Selasa, 31 Desember 2024

Silsilah Pengagungan Terhadap Ilmu - Bagian 2

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - PTI.H02. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 31 Desember 2024


[Lanjutan]

Menurut Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu, yakni:
  1. Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati.
  2. Mengikhlaskan niat karena Allah di dalam menuntutnya.
  3. Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya.
  4. Memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist.
  5. Menempuh jalan yang benar di dalam menuntut ilmu agama. Orang yang salah cara di dalam menuntut ilmu maka dia tidak akan mendapatkan keinginannya atau mendapatkan sedikit disertai rasa lelah yang sangat. Cara yang benar di dalam mempelajari satu cabang ilmu, yakni: 
    1. Dengan menghapal sebuah matam kitab yang menyeluruh dan dia mengumpulkan perkara-perkara yang Rajih (yang dikuatkan menurut para ulama di bidang tersebut). 
    2. Mempelajari ilmu tersebut dari seorang yang ahli yang bisa dijadikan teladan dan dia mampu mengajar.
  6. Mendahulukan ilmu yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan ibadah seseorang kepada Allah. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan Ubudiyyah seseorang kepada Allah Azza Wa Jalla seperti ilmu akidah, tatacara wudhu, tatacara sholat, dan lain-lain.
  7. Bersegera untuk mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda, karena waktu muda adalah waktu yang emas untuk mempelajari ilmu agama. Berkata Al-Hasan Al-Basri rahimahullah, "Menuntut ilmu di waktu kecil seperti mengukir di batu." Adapun apabila sudah tua maka kebanyakan manusia akan memiliki banyak kesibukan, pikiran dan memiliki banyak koneksi. Kalau dia dapat mengatasi itu semua maka insyaallah dia akan mendapatkan ilmu. Para sahabat Nabi SAW dahulu mempelajari agama dan mereka sudah berumur.
  8. Pelan-pelan di dalam menuntut ilmu karena menuntut ilmu tidak bisa dilakukan serta merta sekali jalan tetapi diambil ilmu secara pelan-pelan dengan memulai kitab-kitab yang ringkas, menghapal dan memahami maknanya dan jangan kita memulai menuntut ilmu dengan membaca kitab-kitab yang panjang.
  9. [Bersambung]

Senin, 30 Desember 2024

Silsilah Pengagungan Terhadap Ilmu - Bagian 1

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - PTI.H01. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 30 Desember 2024


Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah di dalam mukaddimah kitab beliau Khulasah Ta'dimil Ilmi bahwa, "Banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri. Barang siapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu maka akan semakin berkurang bagiannya."

Menurut Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Ibnu Ahmad Al-Husaini hafidzahullah ada 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu, yakni:
  1. Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati, apabila hati kita bersih maka ilmu akan berkenan masuk dan semakin bersih maka akan semakin mudah menerima ilmu tersebut. Hal yang mengotori hati sehingga ilmu sulit masuk adalah kotoran syahwat dan kotoran syubhat.
  2. Mengikhlaskan niat karena Allah di dalam menuntutnya, sesuai dengan keikhlasan seseorang, maka dia akan mendapatkan ilmu dan niat yang ikhlas di dalam mencari ilmu adalah apabila niatnya: 
    1. Mengangkat kebodohan dari diri sendiri, 
    2. Mengangkat kebodohan dari orang lain, 
    3. Menghidupkan ilmu dan menjaganya supaya tidak punah, 
    4. Mengamalkan ilmu.
  3. Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya, meminta pertolongan kepada Allah dan tidak merasa lemah. Sesuai dengan hadist yang berbunyi, "Hendaknya engkau semangat melakukan apa yang bermanfaat bagi dirimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa lemah." (HR. Muslim). Dahulu Imam Ahmad bin Hambal terkadang ingin keluar dari rumahnya untuk menghadiri majelis ilmu gurunya sebelum datang waktu subuh dan sebagian dari mereka membaca shahih Al-Bukhari kepada gurunya dalam 3 majelis (3 pertemuan), ini menunjukkan semangat para pendahulu kita di dalam menuntut ilmu.
  4. Memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist, karena inilah asal dari ilmu itu sendiri.
  5. [Bersambung]

Sabtu, 21 Desember 2024

Umur Yang Kedua : Amal Abadi Pasca Kematian

Kajian        : Kajian Buku "Umur Yang Kedua"
Karya         : Ammi Nur Baits
Sifat           : Offline/ Online - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Ammi Nur Baits
Tanggal      : Sabtu, 30 November 2024

  • Sekilas tentang para ulama, mereka punya karya-karya besar, seperti :
    • Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah, beliau menulis kitab Bulughul Maram, beliau meninggal di usia 79 tahun, sementara kitab Bulughul Maram kalau kita hitung wafatnya Ibnu Hajar dari tahun 852H sampai dengan sekarang 1446H (2024M) berarti sudah 594an tahun. Karyanya lebih panjang daripada umurnya. 
    • Imam An-Nawawi, termasuk ulama yang meninggal di usia muda yakni pada usia 45 tahun. tetapi walaupun meninggal pada usia 45 tahun beliau mempunyai karya yang banyak, di bidang fiqih ada, di bidang hadist ada, di bidang bahasa ada, dan banyak lagi. Karyanya banyak menjadi referensi dalam masalah seperti masalah hadist yang banyak kita kenal yakni hadist Arbain Nawawiyah. Ada kitab Riyadhus Shalihin yang hampir di setiap masjid kitab itu ada. Dalam masalah bahasa beliau punya Tahdzibul Asma Wal Lughat. Dalam masalah fiqih banyak sekali buku beliau yang menjadi referensi di Mahzab Syafiiyah. Beliau meninggal pada tahun 676H sehingga umur karyanya sampai dengan saat ini tahun 1446H (2024M) sudah 770an tahun.
    • Imam Al-Bukhari ulama yang sering sekali dipakai hadist-hadistnya sebagai rujukan. Beliau meninggal pada umur sekitar 63 tahun, meninggal pada tahun 256H, jika kita hitung sampai dengan sekarang 1446H (2024M) maka karyanya sudah sekitar 1190an tahun.
    • Imam Ahmad, ulama yang meninggal di usia 71 tahun, hidup sekitar 30tahun lebih dulu jaraknya ketimbang Imam Al-Bukhari jadi karyanya sudah sekitar 1220an tahun. Begitu pula dengan Imam Syafii dan lain-lainnya.
  • Demikianlah para ulama, mereka memiliki karya yang umurnya lebih panjang daripada umurnya sendiri. Itulah kurang lebih gambaran dari "Umur Yang Kedua." Sepanjang karya itu dimanfaatkan oleh masyarakat maka sepanjang itulah mereka mendapatkan pahala. Orang yang beristirahat di alam kubur tapi amalnya tidak pernah putus. Kenapa dikatakan tidak pernah putus karena amal yang ketika masih hidup tidak ada jaminan amalnya diterima (amalnya tidak aman) karena bisa saja manusianya masih melakukan dosa lagi sehingga amalnya masih bisa dikurangi atau bahkan hilang. Atau bisa saja awalnya ikhlas lalu seiring berjalannya waktu keinginan ingin dipuji itu ada lalu dia sum'ah (melakukan amal perbuatan agar didengar orang lain sehingga mendapatkan pujian). Berbeda amalnya dengan amal orang yang sudah meninggal, amalnya tetap lestari lalu dimanfaatkan oleh kaum muslimin sehingga pahalanya tetap mengalir, orang yang telah meninggal tidak mungkin ingin dipuji karena sudah meninggal. Maka amal orang yang telah meninggal itu aman.
  • Ada sahabat Rasulullah SAW yakni Abdullah bin Mas'ud pernah menyampaikan, "Tirulah orang yang sudah mati." Karena orang meninggal itu sholehnya sudah berlalu dan ketika mereka melakukan amal sholeh tidak mengharapkan pujian, berbeda dengan orang yang masih hidup yang sholehnya bisa bertahan hanya di awal namun kelamaan bisa ada perubahan.
  • Cara Allah mencatat pahala hambanya yakni :
    • QS. Yasin [36] : 12, artinya : "Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya Kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata," Menjelaskan tentang :
      • Keyakinan orang musyrik bahwa Allah SWT tidak akan menghidupkan orang yang mati padahal tidak demikian, Allah SWT akan dan mampu menghidupkan orang yang sudah mati.
      • Makna "bekas-bekas yang mereka tinggalkan" menurut Al-Hafidz Ibnu Katsir:
      1. Jejak kaki mereka ketika melangkah menuju ketaatan (menjadi pahala) atau ke maksiatan (menjadi dosa). Semakin jauh jarak anda  semakin berat effort yang anda keluarkan ketika anda melakukan ibadah dan ketaatan, nilai pahalanya makin bagus. Hadist dari Jabir bin Abdillah RA, ada kampung yang cukup jauh dari masjid Nabawi yang dihuni oleh Bani Salimah, mereka ingin pindah supaya jaraknya tidak terlalu jauh, Rasulullah SAW lalu menyampaikan, "Wahai Bani Salimah, perjalanan dari rumah kalian ke masjid akan dicatat jejak-jejak kaki kalian." (HR. Muslim 1551 dan Ahmad 14940). Pahala dihitung sejarak darimana dia berniat, makin panjang jarak dia berniat semakin banyak pahala, begitu pula sebaliknya. Contoh kasus umroh yang berniat dari tanah air lebih besar pahalanya daripada mampir dulu ke tempat lain atau berniatnya dari Jeddah.
      2. Pengaruh dari amal yang kita kerjakan, maknanya lebih luas tidak sekedar jauh dekat dari jejak-jejak langkah kaki. Hadist dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menghidupkan sunnah yang baik dalam Islam, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya maka dicatat untuknya mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa yang menghidupkan tradisi yang jelek di tengah kaum muslimin, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR, Muslim 2398 dan Ahmad 19674, dan yang lainnya). Dalam hadist dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang mengajak kepada jalan petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa yang megajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim 2674).
  • Rasulullah SAW mendapat pahala ibadah umatnya. 
    • Rasulullah SAW adalah orang yang pertama kali mengajarkan semua ibadah kepada umatnya sehingga Rasulullah SAW mendapatkan pahala yang tidak pernah putus sepanjang ajarannya bertahan di muka bumi ini. Allah berfirman, QS. Al-Qalam [68] : 3, artinya : "Sesungguhnya kamu mememiliki pahala yang tidak pernah putus." Dapat disimpulkan bahwa Allah memberikan jaminan kepada Rasulullah SAW bahwa Rasulullah SAW mendapatkan pahala yang tidak akan putus. Setiap kaum muslimin yang beramal, maka Rasulullah SAW turut mendapatkan pahalanya. Sehingga mereka tidak perlu menghadiahkan pahala kepadanya, termasuk bacaan Al-Fatihah. Amalan ini sebaiknya dicegah karena termasuk membebani diri yang tidak disyariatkan.
  • Mengawali maksiat, dosanya terus mengalir.
    • Orang yang mengawali kemaksiatan, lalu ditiru oleh orang lain setelahnya maka dia akan menanggung dosa semua pelaku maksiat setelahnya. Demikianlah yang terjadi kepada anak Adam AS yang pertama kali melakukan pembunuhan, sehingga semua kasus pembunuhan sampai dengan yang terjadi sekarang dia harus menanggung beban dosa. Dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap jiwa yang terbunuh secara dzalim, maka putra Adam yang pertama kali membunuh saudaranya, dia harus menanggung dosa atau darah korban. Karena dia yang pertama kali melakukan pembunuhan." (HR. Bukhari 3335 dan Muslim 1677). Peristiwa pembunuhan itu ada dalam QS. Al-Maidah [5] : 27, namun nama anak Adam AS yang menjadi pelaku pembunuhan tidak disebutkan dimanapun.
    • Ada 3 sebab dosa :
    1. Sombong
    2. Tamak
    3. Hasad
    • Dapat kita tarik pelajaran bahwa Allah tidak hanya mencatat amal yang kita kerjakan namun Allah juga mencatat dampak dari amal yang kita lakukan.
  • 10 Amalan Yang Pahalanya Tidak Pernah Putus (di buku halaman 40)
    • Para penghuni kubur telah terputus untuk melakukan amal shaleh, mereka hanya bisa menunggu ditemani amal sholehnya ketika di dunia, namun ada amalan yang bisa terus mengalir, ini merupakan masa pensiun yang indah. Ada 10 amalan pahala yang tidak pernah putus walaupun manusianya sudah meninggal dunia. 
    • Walaupun ada 10 namun terkadang manusia tidak melalukannya dengan alasan belum menguasainya, maka hendaknya sesuatu yang tidak bisa dilakukan semuanya jangan tinggalkan semuanya. Minimal kerjakan yang bisa dilakukan. Karena hal ini sangat besar keutamaannya dan dapat menolong kita.
    • Ada beberapa hadist disebutkan oleh Rasulullah SAW, yakni :
    1. Hadist dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, "Apabila manusa mati maka seluruh amalnya terputus kecuali 3 amal : [1] Sedekah jariyah, [2] Ilmu yang bermandfaat dan [3] Anak sholeh yang mendoakannya." (HR, Muslim 1631)
    2. Hadist dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, "Ada 7 amalan yag pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnyya : [1] Orang yang mengajarkan ilmu agama, [2] Orang yang mengairkan sungai (yang mati), [3] Orang yang membuat sumur, [4] Orang  yang menanam kurma, [5] Orang yang membangun masjid, [6] Orang yang memberi mushaf Al-Quran, dan [7] Orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohon ampun untuknya setelah dia wafat." (HR. Al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, Al-Baihaqi dalam Syaabul Iman 3449 dan lainnya, AL-Albani menilai hadist ini hasan).
    3. Hadist dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Di antara pahala mukmin yang akan tetap mengalir setelah kematiannya adalah [1] ilmu yang dia sebarkan, [2] anak sholah yang dia tinggalkan, [3] mushaf yang dia wariskan, [4] masjid yang dia bangun, [5] rumah untuk Ibnu Sabil (orang yang dalam perjalanan) atau [6] sungai yang dia alirkan, [7] sedekah hartanya yang dia keluarkan ketika masih sehat dan kuat, yang masih dimanfaatkan setelah dia meninggal." (HR. Ibnu Majah 249 dan dihasankan Al-Albani).
    4. Hadist dari Salman Al-Farisi RA, Rasulullah SAW bersabda, "[1] Berjaga di daerah perbatasan sehari semalam lebih baik daripada puasa dan tahajud selama satu bulan. Apabila dia wafat dalam petang tersebut, pahala dari amalnya ini tetap mengalir, demikian juga dengan rezekinya, dan dia aman dari fitnah." (HR. Muslim 5047) - (di buku halaman 61)
    • Berikut amalan yang pahalanya terus mengalir berdasarkan hadist-hadist di atas :
    1. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Yang dimaksud dengan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat mengantarkan seseorang mengenal agama dan Tuhannya. Isi agama itu amalan. Allah menyebut agama dengan kata Ad-Din sebagaimana Allah menyebut balasan dengan kata Ad-Din, contoh Hari Pembalasan bahasa Arabnya Yaumud Din, kenapa dikatakan dengan Yaumud Din karena hari pembalasan itu isinya adalah pembalasan terhadap amal. Kita diciptakan untuk itu, kita kenalin siapa pencipta kita dan kenali apa tugas kita, kalau sudah punya ini berarti kita sudah punya ilmu yang bermanfaat, mengenali siapa pencipta kita dan mengenali apa tugas kita. Itulah inti dari ilmu yang bermanfaat.
    2. Mengalirkan sungai yang mati. Maksudnya adalah membuat aliran pada sungai yang tertahan airnya agar bisa mengalir ke tempat pemukiman masyarakat sehingga bisa dimanfaatkan. Tidak mesti sungai namun bisa selokan. Bisa juga membuat pipa dari mata air dipipakan ke tempat pemukiman.
    3. Membuat sumur. Baik sumur gali maupun sumur bor. Akan mendapatkan pahala yang besar jika orang-orang mengambil airnya, seperti sumur di Madinah yang dibeli oleh Utsman yakni sumur Raumah.
    4. Menanam pohon kurma. Menanam pohon kurma karena usianya panjang sehingga bisa dimanfaatkan generasi setelahnya. Demikian pula orang yang menanam pohon yang bermanfaat lainnya akan menjadi sedekah baginya.
    5. Membangun masjid. Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah. Dalam hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya." (HR. Muslim 1560). Allah memuji masjid di dalam Al-Quran pada QS. An-Nur [24] : 36, artinya : "Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang." Orang yang membangun masjid akan memperoleh pahala dari setiap aktivitas kebaikan yang dilakukan di masjid tersebut, dan Allah akan gantikan untuknya sebuah rumah di syurga. Masjid yang pertama kali di muka bumi  adalah Kabah (Masjidil Haram), QS. Ali-Imran [3] : 96, artinya : "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."
    6. Wakaf mushaf Al-Quran. Mewakafkan (menghadiahi mushaf Al-Quran berarti memfasilitasi orang lain untuk mendapatkan pahala sebanyak huruf yang dibaca dalam Al-Quran. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membaca satu huruf dalam Al-Quran maka dia mendapatkan satu pahala. Dan satu pahala dilipatkan 10 kali." (HR. Tirmidzi 3158). Namun hendaknya mewakafkan mushaf Al-Quran yang tepat sasaran yakni orang yang mau membacanya atau yang mau menghapalkannya.
    7. Anak shaleh. Anak shaleh adalah harta yang paling ternilai. Ketika orangtua mendidik anaknya maka dia akan mendapatkan pahala dari amal shaleh yang dilakukan anaknya. Namun tidak semua orangtua mendapatkan pahala dari amal anaknya, orangtua yang mendapatkan pahala hanya orangtua yang men-support, mengajarkan kebaikan atau mengarahkan anak itu untuk belajar kebaikan.
    8. Wakaf rumah singgah untuk musafir. Keutamaan membangun rumah singgah yang diwakafkan untuk kepentingan umat Islam, baik itu musafir, untuk penuntut ilmu, untuk anak yatim untuk janda, untuk fakir miskin dan lainnya. Contoh kasus ketika ada orang yang tinggal di kota A yang akan berobat di kota B yang jaraknya jauh, orang tersebut jika bolak-balik kota A ke kota B maka akan merasa kesusahan sementara orang tersebut dalam keadaan sakit, maka rumah singgah dirasakan sangat bermanfaat dalam situasi demikian.
    9. Sedekah jariyah (maksudnya wakaf). Para ulama menafsirkan sedekah jariyah dengan wakaf, karena fisiknya tetap dan manfaatnya berkelanjutan. Wakaf itu bahasa lainnya Tasbil, dari kata Fii sabillillah, dijadikan wakaf artinya dijadikan fii sabilillah. Syarat wakaf : [1] Dari objeknya harus halal manfaat, [2] bendanya punya manfaat, [3] harus punya nilai ketahanan, [4] tidak lagi menjadi milik pribadi.
    10. Jihad dan menjaga daerah perbatasan. Amalan ini sangat mulia, karena mereka siap berkorban dan bertahan di daerah yang membahayakan. Mereka siap kehilangan nyama demi menjaga masyarakat dari serangan sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sabtu, 14 Desember 2024

Kitab Al-Mulakhkhash : Tentang Banyak Bersumpah

Kajian        : Kajian Kitab Al-Mulakhkhash Fii Syarhi Kitab At-Tauhid
Karya         : Asy-Syaikh Al-'Allamah Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan (Hafidzahullah)
Sifat           : Online/Offline - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Muhammad Yahya
Tanggal      : Sabtu, 7 Desember 2024

  • Al-Mualif rahimahullah, Imam Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan, dari firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah [5] : 89, artinya : "Dan jagalah sumpah-sumpah kalian."
  • Keterkaitan ayat ini dengan tauhiid, bahwa di antara kesempurnaan tauhiid adalah menghormati nama Allah SWT dan tidak merendahkanNya dengan banyak menyebutnya di dalam sumpah, sebab hal itu menunjukkan tidak adanya pengagungan terhadap nama Allah dan menunjukkan anggapan remeh akan hal itu.
  • Kata sumpah itu ucapan, "Demi Allah" dalam bahasa Indonesia, atau dalam bahasa Arab, "Wallahi, Billahi, Tallahi".  Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk menjaga sumpah mereka. Penjagaan terhadap sumpah itu dilakukan di depan, di tengah dan di belakang. Maksudnya dilakukan di depan itu sebelum orang tersebut bersumpah, di tengah dilakukan saat seseorang sudah bersumpah, di belakang dilakukan saat sudah dia langgar sumpahnya dia harus membayar denda. Itulah bentuk penjagaan terhadap sumpah.
  • Sumpah di depan artinya sebelum seseorang bersumpah mestinya berfikir jangan mudah untuk bersumpah, jangan mudah membawa-bawa nama Allah SWT, karena sumpah itu diucapkan agar lawan bicara percaya dengan apa yang hendak disampaikan. Jika sering diucapkan untuk hal-hal remeh ini sama saja tidak mengagungkan nama Allah.
  • Hadist Pertama. Dari HR. Abu Hurairah, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sumpah itu melariskan dagangan akan tetapi mengurangi penghasilan."
  • Sumpah melariskan dagangan maksudnya calon membeli percaya kepada penjual sebab ia membawa nama Allah SWT dalam jualannya. Contoh, demi Allah barang ini bagus, demi Allah barang ini murah, dan lain-lain. Ini dilakukan supaya calon pembeli percaya lalu barangnya dibeli dengan harapan banyak untung, namun rasulullah SAW mengatakan lagi bahwa hal tersebut jika dilakukan bisa mengurangi penghasilan (tidak berkah). Selektiflah untuk mempergunakan sumpah dengan nama Allah pada perkara yang penting.
  • Sumpah jika dilakukan di tengah, ketika seseorang sudah bersumpah maka ada perintah untuk menjaganya, "Jagalah sumpah kalian jangan mudah untuk dibatalkan." Memang diperbolehkan jika seseorang sudah bersumpah lalu dibatalkan, dia melihat sesuatu yang lebih baik dari yang dia sumpahkan itu diperbolehkan oleh Rasulullah SAW untuk mebatalkan sumpahnya, akan tetapi yang dimaksud dengan menjaga sumpah yakni dengan tidak gampang-gampangan, baru saja bersumpah lalu dilanggar, maka sebaiknya fikirkan baik-baik.
  • Sumpah jika dilakukan di belakang ketika dia harus membatalkan sumpahnya maka harus membayar dengan kafarah (membayar denda) sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
  • HR. Bukhari Muslim, makna umum dari hadist ini, Rasulullah SAW memberikan peringatan dari menganggap remeh sumpah dan banyak menggunakan sumpah dalam aktivitasnya, entah untuk melariskan dagangan atau untuk mendapatkan keuntungan sebab jika seorang bersumpah atas suatu dagangan bahwa dia beli sekian harganya padahal dia bohong maka lawan bicara yaitu calom pembeli menyangka bahwa dia (penjual) jujur karena dia (penjual) berani bersumpah kemudian pembeli itupun mau membelinya dengan harga di atas rata-rata karena terpengaruh oleh sumpah penjual. Padahal dia bersumpah untuk mendapatkan untung lebih, berarti dia telah durhaka kepada Allah SWT. Maka dia dihukum oleh Allah SWT dengan menghanguskan keberkahan pada bisnisnya. Nauzubillahiminzaliq.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Anjuran untuk waspada dari penggunaan sumpah untuk melariskan dagangan karena itu sama saja merendahkan nama Allah SWT dan itu bisa mengurangi kesempurnaan tauhid.
    2. Hadist ini menunjukkan dampak negatif dari sumpah palsu, dia berharap dagangannya laris namun ternyata akibat bersumpah palsu berkahnya itu langsung dihanguskan oleh Allah SWT.
    3. Bahwa hasil usaha yang haram walaupun banyak nilainya namun dicabut keberkahannya oleh Allah, tidak ada kebaikan sedikitpun di dalamnya. Jadi kalau berdagang yang harusnya kita cari adalah keberkahannya. Dalam mendapatkan keberkahan harus jujur dan transparan dalam menjalankan bisnis.
  • Hadist Kedua. Dari Salman Al-Farisi, bahwa rasulullah SAW bersabda, "Ada 3 golongan manusia tidak akan diajak bicara oleh Allah SWT di akhirat, dia tidak dipuji oleh Allah SWT, tidak dibersihkan dari noda-noda dosanya dan baginya siksaan yang pedih." 
  • Meliputi siapa sajakah? Yakni :
    1. Orang yang sudah tua yang berzina, dikatakan orang yang sudah beruban namun ubannya tidak bisa mencegahnya dari perilaku zinanya.
    2. Orang miskin yang sombong. Rasulullah SAW menerangkan apa itu sombong yakni menolak kebenaran dan merendahkan sesama dan itulah yang dilakukan oleh iblis. Pertama, iblis tidak mau patuh atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam AS (Iblis menentang Allah SWT), Kedua, iblis merasa lebih hebat dari Adam AS bahwa iblis merasa yang terbuat dari api lebih baik daripada Adam AS yang dari tanah padahal tidak demikian (iblis merendahkan Adam AS).
    3. Orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, dia tidak membeli kecuali dengan sumpah, tidak menjual kecuali dengan sumpah.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Peringatan dari banyak bersumpah dalam jual beli dan anjuran untuk mengagungkan dan menghormati nama-nama Allah SWT.
    2. Hadist ini menunjukkan bahwa Allah SWT itu berbicara dan Allah SWT mengajak berbicara orang-orang yang patuh kepadanya dan dengan itu lawan bicara menjadi mulia karena diajak bicara oleh Allah SWT.
    3. Peringatan dari bahaya perbuatan zina terlebih dilakukan oleh orang yang sudah tua.
    4. Peringatan dari kesombongan apalagi dilakukan oleh orang yang miskin.
  • Hadist Ketiga. Dari HR Bukhari Muslim, dari sahabat Imran bin Husain, beliau berkata Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik umatku adalah generasiku. Kemudian orang-orang yang datang setelah mereka. Kemudian generasi berikutnya lagi"  Imran Ibnu Husai mengatakan lagi, "Aku sempat tidak tahu (terlupa) apakah Rasulullah setelah generasinya itu 2 kali atau 3 kali utama." Kemudian Rasulullah SAW menyebut, "Nanti setelah kalian muncul generasi nanti akan datang orang-orang yang berani bersumpah yang (yang dimaksud di sini adalah sumpah palsu) padahal tidak dimintai sumpahnya. Nanti akan muncul generasi yaitu orang-orang berkhianat dan tidak menjaga amanah yang dimandatkan kepadanya. Mereka juga berani bernadzar, akan tetapi tidak mereka tunaikan. Dan muncul di tengah-tengah mereka orang-orang yang besar banyak makan banyak minum tidak peduli halal atau haram."
  • Generasi Rasulullah itu generasi para sahabat. Dan definisi sahabat seperti yang dikatakan Hafidz Ibnu Hajar, sahabat adalah orang yang pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW, beriman dengannya dan meninggal di atas Islam walaupun pernah murtad.
  • Orang-orang yang datang setelah mereka, maksudnya generasi berikutnya yaitu generasi yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW tapi berjumpa dengan para sahabatnya. Generasi ini dinamakan generasi Tabi'in.
  • Kemudian generasi berikutnya lagi, maksudnya generasi berikutnya yaitu generasi yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW dan sahabat tapi berjumpa dengan Tabi'in. Generasi ini dinamakan generasi Tabiut Tabi'in atau Atbaut Tabi'in.
  • Itulah 3 generasi pertama yang disebut Rasulullah SAW. Inilah yang disebut dengan Salafus Sholeh, 3 generasi utama pendahulu yang baik.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Menunjukkan keutamaan tiga atau empat generasi umat ini.
    2. Celaan bagi mereka yang terburu-buru menyampaikan persaksiannya padahal tidak diminta.
    3. Celaan untuk meremehkan nadzar dan wajibnya menunaikan dan memenuhi nadzar.
    4. Celaan pengkhianatan di dalam sebuah amanah dan anjuran untuk menunaikan amanah.
    5. Celaan anjuran untuk berfoya-foya, berlezat-lezatan, bersenang-senang, glamour terhadap dunia dan celaan dari berpaling dari akhirat (tidak peduli kepada akhirat, hanya memikirkan dunia saja).
    6. Itu semua di antara tanda kenabian Rasulullah SAW dimana Rasulullah SAW mengabarkan sesuatu sebelum terjadinya (bukan berarti tahu perkara ghaib tapi itu wahyu dari Allah SWT). Rasulullah SAW tidak berbicara semaunya akan tetapi yang diucapkan itu berdasarkan wahyu dan betul terjadi sesuai yang Rasulullah SAW beritakan.
  • Hadist Keempat. Dari HR. Bukhari Muslim, Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku, kemudian berikutnya, kemudian generasi berikutnya. Kemudian datang manusia-manusia, orang-orang itu persaksian mereka mendahului sumpahnya, sumpah mereka mendahului persaksiannya."
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Bahwa generasi utama umat ini ada 3 dan itu adalah generasi terbaik umat ini. 
    2. Celaan mereka yang tergesa-gesa dalam bersaksi dan bersumpah.
    3. Yang disebutkan oleh Rasulullah SAW yang merupakan tanda kenabiannya karena apa yang Rasulullah SAW sampaikan benar-benar terjadi.
    4. Perhatian para salaf dalam pendidikan anak-anak dan pengajaran mereka.

Rabu, 11 Desember 2024

Harta Barakah Sumber Berbagai Kebaikan

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Offline/ OnlineMasjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Erika Suryani Dewi
Tanggal      : Sabtu, 7 Desember 2024

  • Filosofi Harta Seorang Muslim
    • Dari Abdullah bin Asy-Syakhkhiir RA mengatakan, "Aku mendatangi Nabi SAW dan beliau sedang membaca (Alhaakumut takaatsur). Dan Rasul bersabda, "Anak Adam mengatakan "Hartaku..Hartaku..! Padahal tidaklah ada bagimu wahai anak Adam yang menjadi hartamu selain yang engkau makan kemudian berakhir di jamban, dan yang engkau pakai (sebagai baju) kemudian jadi usang, atau yang engkau shadaqohkan maka itulah yang akan abadi menjadi milikmu." (HR. Muslim). Artinya: Harta yang selain itu adalah milik ahli waris.
    • QS. Ali-Imran [3] : 92, artinya : "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yag kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."
    • QS. Al-Baqarah [2] : 177, artinya : "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakannya shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."
    • Kalian tidak akan bisa mendapatkan syurga sehigga kalian men-shodaqohkan sesuatu dari apa yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian shadaqohkan dengan hartamu itu walaupun sedikit ataupun banyak, niscaya Allah mengetahuinya. Dan Allah Maha Mengetahui kadar kecintaannya terhadap harta tersebut. Dan Allah akan memberikan balasan kepada setiap orang yang berinfak sesuai dengan amalnya.
  • Definisi Harta Barakah
    • Barakah adalah "bertambahnya kebaikan" (ziyadatul khair)
    • Harta yang diberkahi adalah harta yang Allah ridhoi. Keberkahan tersebut tidak selalu berkaitan dengan jumlah yang besar, karena bahkan sedikit harta yang diberkahi jauh lebih bernilai daripada harta yang melimpah namun tidak mendapat berkah Allah.
  • Ciri-ciri Harta Yang Barakah :
    • Harta yang diperoleh dari sumber yang halal dan dengan cara yang baik
    • Meningkatkan ketakwaan pemiliknya
    • Menimbulkan sikap bersyukur
    • Menjauhi perbuatan maksiat
    • Menciptakan kehidupan aman, damai, bahagia
    • Terbentuk keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah
  • Kewajiban Shadaqah Di Pagi Hari
    • Dari Abu Hurairah RA dia berkata, rasulullah SAW bersabda, "Setiap anggota tubuh manusia wajib dishadaqahi, setiap hari di mana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah shadaqah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau batu dia untuk naik ke kendaraannya atau mengangkatkan barangnya adalah shadaqah, ucapan yang baik adalah shadaqah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalah adalah shadaqah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah shadaqah." (HR. Bukhari dan Muslim)
    • QS. Al-Baqarah [2] : 274, artinya : "Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapatkan pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
    • Persiapkan sedekah pagi bahkan persiapkan dari malam.
    • Senyum, tasbih, tahmid tahlil, takbir, termasuk sedekah. Maka sebenarnya beruntung menjadi orang yang kaya karena dapat melakukan semua, berbeda dengan orang yang miskin yang terbatas bersedekah karena keterbatasan harta.
  • Penyesalan Orang Munafik
    • QS. Al-Munafiqun [63] : 10, artinya : "Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu seelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, lalu dia berkata (menyesali), "Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bershadaqah dan aku akan termasuk orang-orang yang sholeh."
    • Abu Bakar RA bersedekah dengan nominal kecil namun 100% hartanya diberikan sekaligus. Sedangkan Umar RA membagi hartanya menjadi 3, yakni 1/3 disedekahkan, 1/3 disimpan, dan 1/3 diputar untuk usaha. Kedua cara sahabat Rasulullah ini bisa kita teladani sesuai kemampuan.
    • Cara seperti Umar RA dirasakan cukup tidak memberatkan selain bisa diaplikasikan pada sedekah juga bisa diaplikasikan pada perkara yang lain seperti Haji. Berhaji hukumnya fardhu ain maka sangat bisa dicicl seperti metode Umar RA kecuali ada perkara nyawa seperti sakit yang menyebabkan kematian.
  • Manfaat Shadaqah
    1. Dari Ali bin Abi Thalib RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Berilah sedekah sejak dini, karena kesusahan tidak akan menimpanya." (HR. Al-Thabrani)
    2. Dari Abu Imamah RA, dia berkata, Rasulullah bersabda, "Melakukan amal baik melindungi dari keburukan dan sedekah secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Tuhan dan memelihara tali silaturahmi akan menambah umur seseorang." (HR. Al-Thambrani dalam Al-Khabir, disahkan oleh Al-Albani).
    3. Dari Hudaifah RA, dia berkata, Umar RA berkata, "Siapa di antara kalian yang menghafal hadist Rasulullah SAW tentang dia berkata, "Aku menghapalnya seperti yang dia katakan." Dia berkata, "Kamu berani terhadapnya?" Dia berkata, aku berkata, "Godaan seseorang di antara keluarganya, anak-anaknya, dan tetangganya dapat ditebus dengan doa, sedekah dan kebaikan." (HR. Ahmad, Muslim dan Al-Al Tirmidzi)
    4. Dari Abdul Rahman bin Auf RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tiga hal dan demi Dzat yang jiwaNya ada di tanganNya. Muhammad jika kamu bersumpah demi mereka maka tidak ada uang yang dapat dikurangi dengan sedekah, maka bersedekahlah dan tidak ada seorangpun yang mengampuni suatu kedzaliman yang dia cari di hadapan Allah kecuali Allah akan meninggikannya pada hari kiamat, Kebangkitan dan tidak ada seorangpun yang terbuka untuk itu. Dirinya adalah pintu pertanyaan kecuali Allah membukakan pintu kemiskinan baginya." (HR. Muslim tentang An-Nawawi).
    5. dari riwayat Anas bin Malik RA, bahwa Nabi MUhammad SAW bersabda, "Sedekah memadamkan murka Tuhan dan menangkal kematian yang buruk." (HR. Bukhari dan Muslim)
    6. Dari Buraydah bin Al-hasib RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak seorangpun boleh bersedekah sampai dia menebus tujuh puluh syetan darinya." (HR. Al-Thabrani dalam Al-Kabir)
  • Keterangan
    • Zakat : Shadaqah wajib (zakat fitrah, zakat maal bagi muzakki, zakat pertanian, zakat perdagangan, zakat property, zakat penghasilan ) yang hanya diberikan pada mustahiq dan ashnaf (golongan) di QS. At-Taubah [9] : 60.
    • Infaq/ shodaqah : Pemberian yang berupa nafkah pada keluarga/ kerabat, hadiah yag meringankan bebean seorang muslim, pembangunan fasilitas ibadah, santunan bagi fuqara non muslim.
    • Waqaf : Memberikan harta dan jiwa di jalan Allah.
    • Fidyah : Melunasi hutang shaum Ramadhan bagi manula, wanita hamil dan menyusui (khilaf fiqhi), pekerja berat (kuli bangunan, dll), yang sakit menahun (parah dan tidak sembuh). Dengan takaran 1x makan/ 1 orang fakir sebanyak hari yang tidak berpuasa.
  • Tambahan
    • Asuransi jiwa, bolehkah? Asuransi jiwa yang diperbolehkan yakni mencakup hal :
    1. Bersifat syariah
    2. Ada uang yang kembali, contoh asuransi kesehatan yang jika kita tidak sakit maka ada uang kembali atau jika sistemnya sudah demikian seperti pada BPJS Kesehatan yang tidak ada uang kembali jika tidak sakit karena asuransi BPJS Kesehatan diwajibkan di Indonesia maka diniatkan untuk membantu (tabaru/donasi) saja karena ini adalah sistem pada pemerintahan.
    3. Uangnya diputar pada sektor apa-apa saja harus jelas pada sektor yang halal.
    • Harta Mayit :
    1. Untuk penyelenggaraan jenazah
    2. Untuk hutang jenazah
    3. Untuk harta yang dibagikan kepada ahli waris. Sedangkan wasiat adalah harta peninggalan mayit selain ahli waris.

Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Senin, 02 Desember 2024

Kitab Al-Mulakhkhash : Para Penggambar

Kajian        : Kajian Kitab Al-Mulakhkhash Fii Syarhi Kitab At-Tauhid
Karya         : Asy-Syaikh Al-'Allamah Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan (Hafidzahullah)
Sifat           : Online/Offline - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Muhammad Yahya
Tanggal      : Sabtu, 2 November 2024


  • Hadist Pertama. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, "Dan siapakah yang lebih dzalim dibandingkan orang-orang yang memciptakan seperti ciptaanKu? Hendaklah dia menciptakan debu kecil atau hendaknya dia menciptakan biji-bijian atau dia menciptakan bibit tanaman." Diriwayatkan juga oleh Bukhari (No.5953) dan Muslim (No.2111).  Ini merupakan ancaman dari Allah SWT karena mereka telah menggambar sama seperti ciptaan Allah SWT.
  • Makna umum dari hadist di atas bahwa tidak ada orang yang paling dzalim daripada orang yang telah mengambar bentuk ciptaan Allah SWT karena dengan itu dia ingin menyerupai perbuatan Allah SWT yang menciptakan makhlukNya/ciptaanNya. Lalu Allah SWT menantang mereka dan menjelaskan ketidakmampuan mereka untuk menciptakan apa yang paling kecil dari ciptaan Allah seperti debu, atom, biji, benda mati kecil, bersamaan dengan itu mereka tidak mampu untuk melakukannya sebab Allah SWT satu-satunya yang mencipta.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist di atas :
    1. Haramnya menggambar makhluk dengan sarana apapun (baik 2D maupun 3D) dan pelakunya termasuk orang yang paling dzalim.
    2. Di dalam hadist ini Allah SWT -lah yang berfirman.
    3. Bahwa menggambar itu menandingi Allah SWT dalam mencipta, dalam membentuk, dan adanya upaya untuk menandingi Allah SWT di dalam mencipta, makanya Allah SWT menantang mereka yang melakukan hal itu.
    4. Kemampuan untuk mencipta hanya kekhususan bagi Allah SWT, kalau mereka berusaha melakukan hal yang sama berarti mereka menandingi Allah SWT.
  • Mengapa di larang? Karena pada hadistnya dikatakan kedzaliman yang paling besar, ada penyerupaan apa yang Allah SWT lakukan yaitu mencipta, membentuk, dan seterusnya. Dengan sebab itulah Allah SWT mengkatagorikan dosa ini termasuk dari dosa yang paling besar.

  • Hadist Kedua. Diriwayatkan Bukhari (No.2479) dan Muslim (No.2107). Dari ibunda Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling keras siksanya di hari kiamat adalah mereka yang menandingi ciptaan Allah SWT."
  • Makna hadist ini bahwa Rasulullah mengabarkan celaan kepada mereka yang menggambar adalah orang yang paling keras siksanya di akhirat karena mereka melakukan suatu kejahatan besar. Kenapa disebut perbuatan dengan kejahatan besar karena Allah SWT dan Rasulullah SAW menyebutnya demikian, hadistnya shahih. Apa kejahatan itu? Yakni ketika manusia membuat gambar-gambar yang menyerupai ciptaan Allah SWT. Hadist ini menunjukkan betapa kerasnya hukuman bagi para penggambar (2D) juga pemahat patung (3D). 
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist di atas :
    1. Haramnya menggambar dengan bentuk apapun dan dengan sarana apapun, karena hal tersebut termasuk menandingi Allah SWT dalam mencipta dan membentuk. Ibarat penulis yang mempunyai karya tulisan lalu karya tulisnya diplagiati oleh orang lain dengan diaku karya tulisannya, maka perbuatan itu saja diilai tercela maka kegiatan para penggambar pun demikian. Kita sebagai manusia harus bisa menahan diri, kalaupun dilakukan lakukan pada saat darurat saja seperti foto pada ktp/paspor, bukti kejahan pada buronan yang dicari, dan lain-lain. Jika untuk kesenangan saja maka hindari karena ancamannya sangat keras.
    2. Siksaan di hari kiamat itu berbeda-beda levelnya tergantung dari kejahatan.
    3. Bahwa menggambar, mematung dari makhluk hidup termasuk dosa besar.

  • Hadist Ketiga. Diriwayatkan Bukhari (No.2225) dan Muslim (No.2110). Dari sahabat yang mulia, Abdullah bin Abbas, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Setiap mengambar itu dilarang." 
  • Makna hadist ini bahwa menggambar disini maksudnya yakni setiap makhluk hidup yang ada ruhnya itu dilarang untuk digambar. Ancamannya bahwa dengan gambar yang penggambar buat, maka di neraka jahanam akan dipaksa untuk diberikan nyawa.

  • Hadist Keempat Diriwayatkan Bukhari (No.5963) dan Muslim (No.2100 & 2110). Kata Rasulullah SAW, "Siapa yang membuat gambar makhluk bernyawa di dunia maka dia dipaksa di akhirat untuk meniupkan ruh pada setiap gambar yang dia buat dan dia tidak akan bisa melakukannya."
  • Makna umum dari hadist ini, bahwa tempat kembali para penggambar yakni di neraka. Mereka disiksa di neraka tersebut dengan siksaan yang paling keras. Yang pertama di mana seluruh gambar/patung yang sudah mereka buat di dunia itu dihadirkan kemudian masing-masing gambar/patung diberi ruh dan diberi kuasa oleh Allah SWT untuk menyiksa yang membuatnya. Yang kedua, dan diantara bentuk hukumannya juga yakni mereka dipaksa melakukan hal-hal yang mereka tidak mampu dilakukan yaitu meniupkan ruh pada gambar/patung yang telah mereka buat di dunia.
  • Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi mengatakan bahwa seluruh hadist ini menunjukkan akan hukuman bagi orang yang menandingi Allah dalam mencipta dan membentuk. Dan ini termasuk salah satu macam dari kesyirikan.
  • Dalam Fathul Majid bahwa apabila seperti ini bagi mereka yang membuat gambar seperti bentuk makhluk atau ciptaan Allah SWT maka bagaimana dengan keadaan orang yang mengangkat derajat makhluk sejajar dengan Allah? Nauzubillah ini termasuk bagian dari kesyirikan.
  • Keterkaitan hadist tadi dengan bab ini bahwa di dalam dua hadist tadi terdapat dalil yang menunjukkan haramnya taswir (mengambar) dan ancaman bagi pelakunya.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Hadist ini menegaskan lagi haramnya menggambar/mematung makhluk dan termasuk dosa besar.
    2. Haramnya menggambar bentuk dengan seluruh macamnya apakah dalam bentuk 2D maupun 3D kalau memang yang digambar/dipahat tersebut makhluk yang bernyawa seperti manusia dan hewan kecuali dalam kondisi darurat yang telah dijelaskan sebelumnya.
    3. Haramnya menggambar/mematung untuk tujuan apapun kecuali ada kedaruratan.
    4. Menunjukkan betapa lamanya siksaan bagi para penggambar/pematung makhluk hidup dan untuk menujukkan kelemahan mereka karena Allah SWT memaksa pelakunya untuk meniupkan ruh kepada gambar/patung yang mereka buat dan mereka tidak akan bisa dan akan terus dipaksa.
    5. Di dalam hadist-hadist tadi ada keterangan bahwa mencipta dan meniupkan ruh tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Allah SWT.

  • Hadist Kelima. Diriwayatkan HR. Muslim (No.969). Dari Abul Hayyaj namanya Hayan bin Husain Al-Asadi seorang tabiin fiqih yang terpercaya. Abul Hayyaj berkata, "Ali bin Abi Thalib pernah berkata kepadaku, "Maukah aku utus engkau sebagaimana Rasulullah SAW mengutusku dengannya? Janganlah kamu tinggalkan gambar/patung makhluk bernyawa kecuali kamu hapus/hancurkan. Dan janganlah engkau tinggalkan kuburan yang dibangun tinggi kecuali telah kamu ratakan." Itulah pesan Rasulullah SAW kepada umatnya.
  • Makna umum dari hadist ini, Ali bin Abi Thalib menawarkan kepada Abul Hayyaj dengan suatu tugas yang pernah diemban oleh Ali bin Abi Thalib dari Rasulullah SAW, yaitu :
    1. Menghapus/menghancurkan gambar/patung karena terdapat penandingan terhadap Allah SWT dalam hal mencipta dan membentuk. Dan itu akan dijadikan sarana syetan untuk menipu manusia agar mereka mengkultuskannya. Pengkhultusan gambar/patung tersebut mengarahkan kepada penyembahan kepada berhala sehingga ketergantungan hati yang harusnya kepada Allah SWT menjadi kepada makhluk. Nauzubillah.
    2. Meratakan kuburan-kuburan yang dibangun meninggi sehingga rata dengan tanah karena jika ditinggikan maka akan dikultuskan.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Haramnya menggambar makhluk hidup dan wajibya menghapus gambar-gambar makhluk hidup dengan seluruh macamnya.
    2. Anjuran untuk saling menasehati di dalam kebenaran. Anjuran untuk beramal ma'ruf nahi munkar dan menyampaikan ilmu.
    3. Haramnya meninggikan kuburan baikan dengan bangunan atau apapun karena itu termasuk mengantar kepada kesyirikan. Yang benar itu diratakan, kalaupun ada gundukan sebagai tanda kuburan tidak lebih dari sejengkal yang seiring berjalannya waktu maka akan rata juga.
    4. Mengambar makhluk hidup itu sama seperti meninggikan kuburan yang menjadikan sarana kepada kesyirikan sehingga harus dihindari.

  • Inilah kelima hadist yang menerangkan larangan untuk menggambar makhluk hidup sekaligus disebutkan ancaman-ancamannya.

Note :
  • Yang dimaksud dengan gambar/patung makhluk hidup itu yang sama persis lengkap, jika semisal gambar yang tidak lengkap (tidak dalam bentuk utuh) itu dianggap tidak apa-apa, misal gambar wajah secara polos mata dengan titik saja, atau badan tapi wajahnya kotak, itu diperbolehkan.
  • Yang dimaksud dengan gambar makhluk hidup itu yakni yang bernyawa saja jika gambar bunga, pohon, dan semacamnya itu diperbolehkan.

Rabu, 13 November 2024

Siroh Shahabiyah : Hafsah Binti Sirin - Ahli Fiqih Yang Gemar Mengingat Kematian

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Erika Suryani Dewi
Tanggal      : Sabtu, 9 November 2024

  • Hafsah binti Sirin merupakan seorang ulama perempuan dari kalangan tabi'in. Beliau salah satu perempuan yang banyak meriwayatkan hadist. Namun sayangnya masih minim ditemukan referensi tentang Hafsah binti Sirin. Ulama hadist perempuan ini memiliki rekam jejak kisah yang menyedihkan.
  • Hafsah binti Sirin dilahirkan pada tahun 31H pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Ayahnya adalah seorang budak sahabat Anas bin Malik yang telah dibebaskan. Singkat kisah, ayah Hafsah semula dijual temannya kepada khalifah Khalid bin Walid. Kemudian Khalid menjualnya kepada sahabat Anas bin Malik, lantaran kebaikan Anas bin Malik, Sirin dibebaskan dan diperbolehkan kembali kepada keluarganya.
  • Walaupun ayah Hafsah seorang budak, akan tetapi dia memiliki ibu sebagai seorang ulama terkemuka pada saat itu, namanya Shafiyyah. Ibu Hafsah pandai memahami ilmu ke-Islam-an, lantaran belajar kepada sahabat Abu Bakar RA. Dan dia bisa belajar karena dulu pernah menjadi budak sahabat Abu Bakar RA. Perjalanan keilmuan Shafiyyah (ibu Hafsah) tidak berhenti pada sahabat Abu Bakar RA. Di kala Abu Bakar sudah tiada, Shafiyyah melanjutkan belajarnya kepada putri Abu Bakar yaitu Aisyah RA. Melihat ketekunan Shafiyyah, ia pun berhasil mewariskan ilmunya kepada putrinya yang bernama Hafsah.
  • Sejak kecil Hafsah sudah memiliki ketekunan belajar dan kecerdasan seperti ibunya. Usia 12 tahun Hafsah sudah mampu menghapal Al-Quran bahkan menguasai semua qiraat. Setelah itu Hafsah juga memulai untuk belajar hadist. Pada saat itu, Hafsah tinggal di Basrah, aktivitasnya ialah mengatur halaqah untuk siswanya yang lumayan besar jumlahnya. Karena pengetahuannya yang mendalam tentang keilmuan hadist, serta aspek praktis hukum dari tradisi Islam, menjadikan ia memiliki murid yang banyak. Bahkan muridnya tidak hanya kaum perempuan, akan tetapi juga kaum laki-laki.
  • Pendapat Ulama Tentang Hafsah :
    • Pada kitab Tahdzib Al-Kamal menceritakan bahwa seorang Ilyas bin Muawiyyah juga pernah berkata tentang Hafsah. Ilyas mengaku tidak pernah bertemu dengan yang lebih ia sukai kecuali Hafsah. Hal ini yang disukainya maksudnya ialah mengagumi keilmuan ulama perempuan ahli hadist yang bernama Hafsah ini. Ilyas bin Muawiyyah adalah seorang tabi'in terkenal yang berkomentar tentangnya "Saya tidak bertemu  dengan seorang yang lebih muliakan darinya." Cukup dengan pengakuan dari Ilyas itu menjadikannya junjungan para tabi'in perempuan di jamannya.
    • Pada masanya, tidak ada ulama perempuan yang mampu menandinginya dalam fiqih dan ilmu pengetahuan. Ialah Hafsah binti Sirin Al-Anshariyah Al-Bashriyah, perempuan ahli fiqih, yang biasa dipanggil Ummu Hudzail, dan dia adalah saudara perempuan dari seorang tabi'in terkemukka, Muhammad Sirin (Ibnu Sirin).
    • Selain itu, Hasan Al-Basri pernah mengungkapkan kesukaan atau kekagumannya juga kepada Hafsah. Bahkan tidak hanya keilmuan hadist akan tetapi juga dengan hapalan Al-Quran serta kemampuannya menguasai semua qiraat pada usia 12 tahun.
    • Selanjutnya pendapat dari Ibnu Hibban pada kitab Al-Tsiqat. Ibnu Hibban mengakui bahwa Hafsah adalah seorang Muhaddistsin perempuan sekaligus ahli di bidang hukum. Keilmuan ini bisa terbilang didapatkan dari sahabat Anas bin Malik.
    • Imam An-Nawawi mengatakan, "Anak-anak Sirin semuanya para rawi yang tsiqah." Hafsah tumbuh dalam rumah yang mulia. Ia sudah hapal Al-Quran ppada usia 12 tahun. Sejumlah sahabat dan shahabiyah pernah menjadi guru Hafsah. Di anataranya Anas bin Malik, Ummul Mukminim Aisyah dan Ummu Athiyyah Al-Anshariyyah.
    • Kemudian pendapat lain datang dari seorang mufassir perempuan bernama Zainab binti Yunus. Ia pernah mengutip ucapan Syeikh Muhammad Akram Nadwi tentang Hafsah yang ditulis pada kitabnya yang berjudul Al-Muhaddist. Seperti ini, meskipun Hafsah terlahir dari orang-orang sebagai budak justru Hafsah binti Sirin ini memanfaatkan keadaannya untuk belajar dengan sungguh, hingga menjadi salah satu ulama terpenting pada masanya.
    • Karena kegigihan Hafsah binti Sirin dalam mengiatkan keilmuan hadist, lahirlah murid yang juga mengikuti jejak giatnya Hafsah, Baik itu perempuan maupun laki-laki, mereka adalah Ummu Athiyyah, Abu Al-'Aliya dan Salman bin 'Amir. Mereka semua melanjutkan jejak Hafsah dengan turut menyebarkan keilmuan hadist.
  • Adapun buah pemikiran Hafsah yang menarik sekarang adalah ia menegaskan bahkan sering mengingatkan pada muridnya bahwa pengetahuan itu untuk laki-laki dan perempuan, tidak ada standar gender dalam Islam.
  • Apalagi saat itu perempuan dipandang rendah dengan segala skeptis yang ada. Perempuan didiskreditkan atau dimarjinalkan, namun bukan berarti perempuan tidak memiliki hak untuk meningkatkan pengetahuannya. Semangat serta keberanian Hafsah binti Sirin dalam menyuarakan ilmu pengetahuan sungguh menjadi teladan bagi kita semua. Semoga kita bisa melanjutkan semnagat Hafsah hingga pada generasi Islam selanjutnya.
  • Hafsah juga mencari ilmu dari para tabi'in. Banyak tokoh tabi'in yang mengambil riwayat hadist dari Hafsah. Diantaranya adalah saudaranya sendrii Muhammad bin Sirin, Qatadah, Ayyub, IBnu Aun, Hisyam bin Hissan dan lainnya.
  • Diriwayatkan dalam kitab Sifatush Sofwah (4/24), Muhammad bin Sirin pernah berkata kepada muridnya, "Menghadaplah kalian semua pada Hafsah, dan bertanyalah kepadanya tentang bagaimana cara dia memahami permasalahannya itu (permasalahan yang bersangkutan dengan AL-Quran). Sebab, ia bagaikan orang yang telah meminum bahtera keilmuan yang ada di dalam Al-Quran."
  • Hafsah selalu mengisi hidupnya dengan ibadah, agama, kehormatan, harga diri, kemuliaan dan kebaikan. Ia mempunyai waktu khusus untuk memperbanyak beribadah. Ia dedikasikan kehidupannya yang mungkin tidak disamai oleh tokoh-tokoh zuhud di masanya untuk beribadah.
  • Suatu hari, seseorang bertanya kepada budak perempuan Hafsah perihal majikannya. Ia ditanya, "Bagaimana engkau melihat majikanmu, Hafsah?" Budak itu menjawab, "Ia seorang perempuan shalihah. Seakan-akan ia telah melakuakan sebuah dosa besar. Ia meangis sepanjang malam dan sholat."
  • Ia sangat menganjurkan ketaatan kepada Allah saat usia muda. Ini karena usia muda memugkinkan kekuatan untuk taat kepada Allah. Ia kerap berbicara kepada para pemudi-pemuda, "Wahai para pemuda! Ambillah (kesempatan) dari diri kalian saat kalian masih muda. Sebab, saya melihat aktivitas lebih memungkinkan di usia muda."
  • Sosok muslimah yang gemar mengingat kematian.
  • Selain rajin beribadah, Hafsah juga rajin berpuasa. Ia tidak pernah terlihat berbuka kecuali di dua hari Raya dan hari Tasyriq. Dikisahkan bahwa anaknya, Hudzail, mempunyai unta perah (unta banyak susunya). Ia selalu memberikan satu wadah susu untuk ibunya di pagi hari.
  • Sang ibu berkata kepadanya, "Wahai anakku! Sesungguhnya engkau tahu bahwa aku tidak meminumnya. Aku sedang berpuasa." Anaknya berkata, "Wahai ibuku! Sesungguhnya susu terbaik adalah yang masih berada di kantong susu unta. Berikan ini sebagau minuman kepada siapapun yang engkau inginkan!" Hafsah lebih memilih berpuasa karena mencari keridhaan Allah SWT. Ia memberikan susu itu kepada orang-orang faqir yang ada di sekitarnya.
  • Dengan berbagai kemuliaan yang dimiliki oleh Hafsah, ia pun dinilai sebagai salah satu tabi'in perempuan terbaik pada masanya. Salah seorang ahli hadist, Abu Daud mengatakan, "Dua pemimpin perempuan tabi'in, mereka adalah Hafsah binti Sirin dan Amrah binti Abdurrahman dan setelah mereka berdua adalah Ummu Darda."
  • Betapa banyak tokoh teladan dari sistem Islam. Mereka senantiasa menjaga ibadahnya kepada Allah. Menjauhkan diri dari hal-hal yang menyilaukan pandangannya dari Allah SWT. Mereka memahami bahwa dunia hanyalah persinggahan menuju kampung akhirat. Tidak ada hari tanpa ketaatan, tidak ada waktu tanpa ibadah. Itulah kesan mendalam kepada sosok mulia Hafsah binti Sirin. Semoga Allah merahmatinya. Semoga kita mampu mengikuti keteladanannya.
  • Jadilah manusia merdeka yang hanya menghamba kepada Allah SWT.

Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran.

Rabu, 06 November 2024

Ya Allah, Aku Lelah (Saat Sabar Dan Ridha Meninggalkan Kita)

Kajian        : Kajian Sehati Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online Zoom Ngopi Sehati
Pemateri    : Ustadzah Erika Suryani Dewi
Tanggal      : Ahad, 3 November 2024

  • Hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.
  • Sabar dan solat sarana memohon pertolongan Allah
    • QS. Al-Baqarah [2] : 45, artinya : Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
  • Karakter kehidupan dunia
    • Hidup di dunia antara sedih dan senag sulit dan mudah, tertawa dan menangis, keruh dan jernih, minhah dan mihnah, sempit dan lapang, kuat dan lemah, cukup dan kurang, sakit dan sehat.
    • QS. An-Najm [53] : 43, artinya : Bahwa sesungguhnya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.
    • Qs Al-Araaf [7] : 95, artinya : Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, "Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan." Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari.
  • Ada beberapa hal yang bisa melatih kita untuk bersabar, diantaranya :
    • Membiasakan berpuasa (untuk menyempitkan aliran darah yang mencegah masuknya syetan).
    • Menghilangkan penyebab-penyebab yang membuat kita menjadi tidak bisa bersabar. Melaih jiwa untuk ikhlas da ridha terhadap takdir.
    • Memberikan hak jiwa untuk relaks (istirahat sejenak) dari keletihan dunia, dengan bermain atau menghibur diri dalam hal yang mubah dan tidak melanggar syari (nasyid, memanah, berkuda, berenang, dan lain-lain)
    • Sabar tidaklah dimaknai kepasrahan secara total tanpa ikhtiar, namun sabar harus diiringi dengan usaha lahiriyah dan batiniyah, ikhtiar secara maksimal, mengiringi doa yang kontinu bersama ikhtiar dan menyerahkan hasil ikhtiar pada ketetapan Allah SWT.
    • Membaca doa-doa yang ma'tsur dari Al-Quran dan Al-Hadist khususnya doa-doa para anbiya saat ditimpa musibah.
    • Yakin pada Allah, bahwa yang Allah catat sebagao pahala adalah ikhtiar kita yang benar dan ikhlas, bukan hasilnya.
    • Ikhtiar dengan banyak shadaqah karena rasul SAW bersabda : "Shadaqah menolak bala."
    • Tidak menempuh jalan yang salah dan dimurkai Allah dengan dalih ikhtiar.
      • QS. Az-Zumar [39] : 10, artinya : Katakanlah : "Hai hamba-hambaKu yang beriman. Bertakwalah kepada Rabbmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
      • Rasulullah SAW bersabda : "Empat perkara yang jika dianugerahi kepada seseorang, maka sungguh ia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, tubuh yang sabar atas cobaan dan istri shalehah yang tidak berkeinginan mengkhianati suaminya baik terhadap dirinya maupun harta suaminya." (HR. Tirmidzi)
    • Mengimani takdir dengan benar, karena apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan yang tidak Allah kehendaki tidak akan pernah terjadi. Maa sya-a Allah kaana, wa maa lam yasya' lam yakun.
      • QS. Al-Insan [76] : 30, artinya : Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  • Definisi ridha
    • Ridha : hati merasa tenang dan sennag menerima pilihan Allah tanpa keluh kesah  dan tanpa merasa sakit.
    • Ridha : Hati merasa senang menerima ketetapan yang pahit, merasa gembira menerima hukum Allah, tanpa berkeluh kesah dan tanpa marah.
    • Tidak ada ridha jika masih ada marah/benci. Tidak ada ridha jika masih ada keluh kesah/ketidaksabaran.
    • Ridha : Menyerahkan dan menerima urusan/letetapan seraya mencintai Allah sepenuhnya dan mengagungkanNya.
    • karena itu ridha adalah : 
      • Surga dunia, tempat peristirahatan para jamaah, nikmatnya orang berilmu, kehidupan yang dirindukan.
  • Memahami kedudukan ridha.
    1. Maqam keimanan dan keyakinan yang sangat agung.
      • Siapa yang dikaruniai ridha maka telah dikaruniai kebaikan yang sangat banyak. Siapa yang tidak mendapatkannya maka terhalang dari banyak kebaikan.
      • Barangsiapa yag telah mencicipi rasa keimanan, maka dialah yang ridha dengan Allah sebagao Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rasulNya. (HR. Muslim)
    2. Puncak pencarian ke nabi dan rasul
      • Nabi Zakariya AS.
        • QS. Maryam [19] : 4-6, artinya : [4] Dia (Zakaria) berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, wahai Tuhanku. [5] Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluarga sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisiMu. [6] (Seorang anak) yang akan mewarisi aku dan keluarga Yaqub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridhai.
      • Nabi Ismail AS
        • QS. Maryam [19] : 54-55, artinya : [54] Ceritakanlah (Nabi Muhammad kisah) Ismail di dalam kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia adalah orang yang benar janjinya, rasul dan nabi. [55] Dia selalu menyuruh keluarganya untuk (menegakkan) shalat dan (menunaikan) zakat. Dia adalah orang yang diridhai oleh Tuhannya.
    3. Ridha adalah karunia dan kebaikan dari Allah kepada hamba-hambaNya di dunia dan akhirat.
      • Karunia di dunia kepada orang yang ridha kepada Allah, dengan tidak marah dan tidak menentang ketetapan Allah dan hukumNya sehingga dengan keridhaannya itu dia mendapat ridhaNya.
      • "Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia menguji mereka. Barangsiapa ridha maka baginya keridhaan Allag dan barangsiapa merka maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Tirmidzi 2320)
  • Buah ridha
    1. Dengan ridha terbebas  dari berbagai macam gangguan dan krisis jiwa. Terbebas dari berbagai penyakit hati.
    2. Dengan ridha terwujud kebahagiaan, ketenangan hati dan kestabilan jiwa. Hatinya jernih dan lapang.
    3. Dengan ridha, berbagai  kepedihan dan kesulitan berubah menjadi kesenangan dan kenikmatan. Ada qanaah di hati.
      • Karena seorang mukmin akan menyanggupi takdir-takdir Allah dengan bahasa cinta dan ridha, bukan dengan bahasa pengjian dan tantangan.
    4. Ada sejumlah maqamat imaniyah yang bisa dicapai seorang hamba dengan hatinya (tanpa melelahkan fisiknya apalagi hatinya) dan dengan itu dia mendapat pahala yang besar terus menerus dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Salah satu maqam ridha dan tafakur.
      • Ibnu Qayyim : "Jalan ridha dan mahabbah terus membawa hamba berjalan meskipun ia berbaring di tempat tidur sehingga pagi harinya dia telah mendahului rombongan beberapa tahapan."
  • Beberapa contoh
    • Kisah Sa'ad bin Abi Waqqash RA yang diuji dengan kebutaan.
      • Wahai anakku, hukuman Allah lebih aku sukai daripada pandanganku.
    • Kisah wanita penghuni syurga : Su'airah Al-Asadiyah/Ummu Zufar RA yang diuji dengan penyakit epilepsi.
      • Bukankah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni syurga. Dia berkata bahwa jika kamu mau bersabar dan kamu mendapatkan syurga, dan jika kamu menginginkan Tuhan, aku akan diberi pahala untukmu, dan dia berkata, aku akan bersabar, dan dia berkata bahwa aku tidak akan terungkap, sehingga aku akan terungkap, sehingga aku aka terungkap, sehigga aku akan terungkap. (HR. Al-Bukhari)
  • kapan seseorang mencapai ridha?
    1. Mengimani bahwa pilihan Allah dan ketetapannya adalah yang terbaik.
    2. Menerapkan 4 prinsip mu'amalah dengan Allah.
      • Yahya bin Muaz ditanya : "kapan seseorang mencapai maqam ridha?" Dia menjawab : "Apabila telah menepatkan dirinya sendiri di atas prinsip pergaulan dengan Rabbnya." :
        1. Jika Engkau memberiku maka aku terima
        2. Jika Engkau menghalangiku maka aku ridha.
        3. Jika Engkau meninggalkanku maka aku terus beribadah kepadaMu.
        4. Jika Engkau memanggilku maka aku menyambut panggilanMu.
  • Tiga syarat ridha
    1. Semua keadaan bagi hamba yang ridha.
      • QS. Al-Hadid [57] : 23, artinya : (Yang demikian itu Kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
    2. Tidak memprotes atau menggugat.
    3. Tidak meminta dengan mendesak kepada makhluk.
  • Jangan salah faham.
    • QS. Al-Fajr [89] : 15-16, artinya : "Wahai hambaKu. pemberianKu bukan pemuliaan dan bila Aku menahan pemberian bukan berarti penghinaan. PemberianKu adalah ujian dan bila Aku tidak memberi itu adalah obat."
    • Ridha yang benar adalah manusia yang senantiasa ridha kepada Allah, diberi atau tidak diberi.

Sumber : PDF Kajian Sehati Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Selasa, 29 Oktober 2024

Muslimah Berilmu, Muslimah Berdaya

Kajian        : Kajian Muslimah Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Offline/Online - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Sinta Santi
Tanggal      : Sabtu, 26 Oktober 2024

  • Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan dalam majelis-majelis." Lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu, apabila dikatakan, "Berdirilah," (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadallah [58] :11)
  • Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. (HR. At-Tirmidzi)
  • Perempuan Cerdas :
    • Perempuan cerdas akan berfikir untuk melakukan semua aktivitas yang bermanfaat bukan hanya urusan dunianya, juga untuk akhiratnya.
    • Perempuan cerdas harus berniat sukses karenanya harus berupaya semaksimal mungkin mencapai kesuksesan itu.
  • Orang yang mengetahui akhir kehidupannya menjadi sesuatu yang dipertimbangkan, akan berupaya untuk husnul khotimah.
    • Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung hasil akhirnya. (HR, Bukhari)
  • Orang yang menyadari tujuan hidup akan memaksimalkan kerjnya.
    • Mereka tidak diperintahkan, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya lagi harif (istikamah), melaksanakan solat da menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar). (QS. Al-Bayyinah [98] : 5)
    • Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu. (QS. Ad-Dzariyat [51] : 56)
  • Orang yang menyadari hidup adalah tanggung jawab dan amanah, akan menjalankan dengan baik dan sungguh-sungguh.
    • Orang-orang yang berusaha dengan sungguh--sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al- Ankabut [29] : 69)
    • Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (QS. Al-Muminun [23] : 8)
  • Orang yang mengetahui dunia adalah ladang menuju akhirat akan berjuang menjumpai dengan amal terbaik.
    • Yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk [67] : 2)
    • Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu yang diwahyukan kepadaku, "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa." Barangsiapa menharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorag pun dalam beribadat kepada Tuhannya." (QS. Al-Kahf [18] : 110)
  • Orang yang mengetahui wktu itu tidak berulang akan menyegerakan urusannya.
  • Sesungguhnya Allah mencintai seorang pekerja apabila bekerja dilakukan secara ihsan.
  • Makna bekerja ihsan :
    • Bekerja Ikhlas
    • Bekerja Keras
    • Bekerja Cerdas
    • Bekerja Tuntas
  • Muslimah berilmu, muslimah berdaya.
    • Muslimah berilmu akan menjadikan diri bermakna di hadapan Allah SWT, dibanggakan agama dan dicintai manusia sebab berilmu dihantarkan pada pemahaman yang membawa prilaku istiqomah.
  • Perempuan cerdas :
    1. Memahami hakekat diri sebagai seorang hamba.
    2. Menjalani peran penghambaan sesuai fitrah
    3. Menjaga hubungan dengan Allah
    4. Merencanakan setiap apa yang dicita-citakan.
    5. Mengambil setiap apa yang dicita-citakan.
    6. Mengambil setiap kesempatan untuk memperbaiki diri.
    7. Mengatur semua urusan dengan bingkai ibadah.
    8. Pikirannya jernih hatinya bersih, lisannya santun dan prilakunya berakhlak mulia.

Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Jumat, 25 Oktober 2024

20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga : Hari Ke 12 - Dasyat Cintanya Sesama Mukminah, Selalu Dirindukan Suaminya.

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 16 Oktober 2024

(Lanjutan)
  • Bagaimana seseorang mendapatkan jalan pintasnya ketika seorang wanita menuju kepada rahmatnya Allah yakni :
  1. Peganglah akidahmu dan janganlah mati kecuali dalam kondisi beriman kepada Allah.
  2. Wanita yang senantiasa ridha kepada setiap keputusan dan takdir yang berjalan pada kehidupannya.
  3. Wanita yang senantiasa bertaubat kepada Allah.
  4. Wanita yang senantiasa menjaga prasangka baiknya dia kepada Allah.
  5. Wanita yang mengingat Allah (berdzikir).
  6. Wanita yang apabila telah berkeluarga ia mampu menjaga rahasia keluarga. 
  7. Wanita yang senantiasa bersyukur kepada suaminya.
  8. Wanita yang sejatinya mereka meroket mendapatkan rahmatnya Allah.
  9. Wanita yang senantiasa memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada keluarganya.
  10. Wanita yang selalu menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya, dan menjaga auratnya dan mereka senantiasa memiliki rasa iffah (iffah adalah menjaga kehormatan dirinya begitu besar).
  11. Wanita yang memiliki sebuah jiwa, memiliki sebuah karakter di dalam dirinya, wanita adalah pendidik (madrasah pertama) bagi kehidupan anak dan keturunannya.
  12. Wanita yang senantiasa mampu menjaga dirinya dengan sepenuh hati untuk tidak pernah mau mendapatkan harta yang haram dan harta yang syubhat.
  13. Wanita yang tidak sekedar sholihah tapi mengejar juga menjadi muslikhah.
  14. Wanita yang di dalam kehidupan mereka merelakan zona nyaman mereka dan mendahulukan orang lain (itsar).
  15. Wanita yang menikmati singgasana terbaiknya di balik dinding rumahnya.
  16. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
  17. Wanita yang senantiasa memuliakan tetangganya.
  18. Wanita yang mereka memiliki hati sepenuh kelembutan.
  19. Wanita yang mereka di dalam kehidupan selalu memiliki hati yang penuh dengan rahmat, saling sayang menyayangi kepada wanita mukminah, mendapatkan syafaat dari sahabatnya yang beriman, dari teman-temannya yang shalihah.
    • Rasulullah menyampaikan bahwasanya ketika ada orang yang meninggal dunia dan disolati oleh 40 orang yang beriman kepada Allah dan tidak berbuat syirik maka 40 orang itu akan memberikan syafaat kepada jasad yang disholati.
    • Penyebutan 40 orang mengarahkan kepada sebuah jalan (standar minimal di dalam kita bersahabat dengan orang-orang yang shalih) karena kita baru dishalati mereka saja sudah menjadi sebab syafaat untuk kita pada waktu kematian kita. Memiliki seorang teman yang solehah berdampak besar kepada kehidupan.
    • Imam Qurthubi menceritakan ada seorang ibu yang meninggal dunia dikuburkan oleh beberapa anak laki-lakinya, lalu ibunya datang melalui mimpi dan menyampaikan, "Kenapa kalian tempatkan aku di tempat yang panas dan gerah." Anak-anaknya saling menceritakan mimpi yang sama lalu alu anak-anaknya berdiskusi dan mengunjungi ke makam ibunya. Ketika mereka datang ke makam ibunya mereka mendapati bahwa makam ibunya diapit oleh makam penjudi dan makam pezina maka salah satu dari mereka berpendapat untuk memindahkan makam ibunya. Dipindahkanlah makam ibunya ke tempat makam-makam orang-orang sholeh lalu ibunya pun datang melalu mimpi anak-anaknya dan berterimakasih karena sudah memindahkan makamnya. Pelajaran yang dapat dipetik bahwa dampak kita bertetangga, berteman bersahabat dengan orang shalih ternyata masih besar sampai kita mati, begitu pula sebaliknya.\
    • Untuk itu kita dapat memahami beberapa hal :
    1. Seorang wanita ketika memahami point yang ke-19 wanita ini akan menetapkan pada dirinya untuk membagi pertemanan. Salah satu ulama yang bernama Ibnu Rajab membagi pertemanan menjadi 4 yakni : [1] Teman yang menjadi vitamin bagi kita yang senantiasa melihat wajahnya mengingatkan kita kepada akhirat, ketika berinteraksi dengannya mengingatkan kekurangan dan kesalahan kita walaupun dia tidak mengatakan apapun untuk kita. [2] Teman yang menjadi obat ketika kita datangi, ketika kita butuh. [3] Teman yang menjadi penyakit, kita datang padanya menjadikan kita lupa tentang akhirat, lebih banyak kita bercanda, lebih banyak kita membicarakan dosa. [4] Teman yang menjadi racun, teman yang menjadikan kita tidak istiqomah dan bahkan bisa menjadikan kita murtad.
    2. Bersabar dalam menemani 40 orang teman-teman solehah kita ini karena bagaimanapun mereka memiliki kekurangan.
    3. Meminta untuk mendapatkan cinta mereka, seperti pada doa Rasulullah, "Allahumma inni as'aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba 'amalin yuqarribuni illa hubbika." Artinya "Aku meminta cintaMu ya Allah, cinta orang yang mencintaiMu dan amalan yang paling cepat mendekatkan aku kepada cintaMu." Mintalah kepada Allah supaya mereka tetap mencintaimu sampai kita/mereka meninggal dunia. Supaya masing-masing bersaksi apa yang kita lakukan dalam kebaikan, menjadi saksi-saksi Allah di muka bumi.
    4. Tetap memberikan kepada mereka prioritas. Membagi waktumu untuk mereka saling mengajak kepada kebaikan, saling memberikan hadiah supaya kita bisa saling mencintai. Mendapatkan mereka cukup sulit untuk itu kita perlu menjaga mereka, tidak merusak tali pertemanan dengan teman-teman solehah kita ini. 
  20. Wanita yang senantiasa memiliki keinginan tertinggi. 
    • Keinginan tertinggi ini maksudnya seperti ingin menyenangkan suaminya dengan wajah yang Allah anugrahkan kepadanya.
    • Modal terbesar wanita untuk mendapatkan syurga adalah wajahnya kepada suaminya yang jika dilihat suaminya selalu menyenangkan.
    • Rasulullah dari Abu Dawud, mengatakan, "Kalian mau tahu tidak apa simpanan terbaik yang dimiliki oleh seorang laki-laki?" Tidak ada perniagaan, tidak ada penyimpanan terbaik, tidak ada saldo dan rekening terbaik laki-laki selain, "Seorang wanita yang shalihah."
    • Rasulullah menjelaskan sifat wanita shalihah yang paling istimewa ada 3 yakni :
    1. Ketika suaminya melihat wajah istrinya maka wajah istrinya menyenangkan.
    2. Kalau suaminya perintahkan dia taat. 
    3. Ketika suaminya pergi maka dia menjaga hartanya dan keluarganya. 
    • Perkara yang harus kita mengerti bahwa :
    1. Ketika wanita ingin menata karirnya menuju syurga, perkara yang harus kita mengerti bahwa modal terbesar wanita adalah hati dan wajah. Hatinya yang tenang, lembut dan tahu ketika menikah dia mendapatkan keridhaan dari suaminya. Wajahnya selalu memperlihatkan wajah yang menyenangkan kepada suaminya. Itu merupakan modal terbesar mendapatkan syurga.  Para ulama ketika ditanya bagaimana ketika ada wanita tidak banyak solatnya, tidak banyak puasanya, tidak banyak shodaqohnya, tetapi selalu menyenangkan suaminya maka itu jauh lebih baik wanita itu daripada sebaliknya.
    2. Jangan meributkan hal-hal kecil. Para ulama menasihatkan supaya jangan meributkan hal-hal kecil. Ulama besar Syeikh Khamis ketika beliau sudah menikah lebih dari 30 tahun, ia ditanya, "Apa metodenya di dalam menjaga keutuhan rumah tangga?" Maka katanya "Jangan meributkan masalah-masalah kecil." 
    3. Jangan menganggap jika berbuat baik dengan wajah menyenangkan ke suami menganggap bahwa ini semua itu transaksional. Jangan menjadikan pernikahan itu transaksional. Menganggap bahwa semisal istri menyenangkan ke suami lalu suami akan membalas menyenangkan, terkadang suami bisa saja tidak memberikan feedback yang kurang baik. Sebagai istri tetaplah berbuat baik karena perbuatan baikmu tidak ada yang dilewatkan oleh Allah karena perbuatan baik itu tidak pernah lusuh, tidak pernah expired tidak pernah usang. Jadikan transaksi itu hanya untuk mendapatkan ridhonya Allah.
    4. Istri harus tahu kesukaan suami.
    5. Sebagai istri jagalah wajah semampumu, menjaga kesehatan, menjaga aroma (wangi), menjaga rambut agar rapih dan lain-lain. Seorang suami jangan sampai melihat apa yang buruk dari istrinya bahkan jangan sampai siklus darah bulanannya (haid) terlihat. Kata Umamah binti Harist ketika dia menasehati putrinya ketika akan menikah, "Jagalah mata suamimu supaya dia tidak melihat apa yang buruk darimu. Jagalah telinga suamimu supaya dia tidak mendengar apa yang buruk dan apa yang tercela dari dirimu." 

Demikianlah 20 Jalan Pintas Wanita Menuju Syurga, semoga kita bisa mengamalkannya. Aamiin YRA.