Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Senin, 12 Februari 2024
XII. Surat Cinta Ke 12
QS. Al- Ahzab [33] : 36
Artiya :
Tidaklah pantas bagi mukmin dan mukminat, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketentuan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Siapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya, sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata. (QS. Al-Ahzab [33] : 36)
- Latar belakang ayat ini bermula dari salah satu sahabat rasulullah yang tidak terkenal, dipandang sebelah mata dan tidak diperhitungkan. Dia bernama Julaibib dari Bani Tsa'labah. Ketika memasuki usia menikah tidak ada wanita di Madinah yang mau dinikahi Julaibib. Rasulullah tahu akan hal tersebut dan menawari untuk membantunya. Rasulullah menemukan satu calon yang pas dan menemui keluarganya. Ketika datang bapak calon tersebut sangat bersukacita karena mengira Rasulullah yang akan meminang, namun seketika terkejut karena yang akan meminang putri bapak tersebut adalah Julaibib. Bapak itupun memberi alasan bahwa ia harus bertanya kepada istri dan putrinya, Rasulullah pun menyetujuinya.
- Bapak tersebut dipanggil Abu Jariyah karena putrinya bernama Jariyah. Abu Jariyah berasal dari kabilah Al-Haris. Ketika Abu Jariyah bersama istrinya berdiskusi mereka memutuskan untuk menolak. Ketika itu Jariyah mendengar semua materi antara bapak dan ibunya, lalu Jariyah membaca QS. Al-Ahzab [33] : 36. Bapak dan ibunya Jariyah pun mengerti bahwa Jariyah bersedia, bukan sebab Julaibib-nya, akan tetapi siapa yang mendatangkan nama itu untuk Jariyah yakni Rasulullah. Karena taatnya Jariyah untuk mendahulukan pilihan Rasulullah daripada pilihan dia sendiri (maupun mereka yakni kedua orangtuanya).
- Sedalam itulah keimanan para sahabat Rasulullah terdahulu sampai masalah cinta, mereka lebih dahulukan pilihan Rasulullah daripada pilihan pribadi.
- Maka akhirnya orangtua Jariyah menyetujui lalu terselenggaralah pernikahan Jariyah dan Julaibib.
- Setelah mereka menikah terjadi perang dan Julaibib izin kepada Rasulullah untuk ikut dalam pasukan perang. Namun Rasulullah menolaknya karena Julaibib baru saja menikah. Karena cintanya kepada Allah Julaibib memaksa mengikuti perang lalu akhirnya diizinkan oleh Rasulullah. Dalam perang tersebut Julaibib syahid.
- Ketika usai, Rasulullah menge-cek nama-nama sahabat yang syahid namun tidak menemukan nama Julaibib disebut. Sampai akhirnya Rasulullah sampai bertanya, "Apakah Julaibib juga syahid?" Para sahabat yang memeriksa berkata, "Betul ya Rasulullah, termasuk Julaibib." Para sahabat yang memeriksa tidak menyangka Rasulullah akan menanyakan Julaibib. Rasulullah langsung mencari diantara jenazah yang telah syahid lalu menemukannya. lalu digendong jenazah Julaibib tersebut dengan kedua tangan Rasulullah. tangan nabi Muhammad SAW menjadi kasur Julaibib yang telah syahid, Rasulullah lalu berkata, "Sesungguhnya saya adalah bagian dari Julaibib dan Julaibib adalah bagian dari diriku." Peristiwa ini menunjukan kecintaan Rasulullah terhadap Julaibib, orang yang dipandang sebelah mata di dalam kehidupan orang-orang, tidak diperhitungkan orang-orang serta tidak terkenal. Akhirnya Julaibib dikuburkan.
- Julaibib yang telah menikah dengan Jariyah ternyata belum sempat melakukan malam pertamanya. Selepas Julaibib wafat, kehidupan Jariyah banyak diberikan keberkahan oleh Allah sehingga akhirnya Jariyah dikenal sebagai wanita yang paling dermawan di Madinah.
- Pelajaran yang dapat dipetik dari QS. Al-Ahzab [33] : 36 memberitahukan bahwa wanita itu disayang Allah dan setiap wanita yang mau diatur Allah dan RasulNya maka Allah yang akan merawatnya dan menjamin hidupnya. Jariyah adalah bukti sejarah betapa Jariyah tidak disia-siakan Allah.
30 Kisah Inspirasi
UMMU ABBAN BINTI ABDUL HAMID
- Ummu Abban hidup pada masa dinasti Abbasiyah.
- Ummu Abban merupakan wanita yang cantik, cerdas dan berilmu.
- Ummu Abban dititipi Allah anak yang berbeda dalam wajah serta berbeda dalam postur tubuh dibanding dengan anak-anak lain. Pada suatu waktu anak Ummu Abba ke Kabah untuk berdoa kepada Allah, namun ada yang meledeknya, selepas itu dia pun berkeluh kesah kepada ibunya. Ummu Abban pun menasehatinya, "Nak, kamu itu memang terlahir berbeda dari kebanyakan anak, kalau kamu duduk di sebuah perkumpulan kamu bisa menjadi bahan tertawaan dan hinaan, tapi jangan menjadikan itu masalah dan jangan menyibukkan dirimu dengan perkataan mereka. Tapi kamu harus menyibukkan dirimu dengan ilmu karena ilmu itu membuat sempurna sesuatu yang kurang dan mengangkat setinggi-tingginya sesuatu yang tampak rendah."
- Beberapa tahun kemudian putra Ummu Abban menjadi orang besar. Ia bahkan ditunjuk menjadi hakim agung di Mekah selama 20 tahun. Putra Ummu Abban ini bernama Al-Qhadi Muhammad bin Abdurrahman Al-Auqash.
Jariyah dikenal sebagai wanita yang paling dermawan di Madinah.
Hingga kini namanya sering kita sebut "Amal Jariyah."