Jumat, 26 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 50 - Dikumpulkannya Orang-Orang Kafir Ke Dalam Neraka

Jumat, 26 September 2025

Setelah hisab di padang mahsyar selesai, maka mulailah dipisah antara penduduk syurga dan penduduk neraka secara bertahap.

Al-Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan di dalam kedua shahihnya dari Abu Said Al-Khudry Radhiyallahuanhu dari Rasulullah SAW, "Bahwasanya kelak di hari kiamat akan ada yang memanggil dan memerintahkan setiap umat untuk mengikuti Tuhan yang dia sembah di dunia. Maka tidaklah ada manusia yang menyembah selain Allah SWT seperti patung dan batu kecuali dia akan berjatuhan ke dalam neraka. Sehingga tidak tersisa kecuali orang-orang yang beriman baik yang shalih maupun yang fasik dan sebagian kecil atau sisa ahlul kitab yaitu orang yahudi dan nasrani." Dikatakan kepada orang yahudi, "Apakah yang kalian sembah? Mereka berkata, "Kami dahulu menyembah Uzair, anak Allah." Dikatakan kepada mereka, "Kalian telah berdusta, Allah tidak memiliki istri dan anak. Lalu apakah yang kalian inginkan?" Mereka berkata, "Kami haus, maka berilah kami air minum." Karena saat itu Allah memperlihatkan kepada mereka Jahanam yang dari jauh seperti air. Maka ditunjukkanlah Jahanam yang dari jauh seperti air tersebut dan dikatakan kepada mereka, "Apakah kalian tidak mau mendatanginya?" Maka mereka pun dikumpulkan ke Jahanam dan berjatuhan di dalamnya. Kemudian dikatakan kepada orang-orang nasrani, "Apakah yang kalian sembah? Mereka berkata, "Kami dahulu menyembah Isa anak Allah." Dikatakan kepada mereka, "Kalian telah berdusta, "Allah tidak memiliki istri dan anak, lalu apakah yang kalian inginkan?" Mereka berkata, "Kami haus, maka berilah kami air minum." Maka ditunjukkanlah jahanam yang dari jauh seperti air dan dikatakan kepada mereka, "Apakah kalian tidak mendatanginya?" Akhirnya mereka pun juga dikumpulkan ke jahanam dan berjatuhan di dalamnya." 

Dan di dalam hadist Abu Hurairah Radiyallahuanhu yang juga dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwasanya Allah akan berkata kepada manusia, "Barangsiapa yang menyembah sesuatu maka hendaklah mengikutinya." 

Maka penyembah matahari akan mengikuti matahari, penyembah bulan akan mengikuti bulan, penyembah thaghut akan mengikuti thaghut. Dan thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah SWT. Kemudian tersisalah umat Islam dan bersama mereka orang-orang munafik.

Di dalam hadist Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiyallahuanhu disebutkan bahwasanya, orang-orang yang dahulu menyembah nabi Isa AS maka akan mengikuti syetannya nabi Isa AS yang diserupakan dengan nabi Isa AS. Dan yang dahulu menyembah Uzair maka akan mengikuti syetannya Uzair yang diserupakan dengan Uzair. (Shahih HR. Ath-Thabrani di dalam Al-Mu'jamul Kabir)

Demikianlah keadaan orang-orang yang menyembah kepada selain Allah SWT baik orang-orang musyrikin maupun ahlul kitab orang yahudi dan nasrani.

Mereka akan dipisahkan dari orang-orang yang menyembah Allah SWT saja yang mencakup orang-orang yang benar-benar menyembah Allah SWT, merekalah orang-orang yang beriman maupun orang-orang yang pura-pura menyembah Allah SWT. Dan merekalah orang-orang munafik.

End

Kamis, 25 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 49 - Beberapa Kejadian Di Padang Mahsyar (Bagian 2 dari 2)

Kamis, 25 September 2025

Beberapa kejadian di padang mahsyar bahwasanya Allah SWT akan bertanya kepada para malaikat dan nabi Isa AS. 

Allah SWT menyebutkan di dalam QS. Saba:40-42, bahwasanya di padang mahsyar Allah SWT akan bertanya kepada malaikat yang disembah oleh sebagian manusia. Sebagai penghinaan terhadap orang-orang musyrikin yang dahulu menyembah mereka. "Apakah mereka ini dulu menyembah kalian?" Para malaikat menjawab, "Maha Suci Engkau, Engkaulah pelindung kami. Akan tetapi sebenarnya mereka dahulu telah menyembah jin. Kebanyakan mereka beriman kepada jin tersebut." 

Maksudnya bahwasanya orang-orang musyrikin ketika menyembah selain Allah SWT, baik orang shalih, benda mati, dan lain-lain maka pada hakikatnya mereka menyembah jin, karena yang menyuruh mereka untuk menyekutukan Allah SWT adalah jin. Apabila mereka menaati, berarti mereka telah menyembah jin tersebut. Para malaikat pun tidak kuasa untuk memberikan manfaat dan tidak pula mudharat kepada orang-orang yang telah menyembah mereka. Para penyembah malaikat itu pun akan diazab oleh Allah SWT.

Di dalam QS. Al-Maidah:116-117, Allah SWT menyebutkan bahwasanya Allah SWT akan bertanya kepada nabi Isa AS sebagai penghinaan dari Allah SWT terhadap orang-orang nasrani yang menjadikan beliau AS dan ibu beliau AS sebagai Tuhan. "Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau dahulu pernah mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua Tuhan selain Allah?" Isa AS menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak patut mengatakan apa yang bukan hakku untuk mengatakannya. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diriMu. Sesungguhnya Engkau Mengetahui Perkara Yang Ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya yaitu, "Sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian." Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku hidup maka setelah Engkau wafatkan atau angkat aku, Engkaulah yamg mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan Segala Sesuatu."

Demikianlah keadaan para malaikat dan nabi Isa AS. Mereka adalah makhluk yang taat beribadah kepada Allah SWT. Senang apabila manusia hanya menyembah kepada Allah SWT dan mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah diri mereka. Demikian pula orang-orang yang shalih dan wali-wali Allah SWT.

Manusia yang terlalu berlebih-lebihan terhadap mereka, seperti:
- Mereka membuat patung mereka
- Mereka memajang gambar mereka
- Mereka membangun dan menghias kuburan mereka
- Mereka meyakini bahwasanya mereka mengetahui sesuatu yang ghaib
- Mereka berdoa kepada mereka
- Mereka bepergian jauh untuk berziarah ke makam mereka
- Mereka beritikaf di kuburan mereka
- Mereka menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka 
- Mereka membangun masjid di atas kuburan mereka
- Mereka memasukkan kuburan mereka ke dalam masjid
- Mereka bertawwasul dengan doa mereka setelah mereka meninggal dunia atau menganggap orang-orang shalih tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT, ini termasuk berlebihan. Jangan sampai keadaan sesorang seperti keadaan kaum nabi Nuh AS yang berlebihan terhadap 5 orang shalih yang disebutkan QS. Nuh:23. Atau seperti keadaan sebagian orang yang mengaku mencintai Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husain dan sebagian keturunan beliau Radiyallahuanhum, kemudian berlebih-lebihan terhadap mereka. 

Bersambung

Rabu, 24 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 48 - Beberapa Kejadian Di Padang Mahsyar (Bagian 1 dari 2)

Rabu, 24 September 2025

Di antara kejadian di padang mahsyar adalah percekcokan antara para pembesar orang-orang kafir dan para pengikutnya.

Allah SWT menyebutkan di dalam QS. Saba:31-33 bahwasanya orang-orang kafir akan dihadapkan kepada Allah SWT.

Berkatalah orang-orang yang dianggap lemah kepada pembesar-pembesar mereka, "Kalau bukan karena kalian tentulah kami dahulu menjadi orang-orang yang beriman." Pembesar-pembesar tersebut membantah dan mengatakan, "Apakah Kami yang telah menghalangi kalian dari petunjuk, sesudah petunjuk itu datang kepada kalian? Tidak! Sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa (maksudnya kalian sendirilah yang menginginkan kesesatan dan kami hanya mengajak)." Orang-orang yang dianggap lemah balik membantah dan mengatakan, "Tidak! Sebenarnya tipu daya kalian malam dan siang, itulah yang menghalangi kami, ketika kalian menyuruh kami untuk kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya." Akhirnya semuanya menyesal tatkala melihat azab.

Demikianlah keadaan para pembesar dan tokoh masyarakat yang mengajak kepada kesyirikan dan menghalangi manusia dari tauhid.

Mereka berlepas diri dari para pengikut mereka dan tidak bisa menolong mereka sedikitpun. Para pengikut akan celaka sebagaimana para tokoh tersebut dan para pembesar juga celaka. Oleh karena itu seorang muslim hendaknya menyelamatkan dirinya dari neraka. Jadilah seorang tokoh masyarakat yang mengajak pada tauhid. Dan apabila dia orang yang lemah maka janganlah dia mengikuti kemauan para pembesar ataupun orang yang banyak apabila dia menghalangi manusia dari tauhid dan mengajak kepada kesyirikan. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita dan juga mereka.

Menghilangkan rasa cinta dunia yang berlebihan dalam diri kita dan menghilangkan kesombongan dari dalam diri kita dan menjadikan rasa takut kita hanya kepada Allah SWT.

Dan di antara kejadian di padang mahsyar bahwasanya Allah SWT akan bertanya kepada orang-orang musyrikin tentang sesembahan selain Allah yang mereka sembah di dunia. Di manakah mereka pada hari tersebut. Dan Allah SWT akan bertanya kepada mereka tentang bagaimana sikap mereka terhadap ajakan para rasul alaihisallam.

Di dalam QS. Al-Qasash:62-66, Allah SWT akan memanggil orang-orang musyrikin dan menghina mereka dengan bertanya, "Di manakah sekutu-sekutuKu yang dulu kalian sangka mereka adalah sekutu-sekutuKu?" Kemudian Allah SWT akan berkata kepada orang-orang musyrikin, "Berdoalah kalian kepada sekutu-sekutu kalian." Maka merekapun berdoa kepada sesembahan-sesembahan mereka di dunia. Meminta pertolongan kepada mereka dalam keadaan genting tersebut sebagaimana mereka dahulu meminta di dunia. Maka sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa berbuat apapun dan tidak  menjawab seruan mereka. Barulah mereka mengetahui bahwasanya sesembahan-sesembahan tersebut tidak bisa menolong mereka sedikitpun. Allah SWT juga akan bertanya kepada mereka, "Apakah jawaban kalian terhadap ajakan para rasul? Yaitu apakah kalian membenarkan mereka? Dan mengikuti ajakan mereka untuk bertauhid."

Demikianlah keadaan oramg-orang musyrikin  sesembahan-sesembahan mereka di dunia tidak bisa mengabulkan doa mereka ketika sangat dibutuhkan. Tidak bisa menolong mereka di hadapan Allah SWT bahkan mereka berlepas diri.

Allah SWT berfirman, "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang berdoa kepada selain Allah yang tidak bisa mengabulkan sampai hari kiamat. Dan mereka lalai dari doa orang yang berdoa kepada mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan, mereka akan  menjadi musuh bagi orang-orang yang menyembah mereka. Dan mereka akan mengingkari ibadah yang dilakukan orang-orang musyrik terhadap mereka." (QS. Al-Ahqaf:5-6)

Adapun orang yang bertauhid, maka Allah SWT akan menolong mereka di dunia maupun di akhirat.

Bersambung

Selasa, 23 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 47 - Telaga Rasulullah SAW

Selasa, 23 September 2025

Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman tentang adanya telaga Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Hadist-hadist yang datang di dalam masalah ini mencapai derajat mutawwatir.

Di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga dan sesungguhnya mereka akan saling berbangga siapa di antara mereka yang telaganya paling banyak didatangi. Dan aku berharap akulah telaganya yang paling banyak didatangi." (Shahih HR. Tirmidzi)

Rasulullah SAW juga bersabda, "Telagaku sepanjang 1 bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu dan baunya lebih wangi daripada minyak kesturi dan kiizan-nya yaitu sejenis teko sebanyak bintang di langit. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan haus selama-lamanya." (HR. Bukhari Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwasanya seandainya dia masuk ke dalam neraka setelah itu karena dosa yang dia lakukan maka dia tidak akan diazab dengan rasa haus. Umat beliau SAW akan mendatangi telaga beliau SAW dan meminum darinya.

Rasulullah SAW mengatakan, "Dan aku akan menolak manusia dari telagaku sebagaimana seseorang menolak unta orang lain dari telaganya." Maka para sahabat bertanya kepada beliau SAW, "Wahai rasulullah, apakah engkau memgenal kami pada hari tersebut?" Beliau SAW menjawab, "Iya, kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Kalian akan mendatangi telagaku dalam keadaan putih wajah, tangan dan kaki kalian dari bekas berwudhu." (HR. Muslim)

Orang yang beriman ketika rasulullah SAW masih hidup kemudian dia murtad sepeninggal beliau SAW maka akan dijauhkan dari telaga beliau SAW.

Dalam sebuah hadist beliau SAW mengatakan, "Aku akan mendahului kalian di atas telaga dan akan dinampakkan beberapa orang di antara kalian kemudian tiba-tiba dijauhkan dariku." Aku pun bertanya, "Wahai Rabbku, bukankah mereka adalah para sahabatku?" Maka dikatakan kepada beliau SAW, "Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelah dirimu." (HR. Bukhari Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahuanhu)

Di dalam hadist yang lain dikatakan kepada beliau SAW, "Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ubah setelahmu." (HR. Bukhari Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwasanya membuat bidah di dalam agama termasuk merubah yang dimaksud di dalam hadist ini. Dikhawatirkan dia tidak bisa meminum dari telaga nabi SAW namun bukan berarti apabila dia masuk ke dalam neraka dia kekal di dalamnya. Karena yang kekal di neraka hanyalah orang-orang kafir.

Dua hadist terakhir menunjukkan bahwasanya setelah meninggal dunia, beliau SAW tidak mengetahui apa yang dilakukan umatnya. 

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang bisa meminum dari telaga rasulullah SAW pada hari di mana kita sangat membutuhkannya. Aamiin yra.

Bersambung 

Senin, 22 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 46 - Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal

Senin, 22 September 2025

Di antara beriman pada hari akhir adalah beriman dengan adanya mizan dan penimbangan amal.

Allah SWT berfirman, "Dan Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak ada seorangpun yang akan didzalimi sedikitpun." (QS. Al-Anbiya:47)

Sebagian ulama berpendapat bahwasanya penimbangan amal dilakukan setelah hisab. Karena, hisab adalah untuk menghitung amalan  sedangkan penimbangan adalah untuk menampakkan hasil dari perhitungan tersebut dan menunjukkan keadilan Allah SWT.

Akan ditimbang hasanah dan sayyiah dengan timbangan yang hakiki. Memiliki 2 kiffah yaitu piringan timbangan. Memiliki sifat berat dan ringan dan bisa miring karena amalan. Allahualam tentang hakikatnya dan bagaimananya.

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang berat timbangannya (kebalikannya) maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, di dalam jahanam mereka akan kekal." (QS. Al-Muminun:102-103)

Di dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah disebutkan bahwasanya catatan dosa-dosa akan ditaruh di kiffah dan bitaqah (kartu yang bertuliskan Laaillaahailallah) akan ditaruh di kiffah yang lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Akan diletakkan mizan pada hari kiamat seandainya langit dan bumi ditimbang di dalamnya niscaya akan cukup." Bertanyalah para malaikat, "Wahai Rabb untuk siapakah timbangan ini?" Maka Allah SWT berfirman, "Untuk orang yang Aku kehendaki dari para makhlukKu." (Shahih HR. Al-Hakim di dalam Al-Mustradak)

Para ulama berbeda pendapat tentang berapakah jumlah mizan di hari kiamat. Apakah satu timbangan atau banyak, karena masing-masing manusia memiliki timbangan atau masing-masing amalan yang ada timbangan khusus. Allahualam.

Amalan yang paling berat di dalam timbamgan pada hari kiamat adalah, dua kalimat syahadat.

Dari Abdullah Ibnu Amr Ibnul Ash radhiyallahuanhuma, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah akan memilih sesorang dari umatKu di hadapan makhluk-makhluk yang lain pada hari kiamat."  Maka dibukalah di hadapannya 99 sijil (kitab besar, dan maksud beliau SAW adalah kitab yang berisi dosa-dosa hamba tersebut). Kemudian beliau SAW mengatakan, "Setiap sijil besarnya sejauh mata memandang." Kemudian Allah SWT bertanya kepada hamba tersebut, "Apakah ada di antara isi kitab tersebut yang engkau ingkari? Apakah para malaikat penulis telah mendzalimimu?" Hamba tersebut menjawab, "Tidak wahai Rabbku." Allah SWT bertanya, "Apakah kamu memiliki alasan?" Dia kembali menjawab  "Tidak wahai Rabbku." Maka Allah SWT pun berkata, "Sesungguhnya engkau memiliki hasanah di sisi Kami. Dan sesungguhnya engkau tidak akan didzalimi pada hari ini." Maka dikeluarkan sebuah kartu yang bertuliskan, "Ashaduallaailaha ilallah wa ashaduanna muhammadan abduhu wa rasuluh." Allah SWT pun berkata, "Lihatlah timbanganmu." Hamba tersebut mengatakan, "Wahai Rabbku apa arti sebuah kartu ini dibandingkan dengan sijil yang begitu banyak?" Maka Allah SWT berkata, "Sesungguhnya engkau tidak akan didzalimi." Diletakkannya sijil yang banyak tersebut di satu piringan timbangan dan diletakkan kartu di satu piringan timbangan yang lain. Maka ringanlah sijil yang banyak dan beratlah kartu tersebut. Kemudian beliau SAW mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang mengalahkan beratnya nama Allah." (Shahih HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di antara amalan yang sangat memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan daripada akhlak yang baik." (Shahih HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Di antara akhlak yang baik adalah:
- Menyambung orang yang memutus kita.
- Memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepada kita.
- Memaafkan orang yang mendzalimi kita.

Di antara amalan yang berat adalah ucapan "Subhanallahi wa bihamdih subhanallahil adzim." (HR. Bukhari Muslim)

Di antara amalan yang memenuhi timbangan adalah ucapan "Alhamdulillah". (HR. Imam Muslim)

Oleh karena itu hendaknya seorang muslim senantiasa memperbaiki dua kalimat syahadat yang dia ucapkan.

Berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya dan istiqomah di atas keduanya sampai meninggal dunia. Disamping itu hendaknya dia memperbaiki ibadahnya kepada Allah SWT dan akhlaknya kepada manusia. Melakukan itu semua karena Allah SWT dan untuk memperberat timbangannya di hari kiamat.

Orang yang berbahagia adalah orang yang lebih berat timbangan kebaikannya daripada kejelekannya. Dan orang yang celaka adalah orang yang lebih ringan timbangan kebaikannya daripada kejelekannya. Sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam QS. Qariah.

Orang kafir tidak memiliki sesuatu yang memberatkan timbangan mereka karena amalan mereka batal dengan kesyirikan dan kekufuran. Lihat QS. Al-Kahfi:103-106.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya akan datang seseorang yang besar lagi gemuk pada hari kiamat akan tetapi beratnya di sisi Allah SWT tidak lebih berat dari satu sayap dari seekor nyamuk." (HR. Bukhari Muslim)

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwasanya ada 3 perkara yang akan ditimbang pada hari kiamat, yaitu:
1. Amalan
2. Orang yang mengamalkan
3. Kitab catatan amalan

Bersambung

Jumat, 19 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 45 - Penegakan Qishash (Hukuman Bagi Orang-Orang Yang Dzalim)

Jumat, 19 September 2025

Termasuk keadilan Allah SWT adalah menegakkan qishash di antara makhluk di hari kiamat.

Tidak ada makhluk yang didzalimi di dunia oleh yang lain kecuali akan Allah SWT kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan di antara hewan.

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat sampai akan di-qishash seekor kambing yang bertanduk karena kedzaliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk." (HR. Muslim)

Akan didatangkan orang yang dzalim dan yang didzalimi sekecil apapun kedzaliman tersebut.

Baik kedzaliman berupa harta seperti: 
- Pencurian
- Perampokan
- Penipuan
- Hutang

Atau kedzaliman kehormatan seperti:
- Umpatan
- Ghibah yaitu membicarakan kejelekan orang lain, tuduhan palsu.

Atau kedzaliman fisik seperti:
- Pemukulan
- Pembunuhan, dan lain-lain

Penegakan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah.

Orang yang dzalim akan diambil hasanahnya dan diberikan kepada orang yang didzalimi. Apabila orang yang dzalim tersebut tidak memiliki hasanah maka sayyiah orang yang didzalimi akan diberikan kepada orang yang dzalim tersebut. 

Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kedzalimannya di dunia.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala solat, pahala puasa dan pahala zakat. Dia datang pada hari tersebut dan dahulu di dunia dia telah mencela si fulan, menuduh si fulan berzina, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan dan memukul si fulan. Maka hasanah atau pahala kebaikan otang tersebut akan diberikan kepada si fulan. Lalu si fulan sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia dzalimi tersebut dan dipikulkan kepadanya, kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim)

Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat dzalim maka hendaknya bersegera untuk minta maaf dan mengembalikan hak orang yang pernah dia dzalimi.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang memiliki kedzaliman kepada orang lain baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain maka hendaklah dia meminta dihalalkan darinya pada hari ini. Sebelum datang hari yang di situ tidak ada lagi dinar maupun dirham." (HR. Bukhari)

Orang yang didzalimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi tidak boleh dia membalas dengan berlebihan karena dengan demikian justru dia menjadi orang yang dzalim yang akan diambil kebaikannya. Dan apabila dia memaafkan maka Allah SWT akan memberikan pahala yang besar.

Allah SWT berfirman, "Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal. Dan barangsiapa yang memaafkan dan memperbaiki maka pahalanya atas Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT tidak mencintai orang-orang yang dzalim." (QS. Asy Syura:40)

Bersambung

Kamis, 18 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 44 - Pemberian Kitab

Kamis, 18 September 2025

Setelah Allah SWT menghisab seorang hamba, maka hamba tersebut akan diberi kitab.

Orang yang beriman dengan hisab dan hari perhitungan dan dia beramal maka dia akan menerima kitab yang berisi hasanah dengan tangan kanannya. Dan kelak akan kembali kepada keluarganya di dalam syurga dalam keadaan yang sangat bahagia.

Allah SWT berfirman, "Maka adapun orang yang diberi kitab dengan tangan kanannya maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah dan akan kembali kepada keluarganya dalam keadaan bahagia." (QS. Al-Insyiqaq:7-9)

Allah SWT juga berfirman, "Maka adapun orang yang diberi kitab dengan tangan kanannya dia akan berkata kepada orang lain, "Silahkan bacalah kitabku ini, sesungguhnya aku dahulu di dunia yakin bahwa aku akan menemui hisab." Maka dia akan berada di dalam kehidupan yang diridhoi di syurga yang tinggi yang buah-buahannya rendah (maksudnya mudah dipetik) dikatakan kepada mereka, "Makanlah kalian dan minumlah dengan nikmat karena amal-amal yang kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu." (QS. Al-Haqqah:19-24)

Adapun orang kafir dan munafik maka dia akan menerima kitab dengan tangan kiri dari arah belakang. Pertanda bahwasanya mereka akan masuk ke dalam neraka. Dia pun berteriak dengan kecelakaan. Tidak bermanfaat bagi mereka, harta mereka yang melimpah dan jabatan mereka yang tinggi di dunia. Mereka menyesal dan berangan-angan seandainya tidak diberi kitab. Dan berangan-angan seandainya tidak dibangkitkan oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya, maka dia akan berteriak dengan kecelakaan. Dan akan masuk kelak di dalam neraka. Sesungguhnya dahulu dia bergembira ria bersama keluarganya. Dan sesungguhnya dahulu dia menyangka bahwa dia tidak akan kembali kepada Allah SWT." (QS. Al-Insyiqaq:10-14)

Allah SWT juga berfirman, "Adapun orang-orang yang diberi kitab dari sebelah kiri, maka dia akan berkata, "Seandainya aku tidak diberi kitabku ini dan seandainya aku tidak mengetahui hisabku. Seandainya kematian yang menyudahi segalanya. Hartaku tidak memberikan manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku." Maka Allah berkata, "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala, kemudian ikatlah dia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta." (QS. Al-Haqqah:25-32)

Bersambung

Rabu, 17 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 43 - Orang Yang Pertama Dihisab, Amal Yang Pertama Dihisab Dan Hal Yqng Pertama Dihisab

Rabu, 17 September 2025

Orang yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat ada 3 orang, yaitu

1. Orang yang berjihad karena riya.

"Dia akan didatangkan dan akan diperlihatkan kenikmatan yang telah Allah SWT berikan kepadanya, maka diapun mengenalnya. Kemudian ditanya oleh Allah SWT, "Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?" Dia berkata, "Aku gunakan untuk berperang di jalanMu sampai aku mati syahid." Allah SWT berkata kepadanya, "Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang supaya dikatakan sebagai seorang pemberani dan manusia sudah mengatakan engkau adalah pemberani." 

2. Orang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al-Quran akan tetapi melakukan semua itu karena riya.

"Kemudian diperlihatkan kenikmatan yang Allah SWT berikan kepadanya maka diapun mengenalnya. Kemudian Allah SWT bertanya, "Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?" Dia berkata, "Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan aku membaca Al-Quran karenaMu." Allah berkata, "Kamu dusta, kamu mempelajari ilmu, mengajarkannya supaya dikatakan alim dan membaca Al-Quran supaya dikatakan qari. Dan manusia sudah mengatakan demikian."

3. Orang yang Allah SWT luaskan hartanya dan telah diberikan berbagai macam harta benda.

"Maka Allah SWT memperlihatkan kenikmatan yang telah Allah SWT berikan kepadanya, maka diapun mengenalnya. Kemudian Allah SWT bertanya, "Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?" Ia pun menjawab, "Tidaklah aku tinggalkan satu jalan yang Engkau cinta aku berinfaq di dalamnya, kecuali aku infaq di dalamnya." Allah berkata, "Kamu dusta, akan tetapi engkau melakukannya supaya dikatakan dermawan." Dan sungguh manusia telah mengatakan demikian." 
(HR. Muslim)

Amal ibadah yang pertama kali dihisab adalah solat 5 waktu. Apakah seorang hamba menyempurnakan solatnya atau tidak. Jika sempurna maka akan ditulis sempurna. Dan apabila kurang Allah SWT akan memerintahkan malaikat untuk melihat solat-solat sunnahnya. Apabila dia memiliki solat-solat sunnah maka akan digunakan untuk menambal kekurangan yang dilakukan ketika solat fardhu. (Shahih HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Adapun hal pertama yang berkaitan dengan hak antar manusia yang akan dihisab adalah tentang darah. 

Rasulullah SAW bersabda, "Hal yang pertama kali akan dihisab yang berkaitan dengan hak antar manusia pada hari kiamat adalah tentang darah." (HR. Muslim)

Bersambung

Selasa, 16 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 42 - Keadaan Manusia Ketika Dihisab

Selasa, 16 September 2025

Ada diantara manusia yang kelak akan sulit hisabnya, ada yang mudah, dan ada di antara mereka yang sama sekali tidak dihisab.

Orang-orang kafir menurut pendapat yang lebih kuat meskipun amalan mereka adalah amalan yang sia-sia namun mereka akan dihisab dan ditanya Allah SWT. Sebagai celaan kepada mereka dan untuk menunjukkan keadilan Allah SWT serta menegakkan hujjah atas mereka. Hisab orang kafir sangat-sangat teliti.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang diperiksa dengan teliti hisabnya maka dia akan binasa." (HR. Bukhari Muslim)

Adapun orang-orang yang beriman maka mereka akan dihisab dengan hisab yang mudah.

Allah SWT berfirman, "Adapun orang yang diberi kitab dengan tangan kanannya maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah." (QS. Al-Insyiqaq:7-8)

Dan yang dimaksud dengam hisab yang mudah disebutkan oleh rasulullah SAW di dalam sebuah hadist, "Sesungguhnya Allah akan mendekatkan seorang mukmin kemudian menutupinya, kemudian Allah berkata kepadanya, "Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu mengetahui dosa ini?" Maka orang mukmin tersebut akan berkata, "Iya wahai Rabbku." Sehingga ketika Allah SWT sudah membuatnya mengakui dosa-dosanya dan hamba tersebut melihat bahwasanya dirinya akan binasa yaitu karena dosa-dosanya tersebut, maka Allah SWT berkata, "Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia dan Aku mengampuninya untukmu hari ini." Maka diapun diberi kitab kebaikan-kebaikannya." (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah SAW mengabarkan bahwasanya ada 70.000 dari umatnya yang kelak tidak dihisab sama sekali.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwasanya mereka adalah:

1. Orang-orang yang tidak pernah diobati dengan besi panas.
2. Tidak minta dirugyah orang lain.
3. Tidak ber-tathayyur yaitu menganggap sial dengan melihat burung ataupun semisalnya. Dan mereka hanya bertawakal kepada Allah SWT.

Di antara mereka adalah seorang sahabat Ukasyah Ibnu Mihshan. (HR. Bukhari Muslim)

Bersambung

Senin, 15 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 41 - Pertanyaan Ketika Dihisab

Senin, 15 September 2025

Ketika hisab Allah SWT akan berbicara dengan para hamba dengan cara yang sesuai dengan keagungan Allah SWT. Allah SWT akan bertanya tentang apa yang sudah mereka lakukan di dunia.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah diantara kalian kecuali Rabbnya akan berbicara kepadanya. Tidak ada antara dia dengan Allah penerjemaah. Dia akan melihat di sebelah kanannya, maka dia tidak akan melihat kecuali amalan yang sudah dia lakukan. Dan melihat sebelah kirinya, maka dia tidak melihat kecuali amalan yang sudah dia lakukan. Dan akan melihat depannya, maka dia tidak akan melihat kecuali neraka berada di depannya. Maka jagalah diri kalian dari neraka meskipun dengan separuh buah kurma." (HR. Bukhari Muslim)

Adapun hadist yang berisi bahwasanya ada 3 golongan yang Allah SWT tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat. 
1. Orang yang mengungkit-ngungkit pemberian.
2. Orang yang menjual barang dengan sumpah palsu.
3. Orang yang musbil yaitu memanjangkan pakaian di bawah mata kaki yaitu bagi laki-laki
(Shahih HR. Muslim)

Maka yang dimaksud dalam hadist ini seperti yang dikatakan sebagian ulama bahwasanya Allah SWT akan berbicara kepada mereka dalam keadaan ridho tapi Allah SWT akan berbicara kepada mereka dalam keadaan marah.

Diantara hal yang ditanyakan di hari kiamat:

1. Tentang tauhid kita kepada Allah SWT. 

Allah SWT berfirman, "Maka sungguh Kami akan tanya umat yang telah diutus kepada mereka para rasul. Dan sungguh Kami akan tanya para rasul." (QS. Al-Araaf:6)

Kita akan ditanya, bagaimana kita menjawab ajakan rasul dan ajakan rasul yang paling besar adalah tauhid.

2. Kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita di dunia.

Allah SWT  berfirman, "Kemudian sungguh-sungguh kalian akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan." (QS. At-Takatsur:8)

Di antara kenikmatan tersebut adalah kenikmatan makanan dan minuman bagaimanapun sederhananya di pandangan manusia.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat tentang kenikmatan adalah akan dikatakan kepadanya, "Bukankah Kami telah menyehatkan badanmu dan memberimu air yang dingin?" (Shahih HR. Tirmidzi)

Di dalam hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya : tentang umurnya untuk apa dia gunakan, dan ditanya tentang ilmunya apa yang telah dia amalkan, dan akan ditanya tentang hartanya darimana dia dapatkan dan dalam perkara apa dia gunakan, dan akan ditanya tentang anggota badannya untuk apa dia gunakan." (Shahih HR. Tirmidzi)

Orang yang mensyukuri nikmat tersebut, dialah yang akan selamat. Mensyukuri dengan hati, lisan, maupun perbuatan.

Hatinya mengakui kenikmatan tersebut, bahwasanya itu adalah dari Allah SWT.

Lisannya bersyukur dan memuji kepada Allah SWT dan dia mempergunakan kenikmatan tersebut di dalam hal yang diperbolehkan oleh Allah SWT.

Diantara hal yang akan ditanyakan Allah SWT ketika hisab adalah pendengaran, pengelihatan dan hati kita.

Allah SWT berfirman, "Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya ilmunya. Sesungguhnya setiap manusia kelak akan ditanya tentang pendengaran, pengelihatan dan hatinya." (QS. Al-Isra:36)

Dengan begitu hendaklah seorang muslim menjaga pendengaran, pengelihatan dan hatinya dari apa yang Allah SWT haramkan.

Di antara yang Allah SWT tanyakan adalah perjanjian.

Allah SWT berfirman, "Dan sempurnakanlah perjanjian karena sesungguhnya perjanjian akan ditanyakan." (QS. Al-Isra:34)

Dan perjanjian di sini mencakup perjanjian seorang hamba kepada Allah SWT maupun kepada makhluk. Seorang muslim dituntut untuk menyempurnakan janjinya.

Diantara hal yang akan ditanyakan adalah tentang amanat yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

Rasulullah SAW bersabda, "Setiap kalian adalah penjaga amanat dan setiap kalian akan ditanya tentang amanat tersebut. Seorang imam atau pemimpin negara adalah penjaga amanat dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut. Seorang bapak adalah penjaga amanat di dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut. Seorang ibu adalah seorang penjaga amanat di dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yang dia jaga. Dan seorang pembantu adalah penjaga amanat harta majikannya dan dia akan ditanya tentang amanat tersebut." (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Seorang pemimpin mendapat amanat dari Allah SWT untuk menegakkan hukum-hukum Allah SWT atas rakyatnya dan berbuat adil.

Seorang bapak mendapat amanat untuk memimpin keluarga dan membawa mereka kepada kebaikan serta memberikan hak-hak mereka.

Seorang ibu mendapat amanat untuk mengurus rumah tangga, mengurus anak, menasehati suami dan lain-lain.

Seorang pembantu mendapat amanat untuk menjaga harta majikannya dan melaksanakan pekerjaan sebagai seorang pembantu.

Masing-masing kita hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik-baiknya apapun peran kita sesuai dengan yang Allah SWT perintahkan. Baik kita sebagai seorang pemimpin maupun yang dipimpin. Baik menjadi juru dakwah maupun yang didakwahi. Baik sebagai seorang suami maupun seorang istri. Baik sebagai seorang ayah atau ibu maupun anak. Baik sebagai seorang guru maupun murid dan lain-lain. Masing-masing hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik-baiknya. 

Bersambung

Jumat, 12 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 40 - Memperbanyak Al-Hasanah (Kebaikan) Dan Menghilangkan As-Sayyiah (Dosa)

Jumat, 12 September 2025

Seorang yang beriman kepada hari akhir dan beriman bahwasanya kelak akan dihisab maka hendaklah dia memohon rahmat dari Allah SWT, kemudian mengambil sebab dari supaya memiliki Al-Hasanah (kebaikan) sebanyak mungkin dan menghilangkan dosa sebisa mungkin.

Di antara caranya adalah:

1. Menjaga tauhid yang merupakan hasanah atau kebaikan yang paling besar. Dan merupakan pondasi bagi hasanah yang lain. Dan merupakan sebab diampuninya dosa seseorang.

2. Mencari amalan yang paling afdol. Yang apabila dilakukan maka dia akan mendapatkan hasanah yang banyak. Yang demikian karena kita sangat butuh dengan hasanah yang banyak, sementara waktu untuk mendapatkannya adalah sangat terbatas.  

Amalan yang paling afdol setelah rukun Islam dan kewajiban-kewajiban agama yang lain adalah 3 amalan, yaitu:

1. Menuntut ilmu agama
2. Jihad fiisabilillah
3. Dzikrullah yang dilakukan dengan khusyu di sebagian besar waktunya.

Amalan yang wajib lebih afdol dan lebih besar pahalanya daripada amalan yang sunnah. 

Amalan yang wajib 'ain yaitu yang wajib atas semuanya, lebih afdol daripada amalan yang wajib kifayah yang apabila dilakukan oleh sebagian maka gugur atas yang lain.

Kewajiban yang berkaitan dengan hak Allah SWT lebih afdol daripada kewajiban yang berkaitan dengan hak makhluk.

Amalan yang lebih afdol adalah amalan yang dilakukan dengan lebih ikhlas dan lebih mengikuti sunnah rasulullah SAW.

Amalan sedikit yang mudah dikerjakan tanpa memberatkan diri dan dilakukan secara terus menerus, lebih afdol daripada amalan yang banyak tapi terputus.

Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang paling dilakukan terus menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari Muslim)

Terkadang sebuah amalan afdol bagi sebagian, namun belum tentu afdol bagi yang lain.

Amalan yang manfaatnya sampai kepada orang lain lebih afdol daripada amalan yang manfaatnya hanya untuk diri sendiri. 

Contohnya seperti:
- Sodaqah
- Dakwah fiisabilillah

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang mengikutinya. Tidak dikurangi dari pahala mereka sedikitpun." (HR. Muslim)

Amalan yang dikerjakan di waktu yang mulia lebih afdol, seperti:

- Amalan yang dikerjakan di bulan Ramadhan
- Amalan yang dikerjakan pada 10 hari yang pertama di bulan Dzulhijjah.

Sebagian amalan lebih afdol dikerjakan di tempat mulia tertentu, seperti:

- Sholat di masjidil Haram
- Sholat di masjidil Nabawi
- Sholat di masjidil Aqsa

Di antara cara memperbanyak Al-Hasanah dan menghilangkan As-Sayyidah (dosa) adalah:

3. Memanfaatkan kenikmatan Allah SWT yang telah diberikan kepada kita semaksimal mungkin. Seperti kenikmatan ilmu agama, kesehatan, waktu luang, harta benda, anggota badan yang lengkap dan sehat, jabatan, kenikmatan teknologi, kecerdasan, kenikmatan berbicara, dan lain-lain.

Gunakan kenikmatan tersebut di jalan Allah SWT dengan niat yang benar, yaitu untuk mencari pahala dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Dua nikmat yang banyak manusia yang rugi di dalamnya, kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)

Di dalam hadist yang lain beliau SAW mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang kaya, mereka adalah orang-orang yang sedikit hasanahnya pada hari kiamat, kecuali orang yang Allah berikan kekayaan kemudian bersodaqoh kepada yang ada di kanan kirinya, depan belakangnya dan beramal dengan kekayaan tersebut, amalan yang baik." (HR. Bukhari Muslim)

4. Dengan memperbaiki amalan supaya diterima di sisi Allah SWT.

Karena amalan bisa menjadi hasanah bagi seseorang bila diterima di sisi Allah SWT. Dan syarat diterimanya amal ada 2 yaitu:

- Ikhlas
- Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW

5. Bertaubat dari dosa yang diiringi dengan iman dan amal sholeh. 

Karena barangsiapa yang melakukan yang demikian itu maka dosanya akan diganti dengan hasanah.

Allah SWT menyebutkan bahwasanya:

- Orang yang menyekutukan Allah SWT
- Membunuh jiwa tanpa hak
- Berzina

Maka mereka akan mendapatkan azab yang pedih di hari kiamat. Kecuali apabila:

- Bertaubat
- Beriman
- Mengerjakan amal sholeh

Maka Allah SWT akan mengganti dosa-dosa mereka menjadi sebuah kebaikan. (QS. Al-Furqan:68-70)

6. Memperbanyak istigfar setiap melakukan dosa atau kurang bersyukur atas nikmat, atau kurang dalam melakukan kewajiban atau lalai dalam mengingat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Tuubaa bagi orang yang menemukan di dalam kitabnya istigfar yang banyak." (Shahih HR. Ibnu Majah)

Tuubaa ada yang mengatakan maknanya adalah syurga, ada juga yang mengatakan maknanya adalah nama pohon di syurga.

7. Tidak melakukan amalan yang mengurangi pahalanya. 

Rasulullah SAW bersabda, "Aku mengetahui ada sebagian umatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa hasanah sebesar gunung-gunung thihamah. Maka Allah SWT menjadikan hasanah tersebut seperti debu yang berterbangan. Maka salah seorang sahabat bertanya kepada rasulullah SAW tentang sifat mereka. Maka Rasulullah SAW mengabarkan bahwasanya mereka adalah saudara-saudara kita, sholat malam sebagaimana kita sholat malam, akan tetapi mereka apabila dalam keadaan sendiri dengan sesuatu yang diharamkan, mereka pun melanggarnya." (Shahih HR. Ibnu Majah)

8. Bersabar atas ujian dan musibah.

Rasulullah SAW bersabda, "Senantiasa ujian menimpa seorang mukmin dan mukminah, di dalam dirinya, anaknya dan juga hartanya sampai dia bertemu Allah SWT dan dia tidak memikirkan dosa." (HR. Tirmidzi)

Di dalam hadist yang lain Rasulullah SAW mengatakan, "Ketika orang-orang yang terkena musibah di dunia mendapatkan pahala pada hari kiamat maka Ahlul afiah (orang-orang yang tidak banyak terkena musibah) akan berkeinginan seandainya kulit-kulit mereka digunting di dunia." (HR. Tirmidzi)

Yang demikian karena mereka melihat besarnya pahala orang-orang yang bersabar.

Sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya akan disempurnakan pahala orang-orang yang bersabar tanpa batas." (QS. Az-Zumar:10)

9. Beramal sholeh secara umum berdasarkan dalil-dalil yang shahih seperti membaca Al-Quran, puasa dan lain-lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran)  maka setiap huruf dia akan mendapatkan satu hasanah. Dan satu hasanah akan dilipatgandakan menjadi 10 hasanah." (HR. Tirmidzi)

Di dalam sebuah hadist disebutkan bahwasanya setiap amalan anak Adam AS, satu hasanah akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hasanah sampai 700 kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa adalah untuk Allah SWT dan Dialah yang akan membalasnya. (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Mintalah senantiasa kepada Allah SWT pertolongam di dalam beramal, beramallah sebaik mungkin dan mohonlah kepada Allah SWT supaya diterima.

Dan ketahuilah bahwasanya amal kita hanyalah sebab dan bukan pengganti kenikmatan syurga dan keselamatan dari neraka.

Seandainya seseorang beramal semaksimal mungkin sebaik-baiknya selama hidupnya  niscaya tidak cukup untuk membalas kenikmatan Allah di dunia. Maka bagaimana dengan kenikmatan di akhirat? Rahmat atau kasih sayang dan anugrah Allah SWT lah yang lebih kita harapkan.

Rasulullah SAW bersabda, "Amalan seseorang tidaklah memasukkan dia ke dalam syurga. Para sahabat berkata, "Tidaklah juga engkau ya Rasulullah?" Beliau SAW menjawab, "Tidak juga saya, kecuali Allah SWT melimpahkan kepadaku anugrah dan rahmatNya." (HR. Bukhari Muslim)

Bersambung

Kamis, 11 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 39 - Keadilan Allah SWT Ketika Dihisab

Kamis, 11 September 2025

Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allah SWT terhadap amalan para hamba di dunia.

Hisab Allah SWT adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya. Tidak ada kedzaliman sedikitpun.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mendzalimi meskipun sebesar zarrah sekalipun." (QS. An-Nisa:41)

Zarrah artinya adalah semut, itu yang dikenal oleh orang Arab. Mereka mengatakan dengan semut kecil itu dengan zarrah. Jangan diartikan dengan biji sawi atau yang semisalnya, zarrah menurut orang Arab adalah semut.

Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allah berikan kepada para hamba adalah sangat banyak.

"Seandainya Allah SWT mengazab semua makhluk, maka bukanlah hal itu sebuah kedzaliman. Dan seandainya Allah merahmati, niscaya rahmat Allah SWT lebih baik daripada amalan mereka." (Shahih HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Yang demikian karena Allah SWT adalah  pencipta mereka, raja yang memiliki kekuasaan, semua makhluk adalah milikNya dan dalam kerajaanNya dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam kerajaanNya.

Diantara yang menunjukkan keadilan Allah SWT adalah:

1. Bahwasanya Allah SWT telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allah SWT adalah Rabb mereka dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan. Lihat QS. Al-Araaf:172.

2. Bahwasanya Allah SWT telah mengutus para rasul, para utusan kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini dan mengajak mereka untuk beriman dengan hari akhir.

Allah SWT berfirman, "Para rasul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allah SWT setelah kedatangan para rasul. Dan sesungguhnya Allah SWT Dzat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa:165)

3. Bahwasanya Allah SWT telah menugaskan para malaikat untuk mencatat semua amalan manusia.

Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya pada diri kalian ada malaikat-malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia, dan menulis, mengetahui apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Infithar:10-12)

4. Bahwasanya kebaikan dan kejelekan sekecil apapun yang disembunyikan di dalam hati nurani maupun yang dinampakkan akan didatangkan oleh Allah SWT.

Tidak ada manusia yang didzalimi karena kebaikan yang terlupakan atau karena kejelekan yang tidak dia lakukan.

Allah SWT berfirman, "Maka barangsiapa yang mengamalkan kebaikan seberat zarrah sekalipun dia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengamalkan sebuah kejelekan seberat zarrah sekalipun akan melihatnya." (QS. Az-Zalzalah:7-8)

5. Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain.

Allah SWT berfirman, "Dan sebuah jiwa tidak akan menanggung dosa jiwa yang lain." (QS. Al-Anam:164) 

Kecuali apabila sesorang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa yang mengikutinya dalam kesesatan orang tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa orang yang mengikutinya. Tidak berkurang dari dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim)

6. Masing-masing kita akan dipersilahkan melihat sendiri isi kitabnya.

Allah SWT berfirman, "Dan Kami akan keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu cukupkanlah dirimu pada hari ini yang menghisab dirimu sendiri." (QS. Al-Isra:13-14)

7. Allah SWT akan mendatangkan para saksi supaya tidak ada alasan bagi manusia.

Didatangkan para rasul yang akan bersaksi atas umatnya, bahwasanya mereka sudah menyampaikan.

Allah SWT berfirman, "Maka bagaimana jika Kami datangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami akan datangkan dirimu sebagai saksi atas mereka." (QS. An-Nisa:41)

Malaikat akan menjadi saksi.

Allah SWT berfirman, "Dan akan datang setiap jiwa bersamanya para malaikat yang menuntun dan malaikat yang menjadi saksi." (QS. Qaf:21)

Bahkan anggota badan manusia akan menjadi saksi di hari kiamat.

Allah SWT berfirman, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut-mulut mereka dan tangan-tangan mereka akan berbicara dengan Kami. Dan kaki-kaki mereka akan menjadi saksi atas apa yang sudah mereka lakukan." (QS. Yasin:65)

Bersambung

Rabu, 10 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 38 - Keadaan Manusia Ketika Datangnya Allah SWT

Rabu, 10 September 2025

Kedatangan Allah SWT di hari tersebut adalah kejadian yang sangat besar bagi semua makhluk. Allah SWT yang telah menciptakan mereka supaya beribadah kepadaNya semata, mengutus para rasul supaya ditaati, menurunkan kitab supaya diamalkan, memberikan kenikmatan supaya digunakan dengan baik, akan datang untuk menanyakan itu semua dan menghitung amalan-amalan mereka.

Semua manusia merasa takut atas apa yang mereka lakukan di dunia, orang yang kafir akan takut atas kekafirannya kepada Allah SWT dan orang yang beriman akan takut atas kemaksiatannya kepada Allah SWT dan amalannya yang penuh dengan kekurangan. Dan akan didatangkan jahanam yang akan semakin menambah rasa takut manusia.

Rasulullah SAW bersabda, "Akan didatangkan jahanam pada hari tersebut. Jahanam tersebut memiliki 70.000 tali pengikat. Pada setiap tali pengikat ada 70.000 malaikat yang akan menyeretnya." (HR. Muslim)

Allah SWT berfirman, "Sekali-kali tidak, apabila bumi digoncangkan dengan segoncang-goncangnya dan datang Rabbmu dan malaikat dengan berbaris dan didatangkan pada hari tersebut jahanam. Pada hari tersebut manusia akan sadar dan apa manfaat kesadaran pada hari tersebut. Dia mengatakan, "Seandainya aku berani beramal untuk kehidupanku ini." (QS. Al-Fajr:21-24)

Dan akan dipisahkan antara orang-orang yang beriman  dan orang-orang yang kafir.

Allah SWT berfirman, "Dan ketika datang hati kiamat pada hari tersebut mereka akan saling berpisah." (QS. Ar-Rum:14)

Masing-masing umat akan duduk di atas lututnya karena rasa takut kepada Allah SWT, pada hari tersebut. 

Allah SWT berfirman, "Dan kamu akan melihat setiap umat akan duduk di atas lututnya dengan gelisah. Setiap umat akan dipanggil kepada kitab amalannya, dikatakan kepada mereka hari ini akan dibalas amalan kalian." (QS. Al-Jasiyah:28)

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT apabila datang hari kiamat, akan turun kepada hamba-hamba untuk memutuskan diantara mereka dan masing-masing umat akan duduk diatas lututnya dengan gelisah." (HR. Tirmidzi)

Bersambung

Selasa, 09 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 37 - Datangnya Allah SWT Untuk Memberi Keputusan

Selasa, 9 September 2025

Setelah nabi Muhammad SAW diizinkan untuk melakukan syafaat dan diterima syafaatnya oleh Allah SWT maka Allah SWT akan datang untuk memberi keputusan bagi penduduk mahsyar dan menghisab amalan-amalan mereka. 

Allah datang dengan cara yang sesuai dengan keagungan Allah SWT, tidak mengetahui bagaimananya kecuali Allah SWT. Kewajiban kita adalah beriman bahwasanya Allah SWT akan datang, tidak boleh kita ingkari, tidak boleh kita serupakan datangnya Allah SWT dengan datangnya makhluk dan tidak boleh kita takwiz dengan mengatakan bahwasanya yang datang adalah perintahNya, atau urusanNya, atau azabNya. Langit akan pecah dengan awan putih. Allahualam. Dengan hakekatNya akan diturunkan para malaikat dan mereka datang dengan bershaf-shaf. 

Allah SWT berfirman, "Dan datanglah Rabbmu dan para malaikat bershaf-shaf." (QS. Al-Fajr:22)

Allah SWT berfirman, "Dan hari dimana langit akan pecah dengan awan putih dan diturunkan para malaikat." (QS. Furqan:25)

Ketika Allah SWT datang bersinarlah bumi dengan cahaya Allah dan didatangkan para nabi dan para malaikat mencatat amal yang baik maupun yang jelek yang mereka akan dijadikan saksi.

"Dan bumi akan menjadi terang dengan cahaya Rabbnya dan diletakan kitab-kitab dan didatangkan para nabi dan juga para syuhada yaitu para malaikat dan akan diputuskan diantara mereka dengan hak dan mereka tidak akan didzolimi." (QS. Az-Zumar:69)

Allah SWT akan melipat langit, "Hari dimana Kami akan menggulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas." (QS. Al-Anbiyya:104)

"Allah SWT akan mengenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kananNya, kemudian berkata, "Aku adalah raja dimana raja-raja bumi." (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Suara Allah SWT didengar penduduk mahsyar yang jauh maupun yang dekat. Sebagaimana di dalam shahih HR. Bukhari, "Dialah Allah SWT malikiyawmiddiin", yaitu "Raja yang menguasai hari pembalasan."

Bersambung

Senin, 08 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 36 - Asy Syafa'at Al Udzma (Syafaat Paling Besar)

Senin, 8 September 2025

Asy Syafa'at Al Udzma (syafaat paling besar) adalah syafaat yang dilakukan oleh rasulullah SAW untuk para penduduk padang mahsyar yang isinya adalah permintaan kepada Allah SWT supaya Allah SWT menyegerakan hari keputusan.

Dinamakan Asy Syafa'at Al Udzma (syafaat yang paling besar) karena syafaat ini diperuntukan untuk seluruh manusia, yang mukmin maupun yang kafir. Ketika sudah memuncak kesusahan di padang mahsyar, terik matahari, keringat yang menggenang, waktu yang sangat lama dalam keadaan takut yang sangat menunggu hari keputusan maka manusia ingin disegerakan hari keputusan tersebut. Mereka mendatangi orang-orang yang memiliki kedudukan mulia supaya memohon kepada Allah SWT agar menyegerakan hari keputusan dan membebaskan mereka dari kesusahan yang berkepanjangan di padang mahsyar.

Pertama-tama mereka mendatangi nabi Adam AS, bapak mereka, manusia yang pertama namun beliau AS enggan dan meminta udzur dan merasa tidak berhak karena beliau AS pernah memaksiati Allah SWT dengan memakan sesuatu yang dilarang. Kemudian nabi Adam AS menyuruh manusia mendatangi nabi Nuh AS, rasul yang pertama yang diutus kepada manusia, beliau AS juga enggan dan merasa tidak berhak karena pernah meminta kepada Allah SWT sesuatu yang tidak dibenarkan. Kemudian nabi Nuh AS menyuruh manusia mendatangi nabi Ibrahim AS kekasih Allah, beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena merasa pernah berdusta. Kemudian nabi Ibrahim AS menyuruh manusia mendatangi nabi Musa AS seorang nabi yang pernah diajak bicara oleh Allah SWT namun beliau enggan dan merasa tidak berhak karena pernah membunuh manusia tanpa diperintah oleh Allah. Nabi Musa menyuruh manusia mendatangi nabi Isa, beliau juga enggan dan merasa tidak berhak akhirnya nabi Isa menyuruh manusia mendatangi nabi Muhammad SAW, kemudian mereka mengatakan, "Wahai nabi Muhammad SAW, engkau adalah rasulullah, penutup para nabi, Allah SWT telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, lakukanlah syafaat mintalah kepada Rabbmu untuk kami, bukankah kamu telah melihat bagaimana keadaan kami, bukankah kamu telah melihat bagaimana kesusahan kami." Maka kemudian beliau SAW menuju bawah Arsy Allah SWT dan bersujud kepada Allah SWT kemudian Allah SWT mengilhamkan kepada beliau SAW pujian-pujian kepada Allah yang belum pernah diajarkan sebelumnya kepada seorang pun. Kemudian dikatakan kepada beliau SAW, "Wahai Muhammad angkatlah kepalamu mintalah maka kamu akan diberi, lakukanlah syafaat maka kamu akan dikabulkan syafaatmu." (Shahih HR Bukhari Muslim)

Inilah yang dimaksud dengan Mahqamun Mahmud yaitu kedudukan yang dipuji dimana nabi Muhamamd SAW akan dipuji oleh seluruh manusia yang telah Allah janjikan untuk beliau SAW seperti di dalam Al-Quran. "Smoga Rabbmu membangkitkan dirimu pada kedudukan yang dipuji." (QS. Al-Isra:79)

Bersambung

Jumat, 05 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 35 - Keadaan Orang-Orang Yang Beriman Yang Berdosa Di Hari Kiamat

Jumat, 5 September 2025

Iman dan amal soleh adalah sebab seseorang mendapatkan keamanan di hari kiamat. Sebaliknya dosa-dosa dan maksiat bagi seorang mukmin akan menjadi sebab kesusahan di hari kiamat.

Allah SWT berfirman, "Apakah orang-orang yang melakukan dosa menyangka bahwasanya Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka, amat buruklah apa yang mereka sangka tersebut." (QS. Al-Jasiyah:21)

Orang yang tidak membayar zakat emas dan perak maka akan disetrika dahi, lambung dan punggung mereka dengan lempengan emas dan perak yang dipanaskan di neraka jahanam. Orang yang memiliki unta kemudian dia tidak membayar zakatnya maka dia akan diterlentangkan di tempat yang rata kemudian unta-unta tersebut akan menginjak-injaknya dan mengigitnya. Orang yang memiliki sapi dan kambing kemudian dia tidak membayar zakatnya maka hewan-hewan tersebut akan menginjak-injaknya dan menanduknya, demikian yang dilakukan terhadap mereka sampai hari keputusan. (HR. Muslim)

Orang-orang yang meminta kepada orang lain bukan dengan alasan yang dibenarkan secara syariat tapi hanya karena ingin memperbanyak hartanya maka akan datang di hari tersebut dengan keadaan wajah yang tidak berdaging.
 
"Senantiasa seseorang meminta kepada manusia sampai datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada di wajahnya sepotong daging pun." (Shahih HR. Bukhari Muslim)

Orang yang pernah melakukan gulul yaitu mengambil sebagian harta rampasan perang secara sembunyi-sembunyi maka dia akan membawa harta tersebut pada hari kiamat. 

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang melakukan gulul maka dia akan membawa harta gulul tersebut pada hari kiamat." (QS. Al-Imran:161)

Orang yang berkhianat di dunia maka akan diberikan bendera di hari kiamat, kemudian dikatakan, "Ini adalah pengkhianatan fulan bin fulan." (HR. Muslim) 

Sehingga manusia saat itu di padang mahsyar mengetahui bahwasanya dia adalah seorang pengkhianat. Dan masuk di dalam makna pengkhianatan adalah pengkhianatan rakyat terhadap penguasa yang sah, dan pengkhianatan terhadap penguasa terhadap rakyatnya, dan juga pengkhianatan di dalam perjanjian dan lain-lain.

Semakin besar pengkhianatan seseorang maka akan semakin tinggi benderanya. Orang-orang yang sombong di dunia maka akan dikumpulkan di padang mahsyar sebesar semut-semut kecil dalam bentuk manusia.

Rasulullah SAW bersabda, "Akan dikumpulkan orang-orang yang sombong di hari kiamat sebesar semut-semut kecil berbentuk manusia, mereka diselimuti kehinaan dari semua arah." (Hasan HR. Tirmidzi)

"Orang yang meludah ke arah kiblat maka ludahnya akan berada di antara dua matanya." (Shahih HR. Abu Daud)

Demikianlah keadaan sebagian orang-orang yang beriman yang berdosa di padang mahsyar dan barangsiapa yang menutup aib seseorang muslim di dunia maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda, "Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah SWT akan menutupi aibnya di akhirat." (HR. Bukhari Muslim)

Bersambung