Senin, 05 Mei 2025

Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 6 - Inti Dakwah Rasulullah SAW

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H06. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 5 Mei 2025



Inti dakwah rasulullah SAW adalah sama dengan inti dakwah nabi-nabi sebelum nabi Muhammad SAW yaitu mengajak manusia untuk mengesakan Allah SWT di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Allah SWT berfirman, "Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang rasul kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku. Maka hendaklah kalian menyembahKu." (QS. Al-Anbiya [21] : 25)

Allah SWT berfirman tentang nabi Nuh AS, yang pertama,"Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Maka dia berkata, Wahai kaumku sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia." (QS. Al-Araaf [7] : 59)

Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh nabi-nabi setelah beliau. Lihat QS. Al-Araaf [7] : 65QS. Al-Araaf [7] : 73, dan QS. Al-Araaf [7] : 85. Demikian pula nabi Muhammad SAW selama 10 tahun pertama beliau berdakwa kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan. Kemudian turunlah kewajiban solat 5 waktu pada tahun 10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah. Ketika manusia sudah memiliki akidah yang kuat, tauhid yang benar seperti puasa ramadhan, zakat, haji, adzan dan lain-lain. Yang demikian karena amal ibadah tidak diterima Allah SWT kecuali bila dalam diri seseorang ada tauhid. 

Oleh karena itu wasiat rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah, "Hendaklah engkau mengajak kepada syahadat, "Laaillahailallah" dan syahadat, "Muhammad rasulullah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sampai akhir hayat rasulullah SAW. Rasulullah SAW berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan. Lima hari sebelum rasulullah SAW meninggal dunia, rasulullah SAW mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid, maka rasulullah SAW melarang menjadikan kuburan sebagai masjid. (HR. Muslim)

Karena menjadikan kuburan sebagai masjid merupakan pintu kepada kesyirikan. Ini menunjukan bahwasanya inti dakwah rasulullah SAW adalah tauhid.

[Bersambung]