Sabtu, 30 Maret 2024

Meraih Keberkahan Ramadhan Dengan Al-Quran Bersama Keluarga

Kajian        : Kajian Muslimah Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Sinta Santi
Tanggal      : Sabtu, 23 Maret 2024

  • QS. Al-Baqarah [2] : 183-185, artinya :
    • [183] Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
    • [184] (Yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaiutu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
    • [185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di anatara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah mengkehendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungka Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
  • QS. At-Tahrim [66] : 6, artinya :
    • Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka da selalu mengerjaka apa yang diperintahkan.
  • Hidangan spesial dari Allah.
    • Sesungguhnya Al-Quran ini adalah jamuan Allah (ma'dubatullah), maka ambillah darinya semampu kalian. Sungguh aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih kosong dari kebaikan selain rumah yang ada di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran. Sungguh hati yang ada di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran adalah hancur seperti hancurnya rumah tangga yang tak berpenghuni. (HR. Ad-Darimi)
    • Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al-Quran. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya. (HR. Ahmad)
  • Indahnya berjuang menjadi keluarga Allah SWT.
  • Usia bukanlah halangan
    • Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Al-Muzammil [73] : 4)
    • Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimatnya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripadaNya. (QS. Al-Kahfi [18] : 27)
    • Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya. (HR. Muslim)
  • Arti menjadi sahabat Al-Quran :
    • Mencintai  dan mengagungkan Al-Quran
    • Sangat ingin untuk selalu beriteraksi dengan berulang-ulang dan hapal
    • Berupaya memahami maknanya
    • Menikmati membacanya sebagai dziikir terbaik
    • Menjadikan nilai-nilainya tercermin dalam kepribadian
    • Mendakwahkan da membelanya
    • Berharap semua upaya menjadi sebab bagi turunnya rahmat Allah
  • Wasiat nabi Muhammad SAW kepada Abu Dzar
    • Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan menjadi cahaya bagimu di bumi dan menjadi simpanan (deposit amal) di langit. (Ibnu Habban)
  • Keistimewaan Al-Quran :
  1. Dari sisi waktu
  2. Dari sisi pilihan Rasul
  3. Dari sisi pilihan malaikat
  4. Dari sisi keutamaan mukjizat
  • Pahala membaca Al-Quran
    • Dari Ibnu Mas'ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran) maka baginya satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. Tirmidzi)
    • Al-Quran terdiri dari 114 surah, 30 juz, 6.236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut riwayat Ad-Dur, dan 6214 ayat menurut riwayat Warsy. Imam Syafii mencatat ada 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf dalam Al-Quran.
    • "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
  • Bersama Malaikat Mulia
    • "Orang yang membaca Al-Quran dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala." (Muttafaqalaih)
  • Risalah Ma'surat - Keutamaan Al-Quran
    • Al-Quran Al-KArim adalah undang-undang yang konfrehensif bagi seluruh hukum Islam. Al-Quran adalah sumber mata air yang melimpahkan kebaikan dan hikmah pada hati-hati yang beriman. Dan, membacanya merupakan seutama-utama amal untuk tagarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. 
  • Sikap Para Salafus Sholih
  1. Tahu benar keutamaan Al-Quran dan keutamaan membacanya.
  2. Mereka menjadikan Al-Quran sebagai tasyri', sumber perundang-undangan, penentram hati, dan wirid dalam ibadah.
  3. Mereka melapangkan dada-dada mereka di hadapannya, mentadaburi isi kandungannya, serta merefleksikan makna-makna luhur yang terkandung di dalamnya ke dalam ruh dan spiritual mereka.
    • Maka Allah memberikan pahala di dunia dengan menjadikan mereka sebagai qiyadah alam dan di akhirat mereka mendapatkan derajat yang tinggi.
    • Al-Quran kini kita terlantarkan, sehingga sampailah kita pada kondisi yang lemah dalam urusan dunia dan rapuh dalam urusan agama. (HAB)
    • "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba laki-lakiMu dan anak hamba perempuanMu. Ubun-ubunku berada di tanganMu. HukumMu berlaku pada diriku. KetetapanMu adil atas diriku. Aku memohon kepadaMu dengannya, atau Engkau turunkan dalam KitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, agar Engkau menjadikan AL-Quran sebagai musim semi di hatiku, cahaya di dadaku pelipur kesedihanku serta pelengkap kegelisahanku."
    • Antaj'alalquraaaana robii'a qolbii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai musim semi di hatiku."
    • Sebagian ulama menerjemaahkan kata "robi'a" di atas dengan penawar hati, penyejuk hati. Namun secara bahasa artinya adalah musim semi, atau dengan kata lain kesukaria-an dalam hati dan kesenangannya.
    • ..Dijadikan musim semi baginya, karena manusia akan merasa senang hatinya ketika datangnya musim semi dan hati akan cenderung kepadanyya. Keluar dari berbagai macam duka dan nestapa, sehingga menemukan semangat, kebahagiaan dan kesukariaan..
    • Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam salah satu kitabnya, Al-Fawaaid ketika membahas tentang doa ini berkata, bahwa "robi'a" adalah hujan yang menghidupkan bumi.
      • Wanuurosodrii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai cahaya di dadaku."
      • Wajilaa'ahujnii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai penghilang kesedihan."
      • Wadzahaabahammii, artinya : "(Aku memohon kepadaMu) agar menjadikan Al-Quran sebagai pelengkap kecemasanku."
    • Sebesar apa pun kesusahan yang engkau alami, akan menjadi hilang di hadapan Al-Quran.
    • Nabi melanjutkan wejangannya kepada Ibu Mas'ud, "Jika engkau melantunkan doa tadi, maka Allah akan melenyapkan kesusahanmu, dan membuat kesedihan menjadi kegembiraan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami harus mempelajari doa terebut?" Beliau menjawab, "Ya, orang yang mendengarnya harus mempelajarinya." (HR. Abu Ya'la Al-Maushili, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Hibban, dan Thabrani)
  • Wirid Hapalan
    • Bagi setiap muslim dianjurkan agar bersungguh-sungguh dengan segenap kemampuan untuk menghapal apa yang memungkinkan bisa dihapalkannya dari Al-Quran Al-Karim. Juga harus mengkondisikan diri setiap hari untuk menghapal dengan sebaik-baiknya satu ayat atau beberapa ayat sesuai dengan kadar kemampuannya. Degan rutinitas seperti ini, akan memungkinkan baginya untuk menghapal banyak ayat dari kitab Allah SWT. (HAB)
    • Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar RA, "Wahai Abu Dzar, ketika engkau di awal siang lalu engkau mengerti satu ayat dari kitab Allah itu, lebih baik bagimu daripada seratus rakaat," (HR. Ibnu Majah)
    • "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr [15] : 9)


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran