Kajian : Kajian Sehati Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat : Online Zoom Ngopi Sehati
Pemateri : Ustadzah Erika Suryani Dewi
Tanggal : Ahad, 3 November 2024
- Hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.
- Sabar dan solat sarana memohon pertolongan Allah
- QS. Al-Baqarah [2] : 45, artinya : Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
- Karakter kehidupan dunia
- Hidup di dunia antara sedih dan senag sulit dan mudah, tertawa dan menangis, keruh dan jernih, minhah dan mihnah, sempit dan lapang, kuat dan lemah, cukup dan kurang, sakit dan sehat.
- QS. An-Najm [53] : 43, artinya : Bahwa sesungguhnya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.
- Qs Al-Araaf [7] : 95, artinya : Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, "Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan." Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari.
- Ada beberapa hal yang bisa melatih kita untuk bersabar, diantaranya :
- Membiasakan berpuasa (untuk menyempitkan aliran darah yang mencegah masuknya syetan).
- Menghilangkan penyebab-penyebab yang membuat kita menjadi tidak bisa bersabar. Melaih jiwa untuk ikhlas da ridha terhadap takdir.
- Memberikan hak jiwa untuk relaks (istirahat sejenak) dari keletihan dunia, dengan bermain atau menghibur diri dalam hal yang mubah dan tidak melanggar syari (nasyid, memanah, berkuda, berenang, dan lain-lain)
- Sabar tidaklah dimaknai kepasrahan secara total tanpa ikhtiar, namun sabar harus diiringi dengan usaha lahiriyah dan batiniyah, ikhtiar secara maksimal, mengiringi doa yang kontinu bersama ikhtiar dan menyerahkan hasil ikhtiar pada ketetapan Allah SWT.
- Membaca doa-doa yang ma'tsur dari Al-Quran dan Al-Hadist khususnya doa-doa para anbiya saat ditimpa musibah.
- Yakin pada Allah, bahwa yang Allah catat sebagao pahala adalah ikhtiar kita yang benar dan ikhlas, bukan hasilnya.
- Ikhtiar dengan banyak shadaqah karena rasul SAW bersabda : "Shadaqah menolak bala."
- Tidak menempuh jalan yang salah dan dimurkai Allah dengan dalih ikhtiar.
- QS. Az-Zumar [39] : 10, artinya : Katakanlah : "Hai hamba-hambaKu yang beriman. Bertakwalah kepada Rabbmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
- Rasulullah SAW bersabda : "Empat perkara yang jika dianugerahi kepada seseorang, maka sungguh ia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, tubuh yang sabar atas cobaan dan istri shalehah yang tidak berkeinginan mengkhianati suaminya baik terhadap dirinya maupun harta suaminya." (HR. Tirmidzi)
- Mengimani takdir dengan benar, karena apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan yang tidak Allah kehendaki tidak akan pernah terjadi. Maa sya-a Allah kaana, wa maa lam yasya' lam yakun.
- QS. Al-Insan [76] : 30, artinya : Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
- Definisi ridha
- Ridha : hati merasa tenang dan sennag menerima pilihan Allah tanpa keluh kesah dan tanpa merasa sakit.
- Ridha : Hati merasa senang menerima ketetapan yang pahit, merasa gembira menerima hukum Allah, tanpa berkeluh kesah dan tanpa marah.
- Tidak ada ridha jika masih ada marah/benci. Tidak ada ridha jika masih ada keluh kesah/ketidaksabaran.
- Ridha : Menyerahkan dan menerima urusan/letetapan seraya mencintai Allah sepenuhnya dan mengagungkanNya.
- karena itu ridha adalah :
- Surga dunia, tempat peristirahatan para jamaah, nikmatnya orang berilmu, kehidupan yang dirindukan.
- Memahami kedudukan ridha.
- Maqam keimanan dan keyakinan yang sangat agung.
- Siapa yang dikaruniai ridha maka telah dikaruniai kebaikan yang sangat banyak. Siapa yang tidak mendapatkannya maka terhalang dari banyak kebaikan.
- Barangsiapa yag telah mencicipi rasa keimanan, maka dialah yang ridha dengan Allah sebagao Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rasulNya. (HR. Muslim)
- Puncak pencarian ke nabi dan rasul
- Nabi Zakariya AS.
- QS. Maryam [19] : 4-6, artinya : [4] Dia (Zakaria) berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, wahai Tuhanku. [5] Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluarga sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisiMu. [6] (Seorang anak) yang akan mewarisi aku dan keluarga Yaqub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridhai.
- Nabi Ismail AS
- QS. Maryam [19] : 54-55, artinya : [54] Ceritakanlah (Nabi Muhammad kisah) Ismail di dalam kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia adalah orang yang benar janjinya, rasul dan nabi. [55] Dia selalu menyuruh keluarganya untuk (menegakkan) shalat dan (menunaikan) zakat. Dia adalah orang yang diridhai oleh Tuhannya.
- Ridha adalah karunia dan kebaikan dari Allah kepada hamba-hambaNya di dunia dan akhirat.
- Karunia di dunia kepada orang yang ridha kepada Allah, dengan tidak marah dan tidak menentang ketetapan Allah dan hukumNya sehingga dengan keridhaannya itu dia mendapat ridhaNya.
- "Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia menguji mereka. Barangsiapa ridha maka baginya keridhaan Allag dan barangsiapa merka maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Tirmidzi 2320)
- Buah ridha
- Dengan ridha terbebas dari berbagai macam gangguan dan krisis jiwa. Terbebas dari berbagai penyakit hati.
- Dengan ridha terwujud kebahagiaan, ketenangan hati dan kestabilan jiwa. Hatinya jernih dan lapang.
- Dengan ridha, berbagai kepedihan dan kesulitan berubah menjadi kesenangan dan kenikmatan. Ada qanaah di hati.
- Karena seorang mukmin akan menyanggupi takdir-takdir Allah dengan bahasa cinta dan ridha, bukan dengan bahasa pengjian dan tantangan.
- Ada sejumlah maqamat imaniyah yang bisa dicapai seorang hamba dengan hatinya (tanpa melelahkan fisiknya apalagi hatinya) dan dengan itu dia mendapat pahala yang besar terus menerus dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Salah satu maqam ridha dan tafakur.
- Ibnu Qayyim : "Jalan ridha dan mahabbah terus membawa hamba berjalan meskipun ia berbaring di tempat tidur sehingga pagi harinya dia telah mendahului rombongan beberapa tahapan."
- Beberapa contoh
- Kisah Sa'ad bin Abi Waqqash RA yang diuji dengan kebutaan.
- Wahai anakku, hukuman Allah lebih aku sukai daripada pandanganku.
- Kisah wanita penghuni syurga : Su'airah Al-Asadiyah/Ummu Zufar RA yang diuji dengan penyakit epilepsi.
- Bukankah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni syurga. Dia berkata bahwa jika kamu mau bersabar dan kamu mendapatkan syurga, dan jika kamu menginginkan Tuhan, aku akan diberi pahala untukmu, dan dia berkata, aku akan bersabar, dan dia berkata bahwa aku tidak akan terungkap, sehingga aku akan terungkap, sehingga aku aka terungkap, sehigga aku akan terungkap. (HR. Al-Bukhari)
- kapan seseorang mencapai ridha?
- Mengimani bahwa pilihan Allah dan ketetapannya adalah yang terbaik.
- Menerapkan 4 prinsip mu'amalah dengan Allah.
- Yahya bin Muaz ditanya : "kapan seseorang mencapai maqam ridha?" Dia menjawab : "Apabila telah menepatkan dirinya sendiri di atas prinsip pergaulan dengan Rabbnya." :
- Jika Engkau memberiku maka aku terima
- Jika Engkau menghalangiku maka aku ridha.
- Jika Engkau meninggalkanku maka aku terus beribadah kepadaMu.
- Jika Engkau memanggilku maka aku menyambut panggilanMu.
- Tiga syarat ridha
- Semua keadaan bagi hamba yang ridha.
- QS. Al-Hadid [57] : 23, artinya : (Yang demikian itu Kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
- Tidak memprotes atau menggugat.
- Tidak meminta dengan mendesak kepada makhluk.
- Jangan salah faham.
- QS. Al-Fajr [89] : 15-16, artinya : "Wahai hambaKu. pemberianKu bukan pemuliaan dan bila Aku menahan pemberian bukan berarti penghinaan. PemberianKu adalah ujian dan bila Aku tidak memberi itu adalah obat."
- Ridha yang benar adalah manusia yang senantiasa ridha kepada Allah, diberi atau tidak diberi.
Sumber : PDF Kajian Sehati Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran