Senin, 18 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 28 - Lisanmu Syurgamu Atau Nerakamu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed - Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Taggal        : Selasa, 28 Februari 2024


XXVIII. Surat Cinta Ke 28

QS. Al-Hujurat [49] : 11
Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Hujurat [49] : 11)
  • Pemberitahuan kepada wanita agar jangan mengolok-olok wanita lainnya. Hendaklah wanita bisa me-manage hati dan lisannya supaya tidak mudah mengolok-olok dan merendahkan wanita lain karena kebanyakan gagal untuk menjaga hati dan lisannya. 
  • Ujian pada wanita terletak di lisannya.
  • Rasulullah menyatakan, "Aku ini melihat neraka dan aku melihat sebagian besar penduduk neraka itu adalah kalangan wanita". Lalu para sahabat bertanya, "Kenapa ya Rasulullah? Apakah para wanita ketika mereka menjadi penghuni syurga sebagian besar dari mereka apakah karena mereka kufur kepada Allah?" Kata Rasulullah, "Tidaklah para wanita itu kufur kepada Allah". Ditanya lagi, "Lalu kenapa mereka kebanyakan jadi penghuni neraka?" Rasulullah menjawab, "Karena mereka mengkufuri kebaikan suaminya, ketika suaminya berbuat yang terbaik dalam kehidupan mereka, lalu tiba-tiba suaminya melakukan satu kesalahan begitu cepat seorang wanita disergap hatinya, dikuasai lisannya dan begitu ringan tanpa berfikir panjang dia mengomentari suaminya dan berkata, kamu jadi suami tidak ada baiknya sama sekali". Perkataan itu bisa menjebloskan wanita ke dalam neraka.
  • Asbabun Nuzul yang melatar belakangi ayat ini adalah ada seorang wanita bernama Shafiyyah bin Huyai ketika dilamar Rasulullah, istri-istri Rasulullah yang lain berkomentar bahwa Shafiyyah seorang Yahudi dan anak dar seorang Yahudi. Ketika Shafiyyah diolok-olok, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada Shafiyyah, "Wahai Shafiyyah, katakanlah kepada siapapun yang merendahkan dirimu, bapakku adalah Harun AS dan sesungguhnya pamanku adalah Musa AS dan suamiku adalah Muhammad SAW".
  • Musuh seorang wanita adalah dirinya sendiri ketika dia selalu merasa lebih baik dari pada wanita lain dan jika sudah merasa lebih baik terkadang wanita suka merendahkan wanita lain, inilah perkara yang menyebabkan rusaknya kehidupan wanita di akhirat.
  • Ada hadist terkenal. Ada sesorang yang bertanya kepada Rasulullah tentang perihal dua wanita. Wanita pertama yang ditanyakan ada wanita yang sangat banyak solatnya, puasanya, sedekahnya, dan lain-lain namun ada satu kekurangannya yakni dia menyakiti tetangganya. Dia bertanya kepada Rasulullah kedudukan wanita tersebut di akhirat. Lalu dijawablah, "Di neraka". Lalu bertanya lagi. Wanita kedua, wanita yang tidak banyak solat, puasa, sedekah dan lain-lainnya tapi lisannya tidak pernah menyakiti tetangganya. Maka Rasulullah berkata, "Wanita tersebut berada di dalam syurga".
  • Dari QS. Al-Hujurat [49] : 11 kita belajar bahwa :
  1. Untuk memberi kesadaran kepada seorang wanita hati-hati menjaga lisan.
  2. Allah memberi penegasan bisa jadi orang yang direndahkan, lebih baik daripada dirinya.
  • Kisah Aisyah RA pernah meremehkan Shafiyyah binti Huyai dengan mengatakan, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Shafiyyah itu merupakan wanita yang pendek". Rasulullah berkata, "Wahai Aisyah, jika kamu mengatakan Shafiyyah wanita yang pendek, walaupun benar Shafiyyah wanita yang pendek tapi kalimat itu jika kamu mengucapkan dalam kondisi meremehkannya, kalau kalimat yang kamu ucapkan itu di teteskan kepada lautan, lautan samudra akan menjadi hitam disebabkan ucapan yang kamu sampaikan kepada wanita lain".
  • Allah menciptakan wanita ada kelebihan dan ada kekurangannya. Para wanita mampu mengucapkan ribuan kata per harinya yakni 20.000 kata per hari, sedangkan laki-laki sekitar 7.000 kata per harinya. Hikmah wanita mampu berbicara banyak supaya wanita bisa mengajarkan perbendaharaan kata kepada anak-anak.
  • Perkara yang kita khawatirkan, kita perlu belajar diam :
  1. Belajar untuk tidak banyak berkomentar (tidak setiap perkara harus sellau dikomentari).
  2. Belajar diam ketika sedang marah.
  3. Belajar diam jika kemungkinan kata-kata yang dikeluarkan menyakitkan
  4. Belajar diam sekiranya bisa merusak tali persaudaraan.
  5. Belajar diam jika ada berkeinginan untuk berteriak, tahanlah daripada bisa menyakiti orang-orang di sekitar kita jika terucap dan terdengar.

30 Kisah Inspirasi

WA'ILAH ZUJATI NUH
  • Wa'ilah adalah sosok yang namanya ada di dalam Al-Quran namun bukan karena kebaikannya tapi karena keburukan perbuatannya.
  • Wa'ilah merupakan wanita bangsawan yang mempunyai tiga kelebihan yakni cantik, nasabnya baik, dan kedudukannya tinggi.
  • Wa'ilah menikah dengan nabi Nuh AS, sebelum nabi Nuh AS menjadi nabi. Mereka mempunyai empat anak laki-laki bernama Sam, Ham, Yafidz dan Kan'an
  • Ketika nabi Nuh AS berumur 40 tahun beliau diutus menjadi nabi untuk berdakwah. Selama 950 tahun nabi Nuh AS berdakwah namun hanya 10 orang saja pengikutnya, itupun dari kalangan miskin dan tak berdaya.
  • Wa'ilah sebagai istri nabi Nuh AS bukannya bersama-sama berdakwah tapi malah menusuk nabi Nuh AS dari belakang. Bahkan putranya yang bernama Kan'an juga tidak beriman sementara tiga lainnya beriman.
  • Nabi Nuh AS diperintahkan Allah untuk membuat bahtera/kapal yang sangat besar, panjangnya 1.200 hasta dan lebarnya 600 hasta. Nabi Nuh AS membuat bahtera di tegah gurun ketika musim kemarau sehingga orang-orang menertawakannya. Bahtera dimuati dengan perbekalan, hewan-hewan, dan lain-lain.
  • Setelah bahtera jadi Allah lalu menurunkan hujan dan memancarkan air dari segala penjuru. Nabi Nuh AS beserta tiga putranya dan pengikutnya menaiki bahtera tersebut sedangkan istrinya yakni Wa'ilah dan satu putranya yakni Kan'an mencoba menyelamatka diri dengan menaiki gunung, mereka tidak mau naik bahtera. Mereka beserta orang-orang yang tidak beriman pun tenggelam.
  • Bahtera tersebut berlayar selama 150 hari, lalu Allah selamatkan pengikutnya yang sedikit tersebut.
  • Imsm Mslik berpesan, "Jalan kebenaran itu selayak bahtera Nuh, siapa yang menaikinya meski sedikit ida akan aman. Siapa yang tidak ikut dengannya meski banyak ia akan tenggelam".

Syurganya wanita berada pada kelurusan lisannya