Senin, 22 September 2025

Silsillah Ilmiyyah 5 (2 - Beriman Kepada Hari Akhir) : Bab 46 - Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal

Senin, 22 September 2025

Di antara beriman pada hari akhir adalah beriman dengan adanya mizan dan penimbangan amal.

Allah SWT berfirman, "Dan Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak ada seorangpun yang akan didzalimi sedikitpun." (QS. Al-Anbiya:47)

Sebagian ulama berpendapat bahwasanya penimbangan amal dilakukan setelah hisab. Karena, hisab adalah untuk menghitung amalan  sedangkan penimbangan adalah untuk menampakkan hasil dari perhitungan tersebut dan menunjukkan keadilan Allah SWT.

Akan ditimbang hasanah dan sayyiah dengan timbangan yang hakiki. Memiliki 2 kiffah yaitu piringan timbangan. Memiliki sifat berat dan ringan dan bisa miring karena amalan. Allahualam tentang hakikatnya dan bagaimananya.

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang berat timbangannya (kebalikannya) maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, di dalam jahanam mereka akan kekal." (QS. Al-Muminun:102-103)

Di dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah disebutkan bahwasanya catatan dosa-dosa akan ditaruh di kiffah dan bitaqah (kartu yang bertuliskan Laaillaahailallah) akan ditaruh di kiffah yang lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Akan diletakkan mizan pada hari kiamat seandainya langit dan bumi ditimbang di dalamnya niscaya akan cukup." Bertanyalah para malaikat, "Wahai Rabb untuk siapakah timbangan ini?" Maka Allah SWT berfirman, "Untuk orang yang Aku kehendaki dari para makhlukKu." (Shahih HR. Al-Hakim di dalam Al-Mustradak)

Para ulama berbeda pendapat tentang berapakah jumlah mizan di hari kiamat. Apakah satu timbangan atau banyak, karena masing-masing manusia memiliki timbangan atau masing-masing amalan yang ada timbangan khusus. Allahualam.

Amalan yang paling berat di dalam timbamgan pada hari kiamat adalah, dua kalimat syahadat.

Dari Abdullah Ibnu Amr Ibnul Ash radhiyallahuanhuma, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah akan memilih sesorang dari umatKu di hadapan makhluk-makhluk yang lain pada hari kiamat."  Maka dibukalah di hadapannya 99 sijil (kitab besar, dan maksud beliau SAW adalah kitab yang berisi dosa-dosa hamba tersebut). Kemudian beliau SAW mengatakan, "Setiap sijil besarnya sejauh mata memandang." Kemudian Allah SWT bertanya kepada hamba tersebut, "Apakah ada di antara isi kitab tersebut yang engkau ingkari? Apakah para malaikat penulis telah mendzalimimu?" Hamba tersebut menjawab, "Tidak wahai Rabbku." Allah SWT bertanya, "Apakah kamu memiliki alasan?" Dia kembali menjawab  "Tidak wahai Rabbku." Maka Allah SWT pun berkata, "Sesungguhnya engkau memiliki hasanah di sisi Kami. Dan sesungguhnya engkau tidak akan didzalimi pada hari ini." Maka dikeluarkan sebuah kartu yang bertuliskan, "Ashaduallaailaha ilallah wa ashaduanna muhammadan abduhu wa rasuluh." Allah SWT pun berkata, "Lihatlah timbanganmu." Hamba tersebut mengatakan, "Wahai Rabbku apa arti sebuah kartu ini dibandingkan dengan sijil yang begitu banyak?" Maka Allah SWT berkata, "Sesungguhnya engkau tidak akan didzalimi." Diletakkannya sijil yang banyak tersebut di satu piringan timbangan dan diletakkan kartu di satu piringan timbangan yang lain. Maka ringanlah sijil yang banyak dan beratlah kartu tersebut. Kemudian beliau SAW mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang mengalahkan beratnya nama Allah." (Shahih HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di antara amalan yang sangat memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan daripada akhlak yang baik." (Shahih HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Di antara akhlak yang baik adalah:
- Menyambung orang yang memutus kita.
- Memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepada kita.
- Memaafkan orang yang mendzalimi kita.

Di antara amalan yang berat adalah ucapan "Subhanallahi wa bihamdih subhanallahil adzim." (HR. Bukhari Muslim)

Di antara amalan yang memenuhi timbangan adalah ucapan "Alhamdulillah". (HR. Imam Muslim)

Oleh karena itu hendaknya seorang muslim senantiasa memperbaiki dua kalimat syahadat yang dia ucapkan.

Berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya dan istiqomah di atas keduanya sampai meninggal dunia. Disamping itu hendaknya dia memperbaiki ibadahnya kepada Allah SWT dan akhlaknya kepada manusia. Melakukan itu semua karena Allah SWT dan untuk memperberat timbangannya di hari kiamat.

Orang yang berbahagia adalah orang yang lebih berat timbangan kebaikannya daripada kejelekannya. Dan orang yang celaka adalah orang yang lebih ringan timbangan kebaikannya daripada kejelekannya. Sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam QS. Qariah.

Orang kafir tidak memiliki sesuatu yang memberatkan timbangan mereka karena amalan mereka batal dengan kesyirikan dan kekufuran. Lihat QS. Al-Kahfi:103-106.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya akan datang seseorang yang besar lagi gemuk pada hari kiamat akan tetapi beratnya di sisi Allah SWT tidak lebih berat dari satu sayap dari seekor nyamuk." (HR. Bukhari Muslim)

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwasanya ada 3 perkara yang akan ditimbang pada hari kiamat, yaitu:
1. Amalan
2. Orang yang mengamalkan
3. Kitab catatan amalan

Bersambung