Jumat, 15 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 25 - Dan Allah Pun Hadir Ketika Engkau Diceraikan

Kajian            : Kajian Syameela
Sifat               : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri        : Ustad Oemar Mita
Tanggal          : Sabtu, 25 Februari 2024


Bahwasanya wanita banyak yang lupa betapa dirinya dihargai sekali oleh Allah, betapa dirinya dimudahkan oleh Allah menuju syurga, betapa dirinya dilindungi oleh Allah dengan proteksi yang maksimal, semua itu menunjukkan kepada kita kalau hari ini ada wanita yang merasa sendirian maka sesungguhnya tidak ada yang salah kecuali dirinya karena dia tidak mau mempelajari ilmu yang seharusnya ilmu itu akan meghantarkan kepada sebuah kehangatan citanya kepada Allah kepada dirinya.


XXV. Surat Cinta Ke 25

QS. Al-Baqarah [2] : 241
Artinya :
Bagi istri-istri yag diceraikan terdapat hak mut'ah dengan cara yang patut. Demikian ini adalah ketentuan bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah [2] : 241)
  • Allah memberikan posisi dan kehormatan kepada wanita ketika wanita dalam suatu rumah tangga ketika rumah tangganya sudah tidak bisa lagi diselamatkan sehingga terjadi perceraian ataupun terjadi talak, sesungguhnya talak itu bukan aib jika menyangkut perkara-perkara yang betul-betul syar'i memang dilakukan perceraian. Contohnya Zaid yang bercerai dengan Zainab. Allah tahu bahwa jika terjadi perceraian wanita sedih dan hatinya hancur, maka Allah menjaga mereka dalam kondisi berpisah. Perhatian Allah dalam masalah berpisah ini dengan perhatian yang Allah berikan untuk laki-laki. Apa itu keistimewaan yang Allah berikan? Allah menjelaskan pada QS. Al-Baqarah [2] : 241 ini, apabila wanita dicerikan maka wanita mendapatkan mut'h secara ma'ruf dan itu merupakan kewajiban bagi orang yang bertakwa. Mut'ah itu diberikan uang pemberian (uang hadiah) karena selama ini telah membersamai dirinya. Jumlahnya sesuai kemampuan dan Allah menutup ayat ini dengan memberitahukan bahwa ini merupakan kewajiban bagi orang yang bertakwa. Allah hanya memberikan perhatian mut'ah ini untuk pihak wanita, Allah tidak memberikan hal ini kepada pihak laki-laki.
  • Apabila ada laki-laki yang ketika dia bercerai dan tidak memberikan mut'ah kepada mantan istrinya maka patut dipertanyakan kadar ketakwaannya.
  • Wanita ketika telah diceraikan, Allah memberikn kemuliaan kalau wanita diceraikan dia memiliki masa iddah 3x masa suci, wanita yang ketika diceraikan tapi masih berada pada masa iddah dia tidak boleh keluar rumah, dia tetap berada di rumah yag disediakan suaminya yang telah menceraikannya, tetap diberikan nafkah, tetap diberikan papan, dan tetap diberikan pangan kepada wanita ketika diceraikan. Kalau masa iddah itu telah selesai dan suaminya tidak ingin rujuk maka terjadi talak dan mantan suaminya harus memberikan mut'ah sesuai kesepakatan. Ketentuan Allah tidak ada celah bagi laki-laki untuk berbuat semena-mena kepada wanita.
  • QS. Al-Baqarah [2] : 241 sebenarnya sebuah ayat yang turun dalam sebuah keterangan dari Abdurahman bin Zaid bin Aslam disebabkan sebuah kejadian ketika ada seorang laki-laki berkata ketika dia membuat keterangan tentang talak maka laki-laki itu mengatakan, "Ya kalau saya baik saya kasih, kalau saya tidak ingin ya saya tidak ingin kasih". Karena perkataan laki-laki ini maka turunlah QS. Al-Baqarah [2] : 241. Allah meluruskan kembali perkataan dari laki-laki tersebut yang menganggap memberi kepada wanita itu pilihan dia. Tidak boleh seperti itu! Allah menutup seluruh celah yang bisa menyebabkan kerusakan kepada wanita. Sebenarnya semua regulasi/ketentuan, semua peraturan-peraturan sekarang yang dibutuhkan wanita itu sebenarnya sudah tuntas, sudah sempurna dalam Islam. 
  • Selain mut'ah wanita juga diberikan hak Hadhanah, yaitu wanita memiliki hak untuk merawat anak-anaknya. Dalam riwayat ada seorang wanita yang telah dicerai suamiya lalu suaminya ingin mengambil hak asuh anak-anaknya, wanita ini pun berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, sesungguhnya perutku ini pernah menjadi tempat wadahnya dia terbentuk menjadi manusia, lalu dadaku (payudaraku) mejadi sumber minumnya dan kamarku menjadi kamarnya. Lalu ayahnya menceraikan aku dan ingin merampasnya dariku". lalu rasulullah bersabda kepada wanita ini, "Sesungguhnya kamu lebih berhak terhadapnya selama kamu belum menikah kembali". Allah menjaga kondisi psikologis wanita maka Allah jadikan tetap memiliki hak lebih besar kepada anak daripada anak diasuh oleh mantan suaminya.
  • Seorang laki-laki jika tidak memberikan mut'ah ketika menceraikan istrinya maka termasuk dzalim dan akan dibalas di akhirat apalagi dilakukan dengan sengaja.
  • Laki-laki tidak mendapat hak apa-apa jika bercerai, dia tidak mendapat hak mut'ah seperti wanita, tidak mendapat hak hadhanah seperti wanita, harus memberikan nafkah untuk anak-anaknya sampai dengan dewasa, tidak boleh mengambil mahar itu sama sekali tidak boleh!
  • Ketika wanita yang telah diceraikan memperjuangkan hak mut'ah bukan berarti wanita tersebut cinta dunia/matre tapi itu merupakan hukum yang telah Allah berikan asalkan meminta hak sesuai kemampuan mantan suami.
  • Special treatment ini hanya Allah berikan kepada wanita seorang jangan sampai dilewatkan jika terjadi perceraian supaya wanita tidak menjadi korban kedzaliman, kesemena-menaan dan menjadi korban yang melampaui batas.

30 Kisah Inspirasi

UMMU JAMIL BINTI HARB
  • Nama aslinya Arwa binti Harb bin Umayyah bin Abdis Syams bin Abdi Manaf.
  • Suaminya adalah Abu lahab yang sangat jahat.
  • Dijuluki Ummu Jamil karena wajahnya yang sangat cantik.
  • Ummu Jamil merupakan wanita kaya yang berkuasa, suka menyulut, suka memfitnah, suka menipu daya sehingga membuat permusuhan, suka mempprovokasi, mengadu domba dan selalu menyusun strategi untuk menyakiti Rasulullah.
  • Ada kisah sebelum Rasulullah diutus menjadi Nabi, putra Ummu Jamil yang bernama Utaibah menikah dengan putri Rasulullah yakni Ummu Kultsum namun ketika Rasulullah diangkat menjadi Nabi, Ummu Jamil memusuhi Rasulullah. Ummu Jamil meminta Utaibah utuk menceraikan Ummu Kultsum sehingga Utaibah menceraikannya dengan peuh penghinaan. Alhamdulillah ketika itu Ummu Kultsum belum bercampur dengan Utaibah.
  • Mendapati putrinya menerima penghinaan Rasulullah berdoa, "Ya Allah, binasakan Utaibah dengan salah satu dari hewan buasmu". Doa Rasulullah dikabulkan Allah, ketika Utaibah berdagang ke negri Syam dia diterkam singa hingga tewas.
  • Ummu Jamil merupakan orang yang keji sehingga Allah menurunkan QS. Al-lahab [111] yang berbicara bahwa Ummu Jamil akan membawa kayu bakar di neraka padahal ketika surat tersebut turun Ummu Jamil masih hidup.
  • Jangan sekali-kali kita terperdaya oleh kehebatan orang-orang kafir di dunia karena kekaguman itu menumbuhkan kecenderungan hati, kecondongan ketaatan, bahkan pembelaan untuk mereka. Bijaksanalah dalam meletakkan kekaguman, pada siapa, karena apa dan untuk apa. Sesugguhnya Islam tidak pernah kekurangan figur tauladan. Islam hanya kekurangan umatnya yang mau mengambil pelajaran. 

Allah berfirman, 
"Jangan kamu terperdaya oleh orang-orang kafir yang bergerak di seluruh negeri itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka jahanam. Dan neraka jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal".