Kajian : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri : Ustazah Ummu Rochimah
Tanggal : Sabtu, 2 Maret 2024
Syawal --------- 100%
Dzulqaidah ---- 100%
Dzulhijjah ------ 100%
Muharram ----- 75%
Safar ------------ 75%
Rabiul Awal --- 50%
Rabiul Akhir --- 50%
Jumadil Awal -- 50%
Jumadil Akhir -- 25%
Rajab ------------ 25%
Syaban ---------- 25 %
Ramadhan ----- Charging
Sirah
- Puasa nabi Nuh AS setelah diselamatkan Allah dari banjir.
- Puasa Asyura kaum Yahudi Madinah sebagai tanda syukur atas keselamatan nabi Musa AS dari kejaran firaun.
- Kewajiban puasa Ramadhan baru diperintahkan pada tahun ke-2 setelah Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah.
Peristiwa Di Bulan Ramadhan
- Turunnya Al-Quran
- Perang Badar
- Pembebasan kota Mekah
Makna Puasa
- Puasa artinya menahan dan mencegah diri dari hal-hal yang mubah (dibolehkan) dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.
- QS. Al-Baqarah [2] : 187, artinya : Dihalalkan bagi kamu pada malam hari di bulan puasa bercampur dengn istri-istri kamu, mereka adalah pakaian bagi kamu, dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan hawa nafsumu, karena itu Allah mengampuni dan memberi maaf kepadamu.
- Dapat disimpulkan makna puasa :
- Menahan diri dari sesuatu yang dibolehkan
- Meninggalkan makan, minum, berhubungan suami-istri
- Menahan diri dari ucapan yang diharamkan atau dimakhruhkan
Hikmah Puasa
- Membersihkan jiwa
- Menyehatkan badan
- Mendidik kemauan
- Mengendalikan nafsu jinsiyah
- Menumbuhkan semangat bersyukur
- Melatih jiwa sosial
- Mengantarkan menjadi insan yang bertakwa
10 Kekuatan Orang Yang Berpuasa (Abu Hamid Al-Ghazali, Ilya 'Ulumuddin)
- Kebersihan hati dan kekuatan pandangan
- Kelembutan nurani
- Rendah hati dan hilangnya kesombongan
- Tidak lupa akan azab Allah
- Melemahkan gejolak nafsu
- Terhindar dari banyak tidur
- Meringankan aktivitas ibadah
- Didapatkannya kesehatan badan
- Mengurangi biaya hidup
- Lebih ringan untuk bersedekah
Menyambut Ramadhan
- Gembira menyambut Ramadhan
- Telah datang bulan Ramadhan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para syetan diikat pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)
Persiapan
- Abu Bakar Al-Balkhi berkata, "Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Syaban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil."
- Dapat disimpulkan persiapan yang dilakukan :
- Ilmu, paham hukum, bagaimana puasa Rasul fiqih puasa.
- Fisik/ jasadiyah
- Spiritual/ruhiyah, membersihkan hati, saling memaafkan.
- Ketidaksiapan menghadapi Ramadhan akan berbuah pahit.
Amal Unggulan Bulan Syaban
- Memperbanyak puasa
- Membaca Al-Quran
- Melakukan kebaikan (amal sholeh)
Menikmati Ramadhan
- Untuk memastikan rasa gembira saat menyambut Ramadhan :
- Niatkan kebaikan setiap hari
- Jalani dengan 2S (Sabar dan Senyum)
- Bersyukur, rayakan di sore hari saat berbuka
Momentum Perbaiki Diri
- Terbukanya pintu-pintu kebaikan
- Apabila Ramadhan tiba, pintu syurga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syetan pun dibelenggu. (HR. Bukhari)
- Banyaknya pengampunan dosa
- Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan ikhlas (mengharap pahala), niscaya diampuni dosa-dosanya yag telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa Menyambut Ramadhan
- Allahumma sallimnii ilaromadhoona, wa sallimnii romadhoona, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa. Artinya : Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku dan terimalah (amal-amalku) (di bulan) Ramadhan.
Doa Saat Masuk Bulan Ramadhan
- Allahuakbar, allahumma ahillahu 'alainaa bil amni waliimaan, wassalaamati wal islaam, wattaufiiqi limaatuhibbu watardhoo, robbunaa wa robbukallaah. Artinya : Allah Maha Besar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, dan membawa taufik yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah. (HR. Ahmad)
Alhamdulillah
- Demikian seorang muslim menyambut Ramadhan, seperti tanah kering yang menyambut hujan, seperti si sakit yang membutuhkan dokter untuk mengobatinya dan seperti seseorang yang menanti kekasihnya.
Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran