Selasa, 23 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 47 - Telaga Rasulullah SAW

Selasa, 23 September 2025

Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman tentang adanya telaga Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Hadist-hadist yang datang di dalam masalah ini mencapai derajat mutawwatir.

Di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga dan sesungguhnya mereka akan saling berbangga siapa di antara mereka yang telaganya paling banyak didatangi. Dan aku berharap akulah telaganya yang paling banyak didatangi." (Shahih HR. Tirmidzi)

Rasulullah SAW juga bersabda, "Telagaku sepanjang 1 bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu dan baunya lebih wangi daripada minyak kesturi dan kiizan-nya yaitu sejenis teko sebanyak bintang di langit. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan haus selama-lamanya." (HR. Bukhari Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwasanya seandainya dia masuk ke dalam neraka setelah itu karena dosa yang dia lakukan maka dia tidak akan diazab dengan rasa haus. Umat beliau SAW akan mendatangi telaga beliau SAW dan meminum darinya.

Rasulullah SAW mengatakan, "Dan aku akan menolak manusia dari telagaku sebagaimana seseorang menolak unta orang lain dari telaganya." Maka para sahabat bertanya kepada beliau SAW, "Wahai rasulullah, apakah engkau memgenal kami pada hari tersebut?" Beliau SAW menjawab, "Iya, kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki umat-umat yang lain. Kalian akan mendatangi telagaku dalam keadaan putih wajah, tangan dan kaki kalian dari bekas berwudhu." (HR. Muslim)

Orang yang beriman ketika rasulullah SAW masih hidup kemudian dia murtad sepeninggal beliau SAW maka akan dijauhkan dari telaga beliau SAW.

Dalam sebuah hadist beliau SAW mengatakan, "Aku akan mendahului kalian di atas telaga dan akan dinampakkan beberapa orang di antara kalian kemudian tiba-tiba dijauhkan dariku." Aku pun bertanya, "Wahai Rabbku, bukankah mereka adalah para sahabatku?" Maka dikatakan kepada beliau SAW, "Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelah dirimu." (HR. Bukhari Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahuanhu)

Di dalam hadist yang lain dikatakan kepada beliau SAW, "Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ubah setelahmu." (HR. Bukhari Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwasanya membuat bidah di dalam agama termasuk merubah yang dimaksud di dalam hadist ini. Dikhawatirkan dia tidak bisa meminum dari telaga nabi SAW namun bukan berarti apabila dia masuk ke dalam neraka dia kekal di dalamnya. Karena yang kekal di neraka hanyalah orang-orang kafir.

Dua hadist terakhir menunjukkan bahwasanya setelah meninggal dunia, beliau SAW tidak mengetahui apa yang dilakukan umatnya. 

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang bisa meminum dari telaga rasulullah SAW pada hari di mana kita sangat membutuhkannya. Aamiin yra.

Bersambung