Kajian : Kajian Syameela
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Jumat 16 Februari 2024
XVI. Surat Cinta Ke 16
QS. An-Nisa [4] : 19
Artinya :
Wahai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa. Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya. (QS. An-Nisa [4] : 19)
- Latar belakang Asbabun Nuzul-nya dahulu pada masa jahiliyah, jika seorang istri jadi janda maka ahli warisnya boleh memilikinya tanpa dinikahi tanpa mahar, juga ketika wanita menikah maharnya diambil walinya atau paman, bapak, kakek, dan lain-lain. Ketika itu ada seorang sahabat Rasulullah yang sholeh namanya Abu Qais bi Al-Aslat meninggal dunia. Dia memiliki anak dari istrinya yang telah meninggal lalu anak dari istri sebelumnya menemui ibu tirinya untuk menjadikan ibu tirinya sebagai istrinya. Ibu tirinya tidak menyetujuinya karena dia telah menganggapnya anak, lalu dia meminta anak tirinya untuk menanyakan kepada Rasulullah. Ketika ditanyakan turunlah QS. An-Nisa [4] : 19-22 yang isinya tidak boleh anak untuk menikahi ibu sambung mereka dan itu merupakan sebuah ketetapan betapa Islam melindungi wanita.
- Pada ayat-ayat ini ada kata-kata yang indah bagaimana kita tidak boleh melakukan tindakan diskriminatif, "Maka pergaulilah wanita dengan cara yang ma'ruf (puncak dari kebaikan)."
- Perintah kepada laki-laki untuk berbuat baik kepada wanita :
- Pergauli istrinya dengan baik.
- Setiap laki-laki akan mendapat pahala ketika dia berbuat baik kepada istrinya.
- Jika melakukan hal tersebut di atas Allah akan karuniakan keturunan yang baik.
- Kisah Ibu Umar ketika terjadi konflik di rumahya, dia tinggalkan rumahnya menenangkan diri di masjid Nabawi. Ketika itikaf ada yang sedang membaca QS. An-Nisa [4] : 19. Dia pun menjadi lapang hatinya lalu kembali ke rumahnya, memaafkan istrinya dan bersabar. Yang beliau dapatkan dari itu yakni anaknya bernama Ashim menjadi salah satu ulama besar.
- Kisah Hafsah istri Rasulullah pernah cemburu namun Rasulullah meminta maaf karena ketika di rumah Hafsah Rasulullah menerima istri yang lain. kala itu Hafsah meyanggupi utuk merahasiakan hal ini kepada istri-istri yang lain, namun Aisyah RA ternyata tahu. Rasulullah pun merasa diingkari. Rasulullah hampir menceraikan Hafsah karena hal ini. Namun Allah memberi penjagaa kepada Hafsah untuk tidak diceraikan.
- Bentuk di kema'rufan pada Wa'asyiruhunna bil ma'ruf dari suami ke istri :
- Laki-laki harus memberikan nafkah yang terbaik sesuai kemampuannya.
- laki-laki tetap memberikan keridhaan kepada istri ketika sedang kecewa
- Bersabar atas kekurangan dari istri
- Senantiasa berkata lembut kepada istrinya.
- laki-laki harus peka terhadap istrinya dalam setiap kebaikan.
30 Kisah Inspirasi
UMMU AMMAROH BINTI SUFYAN
- Pada masa itu para penjual susu banyak yang mecampurkan susu dagangannya dengan air. Umar bin Khattab sangat melarangnya sehingga sering melakukan inspeksi.
- Pada suatu malam Umar bin Khattab bersama asistennya Abdullah bin Zaid mengelilingi wilayah untuk menge-cek warganya yang rutin beliau lakukan. Pada satu rumah terdengar suara seorang ibu dan putrinya yang sedang berniat untuk mencampur susu dengan air. Namu putrinya menolak karena teringat akan pesan Umar bin Khattab dan takut kepada Allah karena berbuat curang. Umar bin Khattab yang mendengar dari luar rumah, keesokan harinya meminta Aslam untuk menge-cek rumah siapakah itu dan siapakah putri tersebut. Ternyata putri tersebut adalah Ummu Ammaroh dan dia belum menikah. Karena kebaikan akhlaknya, Umar bin Khattab pun menawari anaknya, Abdullah, Abdurahman, Ashim, salah satunya untuk menikahinya. Abdullah dan Abdurahman menolak karena keduanya telah menikah, Ashim yang belum meikah pun menyetujui untuk menikahinya. Dari pernikahan Ummu Ammaroh dan Ashim lahirlah Lila binti Ashim yang nantinya menjadi ibunda dari Umar bin Abdul Aziz yang merupakan pemimpin dari Bani Ummayah.
Ibnu Taimiyah berkata,
"Sedikit yang halal itu akan membawa berkah sedangkan harta yang haram walaupun jumlahnya banyak akan seperti hilang dan Allah hancurkan."