Selasa, 12 Maret 2024

30 Surat Cinta Allah Kepada Wanita : Hari Ke 22 - Tak Ada Yang Boleh Mem-bully-mu

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Kamis, 22 Februari 2024

  • Semoga kita senantiasa mendapatkan hati yang dimudahkan untuk bersyukur kepada Allah karena ternyata hati yang mendapatkan kesulitan untuk bersabar terkadang lebih mudah didapatkan daripada hati ketika bertambah kenikmatan untuk menjadi hati yang bersyukur. Biasanya ketika kita mendapatkan kenikmatan bertambah, biasanya standart kita bersyukur justru semakin sulit, karena standart bersyukurnya semakin kita berikan syarat. Begitu juga dengan rumah tangga yang kita miliki terkadang yang hilang rasa kesyukuran kita. Allah menyampaikan QS. Lukman [31] : 12 yang intinya, sejatinya syukurnya manusia bukan untuk Allah, syukur itu feedbacknya kembali kepada kita. Ciri hati seseorang yang betul-betul dicintai Allah hatinya, Allah jadikan hatinya begitu mudah untuk bersyukur walau kenikmatannya bertambah, konsep bersyukur yang tidak rumit dan tidak memerlukan banyak syarat di dalam dia bersyukur kepada Allah. Smoga syukur kita tanpa tapi, smoga syukur kita bukan dari perkara yang besar tapi pada perkara-perkara yang kecil hati kita tidak kehilangan sensitifitas untuk selalu bersyukur kepadaNya. Man lam yasykurul qoliil lam yasykurul katsiir, "Siapa yang tidak mampu menikmati pada setiap syukur, pada setiap nikmat yang sedikit pada sejatinya dia tidak akan pernah mampu bersyukur pada sesuatu yang besar." 
  • Nabi Sulaiman AS ketika mendapati semut beliau berdoa, "Rabbi auzi'ni an asykura ni'matakallati," walau hanya semut seliau pahami perkataannya itupun menjadikan nabi Sulaiman AS bersyukur.

XXII. Surat Cinta Ke 22

QS. Al- Mujadallah [58] : 1
Artinya :
Sungguh, Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (nabi Muhammad SAW) tentang suaminya dan mengadukan kepada Allah, padahal Allah mendengar percakapan kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al- Mujadallah [58] : 1)
  • Allah mendengar perkataan seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada suaminya yaitu ada seorang sahabiyah yang bernama Khaulah binti Tsa'labah, beliau menikah dengan laki-laki yang lebih tua daripada beliau bernama Aus bin Ash Shamit, ketika suaminya melewati masa senja terjadi perubahan emosi jadi marah. Pada suatu ketika terjadi pertengkaran antara mereka berdua, suaminya dalam keadaan marah  menyatakan sebuah kalimat yang harusnya tidak diucapkan, dia mengatakan kepada istrinya, Anti Kadzahri Ummi, "Sesungguhnya kamu sebagaimana punggung ibuku." Merupakan culture jahiliyah ketika sudah tidak mau mencampuri lagi istri mereka, mereka menyerupakan istri mereka sebagaimana ibunya. Ketika suaminya ingin balik lagi kepada istrinya, Khaulah tidak bisa lantas menerimanya, dia menolaknya, tidak bisa melayaninya sampai dia bertanya perihal ini kepada rasulullah. Setelah Khaulah menyampaikan kepada rasukullah, Allah lalu menurunkan QS. Al- Mujadallah [58] : 1, wallahu yasma'u tahawurakuma, "Sesungguhnya Allah mendengar di antara kalian berdua," hal ini walaupun dilatar belakangi dengan permasalahan Khaulah dan Aus tapi sebenarnya ayat ini membicarakan rasa cintanya Allah kepada wanita, karena Allah tidak memperkenankan kepada laki-laki ketika mereka dalam kondisi emosi dan dalam kondisi apapun supaya tidak mem-bully wanita dengan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan oleh seorang suami, karena kekerasan bukan hanya bisa dalam hal fisik akan tetapi bisa juga dengan kata-kata yang menyakitkan yang disebut dengan verbal abuse.
  • Verbal abuse adalah kondisi ketika seorang pasangan menyakiti pasangannya dengan kata-kata, dengan panggilan, dengan olok-olokaan, dengan bully-an yang ditujukan kepada istrinya. Dari kisah Khaulah dan Aus ini, suaminya menyerupakan Khaulah seperti ibunya, ini merupakan verbal abuse yang ada di dalam sejarah. Islam sudah lama membahas hal ini. Maka Aus bin Shamit pun harus mendapat konsekuensi dari ucapannya yang mengarah kepada dzihar (menyerupakan seorang istri seperti ibunya). Kita tentunya harus faham sekaligus memberikan pengertian kepada suami, kalau menyakiti wanita dengan kata-kata yang diucapkan maka berhadapan langsung dengan Allah. Allah memberikan proteksi kepada wanita karena wanita memang makhluk yang lemah, halus, perasa, makanya di dalam Islam wanita itu dinamakan imroatun yang merupakan akar kata yang sama dengan kata mir'atun dan mar'atun, mir'atun artinya cermin, mar'atun artinya perempuan, karena kelembutan seorang wanita sebagaimana gelas-gelas, cermin dan kaca yang mudah pecah, sehingga laki-laki harus menjaga ucapannya ketika berhadapan dengan wanita. Karena curhatannya akan didengar Allah sebagimana Allah mendengar curhatannya Khaulah binti Tsa'labah. Jika terjadi verbal abuse yang mengarah kepada dzihar (bisa ditanyakan lebih lanjut kepada ahli tentang apa yang mengarah ke kategori dzihar) maka sebagai istri harus menanyakan secara tegas apa maksud suami jika suami mengatakan dengan samar.

30 Kisah Inspirasi

KHANSA BINTI AMRU
  • Khansa binti Amru berasal dari kabillah Mudhar, seorang pujangga ternama di dataran Arab.
  • Nama aslinya Tamadhur binti Amru bin Hadist bin Syarid, dikenal sebutan Khansa, dia adalah seorang penyair.
  • Khansa memeluk agama Islam bersama kabilahnya bani Salim dihadapan Rasulullah, mereka ikut berhijrah ke Madinah.
  • Ketika sahabat bernama Adi bin Hatim menyatakan kepada Rasulullah ada yang paling ahli bersyair adalah Al-Qais bin Hajar lalu Rasulullah menyanggahnya dan menyatakan bahwa yang paling ahli dalam syair adalah Al-Khansa binti Amru. Penyair pada masa itu bisa mmengobarkan semangat.
  • Khansa memiliki empat putera, lalu ke empat puteranya ikut berjihad di wilayah Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa'ad bin Abi Waqqash sebanyak 8000 orang yang akan menghadapi imperium Persia berjumlah 120.000 prajurit. Khansa pun ikut berangkat. Ketika berperang ke empat anaknya syahid. Namun Khansa sebagai penyair tidak terlihat bersedih.

Istri harus menanyakan secara tegas apa maksud suami jika suami mengatakan sesuatu dengan samar.