Sabtu, 30 Maret 2024

Meraih Keberkahan Ramadhan Dengan Al-Quran Bersama Keluarga

Kajian        : Kajian Muslimah Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Sinta Santi
Tanggal      : Sabtu, 23 Maret 2024

  • QS. Al-Baqarah [2] : 183-185, artinya :
    • [183] Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
    • [184] (Yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaiutu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
    • [185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di anatara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah mengkehendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungka Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
  • QS. At-Tahrim [66] : 6, artinya :
    • Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka da selalu mengerjaka apa yang diperintahkan.
  • Hidangan spesial dari Allah.
    • Sesungguhnya Al-Quran ini adalah jamuan Allah (ma'dubatullah), maka ambillah darinya semampu kalian. Sungguh aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih kosong dari kebaikan selain rumah yang ada di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran. Sungguh hati yang ada di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran adalah hancur seperti hancurnya rumah tangga yang tak berpenghuni. (HR. Ad-Darimi)
    • Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al-Quran. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya. (HR. Ahmad)
  • Indahnya berjuang menjadi keluarga Allah SWT.
  • Usia bukanlah halangan
    • Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Al-Muzammil [73] : 4)
    • Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimatnya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripadaNya. (QS. Al-Kahfi [18] : 27)
    • Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya. (HR. Muslim)
  • Arti menjadi sahabat Al-Quran :
    • Mencintai  dan mengagungkan Al-Quran
    • Sangat ingin untuk selalu beriteraksi dengan berulang-ulang dan hapal
    • Berupaya memahami maknanya
    • Menikmati membacanya sebagai dziikir terbaik
    • Menjadikan nilai-nilainya tercermin dalam kepribadian
    • Mendakwahkan da membelanya
    • Berharap semua upaya menjadi sebab bagi turunnya rahmat Allah
  • Wasiat nabi Muhammad SAW kepada Abu Dzar
    • Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan menjadi cahaya bagimu di bumi dan menjadi simpanan (deposit amal) di langit. (Ibnu Habban)
  • Keistimewaan Al-Quran :
  1. Dari sisi waktu
  2. Dari sisi pilihan Rasul
  3. Dari sisi pilihan malaikat
  4. Dari sisi keutamaan mukjizat
  • Pahala membaca Al-Quran
    • Dari Ibnu Mas'ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran) maka baginya satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. Tirmidzi)
    • Al-Quran terdiri dari 114 surah, 30 juz, 6.236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut riwayat Ad-Dur, dan 6214 ayat menurut riwayat Warsy. Imam Syafii mencatat ada 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf dalam Al-Quran.
    • "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
  • Bersama Malaikat Mulia
    • "Orang yang membaca Al-Quran dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala." (Muttafaqalaih)
  • Risalah Ma'surat - Keutamaan Al-Quran
    • Al-Quran Al-KArim adalah undang-undang yang konfrehensif bagi seluruh hukum Islam. Al-Quran adalah sumber mata air yang melimpahkan kebaikan dan hikmah pada hati-hati yang beriman. Dan, membacanya merupakan seutama-utama amal untuk tagarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. 
  • Sikap Para Salafus Sholih
  1. Tahu benar keutamaan Al-Quran dan keutamaan membacanya.
  2. Mereka menjadikan Al-Quran sebagai tasyri', sumber perundang-undangan, penentram hati, dan wirid dalam ibadah.
  3. Mereka melapangkan dada-dada mereka di hadapannya, mentadaburi isi kandungannya, serta merefleksikan makna-makna luhur yang terkandung di dalamnya ke dalam ruh dan spiritual mereka.
    • Maka Allah memberikan pahala di dunia dengan menjadikan mereka sebagai qiyadah alam dan di akhirat mereka mendapatkan derajat yang tinggi.
    • Al-Quran kini kita terlantarkan, sehingga sampailah kita pada kondisi yang lemah dalam urusan dunia dan rapuh dalam urusan agama. (HAB)
    • "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba laki-lakiMu dan anak hamba perempuanMu. Ubun-ubunku berada di tanganMu. HukumMu berlaku pada diriku. KetetapanMu adil atas diriku. Aku memohon kepadaMu dengannya, atau Engkau turunkan dalam KitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, agar Engkau menjadikan AL-Quran sebagai musim semi di hatiku, cahaya di dadaku pelipur kesedihanku serta pelengkap kegelisahanku."
    • Antaj'alalquraaaana robii'a qolbii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai musim semi di hatiku."
    • Sebagian ulama menerjemaahkan kata "robi'a" di atas dengan penawar hati, penyejuk hati. Namun secara bahasa artinya adalah musim semi, atau dengan kata lain kesukaria-an dalam hati dan kesenangannya.
    • ..Dijadikan musim semi baginya, karena manusia akan merasa senang hatinya ketika datangnya musim semi dan hati akan cenderung kepadanyya. Keluar dari berbagai macam duka dan nestapa, sehingga menemukan semangat, kebahagiaan dan kesukariaan..
    • Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam salah satu kitabnya, Al-Fawaaid ketika membahas tentang doa ini berkata, bahwa "robi'a" adalah hujan yang menghidupkan bumi.
      • Wanuurosodrii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai cahaya di dadaku."
      • Wajilaa'ahujnii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai penghilang kesedihan."
      • Wadzahaabahammii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai pelengkap kecemasanku."
    • Sebesar apa pun kesusahan yang engkau alami, akan menjadi hilang di hadapan Al-Quran.
    • Nabi melanjutkan wejangannya kepada Ibu Mas'ud, "Jika engkau melantunkan doa tadi, maka Allah akan melenyapkan kesusahanmu, dan membuat kesedihan menjadi kegembiraan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami harus mempelajari doa terebut?" Beliau menjawab, "Ya, orang yang mendengarnya harus mempelajarinya." (HR. Abu Ya'la Al-Maushili, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Hibban, dan Thabrani)
  • Wirid Hapalan
    • Bagi setiap muslim dianjurkan agar bersungguh-sungguh dengan segenap kemampuan untuk menghapal apa yang memungkinkan bisa dihapalkannya dari Al-Quran Al-Karim. Juga harus mengkondisikan diri setiap hari untuk menghapal dengan sebaik-baiknya satu ayat atau beberapa ayat sesuai dengan kadar kemampuannya. Degan rutinitas seperti ini, akan memungkinkan baginya untuk menghapal banyak ayat dari kitab Allah SWT. (HAB)
    • Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar RA, "Wahai Abu Dzar, ketika engkau di awal siang lalu engkau mengerti satu ayat dari kitab Allah itu, lebih baik bagimu daripada seratus rakaat," (HR. Ibnu Majah)
    • "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr [15] : 9)


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Sabtu, 23 Maret 2024

Fiqih Ramadhan Bagi Muslimah

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Samirah
Tanggal      : Sabtu, 16 Maret 2024


Dasar Hukum :
  • QS. Al-Baqarah [2] : 183-185, artinya :
    • [183] Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
    • [184] (Yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaiutu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
    • [185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di anatara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah mengkehendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungka Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
  • Artinya : Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu syurga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan). (HR. Ahmad)

Syarat Wajib Puasa :
  1. Islam
  2. Mukallaf
  3. Tidak dalam kondisi yang mengharamkan untuk berpuasa (haid, nifas, gila)
Rukun Puasa :
  1. Niat
  2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
  • Dari Amirul mukminin, Abu Hafsh 'Umar bin Khattab RA, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju. (HR. Bukhari dan Muslim, Bukhari No.1 dan Muslim No.1907)
Keringanan :
  1. Sakit
  2. Haid
  3. Nifas
  4. Musafir
  5. Tidak mampu berpuasa (lansia, sakit menahun)
  • (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat, menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2] : 184)
Qodho Dan Fidyah
  • Qodho :
  1. Musafir
  2. Orang skit
  3. Haid/Nifas
  • Fidyah :
  1. Lansia
  2. Sakit menahun dan tidak kunjung sembuh
Wanita Hamil Dan Menyusui :
  • Khawatir terhadap dirinya
  • Khawatir terhadap janin/bayi yang dikandung
Keutamaan Berpuasa
  • Diampuni dosa
    • Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab (mengharap balasan dari Allah SWT), telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari Muslim)
  • Doa tidak tertolak
    • Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya : Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan orang yang didzalimi. (HR. Ahmad)
  • Dijauhkan dari syetan
    • Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu syurga akan dibukakan dan pintu-pintu neraka akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu. (HR. Bukhari Muslim)
  • Mendapatkan dua kebahagiaan
    • Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR, Muslim)
  • Pintu syurga Ar-Rayyan
    • Di dalam syurga ada sebuah pintu yang disebut pintu Ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu di hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa yang lainnya tidak masuk lewat pintu itu. Dan diserukan saat itu, "Manakah orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka yang berpuasa bangun untuk memasukinya, sedangkan yang lain tidak. Bilamana mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak ada yang bisa memasukinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Berpuasa
  1. Menyegerakan berbuka
  2. Sahur
  3. Mengakhirkan sahur
  4. Meninggalkan perkataan buruk (mencela, berdusta, berghibah, namimah)
  5. Berdoa saat berbuka puasa
  6. Memperbanyak shodaqoh
  7. Memberi makan bagi orang yang berbuka puasa


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Rabu, 20 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 30 - Prasangka Tentang Kamarmu, Ruang Privasimu

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed - Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 29 Februari 2024


XXX. Surat Cinta Ke 30

QS. An-Nur [24] : 58-59
Artinya :
[58] Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki dan orang-orang yang  belum balig (dewasa) di antara kamu meminta izin  kepadamu tiga kali, yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari,  dan setelah shalat Isya. (Itu adalah) tiga (waktu yang biasanya) aurat (terbuka) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu. (Mereka) sering keluar masuk menemuimu. Sebagian kamu (memang sering keluar masuk) atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat kepadamu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[59] Apabila anak-anak di antaramu  telah sampai umur dewasa, hendaklah mereka meminta izin seperti halnya orang-orang yang (telah dewasa) sebelum mereka (juga) meminta izin.  Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nur [24] : 58-59)
  • Ayat ini memiliki Asbabun Nuzul ketika seorang shahabiyah Rasulullah bernama Asma binti Mursyid memiliki budak yang membantu Asma. Suatu kali budak ini masuk ke kamar Asma tanpa izin ke Asma di waktu yang tidak tepat sehingga Asma berkeberatan dengan yag budak Asma lihat di kamar Asma. Asma lalu memberitahukan hal ini ke Rasulullah, "Ya Rasulullah alangkah buruknya ini, dia masuk ke kamar kami dan ada suami saya dan sesungguhnya kami berdua sedang berada di selimut yang satu dan dia masuk tanpa dia meminta izin kepada kami". Karena hal inilah Allah menurunkan QS. An-Nur [24] : 58-59 untuk memberitahu bahwa ada sebuah syariat yang Allah beritahu pada ayat ini.
  • Karena cintanya Allah kepada wanita, Allah sampai menurunkan ayat untuk mengatur urusan kamar. Allah mewajibkan kepada siapapun yang ingin memasuki kamar seorang wanita dewasa dan seorang laki-laki dewasa dari pembantunya, saudaranya, mahramnya, temannya, dan lain-lain itu harus dengan izin demi melindungi aurat agar tidak tampak secara tidak sengaja. Ini berlaku bukan hanya untuk kamar suami istri saja namun ke kamar siapapun. Aurat pun maksudnya bukan hanya kepada aurat secara fisik saja namun meliputi barang-barang pemilik kamar.
  • Pada QS. An-Nur [24] : 58-59 dijelaskan hati-hati meminta izin memasuki kamar terutama pada 3 waktu :
  1. Sebelum shalat Subuh, ketika sebagian besar seorang ibu melepas sebagian besar pakaiannya.
  2. Pada waktu Dzuhur, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari.
  3. Setelah shalat Isya, ketika sebagian besar suami istri saling berdekatan dan melepaskan sebagian besar pakaian luar mereka.
  • Saking cintanya Allah kepada wanita, kamarnya pun dibuat aturan, jangan masuk kamar sebelum meminta izin. Ada aturan ini karena merupakan penjagaan :
  1. Penjagaan kepada kalangan wanitanya, penjagaan kepada kalangan laki-laki supaya tidak rusak pandangannya, tidak rusak visualnya ketika melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat.
  2. Penjagaan karena wanita merupakan makhluk yang tidak ternilai, maka Allah membuat setiap wanita terjaga sampai detail-detailnya pada diri wanita sehingga aurat mereka tidak bebas diakses siapapun. Hanya yang halal baginya yang bisa mengaksesnya. Jangan sampai juga seorang anak melihat sebagian besar aurat yang dimiliki bapak ibunya karena itu termasuk salah satu hal yang bisa merusak konsep visual seorang anak. Ada seorang sahabat ditanya, yaitu Hudzaifah Ibnu Yaman ketika seorang anak bolehkah memasuki kamar ibu bapaknya? Maka dijawab, "Tidak, dia harus meminta izin, kalau dia tidak meminta izin dia akan melihat sesuatu yang tidak suka dia lihat. Dan ibu tidak akan suka melihat apa yang anaknya lihat".
  3. Penjagaan untuk tidak melihat aurat saudaranya karena ini termasuk perkara yang tidak boleh karena memiliki suatu kerusakan. Tawus bin Kasyam mengatakan, "Tidak ada satu wanita yang aku benci melihat auratnya justru wanita yang memiliki kekerabatan mahram". Banyak yang mengaggapnya tidak apa-apa namun itu tidak boleh karena bisa merusak akal.
  • Ibu Abbas berkata, "Sesungguhnya QS. An-Nur [24] : 58-59 ini termasuk salah satu ayat yang paling banyak manusia melupakan tentang ayat ini, sesungguhnya syetan itu memperdaya banyak manusia dengan tiga ayat ini (QS. Al-Ahzab [33] : 32 dan QS. An-Nur [24] : 58-59) yaitu salah satunya kewajiban meminta izin kepada orangtua ketika akan memasuki kamar orangtua".

Betapa Allah mengistimewakan diri kalian para wanita dengan keistimewaan yang tidak diberikan kepada makhluk yang lainnya.

Selasa, 19 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 29 - Prasangka Tentang Suaramu

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed - Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 29 Februari 2024

  • Puncak dari setiap ilmu yang berhasil susah payah kita pelajari adalah bagaimana kita mendapatkan keberkahan dan kita terhindar dari musibah ilmu ketika ilmu itu tidak mengubah kita sedikitpun setelah kita mendapatkannya.
  • Rasulullah selalu berlindung dari sifat-siat musibah yaitu salah satunya berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat.
  • Doa berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat : 
    • Doanya : Allahumma innii a'udzubika min 'ilmin laa yanfa', wa min qalbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba', wa min da'watin laa yustajaabu lahaa.
    • Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak terkabulkan. (HR. Muslim No.2722)
  • Karena pada dasarnya alangkah meruginya kita kalau setiap ilmu yang kita peroleh dengan susah payah tidak berkah, tidak memberikan perubahan yang baik pada hidup kita. Jangan seperti orang Yahudi yang faham dan banyak petunjuk yang mereka ketahui namun tidak menjadikan mereka orang yang beriman.

XXIX. Surat Cinta Ke 29

QS. Al-Ahzab [33] : 32
Artinya : 
Wahai istri-istri Nabi,kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka, jaganlah kamu merendahkan suara (dengan lemah lembut yang dibuat-buat) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS. Al-Ahzab [33] : 32)
  • Karena Allah paling tahu kondisi wanita, Allah ingin memberikan kenyamanan kepada wanita. Wanita diberi proteksi sebuah aturan agar tidak melembutkan suaranya kepada laki-laki yang bukan suaminya, bapaknya, anak-anakya, saudara laki-lakinya, dan yang semahram dengannya. Laki-laki tidak semua dalam hati yang bersih sehingga dapat melakukan sesuatu yang tidak diinginkan hanya karena perkara suara wanita yang terlalu lembut. Menjaga suara sangatlah penting sehingga tidak membuat laki-laki salah berprasangka.
  • Batasan-batasan suara seperti :
    • Ketika sholat berjamaah adakalanya imam melakukan kesalahan. Jamaah laki-laki memngingatkan dengan suara sementara jamaah wanita dengan cara menepukkan sesuatu agar suara wanita tidak terdengar.
    • Ketika wanita tawaf, wanita cukup dengan melambai kepada hajar aswad, tidak perlu bersuara. Wanita bertalbiah dengan suara yang direndahkan volumenya.
    • Wanita tidak diperbolehkan mengumandangkan adzan di masjid.
  • Imam Ibnu Katsir berkata, "Sesungguhnya sifat suara yang betul-betul diharamkan dari seorang wanita kepada laki-laki adalah satu suara yang sudah dalam konotasi tarhim". Tarhim itu biasanya suara manjanya seorang wanita kepada suaminya, suara ini tidak boleh sampai terdengar keluar rumah agar suara tersebut hanya diberikan/didengarkan kepada yang halal mendengarkannya.
  • Ucapkanlah ucapan yang ma'ruf, ucapan yang ma'ruf itu ucapan yang singkat, sesuai kebutuhan, sesuai kondisi dan keadaan dan tidak lebih daripada itu, tidak ada unsur bercanda berlebihan, tidak ada unsur yang menjadi fitnah dan tidak mengarah ke sesuatu yang dibenci Allah. Itulah yang disebut dengan kriteria Qaulam Ma'rufa (perkataan yang ma'ruf antara laki-laki dan wanita).

30 Kisah Inspirasi

AYARIKHA UMMI MUSA
  • Ayarikha hidup pada masa raja firaun, raja kejam yang memerintahkan setiap bayi laki-laki yang lahir dibunuh.
  • Ayarikha merupakan wanita dari kaum Bani Israil yang rumahnya berada di pinggir sungai Nil.
  • Ayarikha pada saat itu sedang mengandung, namun Allah membuat kandungannya tidak nampak sehingga prajurit-prajurit firaun tidak memasukkan nama Ayarikha ke dalam list wanita-wanita Bani Israil yang hamil. Oleh karena itu Ayarikha melahirkan dengan aman tanpa ditunggui algojo-algojo firaun.
  • Ketika Ayarikha melahirkan anak laki-laki, ia ketakutan akan keselamatan putranya. Allah lalu membisikkan, "Susuilah bayimu, jika kamu khawatir tentang keselamatannya, maka jatuhkanlah ia ke sungai. Janganlah kau takut dan tak perlu bersedih hati, karena Kami akan mengembalikannya padamu dan menjadikannya seorang Rasul".
  • Suatu hari prajurit firaun masuk ke rumah Ayarikha, Ayarikha segera menaruh anaknya di kotak dan membiarkannya mengambang di sungai Nil. Biasanya Ayarikha mengikat kotaknya dengan tali namun saat itu karena terburu-buru ia lupa. Ayarikha kehilangan anaknya yang terbawa di sungai Nil. Ia lalu meminta putrinya untuk mengikuti jejak kotak adiknya. Kotak itu melintasi istana firaun dan diketemukan oleh dayang-dayangnya. Dayang-dayang tersebut memberikan bayi ke permaisuri firaun yang bernama Asiyah binti Muzahim. Allah mejadikan bayi tersebut sebagai magnet cinta yang ketika orang melihatnya akan jatuh cinta secara alamiah. Asiyah bertekad untuk mengadopsinya/merawatnya. Ketika firaun melihat bayi laki-laki tersebut firaun lantas memerintahkan algojonya untuk mengeksekusinya, namun Asiyah segera membujuknya, firaun luluh lalu mengabulkan permohonan Asiyah.
  • Asiyah lalu mencari ibu susu di lingkungan istana namun tidak ada yang cocok. Asiyah lalu memerintahkan mencari ibu susu di luar lingkungan istana. Putri Ayarikha mengetahui hal tersebut langsung memberi informasi bahwa ada yang bisa menyusui dan menjaganya, putrinya memberi alasan bahwa orang yang dia tawarkan senang melayani keluarga kerajaan. Setelah itu dibawalah Musa bayi untuk disusukan. Musa bayi langsung menyusu kepada Ayarikha. Asiyah ingin memboyong Ayarikha untuk tinggal di istana, namun Ayarikha beralasan bahwa ia juga harus melayani keluarganya di rumah, Ayarikha ingin mengasuh Musa bayi di rumah, lalu dikabulkan Asiyah. Musa bayi kembali ke pangkuan ibunyya tanpa ada darah yang mengalir.
  • Kisah Ayarika mengajarkan kepada kita bahwa jalan takdir yang seringkali kita benci merupakan jalan takdir paling terbaik untuk kita. Skenario Allah jauh lebih indah dari skenario hambaNya.
  • Syaikh Ayidh Al-Muthairi mengatakan, "Sungguh terkadang Allah mencegahmu untuk mendapatkan harapanmu karena Allah ingin memberikan apa yang melampaui harapanmu".

Frekuensi suara wanita pun dibahas oleh Allah, 
karena Allah ingin memberikan yang terbaik, menjaga wanita.


Senin, 18 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 28 - Lisanmu Syurgamu Atau Nerakamu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed - Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Taggal        : Selasa, 28 Februari 2024


XXVIII. Surat Cinta Ke 28

QS. Al-Hujurat [49] : 11
Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Hujurat [49] : 11)
  • Pemberitahuan kepada wanita agar jangan mengolok-olok wanita lainnya. Hendaklah wanita bisa me-manage hati dan lisannya supaya tidak mudah mengolok-olok dan merendahkan wanita lain karena kebanyakan gagal untuk menjaga hati dan lisannya. 
  • Ujian pada wanita terletak di lisannya.
  • Rasulullah menyatakan, "Aku ini melihat neraka dan aku melihat sebagian besar penduduk neraka itu adalah kalangan wanita". Lalu para sahabat bertanya, "Kenapa ya Rasulullah? Apakah para wanita ketika mereka menjadi penghuni syurga sebagian besar dari mereka apakah karena mereka kufur kepada Allah?" Kata Rasulullah, "Tidaklah para wanita itu kufur kepada Allah". Ditanya lagi, "Lalu kenapa mereka kebanyakan jadi penghuni neraka?" Rasulullah menjawab, "Karena mereka mengkufuri kebaikan suaminya, ketika suaminya berbuat yang terbaik dalam kehidupan mereka, lalu tiba-tiba suaminya melakukan satu kesalahan begitu cepat seorang wanita disergap hatinya, dikuasai lisannya dan begitu ringan tanpa berfikir panjang dia mengomentari suaminya dan berkata, kamu jadi suami tidak ada baiknya sama sekali". Perkataan itu bisa menjebloskan wanita ke dalam neraka.
  • Asbabun Nuzul yang melatar belakangi ayat ini adalah ada seorang wanita bernama Shafiyyah bin Huyai ketika dilamar Rasulullah, istri-istri Rasulullah yang lain berkomentar bahwa Shafiyyah seorang Yahudi dan anak dar seorang Yahudi. Ketika Shafiyyah diolok-olok, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada Shafiyyah, "Wahai Shafiyyah, katakanlah kepada siapapun yang merendahkan dirimu, bapakku adalah Harun AS dan sesungguhnya pamanku adalah Musa AS dan suamiku adalah Muhammad SAW".
  • Musuh seorang wanita adalah dirinya sendiri ketika dia selalu merasa lebih baik dari pada wanita lain dan jika sudah merasa lebih baik terkadang wanita suka merendahkan wanita lain, inilah perkara yang menyebabkan rusaknya kehidupan wanita di akhirat.
  • Ada hadist terkenal. Ada sesorang yang bertanya kepada Rasulullah tentang perihal dua wanita. Wanita pertama yang ditanyakan ada wanita yang sangat banyak solatnya, puasanya, sedekahnya, dan lain-lain namun ada satu kekurangannya yakni dia menyakiti tetangganya. Dia bertanya kepada Rasulullah kedudukan wanita tersebut di akhirat. Lalu dijawablah, "Di neraka". Lalu bertanya lagi. Wanita kedua, wanita yang tidak banyak solat, puasa, sedekah dan lain-lainnya tapi lisannya tidak pernah menyakiti tetangganya. Maka Rasulullah berkata, "Wanita tersebut berada di dalam syurga".
  • Dari QS. Al-Hujurat [49] : 11 kita belajar bahwa :
  1. Untuk memberi kesadaran kepada seorang wanita hati-hati menjaga lisan.
  2. Allah memberi penegasan bisa jadi orang yang direndahkan, lebih baik daripada dirinya.
  • Kisah Aisyah RA pernah meremehkan Shafiyyah binti Huyai dengan mengatakan, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Shafiyyah itu merupakan wanita yang pendek". Rasulullah berkata, "Wahai Aisyah, jika kamu mengatakan Shafiyyah wanita yang pendek, walaupun benar Shafiyyah wanita yang pendek tapi kalimat itu jika kamu mengucapkan dalam kondisi meremehkannya, kalau kalimat yang kamu ucapkan itu di teteskan kepada lautan, lautan samudra akan menjadi hitam disebabkan ucapan yang kamu sampaikan kepada wanita lain".
  • Allah menciptakan wanita ada kelebihan dan ada kekurangannya. Para wanita mampu mengucapkan ribuan kata per harinya yakni 20.000 kata per hari, sedangkan laki-laki sekitar 7.000 kata per harinya. Hikmah wanita mampu berbicara banyak supaya wanita bisa mengajarkan perbendaharaan kata kepada anak-anak.
  • Perkara yang kita khawatirkan, kita perlu belajar diam :
  1. Belajar untuk tidak banyak berkomentar (tidak setiap perkara harus sellau dikomentari).
  2. Belajar diam ketika sedang marah.
  3. Belajar diam jika kemungkinan kata-kata yang dikeluarkan menyakitkan
  4. Belajar diam sekiranya bisa merusak tali persaudaraan.
  5. Belajar diam jika ada berkeinginan untuk berteriak, tahanlah daripada bisa menyakiti orang-orang di sekitar kita jika terucap dan terdengar.

30 Kisah Inspirasi

WA'ILAH ZUJATI NUH
  • Wa'ilah adalah sosok yang namanya ada di dalam Al-Quran namun bukan karena kebaikannya tapi karena keburukan perbuatannya.
  • Wa'ilah merupakan wanita bangsawan yang mempunyai tiga kelebihan yakni cantik, nasabnya baik, dan kedudukannya tinggi.
  • Wa'ilah menikah dengan nabi Nuh AS, sebelum nabi Nuh AS menjadi nabi. Mereka mempunyai empat anak laki-laki bernama Sam, Ham, Yafidz dan Kan'an
  • Ketika nabi Nuh AS berumur 40 tahun beliau diutus menjadi nabi untuk berdakwah. Selama 950 tahun nabi Nuh AS berdakwah namun hanya 10 orang saja pengikutnya, itupun dari kalangan miskin dan tak berdaya.
  • Wa'ilah sebagai istri nabi Nuh AS bukannya bersama-sama berdakwah tapi malah menusuk nabi Nuh AS dari belakang. Bahkan putranya yang bernama Kan'an juga tidak beriman sementara tiga lainnya beriman.
  • Nabi Nuh AS diperintahkan Allah untuk membuat bahtera/kapal yang sangat besar, panjangnya 1.200 hasta dan lebarnya 600 hasta. Nabi Nuh AS membuat bahtera di tegah gurun ketika musim kemarau sehingga orang-orang menertawakannya. Bahtera dimuati dengan perbekalan, hewan-hewan, dan lain-lain.
  • Setelah bahtera jadi Allah lalu menurunkan hujan dan memancarkan air dari segala penjuru. Nabi Nuh AS beserta tiga putranya dan pengikutnya menaiki bahtera tersebut sedangkan istrinya yakni Wa'ilah dan satu putranya yakni Kan'an mencoba menyelamatka diri dengan menaiki gunung, mereka tidak mau naik bahtera. Mereka beserta orang-orang yang tidak beriman pun tenggelam.
  • Bahtera tersebut berlayar selama 150 hari, lalu Allah selamatkan pengikutnya yang sedikit tersebut.
  • Imsm Mslik berpesan, "Jalan kebenaran itu selayak bahtera Nuh, siapa yang menaikinya meski sedikit ida akan aman. Siapa yang tidak ikut dengannya meski banyak ia akan tenggelam".

Syurganya wanita berada pada kelurusan lisannya

Minggu, 17 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 27 - Keindahanmu Yang Terjaga Oleh Allah

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed - Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Senin, 27 Februari 2024

  • Hadist Rasulullah, "Seluruh amal itu tergantung pada penutupnya". Hadist ini memberi kabar gembira bahwa siapapun yang dulunya pelaku kemaksiatan maka dia masih punya harapan dengan memperbaiki diri. Namun hadist ini juga sebagai pengingat kepada dia yang sedari kecil sudah dalam ketaatan dan keshalihan untuk waspada sesungguhnya ketaatan dan keshalihan kita muda belum menjamin ketaatan dan keshalihan ketika kita diwafatkan Allah. Semoga kita diberikan umur terbaik ketika diwafatkan oleh Allah.
  • Doa : "Ya Allah jadikanlah aku mendapat penutup yang terbaik pada setiap hari yang engkau anugrahkan dan Allah berikan kepadaku".

XXVII. Surat Cinta Ke 27

QS. Al-Ahzab [33] : 59
Artinya :
Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu  agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab [33] : 59)
  • Ayat ini diturunkan dilatarbelakangi ketika beberapa wanita (sebagian riwayat mengatakan istri-istri Rasulullah) ketika mereka keluar rumah ternyata ada beberapa laki-laki Yahudi yang menggoda mereka dan mereka tidak menyadari bahwa itu wanita-wanita istri-istri Rasulullah ataupun sahabiyah-sahabiyah Rasulullah. Karena mereka diganggu maka mereka menceritakan kepada Rasulullah dan yang mengganggu juga tidak tahu kalau yang mereka ganggu ini wanita-wanita beriman, maka pada waktu itulah turun ayat ini.
  • Ayat ini memerintahkan agar wanita-wanita beriman mengulurkan jilbabnya dan menutup tubuh mereka selain wajah dan telapak tangan, agar mudah dikenali (sebagai identitas) karena pada waktu itu sebelum turun ayat ini tidak ada perbedaan antara wanita merdeka dan wanita budak sahaya.
  • Dapat diklasifikasikan wanita pada Islam datang terbagi menjadi 3, yaitu :
  1. Wanita yang tidak beriman
  2. Wanita budak
  3. Waita merdeka yang beriman
  • Sebelum ayat ini turun ketiga klasifikasi wanita ini tidak dapat dikenali secara fisik. Sedangkan ketika ayat ini turun maka wanita menjadi mudah dikenali, jika berhijab maka mereka wanita beriman dan wanita merdeka.
  • Ketika turun ayat ini wanita beriman berbondong-bondong melaksanakan perintah ini, memakai kain apa saja yang ada untuk menutupi aurat mereka. Turunnya ayat ini merupakan bentuk kasih sayangnya Allah kepada wanita. Wanita diberikan penutup demi mendapatkan kebaikan-kebaikan wanita, perumpamaan yang beharga selalu mendapat kemasan yang juga baik (tertutup).
  • Ada 8 hal yang menjadi hikmah kenapa hijab mejadi masalah yang Allah berikan kepada wanita :
  1. Masalah menutup aurat bukan masalah kecil bagi Allah, melainkan masalah besar, bahkan mayat ditutupi kain kafan untuk menutupi aurat mayit. Jika yang meninggal saja mesti ditutupi auratnya maka yang masih hidup selayaknya menjaga auratnya.
  2. Dengan wanita menutup aurat, maka terjaga dari laki-laki hidung belang (laki-laki tidak baik). Supaya kejahatan tidak muncul karena terbukanya kesempatan utuk melakukan kejahatan itu dan salah satu pemicunya dari aurat wanita yang terlihat.
  3. Supaya para wanita memiliki kontrol diri supaya tidak melakukan sesuatu yang melampaui batas.
  4. Dengan pakaian yang menutup aurat bisa terhindar dari kejahatan-kejahatan, orang-orang akan respek kepada wanita berhijab.
  5. Sebagai sebuah batasan untuk memberikan batasan kepada orang lain.
  6. Lebih memberikan kesehatan kepada wanita.
  7. Memberikan identitas wanita Islam
  8. Supaya wanita mendapatkan kehormatan dengan pakaian yang ia kenakan dan wanita tidak dinilai dengan fisik.
  • Allah ingin setiap laki-laki respek kepada wanita, maka diawali dengan hijab.
  • Hijab bukan sekedar pakaian juga bukan sekedar pilihan, hijab merupakan penghormatan Allah kepada wanita.
  • Ada beberapa hal penting bahwa :
  1. Hijab itu bukan pilihan namun sebuah kewajiban. Jangan membenci syariat tersebut jika seandainya belum mampu.
  2. Hijab bukan tanda kesempurnaan, namun merupakan proses.
  3. Berhijab lebih merasa nyaman karena mendapatkan ketenangan, karena insyaallah auratnya sudah terjaga sehingga dosa karena aurat tidak mengalir ketika sudah memakai hijab dan menjaga auratnya.
  4. Berhijab akan mempunyai batasan-batasan yang jelas pada kebaikan-kebaikan wanita. Wanita akan lebih meng-upgrade diri untuk memperbaiki yang lain lagi.

30 Kisah Inspirasi

MARIYAH BINTI SYAMA'UN
  • Mariyah Al-Qibtiyah nama lengkapnya Mariyah binti Syama'un.
  • Dilahirkan di Hafn, pedesaan di dataran tinggi Mesir.
  • Ayahnya dar suku Qibti, ibunya orang Romawi.
  • Semasa kecil hidup tercukupi namun setelah dewasa, Mariyah pindah bersama saudaranya Sirin ke wilayah Muqauqis hidup terpaksa sebagai budak.
  • Ketika itu Rasululllah mengutus sahabatnya Hattib bin Abi Balta'ah menjadi utusan untuk menyampaikan surat kepada raja Mesir Juraij bin Mattta yang bergelar Muqauqis, isi suratnya ajakan untuk memeluk Islam. Muqauqis menyambut Hattib dengan hangat lalu mengumpulkan uskup-uskupnya namun hasil keputusannya Muqauqis menolak masuk Islam dengan ramah. Ia lalu mengirim hadiah kepada Rasulullah 2 budak wanita yaitu Mariyah dan Sirin serta 1 budak lelaki hitam bernama Maburi.
  • Hattib lalu kembali ke Madinah bersama hadiah Muqauqis.
  • Di perjalanan ke Madinah Mariyah dan Sirin memeluk Islam.
  • Di Madinah Sirin dinikahi sahabat Rasulullah Hasan bin Tsabit.
  • Mariyah tinggal di rumah nubuwwah yang terletak di daerah Al-Aliyah.
  • Pada tahun ke 2H Mariyah menjadi istri Rasulullah.
  • Pada bulan Dzulhijjah tahun 8H, Mariyah melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Ibrahim.
  • Mariyah mendapat fitnah dari kaum munafik berzina dengan Maburi. Namun Allah menjaganya. Ali bin Abi Thalib mengkonfirmasi kepada Maburi bahwa Maburi sebelumnya sudah dikebiri oleh Maqauqis sehingga tidak mungkin berzina. Setelah itu hilanglah kabar fitnah ini.
  • Ketika Ibrahim berusia 19 bulan Ibrahim jatuh sakit. Lalu pada tahun 10H Ibrahim wafat.
  • Mariyah wafat pada masa khalifah Umar bin Khattab.

Allah mencintai dibalik hijab yang wanita kenakan.

Sabtu, 16 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 26 - Hartamu, Allah Benar-Benar Menjaga

Kajian            : Kajian Syameela
Sifat               : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri        : Ustad Oemar Mita
Tanggal          : Ahad, 26 Februari 2024


Menurut Imam Ibnu Rajak intinya sunnah ada 3 perkara :
  1. Kondisi hati kita menjaga hati kita senantiasa mengucapkan dan memperbuatkan itu kita lakukan supaya medapat ridha Allah.
  2. Memastikan yang kita lakukan berdasar dan bersumber dari dalil.
  3. Setiap harta yang kita dapatkan betul-betul bersih dari pengaruh harta yang haram dan harta yang syubhat.

XXVI. Surat Cinta Ke 26

QS. An-Nisa [4] : 7
Artinya : Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang ditetapkan. (QS. An-Nisa [4] : 7
  • QS. An-Nisa [4] : 7 berkaitan dengan cinta dan ridhanya Allah kepada wanita. Ada Asbabun Nuzul yang melatarbelakanginya. Ada seorang sahabat yang bernama Aus bin Tsabit Al-Anshori yang ketika dia meninggal dunia dia meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil. Ummu Kujjah adalah istrinya. Setelah Aus meninggal datanglah dua orang kerabat dari Aus, anak pamannya Aus, yakni Suwaid dan Arfajah lalu mereka mengambil semua harta almarhum Aus tanpa meniggalkan apa-apa. Ummu Kujjah lalu memberitahu kepada Rasulullah. Rasulullah pun mendatangi Suwaid dan Arfajah. Pada masa jahiliyah istri tidak memiliki hak waris bahkan istri menjadi barang yang diwariskan. Nauzubillahiminzaliq. 
  • Untuk itu diturunkan QS. An-Nisa [4] : 7 menjadi dalil, Allah memberikan perlindungan kepada wanita supaya wanita memiliki hak di dalam berharta.Allah menyampaikan kepada Ummu Kujjah dan ketiga anaknya mendapatkan harta warisan dari suaminya yang meninggal. 
  • Dari peristiwa ini megajarkan kepada kita bahwa Allah tahu bahwa wanita yang ditinggalkan itu sangat lemah, wanita pada jaman jahiliyah dijadikan seperti barang yang diwariskan tetapi dengan hadirnya Islam, Allah memberi proteksi kepada wanita, ini merupakan kasih sayangnya Allah kepada wanita, dijadikan wanita mendapatkan harta, memiliki haknya, dan wanita tidak dijadikan  sebagai barang warisaan yang diperlakukan seenaknya diberikan kepada siapapun, bahkan tidak boleh diambil maharnya. Wanita begitu terhormat betapa kuatnya penjagaan Allah kepada wanita.
  • Point yang kita dapat dalam QS. An-Nisa [4] : 7, yaitu :
    • [1] Kasih sayang Allah kepada wanita itu sangatlah besar ketika bicara dengan syariat dalam pengaturan harta warisan. Ayat tentang harta warisan pada wanita itu berbicara lebih banyak daripada ayat tentang wudhu, ayat tentang sholat, ayat tentang haji, dan lain-lain, namun tentang harta warisan pada wanita diatur oleh Allah selengkap-lengkapnya dan Allah ulang-ulang di banyak ayat untuk memberikan penjelasan kepada laki-laki jangan lupa pembagian harta warisan terhadap wanita. 
      • Allah selalu menyebutkan dua kalimat yang agung pada setiap ayat tentang haknya wanita pada warisan, yaitu : 
        1. Wasiyyatan minallah (ini wasiat dari Allah)
        2. Faridatam minallah (kewajiban langsung dari Allah). 
      • Seperti yang kita tahu bahwa ujian pada wanita terletak pada harta dan kepemilikan maka ada jenis-jenis wanita : 
        1. Wanita yang serakah tentang kepemilikan warisan. 
        2. Wanita yang cuek terhadap warisan sehingga tidak mengetahui hukum-hukum dan hak-haknya.
        3. Wanita yang mengerti terhadap warisan sehingga mengetahui tentang hukum-hukum dan hak-haknya. 
      • Syeikh Shalih Al-Fauzan menerangkan kepada kita, Allah tidak pernah menerangkan satu hukum yang Allah terangkan secara detail di dalam Al-Quran kecuali hukum warisan. Jangan remehkan hukum warisan karena warisan merupakan masalah yang besar.
    • [2] Allah sayang kepada wanita, Allah bersifat adil, adil tidak mesti sama porsinya namun disesuaikan dengan kondisi/keadaan. Begitu juga dengan bentuk pemberian warisan. 
      • Warisan kepada wanita biasanya lebih sedikit daripada laki-laki karena kebutuhan dan tanggungjawab wanita berbeda dengn laki-laki. Warisan  kepada wanita memang lebih sedikit namun harta warisannya merupakan hartanya secara utuh, misal suami wanita tersebut meminta tapi jika wanita tersebut tidak mengizinkan untuk tidak membaginya maka wanita tersebut tidak berdosa. Namun jika laki-laki mendapat warisan maka harta laki-laki tersebut harus digunakan untuk menafkahi keluarganya. 
      • Tidak selalu jatah warisan yang didapat ahli waris wanita lebih sedikit dari ahli waris laki-laki, semua tergantung posisinya. Ada 3 contoh kasus :
        1. Contoh kasus ahli waris wanita medapat lebih banyak daripada ahli waris laki-laki, yakni ada yang meninggal meninggalkan satu anak wanita dan suami. Maka anak wanita mendapat 1/2 sedangkan suami mendapat 1/4.
        2. Contoh kasus ahli waris wanita dan ahli waris laki-laki mendapat jatah warisan yang sama, yakni yang meninggal meninggalkan ibu, ayah dan anak laki-laki. Maka ibu mendapat 1/6, ayah mendapat 1/6, dan anak laki-laki mendapat harta sisa yang telah dibagikan ke ibu dan ke ayahnya.
        3. Contoh kasus ahli waris wanita mendapat warisan sedangkan ahli waris laki-laki tidak mendapat warisan, yakni yang meninggal meninggalkan anak wanita dan saudara laki-laki se-ibu. Maka bagian anak wanita mendapat 1/2 dan saudara laki-laki se-ibu tidak mendapat harta warisan (karena ada anak wanita sehingga terhalang).
      • Dari contoh di atas maka tidak mutlak bagian warisan wanita selalu lebih kecil daripada laki-laki.
    • [3] Saking sayangnya Allah kepada wanita maka Allah mewajibkan wanita mendapatkan bagian warisan yang ditentukan, meskipun kebutuhan hidupnya semua telah ditanggung, contoh kasus yang meninggal meninggalkan ayah dan ibu. Maka ibu mendapat 1/3, walaupun kehidupannya telah ditanggung total oleh suaminya selama hidupnya maka ketika suaminya meninggal, ibu tersebut (istrinya) tetap mendapatkan bagian warisan dari suaminya.
    • [4] Ketika bagian warisan lebih sedikit dan mengambil lebih banyak bukan karena Allah maka itu termasuk dzalim. Dalam riwayat, perbedaan pembagian warisan yang berbeda itu karena disesuaikan dengan tingkat kewajiban dan tingkat amanah yang dibebankan sehingga terkadang mayoritasnya bagiannya laki-laki lebih besar daripada wanita, yang utama tetap melihat point [2] di atas, harus sesuai dengan yang diatur Allah. Baik laki-laki maupun wanita jika mendapat sedikit jangan berlaku curang.
    • [5] Pada QS. An-Nisa [4] : 7-12, Allah lalu menutup dengan QS. An-Nisa [4] : 13-14, menyampaikan degan ancaman yang serius bahwa jangan mendzolimi wanita di dalam masalah harta warisan karena jika melanggar batas-batas ketentuanNya akan dimasukkan ke dalam neraka.

30 Kisah Inspirasi

UMMU AIMAN BINTI TSA'LABAH
  • Ummu Aiman wanita cadel berkulit hitam berasal dari Ethopia, merupakan pengasuh Rasulullah sejak bayi karena dulunya adalah budak dari ayah Rasulullah.
  • Nama asli Ummu Aiman adalah Barakah binti Tsa'labah bin Umar bin Hisn bin Malik An-Nu'man.
  • Ummu Aiman termasuk orang pertama yang masuk Islam.
  • Ketika berhijrah ke Madinah, Ummu Aiman berhijrah dengan berjalan kaki tanpa membawa bekal, ketika di jalan Ummu Aiman kehausan maka Allah menolongnya dengan menurunkan ember berisi air, ketika Ummu Aiman meminumnya, dia tidak pernah merasa haus kembali.
  • Di Madinah Ummu Aiman merupakan veteran perang yang ikut terjun ketika terjadi peperangan. Ketika perang Uhud, Ummu Aiman menjadi perawat dan bagia konsumsi kaum muslimin.
  • Ummu Aiman pernah ikut dalam perang Uhud, Khaibar, Mu'tah, Hunain.
  • Ummu Aiman meninggal pada masa Utsman bin Affan.

Semoga wanita mampu bersujud syukur betapa besar Allah mencintai dan memberikan perlindungan kepada wanita. Tidak ada yang menginginkan hartamu (wanita) terjaga kecuali Allah

Jumat, 15 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 25 - Dan Allah Pun Hadir Ketika Engkau Diceraikan

Kajian            : Kajian Syameela
Sifat               : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri        : Ustad Oemar Mita
Tanggal          : Sabtu, 25 Februari 2024


Bahwasanya wanita banyak yang lupa betapa dirinya dihargai sekali oleh Allah, betapa dirinya dimudahkan oleh Allah menuju syurga, betapa dirinya dilindungi oleh Allah dengan proteksi yang maksimal, semua itu menunjukkan kepada kita kalau hari ini ada wanita yang merasa sendirian maka sesungguhnya tidak ada yang salah kecuali dirinya karena dia tidak mau mempelajari ilmu yang seharusnya ilmu itu akan meghantarkan kepada sebuah kehangatan citanya kepada Allah kepada dirinya.


XXV. Surat Cinta Ke 25

QS. Al-Baqarah [2] : 241
Artinya :
Bagi istri-istri yag diceraikan terdapat hak mut'ah dengan cara yang patut. Demikian ini adalah ketentuan bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah [2] : 241)
  • Allah memberikan posisi dan kehormatan kepada wanita ketika wanita dalam suatu rumah tangga ketika rumah tangganya sudah tidak bisa lagi diselamatkan sehingga terjadi perceraian ataupun terjadi talak, sesungguhnya talak itu bukan aib jika menyangkut perkara-perkara yang betul-betul syar'i memang dilakukan perceraian. Contohnya Zaid yang bercerai dengan Zainab. Allah tahu bahwa jika terjadi perceraian wanita sedih dan hatinya hancur, maka Allah menjaga mereka dalam kondisi berpisah. Perhatian Allah dalam masalah berpisah ini dengan perhatian yang Allah berikan untuk laki-laki. Apa itu keistimewaan yang Allah berikan? Allah menjelaskan pada QS. Al-Baqarah [2] : 241 ini, apabila wanita dicerikan maka wanita mendapatkan mut'h secara ma'ruf dan itu merupakan kewajiban bagi orang yang bertakwa. Mut'ah itu diberikan uang pemberian (uang hadiah) karena selama ini telah membersamai dirinya. Jumlahnya sesuai kemampuan dan Allah menutup ayat ini dengan memberitahukan bahwa ini merupakan kewajiban bagi orang yang bertakwa. Allah hanya memberikan perhatian mut'ah ini untuk pihak wanita, Allah tidak memberikan hal ini kepada pihak laki-laki.
  • Apabila ada laki-laki yang ketika dia bercerai dan tidak memberikan mut'ah kepada mantan istrinya maka patut dipertanyakan kadar ketakwaannya.
  • Wanita ketika telah diceraikan, Allah memberikn kemuliaan kalau wanita diceraikan dia memiliki masa iddah 3x masa suci, wanita yang ketika diceraikan tapi masih berada pada masa iddah dia tidak boleh keluar rumah, dia tetap berada di rumah yag disediakan suaminya yang telah menceraikannya, tetap diberikan nafkah, tetap diberikan papan, dan tetap diberikan pangan kepada wanita ketika diceraikan. Kalau masa iddah itu telah selesai dan suaminya tidak ingin rujuk maka terjadi talak dan mantan suaminya harus memberikan mut'ah sesuai kesepakatan. Ketentuan Allah tidak ada celah bagi laki-laki untuk berbuat semena-mena kepada wanita.
  • QS. Al-Baqarah [2] : 241 sebenarnya sebuah ayat yang turun dalam sebuah keterangan dari Abdurahman bin Zaid bin Aslam disebabkan sebuah kejadian ketika ada seorang laki-laki berkata ketika dia membuat keterangan tentang talak maka laki-laki itu mengatakan, "Ya kalau saya baik saya kasih, kalau saya tidak ingin ya saya tidak ingin kasih". Karena perkataan laki-laki ini maka turunlah QS. Al-Baqarah [2] : 241. Allah meluruskan kembali perkataan dari laki-laki tersebut yang menganggap memberi kepada wanita itu pilihan dia. Tidak boleh seperti itu! Allah menutup seluruh celah yang bisa menyebabkan kerusakan kepada wanita. Sebenarnya semua regulasi/ketentuan, semua peraturan-peraturan sekarang yang dibutuhkan wanita itu sebenarnya sudah tuntas, sudah sempurna dalam Islam. 
  • Selain mut'ah wanita juga diberikan hak Hadhanah, yaitu wanita memiliki hak untuk merawat anak-anaknya. Dalam riwayat ada seorang wanita yang telah dicerai suamiya lalu suaminya ingin mengambil hak asuh anak-anaknya, wanita ini pun berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, sesungguhnya perutku ini pernah menjadi tempat wadahnya dia terbentuk menjadi manusia, lalu dadaku (payudaraku) mejadi sumber minumnya dan kamarku menjadi kamarnya. Lalu ayahnya menceraikan aku dan ingin merampasnya dariku". lalu rasulullah bersabda kepada wanita ini, "Sesungguhnya kamu lebih berhak terhadapnya selama kamu belum menikah kembali". Allah menjaga kondisi psikologis wanita maka Allah jadikan tetap memiliki hak lebih besar kepada anak daripada anak diasuh oleh mantan suaminya.
  • Seorang laki-laki jika tidak memberikan mut'ah ketika menceraikan istrinya maka termasuk dzalim dan akan dibalas di akhirat apalagi dilakukan dengan sengaja.
  • Laki-laki tidak mendapat hak apa-apa jika bercerai, dia tidak mendapat hak mut'ah seperti wanita, tidak mendapat hak hadhanah seperti wanita, harus memberikan nafkah untuk anak-anaknya sampai dengan dewasa, tidak boleh mengambil mahar itu sama sekali tidak boleh!
  • Ketika wanita yang telah diceraikan memperjuangkan hak mut'ah bukan berarti wanita tersebut cinta dunia/matre tapi itu merupakan hukum yang telah Allah berikan asalkan meminta hak sesuai kemampuan mantan suami.
  • Special treatment ini hanya Allah berikan kepada wanita seorang jangan sampai dilewatkan jika terjadi perceraian supaya wanita tidak menjadi korban kedzaliman, kesemena-menaan dan menjadi korban yang melampaui batas.

30 Kisah Inspirasi

UMMU JAMIL BINTI HARB
  • Nama aslinya Arwa binti Harb bin Umayyah bin Abdis Syams bin Abdi Manaf.
  • Suaminya adalah Abu lahab yang sangat jahat.
  • Dijuluki Ummu Jamil karena wajahnya yang sangat cantik.
  • Ummu Jamil merupakan wanita kaya yang berkuasa, suka menyulut, suka memfitnah, suka menipu daya sehingga membuat permusuhan, suka mempprovokasi, mengadu domba dan selalu menyusun strategi untuk menyakiti Rasulullah.
  • Ada kisah sebelum Rasulullah diutus menjadi Nabi, putra Ummu Jamil yang bernama Utaibah menikah dengan putri Rasulullah yakni Ummu Kultsum namun ketika Rasulullah diangkat menjadi Nabi, Ummu Jamil memusuhi Rasulullah. Ummu Jamil meminta Utaibah utuk menceraikan Ummu Kultsum sehingga Utaibah menceraikannya dengan peuh penghinaan. Alhamdulillah ketika itu Ummu Kultsum belum bercampur dengan Utaibah.
  • Mendapati putrinya menerima penghinaan Rasulullah berdoa, "Ya Allah, binasakan Utaibah dengan salah satu dari hewan buasmu". Doa Rasulullah dikabulkan Allah, ketika Utaibah berdagang ke negri Syam dia diterkam singa hingga tewas.
  • Ummu Jamil merupakan orang yang keji sehingga Allah menurunkan QS. Al-lahab [111] yang berbicara bahwa Ummu Jamil akan membawa kayu bakar di neraka padahal ketika surat tersebut turun Ummu Jamil masih hidup.
  • Jangan sekali-kali kita terperdaya oleh kehebatan orang-orang kafir di dunia karena kekaguman itu menumbuhkan kecenderungan hati, kecondongan ketaatan, bahkan pembelaan untuk mereka. Bijaksanalah dalam meletakkan kekaguman, pada siapa, karena apa dan untuk apa. Sesugguhnya Islam tidak pernah kekurangan figur tauladan. Islam hanya kekurangan umatnya yang mau mengambil pelajaran. 

Allah berfirman, 
"Jangan kamu terperdaya oleh orang-orang kafir yang bergerak di seluruh negeri itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka jahanam. Dan neraka jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal".

Kamis, 14 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 24 - Rasa Malumu Mahkotamu

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Jumat, 24 Februari 2024


Ujian diberikan kepadamu bukan karena Allah kejam tapi karena Allah tahu kalau kita bisa berjuang menyelesaikan ujian, karena Allah ingin kita lebih suci ketika kembali kehadapan Allah kerena ujian bisa merontokkan dosa-dosa. Semoga kita selalu ridho terhadap setiap keputusan, baik takdir yang manis maupu takdir yang pahit.


XXIV. Surat Cinta ke 24

QS. Al-Qashas [28] : 25
Artinya :
Lalu, datanglah kepada Musa salah seorag dari keduanya itu sambil berjalan  dengan malu-malu. Dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)-mu memberi minum (ternak) kami". Ketika (Musa) mendatanginya dan menceritakan kepadanya kisah (dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang dzalim itu". (QS. Al-Qashas [28] : 25)

  • QS. Al-Qashas [28] : 25 tentang bagaimana nabi Musa AS yang bertemu jodohya. Ketika nabi Musa AS membantu dua wanita untuk mengambilkan air, salah satu di antara wanita tersebut mendatangi nabi Musa AS dalam kondisi pancaran wajah malu. Wanita diberi kemuliaan oleh Allah suatu anugerah rasa malu yang lebih besar daripada laki-laki. Diberikan rasa malu karena rasa cinta dan ridho Allah kepada wanita karena rasa malu membuahkan banyak kebaikan. Para ulama juga mengatakan bahwa rasa malu merupakan anugerah dan hibah (pemberian dari Allah). Di dalam Al-Quran dijelaskan tentang bidadari tapi tidak dijelaskan tentang bidadara, maka salah satu jawabannya adalah salah satu fitnah terbesar laki-laki adalah wanita, sementara pada wanita tidak dijelaskan bidadara karena pada wanita Allah tahu wanita memiliki sifat malu. Rasa malu sebagai mahkota pada wanita. Maka kita menjumpai khitbah (melamar) lebih dominan dilakukan laki-laki walaupun secara fiqih tidak mengapa bagi wanita untuk melamar laki-laki tapi pada kenyataannya, khitbah dilakukan mayoritas pada laki-laki, karena itu merupakan bagian dari fitrahnya wanita yang Allah anugerahkan sekaligus bagi mahkota pada dirinya yaitu ketika mereka (wanita) merasa malu, mereka menunggu dan bukan melamar karena rasa malu yang ada pada dirinya.
  • Kenapa rasa malu menjadi mahkota bagi wanita? Rasa malu secara prespektif umum, ternyata rasa malu memiliki keutamaan besar, yaitu :
  1. Malu merupakan sifat Allah yang sempurna. Allah memiliki sifat malu. "Innallaha karimun" (Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Baik). "Yastahyi" (Allah itu malu ketika seorang hamba mengangkat tangannya ketika berdoa lalu hambanya itu menarik tangannya dalam kondisi kosong dan tidak mendapat apa-apa). Karena Allah memiliki sifat malu maka kita sebagai hambaNya juga diberikan sifat malu yang merupakan anugerah.
  2. Rasa malu itu merupakan sifat sunnahnya para nabi dan para rasul. Dalam riwayat Abu Sa'id Al-Khudri bahwa sunnahya para nabi dan para rasul itu yakni memiliki sifat malu. Mereka dipilih oleh Allah untuk menjadi para nabi dan para rasul pastinya karena memiliki kemuliaan akhlak yang salah satunya sifat rasa malu pada kehidupan mereka.
  3. Dalam riwayat Ibnu Umar bahwa rasa malu merupakan keimanan karena dengan sifat malu ia akan terhenti dan tertahan serta memiliki sebuah proteksi (rem) untuk menahan dia dari perbuatan yang melampaui batas. Iman itu memiliki beberapa cabang dan salah satu dari cabang keimanan adalah memiliki rasa malu, maka ia telah memiliki jalan keimanan.
  4. Rasa malu merupakan sebuah perkara yang menghasilkan sikap yang terpuji. Maka perbuatannya akan baik, menggagalkan dirinya dari melakukan kemaksiatan, sebagai rem agar perbuatannya tidak melampaui batas. Sifat malu dapat mendorong untuk mendapatkan rahmat Allah.
  • Ketika wanita sudah kehilangan rasa malu maka banyak wanita mejadi sumber fitnah dan akhirnya rusak. Rusak kehidupan anak muda, rusak kehidupan orangtua, rusak kehidupan keluarga, rusak kehidupan satu negara dan bisa rusak satu peradaban disebabkan wanita yang kehilangan rasa malu. Nauzubillahiminzaliq.
  • Ketika wanita sudah tidak  memiliki rasa malu, yang mereka serang pasti syariat, lalu mereka berkomentar tentangsyariat bermacam-macam, mereka berkesimpulan syariat memiliki sifat negatif yang banyak hanya karena wanita sudah tidak memiliki sifat malu lalu ingin diberi legalitas atas perbuatannya yang sudah melampaui batasda akhirnya mereka mencoba menyerang syariat Allah, padahal syariat Allah berusaha menjaga para wanita tidak hanya sekedar menjadi objek supaya terjaga di tempat yang Allah sediakan supaya mereka terhormat  tapi malah dari para wanita sendirilah sebagian yang merusak semua keindahan dan keutamaan ketika Allah sudah memberikan mahkota rasa malu pada wanita.
  • Tidak ada Rabb yang ingin menjaga wanita dengan sifat malumu kecuali Allah.
  • Allah memuji istrinya Musa AS dan yang mejadi putrinya Syuaib AS. Dipuji dalam QS. Al-Qashas [28] : 25  karena mereka berdua memiliki sifat malu.
  • Imam Ibnu Qayyim menyampaikan, "Hidupkanlah rasa malu ketika kamu berkumpul dengan orang-orang yang memiliki rasa malu. Kalau kamu ingin memiliki rasa malu ini terjaga, hiduplah dengan wanita-wanita yang memiliki rasa malu". Hidupkalah dirimu dengan kemuliaan karena kemuliaan itu bergandeng dengan sifat rasa malu yang ada pada diri wanita. Jadi jika kamu wanita yang memiliki rasa malu, berbaurlah, bermuamalahlah dan berinteraksilah dengan orang-orang yang memiliki rasa malu juga.
  • Hidupkanlah hatimu dengan 2 perkara :
  1. Kemuliaan
  2. Rasa malu
  • Ada kisah 2 wanita yang malu karena banyak yang antri di sumur, hal tersebut menarik perhatian nabi Musa AS karena rasa malunya sehingga salah satunya menjadi istri nabi Musa AS.
  • Kenapa wanita diberikan rasa malu yang lebih besar kepada laki-laki karena :
  1. Rasa malu menjadikan wanita untuk memiliki kesopanan sehingga menghindari prilaku-prilaku yang tidak sopan.
  2. Dengan rasa malu yang ada di diri wanita maka dapat melakukan proses pengendalian diri.
  3. Dengan sifat malu menjadikan wanita lebih direspect (lebih dihormati) oleh laki-laki daripada yang tidak memiliki sifat malu.
  • Kalaulah engkau seorang wanita dan hari ini engkau sering merasa malu berarti kamu masih memiliki pemberian indah dari Allah yang sangat istimewa.


30 Kisah Inspirasi

UMMU  WARAAQAH BINTI ABDULLAH
  • Nama lengkapnya Ummu Waraaqah binti Abdullah bin Hadist Al-Anshariyah.
  • Merupakan wanita Madinah yang lebih dulu masuk Islam.
  • Menjadi qari yang memiliki lantunan Al-Quran yang indah, ia juga menulis Al-Quran di tulang-tulang, di kulit-kulit, atau benda-benda lainnyya. Untuk itu setelah Rasulullah wafat da Abu Bakar mengumpulkan Al-Quran untuk menyatukannya, Ummu Waaraqah menjadi rujukan utama bagi Zaid bin Tsabit.
  • Ummu Waraaqah meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut perang Badar karena berkeinginan mati syahid, Rasulullah tidak mengizinkan, namun memberikan kabar gembira, "Tetaplah tinggal di rumahmu karena Allah akan memberimu mati syahid.". Ummu Waraaqah akhirnya mematuhi perintah Rasulullah. Seluruh penduduk madinah tahu karena Rasulullah jika akan ke rumah Ummu Waraaqah sering berkata, "Mari kita bertamu ke rumah wanita syahid". 
  • Ummu Waraaqah hidup sendiri, ia ditemani 2 budaknya, 1 laki-laki dan 1 wanita. Mereka berdua dijanjikan merdeka ketika Ummu Waraaqah meninggal dunia. Namun kedua budak ini tidak bersabar malah merencanakan pembunuhan tuannya di masa khalifah Umar bin Khattab. Mereka membunuh Ummu Waraaqah dengan cara membekap hingga tewas.
  • Umar bin Khattab mengetahui Ummu Waraaqah dibunuh memerintahkan untuk menangkap kedua budak tersebut. Setelah ditangkap mereka berdua disabib sebagai kafarat/hukuman. Kedua budak ini merupakan orang pertama yang disalib di kota Madinah.
  • Dari Ummu Waraaqah kita belajar mengimami setiap berita dan petunjuk dari nabi Muhammad SAW tanpa tapi, lalu memberikan ketaatan.
  • QS. Al-Najm [53] : 2-4, bahwa ketaatan nabi Muhammad SAW itu benar walau satu dunia mengatakan salah.

Kemuliaan dirimu bergandeng dengan sifat malumu

Rabu, 13 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 23 - Air Susumu Kehidupan Satu Makhluk

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Jumat, 23 Februari 2024

Semoga kita mendapat ampunan dan rahmat. Kata ampunan selalu disertai dengan kata rahmat (biasanya ada disatu doa dan yang diucapkan para nabi dan rasul) karena jika mendapatkan ampunan maka rahmatlah yang akan menghapus berbagai macam balasan di dunia sebelum nanti balasan di akhirat. Kita berharap dosa kita bukan hanya diampuni namun juga menghapus ancaman, hukuman yang kita perbuat sehingga kelak di hari kiamat kita tidak dihinakan dengan dosa tersebut, maka rahmat itulah yang diperlukan. Semoga keluarga kita merasakan arti ketenangan dan tidak ada satu ketenangan yang bisa kita raih kecuali diampuni dosa kita., maksiat kita, dan semoga kita mendapatkan rahmat. Aamiin yra.


XXIII. Surat Cinta Ke 23

QS. Al-Baqarah [2] : 233
Artinya :
Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) berdasarkan persetujuan dan musyawarah antara keduanya, tidak ada dosa atas keduanya. Apabila kamu ingin menyusukan anakmu (kepada orang lain), tidak ada dosa bagimu jika kamu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah MAha Meliht apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah [2] : 233)
  • Dalam ayat ini ada kabar yang sangat luar biasa ketika Allah memberikan keistimewaan kepada wanita dengan satu amanah yang besar, bukan hanya mengandung dan melahirkan, ada amanah berikutnya yang Allah titipkan, yakni amanah menyusui. Sebuah air kehidupan bagi setiap janin dan setiap bayi yang lahir maka air susu itu merupakan air kehidupan. Bagaimana air susu itu menjadi air kehidupan? Allah mengamanahi wanita untuk diberikan amanah menyusui untuk memberi arti bahwa sesungguhya wanita memiliki sebuah kekuatan besar dan memiliki indikator yang menjadikan Allah menitipkan air kehidupan kepada wanita. Kenapa wanita diberikan amanah satu paket (mengandung, melahirkan, menyusui 2 tahun) karena tidak ada manusia yang paling layak untuk memikul kecuali wanita.
  • Maha Suci Allah, tepat ketika seorang ibu melahirkan bayinya biasanya air susu sudah terbentuk, gunakan sesuai peruntukannya jangan jadi mubazir, juga jangan diganti misalnya dengan air beras, air susu hewan dan lain-lain. Karena tidak akan sama air susu ibu dan penggantinya, berikan kepada yang berhak yakni kepada anak karena memiliki keutamaan yang besar. Allah akan menghitung setiap tetesannya yang tabzir (mubazir), air susu mahal dalam setiap tetesannya.
  • Satu perkara yang keluar dari tubuh seorang manusia dimana itu memiliki keutamaan yang besar itulah air suu dan itu hanya terjadi pada wanita. Air susu penuh dengan faedah kebaikan dan khasiatnya yang besar bagi seorang bayi.
  • Pengganti air susu ibu di luar harganya sangat mahal. Allah berikan kekayaan kepada wanita melalui air susu ketika wanita maumenyusui.
  • Air susu merupakan simbol cintanya Allah kepada wanita. Ada 4 point:
  1. Air susu secara medis mengandung kolestrum yang mengandung berbagai macam antibodi yang akan diberikan kepada bayi sampai dengan 6 bulan pertama. Dari kisah Imam Al-Haramain bahwa air susu itu sangat mempengaruhi dalam kehidupan bayi, apa yang dimakan pada bayi secara konsisten di 2 tahun pertama itu sangat mempegaruhi pada karakter dan sifat pada dirinya, dia akan mewarisi sifat-sifat baik pada ibunya, sedangkan jika diberi susu pengganti maka akan kurang maksimal kebaikannya dibanding pada air susu ibu yang mencintai dan merahmatinya.
  2. Allah memuliakan orang yang menyusui makanya ketika ibu menyusui bayi orang lain sampai dengan kenyang (5-10x kenyang) maka bisa menjadikan bayi tersebut menjadi satu nasab dengan ibu yag menyusuinya maka ada sebutan ibu susu. Bayi tersebut nantinya tidak boleh menikahi yang menyusui (ibu susunya), juga tidak boleh menikahi yang disusui ibu susu yang sama dengan dirinya. Air susu bisa mengubah dari status keluarga biasa menjadi satu keluarga satu nasab yaitu satu susuan. Tidak ada yang kita temukan air sedasyat air susu. Jadi kepada wanita berhati-hatilah untuk menyusukan bayi orang lain.
  3. Mendapat balasan di sepanjang masa karena jika wanita menyusui maka setiap tetesnya mendapatkan keutamaan yang besar. Allah akan memberikan pahala dan ampuan yang besar jika wanita tersebut melakukannya karena Allah. Maka jagalah wanita menyusui karena rutinitas atau karena supaya bayinya tidak menangis tapi niatkan karena Allah lebih baik lagi lakukan sambil berdzikir. Dalam HR, Ibnu Hayban, Rasulullah ketika Isra Mi'raj melihat wanita yang sedang mencabik-cabik dadanya lalu Rasulullah menanyakan hal tersebut kepada malaikat Jibril, Jibril menjelaskan bahwa wanita tersebut melakukan itu dikarenakan dulunya tidak mau menyusui anak-anaknya. Ini menjelaskan bahwa ancaman besar bagi wanita yag tidak mau menyusui anaknya dengan alasan-alasannya yag tidak bersifat primer/penting., ancaman dosa dan ancaman siksa. Nauzubillahiminzaliq.
  4. Menyusui mendapatkan keistimewaan yaitu rukhsah. Rukhsahnya diringankan dari kewajiban berpuasa karena ketika menyusui bukan perkara ringan, bisa dilakukan dengan membayar kafarah maupun diqada ketika ia tidak sedang menyusui atau ketika ia sudah sanggup, sehingga wanita bisa fokus dengan menyusui anaknya.


30 Kisah Inspirasi

ASMA BINTI ABU BAKAR
  • Satu-satunya sahabiyah yang di rumahnya memiliki 4 anggota keluarga dari 4 generasi yang membersamai Rasulullah.
  • Merupakan sahabiyah yang masuk Islam golongan pertama.
  • Ayahnya adalah Abu Bakar Ash Siddiq, sosok manusia terbaik di bawah nabi dan rasul.
  • Kakeknya adalah Abu Quhafah yang memeluk Islam dan mendampingi Rasulullah.
  • Anaknya adalah Abdullah bin Zubair yakni shabat Rasulullah.
  • Asma memiliki tutur bahasa yang fasih, fokus, akal yang tajam, serta mampu menciptakan bait-bait syair.
  • Asma merupakan seseorang yang ahli puasa, sholat malam, dan hanya takut kepada Allah.
  • Asma memiliki julukan sang pemilik 2 ikat pinggang di syurga karena pernah membantu Rasulullah dan Abu Bakar mengikat perbekalan yang akan dibawa ke Madinah, ketika itu Asma tidak menemukan tali lalu dia langsung memotong ikat pinggangnya untuk mengikat.
  • Asma hijrah ke Madinah dalam keadaan hamil 9 bulan, Allah menjaganya sehingga dia dan rombogannya selamat sampai ke Madinah.
  • Ketika di Quba, Asma pun melahirka Abdullah bin Zubair, dia adalah bayi pertama yang dilahirkan dalam keadaan Islam.
  • Asma juga pandai menafsirkan mimpi, bahkan Sain bin Musayyib seorang tafsir mimpi karena belajar kepada Asma.
  • Suatu ketika Zubair bin Awwam, suami Asma pulang menemui Asma, ketika ditemui Asma sedang sholat membaca QS. At-Tur [52] : 27, Zubair lalu ke pasar dan ketika balik ternyata Asma masih sholat dan membacanya.
  • Allah memberkahi usia Asma hingga mendekati 100 tahun, Asma berumur panjang tanpa adanya satupun giginya yang tanggal.
  • Nasehat Imam Adz-Dzahabi, "Demi Allah tidak akan pernah beruntung orang yang menganggap dirinya suci dan berbangga dengan dirinya sendiri".

Kepada para ibu menyusui "selamat", ampunan Allah menjadi sebuah garansi yang Allah berikan pada dirimu.

30 Kisah Mempesona Di Bulan Ramadhan : Hari Ke 2 - Dia Telah Mencuri Hatiku

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 13 Maret 2024

II. Kisah Ke 2

IMAM MALIK DAN IBRAHIM AN-NAKHA'I

IMAM MALIK
  • Malik bin Dinar merupakan salah satu ulama besar dari kalangan shalafus shalih dari kalangan tabiin. Ia merupakan salah satu ulama yang menjadi rujukan untuk mempelajari sunnah.
  • Merupakan seorang ulama yang dulunya pernah menjadi pecandu minuman khamr. Ketika itu ia mendapat musibah yang menimpa keluarganya yakni putrinya meninggal sehingga syetan menggodanya. Ia minum khamr setiap malam sehingga menjadi pecandu minuman khamr.
  • Ketika beliau menjadi pecandu minuman khamr pada suatu malam ketika ia sedang tidur ia bermimpi berjumpa dengan putrinya lalu ia dikejar dengan seekor ular yang begitu besar namun putrinya sama sekali tidak berkeinginan untuk menolong bapaknya di dalam mimpi itu. Ketika Malik bin Dinar bertanya kepada putrinya di dalam mimpi, "Kenapa kamu tidak menyelamatkan aku?" maka putrinya berkata, "Wahai bapakku, apa yang mengejarmu adalah apa yang menjadi hasil dari perbuatanmu. Ular yang besar yang mengejarmu yang membuatmu ketakutan, maka itu adalah bagian dari setiap tetesan khamr yang kamu tenggak setiap malamnya." Bangun dari mimpi itu lalu Malik bin Dinar bertaubat dan menjadi ulama besar.
  • Malik bin Dinar memiliki satu rumah yang begitu sederhana, tanpa ia sadari ada maling, ada sariq yang ingin untuk merampas harta Malik bin Dinar. Rumahnya sudah dipantau dari jauh-jauh hari. Akhirnya maling tersebut masuk ke dalam rumah di tengah malam. Tanpa maling itu sadari bahwa Malik bin Dinar sedang melakukan shalat tahajud. Ketika maling tersebut masuk ia tidak mendapati barang-barang berharga kecuali kitab-kitab, lembaran-lembaran kulit kambing/unta dan lain-lain yang di dalamnya ada ilmu-ilmu yang dituliskan oleh Malik bin Dinar. Maling itupun berencana untuk keluar rumah. Malik bin Dinar yang ketika itu sedang sholat tahajud mengetahui ada maling dan mempercepat sholatnya. Ketika maling itu akan kabur, Malik bin Dinar menangkapnya. Lalu ia berkata dengan lemah lembut, apa yang diinginkan pada rumahnya. Maling itu menjelaskan bahwa ia ingin mengambil barang berharga namun tidak menemukan satupun barang berharga. Malik bin Dinar malah menawarkan, "Maukah aku tunjukkan padamu sesuatu yang lebih berharga daripada yang tidak kamu temukan?" Maling itupun menjawab, "Iya mau." Maka Malik bin Dinar berkata, "Sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang tidak kamu temukan adalah (ia mengambil gayung di dalamnya ada air), berwudhulah dan shalat 2 rakaat, karena sesungguhnya berwudhu tengah malam dan shalat 2 rakaat itu lebih baik daripada yang akan kamu ambil dari rumahku." Karena ucapan tersebut datang dari seorang ulama, maling tersebut tersentuh hatinya lalu menurutinya untuk berwudhu dan sholat 2 rakaat.Setelah sholat 2 rakaat dikerjakan di rumah Malik bin Dinar, maling itupun menemuinya, maling tersebut melihat Malik bin Dinar sedang sahur untuk berpuasa. Maling itupun meminta izin untuk ikut berpuasa juga, akhirnya maling itupun berpuasa. Ketika subuh Malik bin Dinar bersiap akan ke masjid, maling itupun izin ikut serta untuk sholat subuh di masjid. Sehabis pulang dari masjid maling itu tidak izin pamit tapi meminta izin lagi untuk menginap di rumahnya Malik bin Dinar selama 3 hari dan ia pun mengizinkannya. Pengalaman maling tersebut bertemu Malik bin Dinar menjadikan maling tersebut bertaubat. Ketika mantan maling tersebut pulang di perjalanan dia bertemu dengan rekan malingnya yang lain, rekannya tersebut bertanya selama 3 hari apa yang mantan maling tersebut dapatkan (curi) di rumah Malik bin Dinar. Mantan maling tersebut berkata bahwa, "Sesungguhnya ia telah mencuri hatiku sebelum aku mencuri barang berharga di rumahnya."
  • Kisah ini memberikan arti bahwa kemuliaan akhlak harusnya dimiliki setiap orang beriman. Ini bisa menjadi sebab kembalinya hidayah seseorang. Bagi pelaku kemaksiatan mereka tidak bisa mendengarkan dalil, mereka tidak bisa mendengarkan nasihat akan tetapi mereka bisa merespon dari kemuliaan akhlak.
IBRAHIM AN-NAKHA'I
  • Ibrahim An-Nakha'i merupakan seorang ulama besar yang tiggal di Kuffah (Irak).
  • Ia mempunyai satu murid bernama Sulaiman bin Mihran atau yang biasa disebut Al-A'masy.
  • Antara guru dan murid ini ada yang unik. Gurunya itu memiliki cacat di matanya dan hanya bisa melihat sebelah matanya. Muridnya memiliki mata yang sering berair dan pengelihatannya sudah terlalu lemah (rabun dekat).
  • Al-A'masy murid yang takzim, ia meminta izin ke guruya supaya setiap gurunya ke masjid untuk sholat ia bisa bergandengan untuk menjaga dan melindunginya. Gurunya yang baik ini mengizinkannya.
  • Hari pertama komitmen tersebut dilaksanakan, berjalanlah mereka ke masjid. Ketika sudah dekat masjid gurunya bertanya, "Apakah kita sudah dekat dengan masjid?" lalu muridnya mejawab, "Iya kita sudah dekat masjid." Gurunya lalu berkata, "Kalau begitu kamu pindah jalan. Jangan bersamaku dan jangan kelihatan orang kamu menuntunku." Muridnya pun bingung dan terus menerus bertanya kepada gurunya sedangkan gurunya selalu memberi jawaban yang sama. Akhirnya setelah beberapa kali bertanya ada jawaban dari gurunya, "Aku tidak mau nak, aku tidak mau wahai muridku, kalau nanti orang melihat kita bergandengan tangan lalu kamu dalam kondisi memiliki keterbatasan pengelihatan, matamu berair, kamu rabun dekat, lalu kamu menuntunku yang sejatinya pun aku pun cacat mataku sebelah. Bagaimana ada orang yang rabun menuntun kepada orang yang bermasalah pengelihatannya?" Ketika diterangkan hal tersebut muridnya khilaf dengan berkata, "Tidak apa-apa guruku, kalaupun mereka membicarakan kita maka mereka telah memberikan pahalanya untuk kita, dan kita mentransfer dosa kita dan maksiat kita kepada mereka." Ketika guruya mendapat jawaban itu gurunya merespon dengan tegas, "Kita selamat dan mereka selamat, itu lebih aku senangi wahai Al-A'masy daripada kita mendapat pahala tapi orang lain dapat dosa gara-gara kita, pindah kamu ke sebelah." Dan akhirnya muridnya mendengarkannya.
  • Kisah ini memberikan arti bahwa seorang Ibrahim An-Nakha'i walaupun cacat matanya tapi tidak pernah cacat hatinya untuk selalu memikirkan saudara-saudaranya dan tidak ingin saudaranya jatuh dalam kemaksiatan disebabkan keberadaan dirinya. Ia memiliki empati kepada umatnya Rasulullah, ia tidak ingin mendapatkan keuntungan sepihak dari apa yang terjadi tapi dia lebih mengedepankan supaya masing-masing selamat itu jauh disenangi daripada mendapatkan pahala sepihak tapi mendatangkan jalan neraka bagi sebagian yang lain.
KESIMPULAN
  • Kisah Malik bin Dinar dan Ibrahim bin An-Nakha'i memiliki konektivitas kisah bagaimana kemuliaan kita ketika menjadi hamba itu bukan hanya terlihat ketika kita beribadah. Menjadi ahli ibadah efeknya ke diri sendiri tapi ketika seseorang memiliki kemuliaan akhlak yang baik pada kehidupan itu bisa mengetuk hidayah seorang manusia seperti yang dimiliki Malik bin Dinar dan bersihnya hati yang dimiliki Ibrahim An-Nakha'i yang bersihnya hati bukan hanya melihat dari sisinya ia akan tetapi dapat melihat dari beberapa sisi orang lain yang melihatnya sehingga bisa mendatangkan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya dan tidak mendatangkan dosa dan mudarat bagi sesama saudaranya.
  • Inilah yang hilang pada saat ini ketika kita sibuk mencari ilmu, proses kita mencari ilmu melibatkan akhlak tapi tidak sekuat datang ke tempat ilmu sehingga ilmu yang kita pelajari tidak dapat mengetuk hidayah orang lain.
  • Ilmu tanpa akhlak rusak, karena akhlak yang buruk merusak amal ibadah. Akhlak yang mulia tanpa ilmu itu batil (karena tidak adanya kebenaran dari ilmu), maka tidak akan pernah bisa mendapatkan rahmat dan syurgaNya Allah.
  • Ramadhan itu bukan hanya ibadah bagaimana kita menahan lapar dan dahaga tapi juga Ramadhan itu menuntut bagaimana kita memiliki kemuliaan akhlak. Untuk itu Rasulullah berpesan ketika Ramadhan jika ada yang mencela, menghujat maka Rasulullah berkata, "Maka responlah apapun ucapan muamallah dan perlakuan orang kepada dirimu ketika menghujatmu, ketika kamu sedang berpuasa katakanlah kepadanya inni shaim (saya berpuasa)." Menunjukkan orang yang berpuasa dibentuk untuk memiliki akhlak yang baik.
  • Mempelajari akhlak terkadang jauh lebih sulit daripada mempelajari ilmu. Abdullah bin Mubarak berkata, "Saya mempelajari ilmu selama 20 tahun tapi saya mempelajari adab saya kerahkan semua potensi yang saya miliki untuk mempelajari adab itu hingga 30 tahun." Adanya selisih panjang 10 tahun.
  • Rasulullah berkata, "Sesungguhnya sesuatu yang paling berat ketika ditimbang di mizan kebaikan itu adalah kemulian akhlak karena itu yang menyempurnakan amal sholeh kita untuk mendapatkan rahmatNya."
  • Hari ini kisah Malik bin Dinar dan Ibrahim An-Nakha'i memberi arti bahwa semoga kita bisa memiliki hati seperti Malik bin Dinar dan Ibrahim An-Nakha'i, semoga kehidupan kita juga bisa memberi contoh kehidupan yang baik dengan hidayah yang bisa kita berikan kepada orang lain ketika mereka bisa membaca akhlak yang kita berikan kepada kehidupan sesuai dengan yang disampaikan Rasulullah.

"Kalau kalian dibenci karena kebenaran maka itu anugerah, kalau kalian dibenci karena akhlak maka itu musibah."