Kajian : Kajian Syameela
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Jumat, 24 Februari 2024
Ujian diberikan kepadamu bukan karena Allah kejam tapi karena Allah tahu kalau kita bisa berjuang menyelesaikan ujian, karena Allah ingin kita lebih suci ketika kembali kehadapan Allah kerena ujian bisa merontokkan dosa-dosa. Semoga kita selalu ridho terhadap setiap keputusan, baik takdir yang manis maupu takdir yang pahit.
XXIV. Surat Cinta ke 24
QS. Al-Qashas [28] : 25
Artinya :
Lalu, datanglah kepada Musa salah seorag dari keduanya itu sambil berjalan dengan malu-malu. Dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)-mu memberi minum (ternak) kami". Ketika (Musa) mendatanginya dan menceritakan kepadanya kisah (dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang dzalim itu". (QS. Al-Qashas [28] : 25)
- QS. Al-Qashas [28] : 25 tentang bagaimana nabi Musa AS yang bertemu jodohya. Ketika nabi Musa AS membantu dua wanita untuk mengambilkan air, salah satu di antara wanita tersebut mendatangi nabi Musa AS dalam kondisi pancaran wajah malu. Wanita diberi kemuliaan oleh Allah suatu anugerah rasa malu yang lebih besar daripada laki-laki. Diberikan rasa malu karena rasa cinta dan ridho Allah kepada wanita karena rasa malu membuahkan banyak kebaikan. Para ulama juga mengatakan bahwa rasa malu merupakan anugerah dan hibah (pemberian dari Allah). Di dalam Al-Quran dijelaskan tentang bidadari tapi tidak dijelaskan tentang bidadara, maka salah satu jawabannya adalah salah satu fitnah terbesar laki-laki adalah wanita, sementara pada wanita tidak dijelaskan bidadara karena pada wanita Allah tahu wanita memiliki sifat malu. Rasa malu sebagai mahkota pada wanita. Maka kita menjumpai khitbah (melamar) lebih dominan dilakukan laki-laki walaupun secara fiqih tidak mengapa bagi wanita untuk melamar laki-laki tapi pada kenyataannya, khitbah dilakukan mayoritas pada laki-laki, karena itu merupakan bagian dari fitrahnya wanita yang Allah anugerahkan sekaligus bagi mahkota pada dirinya yaitu ketika mereka (wanita) merasa malu, mereka menunggu dan bukan melamar karena rasa malu yang ada pada dirinya.
- Kenapa rasa malu menjadi mahkota bagi wanita? Rasa malu secara prespektif umum, ternyata rasa malu memiliki keutamaan besar, yaitu :
- Malu merupakan sifat Allah yang sempurna. Allah memiliki sifat malu. "Innallaha karimun" (Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Baik). "Yastahyi" (Allah itu malu ketika seorang hamba mengangkat tangannya ketika berdoa lalu hambanya itu menarik tangannya dalam kondisi kosong dan tidak mendapat apa-apa). Karena Allah memiliki sifat malu maka kita sebagai hambaNya juga diberikan sifat malu yang merupakan anugerah.
- Rasa malu itu merupakan sifat sunnahnya para nabi dan para rasul. Dalam riwayat Abu Sa'id Al-Khudri bahwa sunnahya para nabi dan para rasul itu yakni memiliki sifat malu. Mereka dipilih oleh Allah untuk menjadi para nabi dan para rasul pastinya karena memiliki kemuliaan akhlak yang salah satunya sifat rasa malu pada kehidupan mereka.
- Dalam riwayat Ibnu Umar bahwa rasa malu merupakan keimanan karena dengan sifat malu ia akan terhenti dan tertahan serta memiliki sebuah proteksi (rem) untuk menahan dia dari perbuatan yang melampaui batas. Iman itu memiliki beberapa cabang dan salah satu dari cabang keimanan adalah memiliki rasa malu, maka ia telah memiliki jalan keimanan.
- Rasa malu merupakan sebuah perkara yang menghasilkan sikap yang terpuji. Maka perbuatannya akan baik, menggagalkan dirinya dari melakukan kemaksiatan, sebagai rem agar perbuatannya tidak melampaui batas. Sifat malu dapat mendorong untuk mendapatkan rahmat Allah.
- Ketika wanita sudah kehilangan rasa malu maka banyak wanita mejadi sumber fitnah dan akhirnya rusak. Rusak kehidupan anak muda, rusak kehidupan orangtua, rusak kehidupan keluarga, rusak kehidupan satu negara dan bisa rusak satu peradaban disebabkan wanita yang kehilangan rasa malu. Nauzubillahiminzaliq.
- Ketika wanita sudah tidak memiliki rasa malu, yang mereka serang pasti syariat, lalu mereka berkomentar tentangsyariat bermacam-macam, mereka berkesimpulan syariat memiliki sifat negatif yang banyak hanya karena wanita sudah tidak memiliki sifat malu lalu ingin diberi legalitas atas perbuatannya yang sudah melampaui batasda akhirnya mereka mencoba menyerang syariat Allah, padahal syariat Allah berusaha menjaga para wanita tidak hanya sekedar menjadi objek supaya terjaga di tempat yang Allah sediakan supaya mereka terhormat tapi malah dari para wanita sendirilah sebagian yang merusak semua keindahan dan keutamaan ketika Allah sudah memberikan mahkota rasa malu pada wanita.
- Tidak ada Rabb yang ingin menjaga wanita dengan sifat malumu kecuali Allah.
- Allah memuji istrinya Musa AS dan yang mejadi putrinya Syuaib AS. Dipuji dalam QS. Al-Qashas [28] : 25 karena mereka berdua memiliki sifat malu.
- Imam Ibnu Qayyim menyampaikan, "Hidupkanlah rasa malu ketika kamu berkumpul dengan orang-orang yang memiliki rasa malu. Kalau kamu ingin memiliki rasa malu ini terjaga, hiduplah dengan wanita-wanita yang memiliki rasa malu". Hidupkalah dirimu dengan kemuliaan karena kemuliaan itu bergandeng dengan sifat rasa malu yang ada pada diri wanita. Jadi jika kamu wanita yang memiliki rasa malu, berbaurlah, bermuamalahlah dan berinteraksilah dengan orang-orang yang memiliki rasa malu juga.
- Hidupkanlah hatimu dengan 2 perkara :
- Kemuliaan
- Rasa malu
- Ada kisah 2 wanita yang malu karena banyak yang antri di sumur, hal tersebut menarik perhatian nabi Musa AS karena rasa malunya sehingga salah satunya menjadi istri nabi Musa AS.
- Kenapa wanita diberikan rasa malu yang lebih besar kepada laki-laki karena :
- Rasa malu menjadikan wanita untuk memiliki kesopanan sehingga menghindari prilaku-prilaku yang tidak sopan.
- Dengan rasa malu yang ada di diri wanita maka dapat melakukan proses pengendalian diri.
- Dengan sifat malu menjadikan wanita lebih direspect (lebih dihormati) oleh laki-laki daripada yang tidak memiliki sifat malu.
- Kalaulah engkau seorang wanita dan hari ini engkau sering merasa malu berarti kamu masih memiliki pemberian indah dari Allah yang sangat istimewa.
30 Kisah Inspirasi
UMMU WARAAQAH BINTI ABDULLAH
- Nama lengkapnya Ummu Waraaqah binti Abdullah bin Hadist Al-Anshariyah.
- Merupakan wanita Madinah yang lebih dulu masuk Islam.
- Menjadi qari yang memiliki lantunan Al-Quran yang indah, ia juga menulis Al-Quran di tulang-tulang, di kulit-kulit, atau benda-benda lainnyya. Untuk itu setelah Rasulullah wafat da Abu Bakar mengumpulkan Al-Quran untuk menyatukannya, Ummu Waaraqah menjadi rujukan utama bagi Zaid bin Tsabit.
- Ummu Waraaqah meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut perang Badar karena berkeinginan mati syahid, Rasulullah tidak mengizinkan, namun memberikan kabar gembira, "Tetaplah tinggal di rumahmu karena Allah akan memberimu mati syahid.". Ummu Waraaqah akhirnya mematuhi perintah Rasulullah. Seluruh penduduk madinah tahu karena Rasulullah jika akan ke rumah Ummu Waraaqah sering berkata, "Mari kita bertamu ke rumah wanita syahid".
- Ummu Waraaqah hidup sendiri, ia ditemani 2 budaknya, 1 laki-laki dan 1 wanita. Mereka berdua dijanjikan merdeka ketika Ummu Waraaqah meninggal dunia. Namun kedua budak ini tidak bersabar malah merencanakan pembunuhan tuannya di masa khalifah Umar bin Khattab. Mereka membunuh Ummu Waraaqah dengan cara membekap hingga tewas.
- Umar bin Khattab mengetahui Ummu Waraaqah dibunuh memerintahkan untuk menangkap kedua budak tersebut. Setelah ditangkap mereka berdua disabib sebagai kafarat/hukuman. Kedua budak ini merupakan orang pertama yang disalib di kota Madinah.
- Dari Ummu Waraaqah kita belajar mengimami setiap berita dan petunjuk dari nabi Muhammad SAW tanpa tapi, lalu memberikan ketaatan.
- QS. Al-Najm [53] : 2-4, bahwa ketaatan nabi Muhammad SAW itu benar walau satu dunia mengatakan salah.
Kemuliaan dirimu bergandeng dengan sifat malumu