Selasa, 12 Maret 2024

30 Kisah Mempesona Di Bulan Ramadhan : Hari Ke 1 - Pingsan Yang Membawa Berkah

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Selasa, 12 Maret 2024

RAMADHAN
  • Ramadhan dari kata Romdhon artinya panas dan terik.
  • Siapa yang merindukan syurga dia akan menilai mahal karunia Ramadhan, sedangkan bagi yang tidak merindukan syurga dia menganggap Ramadhan biasa saja seperti hari-hari biasa.
  • Doa menyambut Ramadhan : "Allahumma sallimni ila Ramadhan wa sallim li Ramadhan wa tassallamhu minni mutaqabbalan." Artinya : "Ya Allah, selamatkan diriku, sehatkanlah diriku sampai di bulan Ramadhan, hantarkanlah dan selamatkanlah Ramadhan untukku dan jadikanlah amal kami yang kami lakukan di bulan Ramadhan menjadi amal yang kau terima. Aamiin yra."
KISAH
  • Kisah laksana obat bisa memberikan kepeda kita kegembiraan setelah kita mengalami berbagai macam kesedihan. Seperti ketika Rasulullah mendapat cobaan/ujian bertubi-tubi maka cara Allah menghibur Rasulullah dengan Allah turunkan QS. Yusuf [12] : 1-111 dari awal sampai dengan terakhir, menceritakan tentang kisah kehidupan nabi Yusuf AS ketika beliau dibuang di sumur tua, menjadi budak, digoda wanita, dan lain-lain yang sungguh banyak cobaan hidupnya.
  • Kisah bukan hanya apa yang pernah terjadi tapi kisah itu adalah obat untuk mengusir kesedihan, kisah memberi harapan, kisah itu merupakan malaikat-malaikat kecil yang datang dan masuk kepada hati kita  memberi kita motivasi dalam perjalanan kita menghadapi setiap ujian yang ada  dan tertera pada kehidupan kita. Tak ada yang berhak dengan kisah-kisah orang shalih kecuali mereka yang sedang berusaha menata keshalihan pada jalur kehidupan peribadinya.
I. Kisah Ke 1

QAIS BIN SHIRMAH DAN ARAB BADUI

QAIS BIN SHIRMAH
  • Dalam riwayat yang shahih, kalau kita membaca tafsir QS. Al-Baqarah [2] : 183-187, disitu kita akan menjumpai sosok seorang sahabat Rasulullah yang biasa-biasa saja bernama Qais bin Shirmah.
  • Qais bin Shirmah merupakan sahabat Rasulullah dari kalangan fakir miskin, pekerjaannya bercocok tanam.
  • Ketika syariat puasa Ramadhan diperintahkan, Qais pun melakukan puasa. Pada masa itu puasa masa itu tidak sama tidak sama dengan puasa masa sekarang. Puasanya dilaksanakan sehabis isya, melewati malam, pagi, siang, sore sampai dengan tenggelam matahari (magrib). Ketika tenggelam matahari barulah diperbolehkan makan dari magrib sampai dengan isya. jaraknya sangat singkat, isya mulai puasa kembali, begitu seterusnya. Ketika puasa dijalankan sahabat-sahabat hal tersebut bukan perkara ringan walaupun sahabat-sahabat tetap menjalankannya, termasuk Qais.
  • Suatu ketika Qais seperti biasa menjalankan perintah berpuasa. Ketika berpuasa ia tetap bekerja di ladang yang terik. Ketika pulang sore dan akan berbuka puasa ia mengecek dapur dan tidak mendapati makanan. Akhirnya ketika berbuka ia tidak makan sampai isya, dan ketika isya ia lalu melanjutkan puasanya kembali sampai dengan esok harinya. Esok harinya begitu ia beraktivitas meladangnya ia pun ambruk pingsan.
  • Peristiwa pingsannya Qais mendapat perhatian dari para sahabat yang lain karena para sahabat pun merasakan beratnya puasa pada masa itu. 
  • Karena pingsannya Qais, Allah Yang Maha Tahu lalu menurunkan QS. Al-Baqarah [2] : 183-187. Sejak saat itu puasa menjadi ketika malam kita berbuka sampai matahari terbit (subuh) lalu kita berpuasa sampai dengan tenggelam matahari, berbuka ketika magrib. Betapa peristiwa pingsannya Qais bin Shirmah istimewa sehingga bisa merubah sistem puasa di masa lalu menjadi seperti di masa sekarang ini.
ARAB BADUI
  • Pada HR. Bukhari Muslim ada kisah Arab Badui pada waktu bulan Ramadhan. Kenapa disini tidak dijelaskan namanya (siapa ia) untuk menjaga marwahnya ketika ada peristiwa yang kurang baik namun bisa menjadi pelajaran bagi kita yang menyimaknya. Jadi disana hanya dijelaskan kisah Arab Badui.
  • Apa itu Arab Badui? Arab Badui adalah orang Arab yang tinggal di lereng, mereka hidup nomaden/berpindah-pindah.
  • Pada suatu waktu ada seorang suami dari Arab Badui yang sedang berpuasa di bulan Ramadhan. Ketika berpuasa itu ia tidak tahan untuk berhubungan dengan istrinya. Ia lalu menuruti hajatnya. Setelah melakuannya karena tahu itu tidak boleh dilakukan ketika berpuasa, ia menyesal, lalu menemui Rasulullah untuk bertanya bagaimana dengan dirinya. 
  • Ketika ditanyai, Rasulullah meminta orang Arab Badui tersebut membayarnya dengan puasa 2 bulan berturut-turut. Arab Badui itu merasa tidak kuat jika dengan membayar puasa dengan puasa 2 bulan berturut-turut karena sebulan puasa pada puasa Ramadhan saja ia tidak bisa menahan hajatnya untuk mencampuri istrinya.
  • Orang Arab Badui itu pun lalu meminta alternatif lain. Rasulullah pun memberi penyelesaian dengan cara membebaskan budak. Arab Badui itupun memberi penjelasan bahwa ia tidak kaya jadi ia tidak mampu membebaskan budak.
  • Rasulullah memberikan opsi ketiga untuk memberi makan kepada 60 orang miskin, dan orang Arab Badui itupun memberi alasan bahwa ia pun tidak mampu untuk memberi makan 60 orang miskin.
  • Lalu Rasulullah pun masuk ke dalam lalu keluar membawa kurma dan meminta Arab Badui itu untuk membagikannya satu-satu ke orang miskin yang ditemuinya. Arab Badui itupun memberi alasan lain bahwa tidak ada orang yang semiskin dirinya jadi jika ia membagi-bagikannya tidak akan ada yang mau menerima kurma darinya.
  • Rasulullah pun memberitahu untuk menerima kurmanya. Untuk menebus kesalahannya dengan apa yang ia akan sedekahkan untuk keluarga orang Arab Badui tersebut.
KESIMPULAN
  • Dari 2 kisah di atas maka syariat puasa itu identik dengan sebuah proses keringanan yang Allah berikan pada kehidupan kita.
  • Menurut para ulama bahwa puasa memang salah satu syariat yang teramat istimewa.
  • Syariat ini dimulai dari sejak nabi Adam AS sampai dengan sekarang.
  • Syariat puasa Ramadhan pernah dibebankan kepada kaum Yahudi tapi kaum Yahudi justru menghapuskannya dan membantah syariat puasa Ramadhan tersebut dan mereka mengganti dengan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 di bulan Muharram, mereka menggeser waktunya sesuai dengan penyelewengan yang mereka lakukan.
  • Syariat puasa Ramadhan juga pernah berlaku kepada kaum Nasara. Tapi ketika kaum Nasara sering merasakan panas dan terik ketika mereka berpuasa di bulan Ramadhan mereka juga menggeser waktunya antara musim panas dan musim dingin dan jatuhlah mereka di musim semi, tentulah jatuhlah mereka puasa di luar bulan Ramadhan.
  • Hanya kaum muslimin yang bertahan sampai dengan hari ini. Kaum  muslimin tidak mengubah puasa pada bulan Ramadhan.
  • Syariat puasa adalah syariat yang istimewa, disebut Syari'at syar'i qoblana yaitu sebuah syariat yang ada dan sudah turun temurun dari sebelum kita lahir. Syariat ini ada di antara para nabi dan para rasul sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW. Seperti yang sudah ada pada QS. Al-Baqarah [2] : 183.
  • Rasulullah menyampaikan di dalam riwayat yang shahih, "Allah itu senang dalam memberi keringanan kepada manusia dan setiap keringanan itu diambil oleh setiap hambanya sebagaimana Allah senang perintahnya dipenuhi dan dilaksanakan secara sempurna oleh setiap hambanya." Misal, ketika kita bepergian dengan jarak yang lebih dari 100km, Allah memberi rukhsah (keringaan) dengan membolehkan shalatnya dijama' maupun diqashar. Rukhsah menunjukkan kesayangan Allah kepada hambanya. Allah senang apabila diskon, keringan rukhsah yang Allah berikan kepada manusia diambil oleh hambanya. Dan itu menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Sayang kepada hambanya supaya setiap hambanya bisa memiliki alasan mendapatkan rahmatNya Allah.

"Hari Ini kisah Qais bin Shirmah dan Arab Badui memberi arti bertapa sempurnanya Allah menyayangi kita dan Rasulullah mencintai setiap umatnya."