Rabu, 23 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 10 - Rumah Berkompas Syurga, Tetanggamu Syurgamu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Senin, 14 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
  15. Wanita yang menikmati singgasana terbaiknya di balik dinding rumahnya.
    • Aktivitas-aktivitasnya seperti beramal, beribadah difokuskan berada di dalam rumah.
    • Mereka mendapatkan 2 keistimewaan sekaligus yakni :
      1. Keutamaan ibadah.
      2. Keutamaan tempatnya. Tidak ada tempat yang paling Allah ridhoi bagi wanita selain di rumah.
    • Dalam QS. Al-Ahzab [33] : 33, artinya : Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu. Tegakkanlah sholet, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan rasulNya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Ayat ini menerangkan bahwa Allah menginginkan wanita berada di dalam rumah di balik dinding-dinding rumah mereka, salah satu tempat buruknya wanita itu ketika mereka terlalu sering di luar rumah, karena di luar rumah mendorong wanita memakai sesuatu yang kurang disukai oleh Allah, misal berhias yang berlebihan, berhias boleh namun jangan berlebihan. Allah lalu menyebutkan rangkaian-rangkaian ibadah yang disebutkan setelah Allah perintahkan wanita untuk berada di dalam rumah, lalu Allah perintahkan untuk taat kepada Allah dan rasulNya. Jika wanita menaati itu semua Allah akan menghilangkan dosa-dosa wanita tersebut.
    • Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Jika seorang wanita ingin mendekat kepada Allah maka mendekatlah di balik dinding-dinding rumahmu."
    • Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya wanita yang sholat di ruangan yang paling kecil pada rumahnya lebih utama daripada sholatnya di kamar yang lebih besar." Amalan bagi wanita dipengaruhi oleh tempat, tempat ini sangat mempengaruhi bagaimana ibadah-ibadah kecil itu menjadi besar dan tempat terbaik itu di dalam rumah, bahkan di dalam rumah itu sendiri ada tempat terbaik yakni di mihrab pribadi wanita itu sendiri yang tersembunyi dan tidak diketahui.
    • Tempatkan mindset bahwa rumah itu bukan penjara bagi wanita, jangan merasa gagal ketika wanita ada di dalam rumah. Wanita yang berkarir syurga, bertabur rahmat itu adalah wanita yang dia tetap boleh keluar sesekali boleh namun yang paling dia nikmati adalah di dalam rumahnya.
    • Salah satu istri Rasulullah yang bisa menjadi teladan yakni Ummu Saudah, ia pernah berhaji bersama Rasulullah lalu ketika menyelesaikan hajinya, Rasulullah menyampaikan supaya Saudah tidak melakukan haji maka setelah wafatnya Rasulullah, Saudah tidak melaksanakan haji sampai dengan wafatnya. Ummu Saudah ketika turunnya QS. Al-Ahzab [33] : 33, maka ia berkata, "Aku tidak ingin banyak keluar rumah kecuali nanti ketika aku sudah menjadi jenazah." Di wanita, rumahnya merupakan tempat ibadahnya, tidak ada yang mampu mengalahkan jengkal tanah rumahnya dengan jengkal tanah manapun ketika wanita ingin mendapatkan kemuliaan atas ibadah yang dilakukan. Rumah merupakan singgasana wanita terbaik yang Allah anugerahkan kepada wanita, dimana semua yang di sana menjadi nilai ibadah.
    • Bagaimana wanita berada di dalam rumah ada beberapa hal :
      1. Wanita harus memahami dengan ilmu bahwa rumahnya merupakan tempat terbaik.
      2. Wanita di rumah bukan berarti haram untuk keluar rumah. Wanita boleh keluar rumah bersama mahromnya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mubah juga untuk refreshing.
      3. Wanita harus berusaha berupaya bagaimana dia diperbolehkan untuk menghiasi rumahnya dengan apapun yang membuatnya nyaman di rumah itu.
      4. Wanita boleh berimprovisasi semisal melakukan kajian di rumah, mengundang orang untuk datang, mengelola bisnisnya di rumah, dan sebagainya apapun yang membuat wanita nyaman di rumah.
      5. Wanita jangan pernah lupa bersyukur kepada suami.
  16. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
    • Rasulullah pernah ditanya, "Ya Rasulullah saya kenal dua orang perempuan, yang satu perempuan itu banyak sholatnya, banyak puasanya, banyak shodaqohnya, tetapi dia menyakiti tetangganya. Di mana tempatnya ya Rasulullah?" Rasulullah mengatakan, "Tempatnya adalah di neraka." Lalu bertanya lagi, "Yang kedua ya Rasulullah, saya kenal seorang perempuan yang sedikit sholatnya, sedikit puasanya, sedikit shodaqohnya, tetapi dia tidak menyakiti tetangganya, di mana tempatnya ya rasulullah?" Rasulullah mengatakan, "Dia berada di syurga." Rasulullah ternyata mengukur wanita dari kebaikan kepada tetangganya.
    • Aisyah RA merupakan orang yang suka memuliakan tetangganya ia sering membelikan hadiah kepada tetangga-tetangganya. Suatu waktu ia hanya punya satu hadiah padahal ia ingin membagikannya, lalu ia bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, saya cuma punya satu hadiah tetapi saya memiliki beberapa tetangga, mana yang saya dahulukan untuk saya berikan hadiah itu?" Rasulullah menjawab, "Yang paling dekat pintu rumahnya dengan pintu rumahmu."
    • Dalam satu riwayat dari Mighdad Al-Aswad, Rasulullah mengatakan, "Apa yang kalian katakan tentang zina?" Para sahabat saat itu menjawab, "Sesungguhnya zina telah menjadi sebuah perkara yang haram sampai hari kiamat." Maka rasulullah bersabda, "Sungguh ketika ada seseorang berzina dengan 10 orang itu lebih ringan dibandingkan dia berzina dengan tetangganya. Apa yang kalian katakan tentang pencurian?" Maka para sahabat mengatakan, "Haram sampai hari kiamat ya Rasulullah." Rasulullah mengatakan, "Sungguh kamu mencuri dengan orang yang jauh 10 orang yang kamu curi itu lebih ringan daripada kamu mencuri tetanggamu." Menyampaikan bahwa dosa kepada tetangga itu 10 kali lipat daripada dosa kepada orang yang jauh begitupula sebaliknya jika kamu melakukan kebaikan kepada tetangga maka balasan kebaikan juga berlipat 10 kalinya.
    • Rasulullah mengatakan, "Jibril itu selalu menasehatiku supaya aku senantiasa berbuat baik kepada tetanggaku sampai aku mengira bahwasanya tetanggaku akan menjadi ahli warisku."
    • Ada 3 poin penting yang harus kita mengerti :
      1. Jika memilih suatu rumah pastikan mengetahui siapa tetangganya itu karena tetangga akan memberikan efek di dalam kehidupan kita.
      2. Bersabar kepada tetangga karena tetangga secara posisi itu orang yang paling dekat karena sering berinteraksi sehingga berkesempatan melakukan kesalahan.
      3. Tetangga kita adalah orang yang memberikan pertolongan pertama ketika terjadi sesuatu.