Kamis, 04 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 34 - Keadaan Orang-Orang Yang Beriman Dan Bertakwa Di Hari Kiamat

Kamis, 4 September 2025

Secara umum orang-orang yang beriman dan bertakwa, mereka di hari tersebut akan mendapatkan rasa aman, tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi di hari kiamat dan mereka tidak akan bersedih yaitu dengan dunia yang telah mereka tinggalkan. Rasa aman ini Allah SWT diberikan sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan mereka. Barangsiapa yang sempurna iman dan juga takwanya maka dia akan mendapatkan rasa aman yang sempurna dan barangsiapa yang kurang iman dan juga takwanya maka akan berkurang pula rasa amannya yang akan dia dapatkan.

Allah SWT berfirman, "Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan bersedih yaitu orang-orang yang beriman dan mereka bertakwa, bagi merekalah kabar gembira di dunia dan di akhirat." (QS. Yunus:62-64)

Allah SWT juga berfirman, "Orang orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kedzaliman yaitu dengan kesyirikan, merekalah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk." (QS. Al-Anam:82)

Yang demikian itu karena mereka selama di dunia takut kepada Allah dan takut azab di hari kiamat maka Allah SWT memberikan rasa aman kepadanya di hari kiamat.

Allah SWT berfirman, menceritakan tentang ucapan orang-orang yang beriman, "Sesungguhnya kami takut dari Rabb kami pada hari dimana orang bermuka masam penuh dengan kesulitan maka Allah SWT menjaga mereka dari kesusahan pada hari tersebut dan memberikan kepada mereka kecerahan wajah dan kegembiraan hati." (QS. Al-Insan:10-11)

Umat nabi Muhammad SAW akan memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh umat nabi yang lain. Wajah, tangan dan kaki mereka akan berwarna putih bekas wudhu mereka di dunia. (HR. Bukhari Muslim)

Orang yang mengumandangkan adzan di dunia adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat. (HR. Bukhari Muslim)

Ada yang mengatakan bahwasanya hikmahnya adalah kepalanya lebih jauh dari genangan keringat daripada yang lain. Orang-orang yang berbuat adil ketika memberikan keputusan baik untuk dirinya, keluarganya, maupun orang-orang yang dibawah kekuasaannya maka dia akan berada di atas mimbar dari cahaya. (HR. Muslim)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mewujudkan iman dan juga takwa. Beriman artinya membenarkan dan mempercayai dengan hati. Bertakwa artinya mengamalkan kepercayaan tersebut dan keyakinan tersebut.

Bersambung