Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Sabtu, 12 Oktober 2024
(Lanjutan)
- Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
- Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
- Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
- Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
- Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
- Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
- Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga.
- Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
- Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
- Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
- Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
- Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
- Puncak tertinggi dari karier wanita itu :
- Ketika dia mendapatkan keridhaan dari suaminya.
- Ketika dia berhasil mensholehkan anak-anaknya mereka.
- Ada seorang sahabiyah bernama Ummu Khansa, ketika itu terjadi peperangan di jaman Rasulullah, maka Ummu Khasa memberikan pendidikan yang terbaik, pendidikan yang dicatat dalam catatan sejarah. Ia mendidik keempat anaknya dengan sebaik-baiknya pendidikan. Ummu Khansa mengatakan kepada anak-anaknya, "Wahai anak-anakku kalian telah masuk Islam dengan sukarela dan kalian hijrah dengan sukarela sebagaimana keinginan kalian, kalian adalah anak dari orangtua yang sama dan memiliki nasab yang sama. Maka sesunggguhnya ketahuilah anak-anakku, akhirat itu jauh lebih mulia daripada urusan dunia karena dunia ini fana, dunia ini akan hilang, dunia ini akan rusak, yang tidak akan pernah rusak itu kehidupan akhirat, bersabarlah terhadap perjalanan kalian di dunia yang fana ini, teguhkanlah setiap langkah kalian dan tabahkanlah serta bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian itu senantiasa menjadi orang yang beruntung. Sabarkan, tabahkanlah, teguhkanlah langkah kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian telah melihat peperangan bersama dengan para sahabat Nabi, masuklah kalian ke dalam peperangan itu, raihlah kemenangan dan kemuliaan supaya kalian mendapatkan tiket menuju kepada negeri yang kekal dan penuh dengan kenikmatan. Ingat ya nak, dunia ini fana dan sejatinya pasti kita akan tinggalkan." Perkataan Ummu Khansa melecut semangat anak-anaknya, sampai anak-anaknya, empat empatnya begitu bersemangat di dalam peperangan dan satu persatu menjemput kehidupan akhirat dengan wafat secara syahid. Wanita yang bertabur rahmat itu wanita yang tahu mana kewajiban yang paling prioritas yaitu mendidik anak, mendidik anak keturunan kita. Bagaimana wanita memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya? Membersamainya di setiap waktunya dan betul-betul mengarahkan di dalam pendidikan-pendidikan ketaatan supaya mereka mengenal Rabbnya, supaya mereka mengenal sunnah-sunnah Nabinya. Betapa dasyatnya wanita jika telah berhasil mendidik anak-anaknya.
- Ada seorang ulama tabi'in namanya Rabi'ah Ar-Rayi, ia didik oleh seorang wanita yang telah berhasil menjadikannya ulama. Abu Hanifa, Malik bin Anas hadir di majelisnya Rabi'ah Ar-Rayi. Ia telah mendidik seorang anak ketika suaminya pergi di dalam tugas negara selama 20 tahun tidak pernah kembali dan ibunya berhasil mendidik anaknya menjadi seorang ulama besar. Ketika semua ilmu yang dipelajari oleh Abu Hanifa, Malik bin Anas sampai dengan sekarang bermanfaat bagi kehidupan dan penjadi pelita bagi umat, ibunya pun akan tetp mendapatkan pahala.
- Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Bukhari (Muhammad bin Ismail), mereka semua seorang anak yang yatim tapi ibunya berhasil mendidik putranya menjadi seorang ulama.
- Wanita yang menjadi pendidik yang terbaik buat anak dan keturunannya ada 5 point, yakni :
- Wanita yang terus belajar. Menyibukkan dengan ta'lim, menyibukkan dengan kajian, menyibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat, karena dia mengerti dia madrasah, dia mengerti, "Sesuatu yang kosong tidak bisa mengisi dan sesuatu yang terisi hanya Allah yang mampu mengisi."
- Wanita yang bertaubat. Ada sebuah doa di dalam QS. Al-Ahqaf [46] :15, artinya : "...Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dapat beramal sholeh yang Engkau ridhai, dan berikalah keshalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku,. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim."
- Wanita yang paham akan akidah. Sehingga ia dapat menanamkan kembali akidah ke anak keturunannya.
- Wanita harus menerangkan jalan-jalan dosa dan fitnah. Bukan hanya kebaikan yang diterangkan namun semua itu (jalan-jalan dosa dan fitnah) juga harus diterangkan supaya anak keturunan kita tidak kosong dalam menjalani kehidupannya.
- Wanita yang mengajarkan di dalam kehidupan tentang kehidupan syurga dan kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati (alam barzah). Keinginan untuk kita nanti untuk berkumpul dengan mereka nanti ketika kita sudah meninggal semuanya supaya nanti bisa berkumpul dalam kehidupan di alam barzah dan berkumpul kembali dalam kehidupan kelak di syurga.
- Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
- Ujian bagi wanita itu dijelaskan oleh ulama bahwa wanita lemah pada harta. Wanita yang sadar akan kelemahannya yang satu ini akan menjaga dirinya. Itulah yang menjadikan wanita sholihah terdahulu, kemuliaannya adalah mereka tidak dikalahkan oleh sifat lemahnya mereka ketika cinta kepada harta.
- Ada wanita bernama Ummu Ammarah, merupakan putri dari seorang ibu penjual susu. Ibunya tergoda untuk mencampurkan susu dengan air supaya mendapatkan keuntungan lebih, ibunya meminta putrinya untuk mencampurkannya, namun putrinya tidak berkenan. Ibunya mengatakan, "Toh Umar tidak mengetahui perbuatan kita." Tetapi pada saat itu putrinya mengatakan, "Mungkin Umar tidak tahu perbuatan kita ibu, tapi Rabbnya Umar pasti tahu apa yang kita lakukan." Dialog ini terdengar oleh Umar lalu Umar meminta salah satu anaknya untuk menikahi Ummu Ammarah, Hasil dari penjagaan wanita yang menjaga dirinya dari harta yang haram bernama Ummu Ammarah ini melahirkan anak yang bernama Umar bin Abdul Aziz.
- Harta wanita :
- Harta mahar sepenuhnya milik istri.
- Warisan, wanita biasanya mendapatkan warisan separuh sementara laki-laki satu, namun laki-laki memang diwajibkan berbagi harta kepada keluarganya. Akan tetapi wanita yang tadi mendapat separuh tidak wajib berbagi kepada keluarganya, harta warisan yang separuh itu menjadi miliknya seutuhnya.
- Hadiah yang diberikan orang lain.
- Penghasilan dari kamu berdagang dan berbisnis (daganganmu bersih dari perkara syubhat).
- Ada riwayat yang shahih dimana Fatimah binti Qais menikah dengan seorang sahabat yang bernama Abu Umar bin Hafshah. Qadarullah terjadi talaq yang sudah melewati batas 3 kali kata cerai. Suatu waktu mantan suaminya mengirimkan wakil untuk membicarakan masalah keluarga dan ia juga mengirimkan gandum ala kadarnya. Ketika gandum itu dibawakan oleh wakil dari mantan suaminya, Fatimah binti Qais bertanya, "Ini apa ini? Jawab wakilnya, "Ini gandum dari mantan suamimu." Maka Fatimah binti Qais sangat menjaga dan berkata, "Aku tidak mau menerima gandum ini sampai aku bertanya hukumnya gandum ini kepada Rasulullah." Akhirnya Fatimah binti Qais mendatangi Rasulullah dan bertanya apakah dia masih berhak atas gandum itu ataukah tidak.
- Ada kisah Imam Ahmad pernah didatangi wanita tua lalu menceritakan kondisi kemiskinan yang ada pada keluarganya, ketika siang dia sibuk mengurus keluarganya dan ketika malam kebiasaannya adalah memintal baju untuk dijual ke pasar. Lalu dia berkata, "Biasanya aku itu memintal baju di waktu malam bermodalkan dengan terangnya bulan lalu aku memintal baju supaya bisa menjadi keuntungan bagiku ketika aku jual ke pasar. Suatu waktu tiba-tiba ada rombongan pemerintah yang melewati di depan rumahku dan mereka membawa lampu-lampu yang begitu terang, aku bergegas keluar dari rumahku lalu aku memintal baju mengandalkan penerangan yang ada di depan rumahku yang dibawa oleh para pemerintah. Maka seketika ketika aku selesai memintalnya aku balik ke dalam rumahku lalu aku terpikir, ya Allah apakah keuntungan dari baju ini nanti menjadi milikku? Ataukah keuntungan baju ini menjadi miliknya pemerintah? Aku khawatir itu maka aku bertanya kepadamu wahai Imam Ahmad bagaimana status baju yang aku pintal." Imam Ahmad kagum sekali dengan pertanyaan ini lalu bertanya, "Siapakah engkau wahai wanita yang begitu mulia?" Maka wanita itu menjawab "Saya saudarinya Abu Bisyr Al-Hafi." Abu Bisyr Al-Hafi adalah seorang ulama yang sangat amanah menjalankan tugas dengan sebaik-baik penjagaan. Imam Ahmad berkata "Sungguh jubahku yang berlapis-lapis ini tidak lebih mulia dari pakaian yang kamu kenakan wahai wanita yang begitu mulia."