapat pahala hijrah ke Madinah (hijrah karena perintah agama dan hukumnya wajib).
  3. Mengikuti peperangan bersama Rasulullah SAW. Ada dalam perang yang paling penting yakni perang Badar, perjanjian Hudaibiyah dan perang Uhud.
  4. Termasuk yang ikut dalam peristiwa Baiat Ridwan.
  5. Memerangi dan memberantas nabi-nabi palsu, Zaid bin Khattab berhasil membunuh Ar-Rijal bin Ufuwah dan Zaid bin Khattab mati syahid
Pelajaran yang bisa kita ambil :
  • Termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam (Assabiqunal Awwalun). Pada waktu itu untuk masuk Islam tidaklah mudah. Allah memilih orang-orang ini sebagai pendukung agama Allah.
    • Yang dimaksud Assabiqunal Awwalun ada beberapa versi, yakni :
      • Orang-orang yang pertama masuk Islam yang beriman kepada Rasulullah sebagai utusan Allah dengan membela beliau dari fase awal Islam sampai dengan Baiat Ridwan.
      • Orang-orang muslim yang pernah mengalami solat pada dua kiblat (Baitul Maqdis dan Masjidil Haram) sampai pada pembebasan kota Mekah.
      • Pada QS. Al-Hadid [57] : 10, artinya : Mengapa kamu tidak menginfakkan (hartamu) di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Allah menjanjikan (balasan) yang baik kepada mereka masing-masing. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Ayat ini yang dimaksud Al-Fath ada dua pendapat, yang bisa berarti masa Hudaibiyah dan juga bisa berarti pembebasan kota Mekah.
      • Pada QS. Al-Fath [48] : 18, artinya : Sungguh, Allah benar-benar telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (nabi Muhammad) di bawah sebuah pohon. Dia mengetahui apa yang ada di hati mereka, lalu Dia menganugerahkan ketenangan kepada mereka dan memberi balasan berupa kemenangan yang dekat. Ayat ini tentang Assabiqunal Awwalun sampai Baiat Ridwan.
      • Pada QS. At-Taubah [9] : 100, artinya : Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. Ayat ini tentang kedudukan Assabiqunal Awwalun dari kalangan sahabat dijanjikan syurga sampai yang mengikuti sahabat-sahabat maka mendapatkan hal yang sama (syurga). Agar mencontohi mereka dan mengikuti sikap dan perbuatan mereka karena mendatangkan ridhoNya Allah serta dalam syurga.
      • Pada hadist Ahmad dan Ibnu Hibban tentang selalulah kalian saling masihat-menasehati dalam kebaikan-kebaikan dan ikuti generasi tabiin (sahabat) dan generasi setelahnya/ tabi' tabiin (generasi belajar dari tabiin/ generasi setelahnya/ generasi ketiga), setelah tiga generasi emas ini akan muncul kemungkaran-kemungkaran sampai umat Islam sampai berani bersumpah untuk memberikan kesaksian sebelum diminta bahkan sebelum mengecek permasalahan tersebut.
  • Perang Badar. 
    • Pada waktu perang Badar :
      • Pada Badr Allah menyebutnya dengan Yaum Al-Furqon yakni hari pembeda antara kebenaran dan kebatilan.
      • Dinyatakan bahwa orang-orang luar biasa yang ada pada perang Badar. 
      • Perang Badar terjadi ketika bulan Ramadhan. Sekitar tanggal 15, 16 atau 17 Ramadhan.
      • Seorang sahabat bernama Rifa'ah mengatakan bahwa, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, "Bagaimana kalian memandang orang-orang yang ikut serta dalam perang Badar?" Rasulullah SAW menjawab, "Mereka termasuk kaum muslim yang terbaik." Jibril lalu mengatakan, "Begitu juga malaikat yang ikut dalam perang Badar." Hal ini menandakan bahwa perang Badar memang perang istimewa. Satu-satunya perang yang dihadiri malaikat dan malaikat ikut serta dalam perang tersebut adalah perang Badar.
      • Para malaikat membantu dalam perang Badar. Pembeda korban perang Badar dari malaikat yakni kepala dan jari-jari korban yang terpotong/terputus ada bekas api sementara korban perang dari pasukan muslim tidak ada ciri tersebut.
      • Pada dasarnya umat muslim hanya lewat daerah Badr untuk menahan kafillah Mekah namun bertemu dengan pasukan Quraisy yang berpakaian perang lengkap sementara umat muslim dalam keadaan tidak siap. Umat Islam hanya 314 sahabat dalam perang Badar mengalahkan 1000 pasukan Quraisy. Yang memberikan kemenangan adalah Allah karena umat muslim saat itu dalam keadaan sangat lemah.
      • Semua jenazah tokoh kaum musyrikin yang ada 70 orang dikubur ke dalam sumur kecuali jenazah Umayyah bin Khalaf (dia adalah majikan Bilal bin Rabah), ketika dibunuh oleh Bilal, jenazahnya langsung membusuk sehingga langsung dikuburkan di lokasi.
      • Allah menceritakan dalam QS. Ali-Imran [3] : 123, artinya : Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur.
      • Ahli Badr mempunyai kedudukan utama :
      1. Termasuk orang yang bertakwa dan orang yang bersyukur
      2. Termasuk manusia terbaik
      3. Allah mengampuni dosa-dosa semua orang yang hadir pada perang Badar, meliputi : diampuni di akhirat, namun tidak bebas dari hukuman di dunia.
      4. Mereka dapat jaminan masuk syurga. Kata Rasulullah SAW di dalam hadist yang shahih, "Tidak akan pernah yang masuk ke dalam neraka siapapun yang hadir di Badr." Zaid bin Khattab termasuk di dalamnya.
  • Hadir pada Baiat Ridwan, yang hadir pada Baiat Ridwan mendapat kedudukan :
    1. Allah ridho kepada mereka, Allah tidak akan pernah murka kepada mereka dan Allah akan limpahkan rahmat maksimal di dunia dan juga syurga di akhirat. Seperti yang dijelaskan pada QS. Al-Fath [48] : 18 di atas.
    2. Termasuk sebaik-baik penduduk bumi ini.
    3. Tidak akan pernah masuk ke dalam api neraka.
  • Beberapa hadist tentang jihad (*yang bisa saya simak pada kajian ini)
    • Keutamaan jihad. Dalam hadist Ibnu Umar. Kata Rasulullah SAW, "Mau tidak aku tunjukkan kepada kalian malam yang lebih baik daripada malam Lailatul Qadr. Yaitu malam yang dimana sesorang berjaga-jaga di daerah yang menakutkan di  peperangan bahkan ia sampai menginap di situ."
    • Keutamaan Islam memotivasi kita untuk ikut berpartisipasi dalam peperangan. Dalam hadist Ibnu Hibban dan juga disebutkan oleh Ibnu Majah. Dari Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang membekali seorang pejuang di jalan Allah atau menggantinya untuk mengurus keluarganya yang ditinggal, niscaya Allah akan mencatat untuk (penyumbang ini) seperti pahala si pejuang hingga tidak berkurang sedikitpun dari pahala si pejuang tadi." Jika tidak bisa ikut perang maka bantulah dengan harta. 
    • Keutamaan seseorang terlibat dalam tunggangan (masa dulu kuda, masa sekarang mungkin persenjataan). Dalam hadist Abu Hurairah. Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa menambat seekor kuda yang dipersiapkan untuk berperang di jalan Allah karena beriman kepada Allah dan yakin akan janji Allah, maka semua makanan, minuman, kotoran dan juga kencingnya kuda itu akan menjadi pahala bagi yang telah mempersiapkannya pada hari kiamat." 
    • Keutamaan orang yang berjihad. Dalam hadist Abu Hurairah. Rasulullah SAW berkata, "Allah memberikan jaminan bagi orang yang keluar di jalannya (maksudnya berperang) seraya berfirman, "Tidak ada yang membuatnya keluar selain jihad di jalanKu dan keimanan kepadaKu serta keyakinan kepada para utusanKu dan membenarkan mereka maka  ia dijamin untuk Aku masukkan ke dalam syurga atau Aku kembalikan rumah tempat ia keluar darinya dengan pahala yang melimpah dengan harta rampasan perang." 
    • Keutamaan bahwasanya orang yang berhaji itu delegasi Allah (tamunya Allah), semua doa mereka diijabah. Dalam hadist Abu Ya'la. Rasulullah berkata, "Barangsiapa yang pergi haji lalu meninggal dunia, maka Allah mencatat pahala orang yang berhaji sampai hari kiamat. Dan barangsiapa yang pergi umroh lalu meninggal, maka Allah akan mencatat pahala orang yang berumroh sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang yang pergi berperang lalu meninggal, maka Allah akan mencatat pahala orang yang berperang sampai hari kiamat " Misal kiamat 100 tahun lagi (misal, hanya sebagai perumpamaan contoh), ada orang yang meninggal ketika sedang melaksanakannya (haji/umroh/berperang) maka pahala haji/umroh/berperang 100 tahun sampai dengan hari kiamat ia akan dapatkan. Contoh : Pahala orang yang syahid pada perang Badar, Uhud, dan lain-lain maka sampai sekarang pahala perangnya akan terus mengalir sampai dengan nanti hari kiamat. Masyaallah begitulah keutamaannya.
    • Keutamaan 5 perkara. Dalam hadist Imam Ahmad. Rasulullah SAW mewasiatkan kepada kami tentang : 5 perkara yang siapa saja melakukan salah satunya maka ia akan mendapatkan jaminan dari Allah SWT (Jaminan pahala melimpah, dipenuhi kebutuhannya,  dimaafkan dosanya, diterima amalnya, dijamin baginya syurga). Pertama, siapa yang menjenguk orang sakit. Kedua, dia keluar ikut mengantar jenazah. Ketiga, keluar berperang di jalan Allah. Keempat, atau dia menjumpai pemimpin yang tujuannya menghormati dan memuliakannya. Kelima, dia duduk di rumahnya kalau tidak ada keperluan di luar rumah hingga dia selamat dan masyarakat pun selamat dari dia."
    • Keutamaan sempat tersentuh/terhirup debu medan perang. Dalam hadist An-Nasai, Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Rasulullah berkata, "Tidak akan pernah bersatu debu medan perang di jalan Allah dengan asap neraka jahanam pada dua lubang hidungnya seorang muslim selama-lamanya." Yang sudah sempat menghirup debu medan perang tidak akan masuk neraka.
  • Dari Zaid bin Khattab ini bisa diteladani bahwa memiliki sifat istiqomah karena masuk Islam dari awal sampai akhir hayatnya menjadi syahid. 
    • Perintah istiqomah :
      • QS. Hud [11] : 112, artinya : Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu pula orang yang bertaubat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 
      • QS. Asy-Syura [42] : 15, artinya : Oleh karena itu, serulah (mereka untuk beriman), tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (nabi Muhammad), dan janganlah mengikuti keinginan mereka. Katakanlah, "Aku beriman kepada kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adildi antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagimu  perbuatanmu. Tidak (perlu) ada pertengkaran di antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan kita dan kepadaNyalah (kita) kembali."
      • QS. Fussilat [41] : 6, artinya : Katakanlah (nabi Muhammad), "Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, tetaplah (dalam beribadah) dan mohonlah ampunan kepadaNya. Celakalah orang-orang yang mempersekutukan(Nya)."
      • QS. Yunus [10] : 89, artinya : Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, permohonan kamu berdua telah diperkenankan. Maka, tetaplah kamu berdua (pada jalan yang lurus) dan janganlah sekali-kali kamu berdua mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui."
      • QS. Fussilat [41] : 30, artinya : Sesungguhnya, orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), "Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan kepadamu."
    • Doa memohon keteguhan hati : Allahumma inni as aluka as tsabatal fil amr. Artinya : Ya Allah aku mohon kepadaMu kokoh di atas keimanan ini. (HR. Imam Ahmad). Isilah waktu kendor dengan semangat majelis ilmu dan sunnah maka akan mendapatkan hidayah sedangkan yang mengisi waktu dengan selain itu maka ia telah binasa
    • Sebab-sebab menjauhnya seseorang dari istiqomah :
    1. Syaitan. Iblis slalu berusaha untuk menggoda kita, dalam QS. Al-A'raaf [7] : 16-17, artinya : [16] Ia (iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan terus menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus. [17] Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Cara mengusir syetan dengan 2 cara : Pertama, dengan Isti'adzah (membaca Taawudz). Kedua, hilangkan presepsi bahwa syetan itu kuat, syetan itu hanya berupa bisikan. QS. An-Nisa [4] : 76, artinya : Orang-orang yang berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kufur berperang di jalan taugut. Perangilah kawan-kawan syetan itu. Sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah. Menyatakan bahwa syetan itu tidak kuat, dia hanya membisikkan dan itu sebenarnya sangat lemah. 
    2. Bisikan jiwa yang buruk. Jiwa buruk syetan yakni syetan sendiri mempunyai jiwa buruk. Dalam QS. Yusuf [12] : 53, artinya : Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bisikan buruk ditunggangi oleh syetan.
    3. Suka berdebat menjauhkan dari pintu istiqomah. QS. Az-Zukhruf [43] : 58, artinya : Mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu, kecuali dengan maksud membantah saja. Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
    4. Lalai dan suka menunda-nunda amal soleh. Jika ingin melakukan amal sholeh, lekas bergerak maka bergerak menuju ibadah akan menutup pintu-pintu syetan, karena syetan mesti menyamai kecepatan manusia yang bergerak. Umumnya orang yang lalai biasanya karena adanya nikmat kesehatan dan waktu luang.
    5. Sahabat dan lingkungan yang buruk. Dalam QS. Al-Furqan [25] : 27-29, artinya : [27] (Ingatlah) hari (ketika) orang dzalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, "Oh, seandainya (dahulu) aku mengambil jalan bersama rasul. [28] Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia. [29] Sungguh dia benar-benar telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Quran) ketika telah datang kepadaku. Syetan itu adalah (makhluk) yang sangat enggan menolong manusia." Yang menceritakan Uqbah bin Mu'ith yang sudah masuk Islam lalu dia murtad kembali, nanti dia di akhirat akan menyesal karena menjadikan Ubay bin Khalaf teman setia.
    6. Selalu berdoa agar menjadi istiqomah. Doa agar diteguhkan hati dalam ketaatan : Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa'ala tho'atik. Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati manusia maka alihkanlah hati kami pada ketaatan kepadaMu (HR. Muslim). Dalam QS. Ali-Imran [3] : 8, artinya : (Mereka berdoa), "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk  kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadiratMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.