Jumat, 16 Mei 2025

Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 8 (Selesai) - Ihsan Dan Rukunnya

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H08. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 16 Mei 2025



Ihsan adalah tingkatan di dalam agama yang paling tinggi. Secara bahasa, ihsan adalah berbuat sebaik mungkin ketika melakukan sesuatu. Adapun secara syariat maka maknanya adalah memperbaiki amal dan ibadah kepada Allah SAW karena dia merasa diawasi dan dilihat Allah SWT. 

Di dalam hadist, Jibril AS, rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang apa itu ihsan, "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya maka apabila engkau tidak melihatnya sesungguhnya Dia melihatmu." 

Orang yang beribadah seakan-akan melihat Allah atau merasa dilihat oleh Allah baik zhahir maupun batinnya maka dia akan beramal seikhlas mungkin dan sesesuai mungkin dengan ajaran nabi Muhammad SAW dan dia akan meninggalkan kemaksiatan, baik kemaksiatan yang dilakukan hati, lisan maupun anggota badan yang lain. 

Allah SWT berfirman, "Dan tidaklah kamu dalam sebuah keadaan, dan tidaklah kamu membaca Al-Quran, dan tidaklah kalian mengamalkan sebuah amalan kecuali Kami mengetahuinya ketika kalian mengamalkannya, dan tidak ada yang luput dari RabbMu sesuatu sebesar zarah pun di bumi maupun di langit dan tidak ada sesuatu yang lebih kecil daripada itu dan tidak lebih besar kecuali ada di dalam kitab yang jelas." (QS. Yunus [10] : 61)

Dan Allah SWT berfirman, "Katakanlah seandainya kalian menyembunyikan apa yang ada dalam dada-dada kalian atau kalian menampakkannya maka Allah Mengetahuinya dan Allah Mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mampu Melakukan Segala Sesuatu." (QS. Ali-Imran [3] : 29)

Semoga Allah SWT menjadikan kita senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT dan takut kepada Allah SWT dimana pun kita berada.

[Selesai]

Kamis, 15 Mei 2025

Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 7 - Rukun Iman

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H07. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Kamis, 15 Mei 2025



Amalan batin yang paling penting di dalam syariat Islam yang dibawa oleh rasulullah SAW adalah rukun iman yang jumlahnya ada 6. Sebagaimana sabda rasululullah SAW ketika beliau ditanya tentang apa itu iman, "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya, hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim)

Rukun Iman :
  1. Beriman kepada Allah telah kita bahas di dalam Silsillah Ilmiyyah 1 dan 2
  2. Beriman kepada malaikat adalah beriman dengan keberadaannya, beriman dengan nama-nama sebagian mereka, beriman dengan sifat-sifat malaikat dan beriman dengan tugas-tugas mereka yang tersebut di dalam Al-Quran dan juga di dalam hadist yang shahih.
  3. Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah beriman bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allah SWT, berisi petunjuk bagi manusia, beriman dengan sebagian nama-nama dari kitab-kitab yang sudah Allah SWT turunkan seperti Suhuf Ibrahim (lembaran wahyu) Zabur, Taurat, Injil, dan juga Al-Quran.
  4. Beriman kepada para rasul adalah beriman bahwa kerasulan adalah pilihan semata dari Allah SWT. Beriman bahwasanya para rasul adalah sebaik-baiknya manusia. Beriman dengan beberapa kekhususan para rasul alaihimussalam dan lain-lain.
  5. Beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir seperti fitnah kubur, nikmat, dan juga azab kubur, tanda-tanda dekatnya hari kiamat, ditiupnya sangkakala, kebangkitan manusia, sampai masuknya manusia ke dalam syurga ataupun neraka
  6. Beriman kepada takdir baik dan buruk adalah beriman bahwasanya Allah SWT mengetahui segala sesuatu, menulis segala sesuatu dan terjadi segala sesuatu dengan kehendak Allah SWT dan Dialah Allah SWT yang menciptakan segala sesuatu.

Hendaknya setiap muslim dan juga muslimah memberikan perhatian yang besar terhadap 6 rukun iman ini dan insyaallah akan kita bahas rukun iman ini terperinci pada Silsillah Ilmiyyah berikutnya.

[Bersambung]

Rabu, 14 Mei 2025

Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 6 - Rukun Islam

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H06. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 14 Mei 2025



Syariat islam yang dibawa oleh rasulullah SAW terdiri dari amalan zhahir dan amalan batin. Amalan zhahir yang paling penting adalah rukun islam yang jumlahnya ada 5 yang tercantum di dalam sabda nabi Muhammad SAW, "Islam adalah engkau bersyahadat Laailaahailallah dan bahwasanya Muhammad rasulullah, dan mendirikan solat, membayar zakat, berpuasa di bulan ramadhan dan melakukan haji apabila engkau mampu menuju kesana." (HR. Muslim)

Rukun Islam :
  1. Persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah rasulullah dan maknanya sudah diterangkan di dalam materi Silsillah Ilmiyyah 1, 2, dan 3
  2. Mendirikan solat 5 waktu dan hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang dewasa dan juga berakal. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban solat maka dia telah kafir dan barangsiapa yang meninggalkannya karena malas padahal mengakui kewajiban tersebut maka dia berada di dalam bahaya yang besar karena para ulama berselisih tentang kekafiran orang tersebut.
  3. Membayar zakat hukumnya adalah wajib sebagaimana solat 5 waktu hukumnya juga wajib bagi orang yang terpenuhi syarat-syarat wajibnya dan hikmahnya adalah membersihkan jiwa dan juga harta seseorang 
  4. Berpuasa di bulan ramadhan wajib bagi seorang muslim yang dewasa, berakal, memiliki kemampuan dan juga tidak ada penghalang seperti haid dan juga nifas.
  5. Menunaikan haji hukumnya wajib sekali dilakukan seumur hidup bagi orang yang mampu pergi kesana dan seorang muslim dan juga muslimah maka hendaknya memberikan perhatian yang besar kepada rukun islam ini.

[Bersambung]

Selasa, 13 Mei 2025

Pondasi Agar Mudah Belajar Sirah Nabi Muhammad SAW

Kajian        : Daurah Spesial - Siroh Nabi
Sifat           : Offline - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Firanda Andirja
Tanggal      : Senin, 12 Mei 2025


SESI I

Tujuan/ Urgensi Belajar Sirah
  1. Agar bisa mencintai nabi Muhammad SAW dengan benar.
    • Iman tidak sempurna sampai kita lebih mencintai rasulullah SAW lebih dari yang lain.
    • Seseorang bisa dicintai karena 2 hal:
      1. Jasanya. Nabi Muhammad SAW sangat luar biasa, berkorban untuk umat dan banyak ujiannya untuk menyebarkan cahaya islam. Yang mengikuti nabi Muhammad SAW akan bahagia di dunia dan di akhirat. Kata nabi Muhammad SAW, "Saling memberi hadiah maka kalian akan saling menyayangi." 
      2. Sifat-sifat yang mulia (Kemuliaaan). Nabi Muhammad SAW adalah terbaik dalam segala hal, sebagai suami, ayah, teman, panglima perang, musuh, dan lain-lain. Semua sifat baik ada pada diri rasulullah SAW. Semua sifat-sifat baik ada pada diri nabi Muhammad SAW. Akhlak menjadi semakin mulia karena orang-orang tersebut menempel pada nabi Muhammad SAW. Sedangkan akhlak membawa kepada sifat-sifat mulia. 
    • Nabi Muhammad SAW juga dicintai karena 2 perkara ini. Kata Umar bin Khattab, "Engkau (nabi Muhammad SAW) lebih aku cintai daripada diriku sendiri." Jadi kesimpulannya, cintai nabi Muhammad SAW dahulu melebihi cinta terhadap diri sendiri. Mengapa bgitu? Karena jasa nabi Muhammad SAW sangat luar biasa, semua untuk menyebarkan agama islam, smua waktunya untuk kita umatnya supaya bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Jasa ini tidak akan ada yang mengunggulinya. Bahkan nabi Muhammad SAW lebih Umar bin Khattab cintai daripada dirinya sendiri. Banyak hal yang nabi Muhammad SAW sukai tentang suatu ibadah namun karena saking sayangnya kepada kita, nabi Muhammad SAW menahan diri untuk tidak merutinkannya, khawatir Allah akan mewajibkan sehingga memberatkan manusia. 
    • Berdasarkan hal tersebut tidak ada cara lain untuk bisa mempelajari ini selain dengan mempelajari sirah nabi.
  2. Allah Memerintahkan kita untuk meneladani nabi Muhammad SAW.
    • Merupakan konsekuensi karena nabi Muhammad merupakan teladan terbaik dalam segala hal yang beliau contohkan.
    • Berdasarkan hal tersebut tidak ada cara lain untuk bisa mempelajari ini selain dengan mempelajari sirah nabi.
  3. Agar bisa memahami Al-Quran.
    • Kisah di balik satu ayat harus/bisa dipelajari melalui sirah nabi.
    • banyak kisah dalam Al-Quran tentang perang :
      • QS. Al-Anfaal [8] banyak tentang perang Badar
      • QS. Ali-Imran [3] banyak tentang perang Uhud
      • QS. Al-Ahzab [33] banyak tentang perang Khandaq
  4. Menghayati kehidupan zuhud nabi dan para sahabat.
    • Nabi Muhammad SAW lebih sayang pada kita lebih daripada kita sendiri. Misal :
      • Rasulullah khawatir kalau tiap hari solat berjamaah Allah akan mewajibkan rasulullah SAW tahu itu berat bagi umatnya.
      • Fatimah binti Muhammad SAW, anak nabi Muhammad SAW. Beliau  mengajarkan zuhud kepadanya ketika Fatimah berkeinginan mempunyai pembantu karena kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk berdzikir bahwa 33x tasbih (Subhanallah - Maha Suci Allah), 33x tahmid (Alhamdulillah - Segala puji bagi Allah), 33x tahlil (Laaillahailallah - Tidak ada Tuhan selain Allah) sebelum tidur itu lebih baik dari yang diminta Fatimah (seorang pembantu).

Keistimewaan Sirah Nabi
  1. Penjelasan Manusia terbaik Khuluqin Adzim. Nabi Muhammad SAW adalah manusia terbaik.
    • Allah SWT bahkan bersumpah, "Dan engkau (nabi Muhammad SAW), sungguh-sungguh di atas khuluq, di atas perangai yang baik."
  2. Validasinya bisa dipertanggung jawabkan (karena diriwayatkan dengan sanad)
    • datang dari sanad yang shahih.
    • datang dari sanad yang lemah.
      • Bisa diterima dengan syarat :
        • Bukan hadist palsu
        • Tidak bertentangan dengan hadist shahih.
          • Bukan hadist palsu
          • Tidak bertentangan dengan hadist shahih
          • Tidak terkait dengan akidah dan fiqih.
        • Contoh :
          • Contoh hadist shahih : saat bersembunyi di gua Tsur, kaum musyrikin melihat jejak kaki, ada bagian kaki yang kelihatan (Abu Bakar khawatir). 
          • Contoh hadist dhaif : laba-laba membuat sarang, merpati buat sarang. Ini bertentangan, karena kalau tertutup, Abu Bakar tidak perlu khawatir.
        • Dari kedua contoh hadist tersebut bertentangan karena kalau tertutup Abu Bakar tidak perlu khawatir. Nabi Muhammad SAW menjelaskan dengan realistis
      • Hadist dhoif kadang dicantumkan agar tidak hilang kedudukannya sebagai hadist dhoif. 
  3. Seluruh aspek kehidupan nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik.
    • Sampai Allah SWT bersumpah dengan umur nabi Muhammad SAW, "Demi umurmu (nabi Muhammad SAW).." (QS. Al -Hijr [15] : 72)
    • Semua kehidupan nabi Muhammad SAW adalah teladan, tidak ada yang sia-sia.
  4. Sirah nabi Muhammad SAW mencakup seluruh aspek dalam kehidupan.
  5. Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam segala sisi. 
    • Sebagai suami, ayah, teman, panglima perang, dan lain-lain.

Aspek Kenegaraan
  1. Kondisi di Mekah
    • Muslim dalam kondisi lemah
      • Bersabar sehingga harus berhijrah :
        1. Hijrah ke Habasyah (negeri kafir tapi rajanya adil).
        2. Hijrah ke madinah .
  2. Kondisi Madinah
    • Beberapa komunitas :
      • Komunitas Yahudi
        • Bani Qainuqa
        • Bani Nadhir
        • Bani Quraidhah
      • Kaum Anshor dan Muhajirin
      • Kaum Musyrikin
    • Terciptalah Piagam Madinah merupakan perjanjian antara nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat islam (Anshar dan Muhajirin) dengan para suku dari berbagai suku yang berada di Madinah pada waktu itu.

Kondisi Perang
  1. Kondisi Perang
    • Di luar kota yakni perang Badar (2H)
    • Berperang kalah yakni perang Uhud (3H)
    • Bertahan di luar kandang yakni perang Khandaq (5H) 
  2. Faidah
    • Agama islam pelengkap sempurna
    • Tidak perlu aliran dari luar
    • Bantahan  terhadap sekularisme 
      • Tidak hanya yang dibahas di masjid, termasuk fiqih duniawi.
  3. Kondisi berdamai
    • Perjanjian Hudaibiyah (6H)
    • Terjadi gencatan senjata
    • Mundur dari peperangan  (perang Thaif) 
  4. Berkoalisi dengan non muslim
    • Kaum muslimin berkoalisi dengan Khuzbah 
  5. Menyerang (8H)
    • Fathu mekah 
Kesimpulan : Sirah nabi merupakan mukjizat/keajaiban nabi Muhammad SAW.



SESI II

Urgensi Diutus Nabi Muhammad SAW Sebagai Nabi Yang Terakhir.
  1. Masa Fatrah (masa kekosongan nabi) terlalu jauh.
    • Nabi sebelumnya yakni nabi Isa AS 
      • Nabi Isa AS lahir awal masehi.
      • Nabi Isa AS diangkat menjadi nabi 33 M
      • Nabi Muhammad SAW lahir ±571 M
      • Nabi Muhammad SAW diangkat jadi nabi ±611 M
      • Jaraknya sekitar ±578 tahun nabi Muhammad SAW dengan nabi Isa AS.
  2. Seluruh dunia rusak secara moral dan akidah.
    • "Allah SWT melihat penghuni bumi maka Allah SWT murka kepada mereka, Arab dan non Arab kecuali segelintir ahli kitab." (HR. Muslim)
    • Kerusakan
      • Di Romawi
      • Di Persia
      • Di jazirah Arab:  moral dan akidah 

Sejarah Nasab Nabi Muhammad SAW
  • Bangsa Arab ada 3 jenis:
  1. Arab yang sudah punah, jalur nasab tidak terdeteksi.
    • Kaum Aad
    • Kaum Tsamud
  2. Arab asli, berasal dari Yaman.
  3. Arab blesteran/campuran, ayahnya bukan Arab. Pada akhirnya dimasukkan di dalam Arab karena bahasa Arabnya pandai/pakar bahasa Arab. Contoh nabi Ismail AS.

Asal Muasal Nabi Muhammad SAW
  • Nabi Ibrahim AS (dari Babilonia/Irak) menikah dengan Hajar (dari Mesir/Egypt) sehingga melahirkan nabi Ismail AS (sehingga merupakan non Arab, namun merupakan ahli bahasa Arab). Nabi Ismail menikah dengan wanita Jumhur (Arab Asli/Jumhur) yang keturunannya disebut dengan Quraisy (Arab blesteran).
  • Nabi Ibrahim AS menikah dengan :
    • Hajar melahirkan nabi Ismail AS sehingga terciptalah kaum Quraisy
    • Sarah melahirkan nabi Ishaq AS yang melahirkan nabi Yaqub AS terciptalah kaum Israil, lalu nabi Yaqub AS melahirkan 12 putra yang menjadi Bani Israil.

Silsillah Nasab Quraisy*

Nasab Nabi Muhammad SAW
  • Bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'd bin Adnan.
  • Sampai dengan bapak ke 11 berbangsa Quraisy.
  • Bin Adnan sampai dengan bin Ismail tidak diketahui nasabnya. 
  • Saudara sebapak seibu yakni Abdullah, Abu Lahab, Hamzah.

Fase Sebelum Lahir Nabi Muhammad SAW
  • Nabi Ismail AS wafat, Mekah dikuasai Dar'Aya (Jumhur), mereka tidak menjaga kemurnia Kabah. Lalu dikuasai oleh Tsalabah bin Amr. Diteruskan oleh keponakan Tsalabah bin Amr yang dikenal dengan Khuza'ah (sekitar 300/500 tahun). Anak-anak nabi Ismail AS tidak ikut perang akan tetapi bergabung dengan Khuza'ah. Sampai datanglah Qushay bin Kilab (kakek nabi Muhammad SAW) dibantu Qudo'ah berhasil mengalahkan Khuza'ah.
  • Inovasi Qushay bin Kilab, yang dilakukan:
    • Membuat Darun Nadwah/tempat untuk rapat.
    • Membagi Quraisy dalam 4 jabatan besar yakni:
      1. Urusan Kabah dan khidmatnya
      2. Urusan perang
      3. Urusan rapat
      4. Memberi makanan untuk jamaah haji
      5. Memberi minum untuk jamaah haji
    • Point 1-3 tersebut dipegang oleh Bani Abduddaar
    • Point 4-5 tersebut dipegang oleh Bani Abdul Manaf - Hasyim - Al-Mutholib - Al-Abbas bin Abdul Mutholib.

Fase Kehidupan Nabi Muhammad SAW
  1. Fase ke 1 - Sebelum menjadi nabi.
  2. Fase ke 2 - Setelah menjadi nabi (usia 40-53 tahun)
    • Hijrah ke Habasyah di 5 tahun kenabian.
    • Diboikot sampai dengan 10 tahun kenabian.
  3. Fase ke 3 - Fase Madinah (usia 53-63 tahun)
    • Hijriyah.

    Keajaiban Nabi Muhammad SAW
    • Sebelum lahirnya nabi Muhammad SAW:
      1. Allah SWT membela Quraisy dengan mengalahkan tentara bergajah karena nabi Muhammad SAW dari suku Quraisy.
      2. Doa Nabi ibrahim AS. Jarak dari nabi Ismail AS ke nabi Muhammad SAW jauh jaraknya.
      3. Mimpi ibunda nabi Muhammad SAW ada cahaya dari perutnya yang menerangi Romawi 
    • Setelah lahir nabi Muhammad SAW bukti seorang nabi.
      • Ada salam dari batu yang mberi salam Assalamualaikum wrwb.
      • Dibelah dada nabi Muhammad SAW.
      • Nabi Muhammad SAW digelari Al-Amin.
      • Nabi Muhammad SAW dijaga dari keharaman-keharaman.
    • Setelah nabi Muhammad SAW menjadi nabi
      • Mukjizat (disertai tantangan) yakni Al-Quran
      • Al Ayat (tanda)
    • Mukjizat
      • Mukjizat inderawi yakni yang terlihat dari indera, contoh makanan terlihat jadi banyak, air menjadi cukup, batang kurma terlihat menangis, bulan terbelah dua, dan lain-lain.
      • Mujizat abstrak (tidak terlihat)
        1. Akhlak nabi Muhammad SAW
        2. Sirah nabi Muhammad SAW
        3. Al-Quran, mukjizat nabi terakhir yang bisa dilihat oleh seluruh manusia sampai hari kiamat.


    SESI III**

    Qadarullah :
    *Item Silsillah Nasab Quraisy tidak tercatat Penasari.
    **Penasari tidak mengikuti sesi 3. Jika tersedia link online-nya insyaallah akan dilengkapi.

    Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 5 - Tingkatan-Tingkatan Di Dalam Islam

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H05. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Selasa, 13 Mei 2025



    Dalam hadist, Umar bin Khattab RA yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, datang malaikat Jibril yang menjelma menjadi seorang laki-laki dengan izin Allah SWT bertanya kepada rasulullah SAW tentang beberapa pertanyaan, diantaranya ditanya tentang apa itu islam, iman dan juga ihsan. Maka rasulullah SAW menjawab satu persatu dari pertanyaan tersebut kemudian di akhir hadist rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian mengajarkan kepada kalian agama kalian." (HR. Muslim)

    Di dalam hadist ini disebutkan 3 tingkatan di dalam agama, yaitu : islam, iman dan ihsan. Iman lebih tinggi daripada islam, dan ihsan lebih tinggi daripada iman. Islam berkaitan dengan amalan zhahir sedangkan iman berkaitan dengan amalan batin, adapun ihsan maka dia adalah puncak dari amalan zhahir dan batin.

    Orang yang sampai derajat ihsan berarti dia telah mencapai derajat yang paling tinggi dalam islam dan juga iman. Setiap orang yang beriman dia adalah orang yang islam, tetapi tidak setiap orang yang islam dia beriman.

    Allah SWT berfirman, "Berkata orang-orang Arab Baduy, "Kami telah beriman." Katakanlah, "Kalian belum beriman dan katakanlah oleh kalian, kami telah islam, dan belum masuk iman di dalam hati-hati kalian." (QS. Al-Hujurat [49] : 14)

    Mereka berkata, di awal  mereka masuk islam bahwa mereka sudah sampai derajat keimanan. Maka mereka pun diperintahkan untuk mengatakan kami telah islam, karena hakekat keimanan belum masuk di hati-hati mereka. Dan masing-masing dari 3 tingkatan tersebur memiliki rukun, yang dimaksud dengan rukun adalah yang terpenting dan yang terkuat dari sesuatu.

    [Bersambung]

    Senin, 12 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 4 - Keutamaan Islam Yang Dibawa Oleh Nabi Muhammad SAW

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H04. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Senin, 12 Mei 2025

    [Lanjutan]

    Islam yang dibawa oleh nabi kita yaitu nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh syariat sebelumnya. Di antaranya :

    1. Syariat nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh umat manusia. 

    Allah SWT berfirman, "Katakanlah, "Wahai manusia sesungguhnya aku adalah rasulullah untuk kalian semuanya." (QS. Al-Araaf [7] : 158)

    Wajib bagi setiap orang yang mendengar diutusnya rasulullah SAW untuk beriman dengan beliau. Barangsiapa yang tidak beriman dengan nabi Muhammad SAW setelah diutusnya beliau maka dia kafir meskipun dia mengaku mengikuti syariat seorang nabi sebelum rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW bersabda, "Demi Dzat dan jiwa Muhammad ada di tanganNya tidaklah mendengar tentang diriku seorangpun dari umat ini baik yahudi maupun nasrani, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan apa yang aku bawa kecuali dia termasuk penduduk neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

    2. Syariat nabi Muhammad SAW adalah syariat yang paling sempurna.

    Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada syurga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian." (Hadist shahih diriwatkan di At-Thabrani di dalam Al-Mu'jamil Qabir)

    Datang beberapa yahudi kepada Salman Al-Farisi RA dan mengatakan, "Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai tatacara buang air kecil." (HR. Muslim)

    Apabila permasalahan yang dianggap sepele oleh manusia diajarkan oleh Islam maka bagaimana dengan permasalahan yang lain. Islam mengajarkan akidah kepada Allah SWT, akhlak kepada manusia, tatacara berdagang, makanan yang halal, makanan yang haram dan lain-lain. Oleh karena itu seorang muslim hendaknya bersyukur atas nikmat hidayah kepada Islam ini ketika banyak manusia yang tidak mendapatkannya.

    [Bersambung]

    Jumat, 09 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 3 - Yang Membedakan Diantara Para Nabi

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H03. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Jumat, 9 Mei 2025



    Yang membedakan antara agama Islam yang dibawa seorang nabi Muhammad SAW dengan agama Islam yang dibawa nabi yang lain adalah tentang tatacara beribadah serta halal dan juga haram. Terkadang satu ibadah yang memiliki nama yang sama akan tetapi caranya berbeda. Terkadang sesuatu yang diharamkan atas satu umat, dihalalkan bagi umat yang lain. Semuanya ini sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan dari Allah SWT Dzat Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana.

    Allah SWT berfirman, "Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syariat dan juga cara." (QS. Al-Maidah [5] : 48)

    Rasulullah SAW bersabda, "Para nabi itu adalah saudara satu bapak, ibu-ibu mereka berbeda, akan tetapi agama mereka satu." (HR. Bukhari dan Muslim )

    Yang dimaksud dengan ibu-ibu mereka berbeda adalah syariat mereka berbeda. Solat dan zakat telah disyariatkan kepada umat sebelum nabi Muhammad SAW.

    Allah SWT berfirman tentang nabi Ismail AS, "Dan dahulu Ismail menyuruh keluarganya untuk solat dan juga zakat." (QS. Maryam [19] : 55

    Nabi Isa AS berkata, "Dan Allah SWT telah berwasiat kepadaku untuk solat dan juga zakat selama aku masih hidup." (QS. Maryam [19] : 31)

    Namun solat di atas tanah terbuka di luar tempat khusus ibadah hanyalah disyariatkan di dalam agama Islam yang dibawa nabi Muhammad SAW.  Demikian pula rampasan perang diharamkan bagi umat-umat sebelum kita dan dihalalkan bagi kita.

    Rasulullah SAW bersabda, "Dan telah dijadikan bagiku tanah ini bumi ini sebagai masjid dan juga alat untuk bersuci maka siapa saja di antara umatku yang mendapatkan waktu solat maka hendaklah dia solat. Dan telah dihalalkan bagiku rampasan perang dan tidak dihalalkan bagi seorgpun sebelumku." (HR. Bukhari dan Muslim)

    [Bersambung]

    Kamis, 08 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 2 - Agama Para Nabi Adalah Islam

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H02. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Kamis, 8 Mei 2025

    [Lanjutan]

    Islam yang artinya penyerahan ibadah hanya kepada Allah SWT adalah agama para nabi. Agama mereka satu adalah Islam. 

    Berkata Ibrahim AS, "Aku berislam menyerahkan diriku kepada Rabbul'alaamiin." Ibrahim AS dan juga Yaqub AS berwasiat kepada anak-anaknya, "Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah SWT telah memilih agama bagi kalian maka janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sebaga orang Islam." (QS. Al-Baqarah [2] : 131-132)

    Berkata murid-murid nabi Isa AS kepada nabi Isa AS, "Dan saksikanlah bahwasanya kami adalah orang-orang Islam." (QS. Ali-Imran [3] : 52)

    Nabi Musa AS pernah berkata kepada kaumnya, "Maka hendaklah kalian hanya bertawakal kepada Allah SWT kalau kalian benar-benar orang Islam." (QS. Yunus [10] : 84)

    Di dalam suratnya, nabi Sulaiman AS berkata kepada ratu Balqis dan juga para pengikutnya, "Hendaklah kalian jangan sombong kepadaku dan datanglah kalian kepadaku dalam keadaan sebagai orang Islam." (QS. An-Naml [27] : 31)

    Inilah agama para nabi dan juga para pengikut mereka dan Allah SWT tidak akan menerima kecuali agama Islam. "Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah SWT adalah Islam. Dan barangsiapa yang mencari selain Islam maka tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Ali-Imran [3] : 85)

    Rasulullah bersabda di dalam hadist yang shahih  "Para nabi adalah saudara sebapak, ibu-ibu mereka berbeda dan agama mereka satu." (HR. Bukhari dan Muslim)

    [Bersambung]

    Rabu, 07 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 4 : Bab 1 - Pengertian Islam

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.4H01. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Rabu, 7 Mei 2025



    Islam secara bahasa adalah penyerahan diri sedangkan secara syariat yang dimaksud dengan Islam adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah SWT semata. 

    Orang nasrani dikatakan masuk ke dalaam agama Islam apabila meninggalkan penyembahan terhadap nabi Isa AS dan juga ibunya yakni Maryam. 

    Dan hanya menyembah dan menyerahkan dirinya kpd Allah. 

    Seorang yang beragama Islam adalah orang yang hanya menyerahkan ibadahnya kepada Allah SWT semata, tidak menyerahkan sebagian ibadah kepada siapapun selain Allah SWT baik seorang nabi, malaikat  jin, orang yang saleh, batu, pohon dan lain-lain. 

    Oleh karena itu syarat masuk ke dalam agama Islam adalah syahadat "Laailahailallah." dan juga syahadat "Muhammad rasulullah." 

    Syahadat "Laailahailallah" artinya adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan diibadahi selain Allah SWT. 

    Orang sudah mengucapkan "Laailahaillah kemudian mnyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah SWT maka berarti dia belum memahami makna Islam atau memahami akan tetapi melanggarnya dan keduanya adalah musibah. 

    Semoga kita Allah memudahkan kita smua dan orag-orang yang kita cintai untuk memahami agama Islam ini.

    [Bersambung]


    Selasa, 06 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 7 (Selesai) - Rasulullah SAW Adalah Rasul Terakhir

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H07. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Selasa, 6 Mei 2025



    Rasulullah meninggal pada tahun ke 11 H setelah menyempurnakan tugas menyampaikan risalah dari Allah. Raulullah meninggal dunia sebagamana manusia yang lain yang juga meninggal dunia.

    Allah SWT berfirman, "Setiap jiwa akan merasakan kematian" (QS. Al-Imran [3] : 185)

    Dan Allah SWT juga berfirman, "Sesungguhnya engkau akan meninggal dunia dan mereka akan meninggal dunia." (QS. Az-Zumar [39] : 30)

    Rasulullah adalah rasul terakhir, tidak ada rasul lain sepeninggalnya
    .
    Allah SWT berfirman, "Bukanlah Muhammad bapak salah seorang laki-laki di antara kalian akan tetapi beliau adalah rasulullah dan penutup para nabi." (QS. Al-Ahzab [33] : 40)

    Dalil-dalil dari hadist nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau adalah nabi terakhir mencapai derajat muttawatir, dan sebagian ulama mengatakan, "Kalau seseorang tidak mengetahui bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir maka dia bukan muslim," karena ini termasuk perkara yang diketahui sangat darurat di dalam agama Islam. 

    Di antara hadist yang menunjukkan bahwasanya beliau adalah nabi yang terakhir, "Sesungguhnya akan ada diantara umatku 30 orang pendusta, semuanya mengaku menjadi nabi dan aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku." (Shahih HR. Abu Daud)

    Dan di dalam sebuah hadist yang Muttaqum'alaih, "Dan aku adalah Al-Atiq (yang terakhir) yang tidak ada setelahnya nabi." 

    Meskipun rasulullah meninggal dunia, Allah akan menjaga agama ini denagn menjaga sumbernya yaitu Al-Quran dan Al-Hadist dan menyiapkan para ulama yang amanah untuk menyampaikan keduanya kepada umat.

    Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah mnurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami akan menjaganya." (QS. Al-Hijr [15] : 9)

    Dan rasulullah bersabda, "Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu." (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

    [Selesai]
     

    Senin, 05 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 6 - Inti Dakwah Rasulullah SAW

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H06. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Senin, 5 Mei 2025



    Inti dakwah rasulullah SAW adalah sama dengan inti dakwah nabi-nabi sebelum nabi Muhammad SAW yaitu mengajak manusia untuk mengesakan Allah SWT di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

    Allah SWT berfirman, "Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang rasul kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku. Maka hendaklah kalian menyembahKu." (QS. Al-Anbiya [21] : 25)

    Allah SWT berfirman tentang nabi Nuh AS, yang pertama,"Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Maka dia berkata, Wahai kaumku sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia." (QS. Al-Araaf [7] : 59)

    Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh nabi-nabi setelah beliau. Lihat QS. Al-Araaf [7] : 65QS. Al-Araaf [7] : 73, dan QS. Al-Araaf [7] : 85. Demikian pula nabi Muhammad SAW selama 10 tahun pertama beliau berdakwa kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan. Kemudian turunlah kewajiban solat 5 waktu pada tahun 10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah. Ketika manusia sudah memiliki akidah yang kuat, tauhid yang benar seperti puasa ramadhan, zakat, haji, adzan dan lain-lain. Yang demikian karena amal ibadah tidak diterima Allah SWT kecuali bila dalam diri seseorang ada tauhid. 

    Oleh karena itu wasiat rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah, "Hendaklah engkau mengajak kepada syahadat, "Laaillahailallah" dan syahadat, "Muhammad rasulullah." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dan sampai akhir hayat rasulullah SAW. Rasulullah SAW berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan. Lima hari sebelum rasulullah SAW meninggal dunia, rasulullah SAW mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid, maka rasulullah SAW melarang menjadikan kuburan sebagai masjid. (HR. Muslim)

    Karena menjadikan kuburan sebagai masjid merupakan pintu kepada kesyirikan. Ini menunjukan bahwasanya inti dakwah rasulullah SAW adalah tauhid.

    [Bersambung]

    Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 5 - Rasulullah SAW Membawa Tatacara Ibadah Kepada Allah SWT

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H05. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Jumat, 2 Mei 2025


    Allah SWT ketika mengutus seorang rasul untuk menyampaikan perintah beribadah juga mengutus rasul tersebut untuk menyampaikan tatacara ibadah tersebut. Rasulullah SAW membawa perintah solat dari Allah SWT dan juga membawa tatacaranya. Membawa perintah puasa dari Allah SWT dan juga membawa tatacaranya. 

    Cara ibadah tidak diserahkan kepada akal kita masing-masing atau kepada budaya atau kepada guru kita akan tetapi tatacara ibadah adalah dari Allah SWT melalui lisan rasulNya, dan Allah tidak menerima amal ibadah kecuali yang dilakukan sesuai dengan cara yang dilakukan rasulullah SAW. 

    Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada dalilnya dair kami maka amalan tersebut tertolak." (HR. Imam Muslim)

    Barangsiapa yang mengaku sebagai pengikut nabi Muhammad SAW maka hendaknya dia mencukupkan diri dengan ibadah yang sudah beliau ajarkan, tidak boleh dia membuat ibadah yang baru yang tidak diajarkan oleh rasulullah SAW dan tidak boleh dia beribadah kecuali setelah yakin bahwa dalilnya shahih. 

    Alhamdulillah semua ibadah yang mendekatkan diri kepada syurga telah rasulullah SAW ajarkan. 

    Rasulullah SAW pernah mengatakan, "Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri kepada syurga dan menjauhkan diri dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian." (HR. Tabrani di dlm Al Mu'zamil Kabir)

    Lebih baik seseorang beribadah sedikit tapi berdasarkan dengan dalil yang shahih daripada dia beribadah yang banyak tapi tidak berdasarkan dalil yang shahih.

    [Bersambung]

    Kamis, 01 Mei 2025

    Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 4 - Rasulullah SAW Membawa Berita Dari Allah SWT

    Kajian        : HSI Edu
    Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H04. Judul
    Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
    Tanggal      : Kamis, 1 Mei 2025



    Rasulullah SAW sebagai seorang utusan di antara tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah SWT, baik berita di masa lalu seperti kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu, maupun berita di masa yang akan datang seperti kejadian setelah  mati dan kejadian-kejadian di hari akhir. 

    Kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut bila memang dalilnya shahih. 

    Allah SWT berfirman, "Dan tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya di dalam ucapan (Muhammad SAW) kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya (Muhammad SAW)." (QS. An-Najm [53] : 3-4)

    Kalau kita benarkan rasulullah SAW maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah SWT dan kalau kita dustakan rasulullah SAW maka sebenarnya kita telah mendustakan Allah SWT. Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang shahih. Apabila dalil yang shahih sepertinya tidak masuk akal maka ketahuilah bahwasanya kekurangan ada di dalam akal kita yang memang sangat terbatas bukan pada dalil.

    Rasulullah SAW dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum rasulullah SAW diutus menjadi nabi, tidak pernah rasulullah SAW sekalipun berdusta baik kepada anak kecil, sebaya maupun kepada orangtua, baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh. Apabila rasulullah tidak berani untuk berdusta atas nama dia dan atas nama manusia, bagaimana rasulullah SAW berani berdusta atas nama Rabb.

    [Bersambung]