Sabtu, 14 Desember 2024

Kitab Al-Mulakhkhash : Tentang Banyak Bersumpah

Kajian        : Kajian Kitab Al-Mulakhkhash Fii Syarhi Kitab At-Tauhid
Karya         : Asy-Syaikh Al-'Allamah Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan (Hafidzahullah)
Sifat           : Online/Offline - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Muhammad Yahya
Tanggal      : Sabtu, 7 Desember 2024

  • Al-Mualif rahimahullah, Imam Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan, dari firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah [5] : 89, artinya : "Dan jagalah sumpah-sumpah kalian."
  • Keterkaitan ayat ini dengan tauhiid, bahwa di antara kesempurnaan tauhiid adalah menghormati nama Allah SWT dan tidak merendahkanNya dengan banyak menyebutnya di dalam sumpah, sebab hal itu menunjukkan tidak adanya pengagungan terhadap nama Allah dan menunjukkan anggapan remeh akan hal itu.
  • Kata sumpah itu ucapan, "Demi Allah" dalam bahasa Indonesia, atau dalam bahasa Arab, "Wallahi, Billahi, Tallahi".  Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk menjaga sumpah mereka. Penjagaan terhadap sumpah itu dilakukan di depan, di tengah dan di belakang. Maksudnya dilakukan di depan itu sebelum orang tersebut bersumpah, di tengah dilakukan saat seseorang sudah bersumpah, di belakang dilakukan saat sudah dia langgar sumpahnya dia harus membayar denda. Itulah bentuk penjagaan terhadap sumpah.
  • Sumpah di depan artinya sebelum seseorang bersumpah mestinya berfikir jangan mudah untuk bersumpah, jangan mudah membawa-bawa nama Allah SWT, karena sumpah itu diucapkan agar lawan bicara percaya dengan apa yang hendak disampaikan. Jika sering diucapkan untuk hal-hal remeh ini sama saja tidak mengagungkan nama Allah.
  • Hadist Pertama. Dari HR. Abu Hurairah, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sumpah itu melariskan dagangan akan tetapi mengurangi penghasilan."
  • Sumpah melariskan dagangan maksudnya calon membeli percaya kepada penjual sebab ia membawa nama Allah SWT dalam jualannya. Contoh, demi Allah barang ini bagus, demi Allah barang ini murah, dan lain-lain. Ini dilakukan supaya calon pembeli percaya lalu barangnya dibeli dengan harapan banyak untung, namun rasulullah SAW mengatakan lagi bahwa hal tersebut jika dilakukan bisa mengurangi penghasilan (tidak berkah). Selektiflah untuk mempergunakan sumpah dengan nama Allah pada perkara yang penting.
  • Sumpah jika dilakukan di tengah, ketika seseorang sudah bersumpah maka ada perintah untuk menjaganya, "Jagalah sumpah kalian jangan mudah untuk dibatalkan." Memang diperbolehkan jika seseorang sudah bersumpah lalu dibatalkan, dia melihat sesuatu yang lebih baik dari yang dia sumpahkan itu diperbolehkan oleh Rasulullah SAW untuk mebatalkan sumpahnya, akan tetapi yang dimaksud dengan menjaga sumpah yakni dengan tidak gampang-gampangan, baru saja bersumpah lalu dilanggar, maka sebaiknya fikirkan baik-baik.
  • Sumpah jika dilakukan di belakang ketika dia harus membatalkan sumpahnya maka harus membayar dengan kafarah (membayar denda) sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
  • HR. Bukhari Muslim, makna umum dari hadist ini, Rasulullah SAW memberikan peringatan dari menganggap remeh sumpah dan banyak menggunakan sumpah dalam aktivitasnya, entah untuk melariskan dagangan atau untuk mendapatkan keuntungan sebab jika seorang bersumpah atas suatu dagangan bahwa dia beli sekian harganya padahal dia bohong maka lawan bicara yaitu calom pembeli menyangka bahwa dia (penjual) jujur karena dia (penjual) berani bersumpah kemudian pembeli itupun mau membelinya dengan harga di atas rata-rata karena terpengaruh oleh sumpah penjual. Padahal dia bersumpah untuk mendapatkan untung lebih, berarti dia telah durhaka kepada Allah SWT. Maka dia dihukum oleh Allah SWT dengan menghanguskan keberkahan pada bisnisnya. Nauzubillahiminzaliq.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Anjuran untuk waspada dari penggunaan sumpah untuk melariskan dagangan karena itu sama saja merendahkan nama Allah SWT dan itu bisa mengurangi kesempurnaan tauhid.
    2. Hadist ini menunjukkan dampak negatif dari sumpah palsu, dia berharap dagangannya laris namun ternyata akibat bersumpah palsu berkahnya itu langsung dihanguskan oleh Allah SWT.
    3. Bahwa hasil usaha yang haram walaupun banyak nilainya namun dicabut keberkahannya oleh Allah, tidak ada kebaikan sedikitpun di dalamnya. Jadi kalau berdagang yang harusnya kita cari adalah keberkahannya. Dalam mendapatkan keberkahan harus jujur dan transparan dalam menjalankan bisnis.
  • Hadist Kedua. Dari Salman Al-Farisi, bahwa rasulullah SAW bersabda, "Ada 3 golongan manusia tidak akan diajak bicara oleh Allah SWT di akhirat, dia tidak dipuji oleh Allah SWT, tidak dibersihkan dari noda-noda dosanya dan baginya siksaan yang pedih." 
  • Meliputi siapa sajakah? Yakni :
    1. Orang yang sudah tua yang berzina, dikatakan orang yang sudah beruban namun ubannya tidak bisa mencegahnya dari perilaku zinanya.
    2. Orang miskin yang sombong. Rasulullah SAW menerangkan apa itu sombong yakni menolak kebenaran dan merendahkan sesama dan itulah yang dilakukan oleh iblis. Pertama, iblis tidak mau patuh atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam AS (Iblis menentang Allah SWT), Kedua, iblis merasa lebih hebat dari Adam AS bahwa iblis merasa yang terbuat dari api lebih baik daripada Adam AS yang dari tanah padahal tidak demikian (iblis merendahkan Adam AS).
    3. Orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, dia tidak membeli kecuali dengan sumpah, tidak menjual kecuali dengan sumpah.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Peringatan dari banyak bersumpah dalam jual beli dan anjuran untuk mengagungkan dan menghormati nama-nama Allah SWT.
    2. Hadist ini menunjukkan bahwa Allah SWT itu berbicara dan Allah SWT mengajak berbicara orang-orang yang patuh kepadanya dan dengan itu lawan bicara menjadi mulia karena diajak bicara oleh Allah SWT.
    3. Peringatan dari bahaya perbuatan zina terlebih dilakukan oleh orang yang sudah tua.
    4. Peringatan dari kesombongan apalagi dilakukan oleh orang yang miskin.
  • Hadist Ketiga. Dari HR Bukhari Muslim, dari sahabat Imran bin Husain, beliau berkata Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik umatku adalah generasiku. Kemudian orang-orang yang datang setelah mereka. Kemudian generasi berikutnya lagi"  Imran Ibnu Husai mengatakan lagi, "Aku sempat tidak tahu (terlupa) apakah Rasulullah setelah generasinya itu 2 kali atau 3 kali utama." Kemudian Rasulullah SAW menyebut, "Nanti setelah kalian muncul generasi nanti akan datang orang-orang yang berani bersumpah yang (yang dimaksud di sini adalah sumpah palsu) padahal tidak dimintai sumpahnya. Nanti akan muncul generasi yaitu orang-orang berkhianat dan tidak menjaga amanah yang dimandatkan kepadanya. Mereka juga berani bernadzar, akan tetapi tidak mereka tunaikan. Dan muncul di tengah-tengah mereka orang-orang yang besar banyak makan banyak minum tidak peduli halal atau haram."
  • Generasi Rasulullah itu generasi para sahabat. Dan definisi sahabat seperti yang dikatakan Hafidz Ibnu Hajar, sahabat adalah orang yang pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW, beriman dengannya dan meninggal di atas Islam walaupun pernah murtad.
  • Orang-orang yang datang setelah mereka, maksudnya generasi berikutnya yaitu generasi yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW tapi berjumpa dengan para sahabatnya. Generasi ini dinamakan generasi Tabi'in.
  • Kemudian generasi berikutnya lagi, maksudnya generasi berikutnya yaitu generasi yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW dan sahabat tapi berjumpa dengan Tabi'in. Generasi ini dinamakan generasi Tabiut Tabi'in atau Atbaut Tabi'in.
  • Itulah 3 generasi pertama yang disebut Rasulullah SAW. Inilah yang disebut dengan Salafus Sholeh, 3 generasi utama pendahulu yang baik.
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Menunjukkan keutamaan tiga atau empat generasi umat ini.
    2. Celaan bagi mereka yang terburu-buru menyampaikan persaksiannya padahal tidak diminta.
    3. Celaan untuk meremehkan nadzar dan wajibnya menunaikan dan memenuhi nadzar.
    4. Celaan pengkhianatan di dalam sebuah amanah dan anjuran untuk menunaikan amanah.
    5. Celaan anjuran untuk berfoya-foya, berlezat-lezatan, bersenang-senang, glamour terhadap dunia dan celaan dari berpaling dari akhirat (tidak peduli kepada akhirat, hanya memikirkan dunia saja).
    6. Itu semua di antara tanda kenabian Rasulullah SAW dimana Rasulullah SAW mengabarkan sesuatu sebelum terjadinya (bukan berarti tahu perkara ghaib tapi itu wahyu dari Allah SWT). Rasulullah SAW tidak berbicara semaunya akan tetapi yang diucapkan itu berdasarkan wahyu dan betul terjadi sesuai yang Rasulullah SAW beritakan.
  • Hadist Keempat. Dari HR. Bukhari Muslim, Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku, kemudian berikutnya, kemudian generasi berikutnya. Kemudian datang manusia-manusia, orang-orang itu persaksian mereka mendahului sumpahnya, sumpah mereka mendahului persaksiannya."
  • Faedah yang bisa dipetik dari hadist ini :
    1. Bahwa generasi utama umat ini ada 3 dan itu adalah generasi terbaik umat ini. 
    2. Celaan mereka yang tergesa-gesa dalam bersaksi dan bersumpah.
    3. Yang disebutkan oleh Rasulullah SAW yang merupakan tanda kenabiannya karena apa yang Rasulullah SAW sampaikan benar-benar terjadi.
    4. Perhatian para salaf dalam pendidikan anak-anak dan pengajaran mereka.