Rabu, 30 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 3 - Rasulullah SAW Membawa Larangan Dari Allah SWT

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H03. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 30 April 2025



Rasulullah SAW sebagai seorang utusan membawa larangan-larangan dari Allah SWT. Beliau sampaikan larangan-larangan tersebut kepada kita semua supaya kita menjauhinya. Beliau bersabda, "Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi." (HR. Muslim)

Larangan Allah SWT ada 2 macam, yakni : 
  • Haram 
  • Makruh (dibenci)
Larangan yang haram apabila dikerjakan maka berdosa seperti berzina, membunuh tanpa hak, riba, berdusta, ghibah (membicarakan orang lain), sihir, perdukunan, minum minuman keras, dan lain-lain.

Larangan yang makruh apabila perbuatan tersebut dikerjakan maka perbuatan tersebut akan dibenci namun tidak sampai berdosa seperti memakan bawang merah/putih dalam keadaan masih mentah, makan/minum dengan bersandar, tidur sebelum solat isya, dan lain-lain.
 
Kita sebagai seorang muslim dan juga muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut dan yakin bahwasanya Allah SWT tidaklah melarang sesuatu kecuali di sana ada hikmahnya dan ada kebaikan bagi diri kita. Terkadang kita mengetahui hikmah tersebut dan terkadang kita tidak mengetahuinya.

[Bersambung]

Selasa, 29 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 2 - Rasulullah SAW Membawa Perintah Dari Allah SWT

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H02. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 29 April 2025



Rasulullah SAW sebagai seorang utusan membawa perintah-perintah dari Allah SWT. Rasulullah SAW sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai dengan kemampuan kita. 

Rasulullah SAW bersabda, "Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian kerjakan sesuai dengan kemampuan kalian." (HR. Imam Muslim)

Perintah Allah ada 2 macam :
  • Wajib
  • Sunnah yaitu dianjurkan
Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdosa, seperti solat 5 waktu, puasa ramadhan, haji bagi yang wajib, memakai hijab bagi wanita, dan lain-lain.

Adapun amalan yang sunnah jika tidak dikerjakan maka tidak berdosa. Seperti solat rawatib, solat dhuha, puasa senin kamis, puasa daud dan juga amalan-amalan sunnah yang lain kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai dengan kemampuan kita, bila kita tidak mampu mengerjakan solat wajib dengan berdiri maka kita duduk, jika sesorang tidak mampu melaksanakn solat berjamaah di masjid karena sakit maka silahkan melaksanakan solat tersebut di rumahnya, apabila ada seseorang tidak mampu berpuasa ramadhan karena sakit atau berpergian maka bisa dia ganti di hari yang lainnya, orang yang tidak mampu solat malam 11 rakakat maka dia bisa solat malam lebih sedikit dari itu, demikian juga dengan orang yang tidak mampu berpuasa Daud maka bisa berpuasa dengan puasa yang lebih ringan dari itu. 

Dan Allah SWT tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua.

[Bersambung]

Senin, 28 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 3 : Bab 1 - Pentingnya Mengenal Rasulullah SAW

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.3H01. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 28 April 2025



Pertanyaan kedua yang setiap kita akan di tanya di alam kubur adalah tentang siapa nabimu?

Wajib setiap muslim dan muslimah untuk mengenal mengenal nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW adalah Muhammad Ibnu Abdullah Ibnu Abdul Muthalib termasuk nabi Ismail AS bin Ibrahim AS. 

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah dan diutus menjadi nabi yang terakhir ketika berumur 40 tahun, kemudian menyampaikan risalah Allah SWT selama 23 tahun, meninggal di Madinah setelah Allah menyempurnakan agama ini bagi beliau dan juga umatnya.
 
Mengenal nabi Muhammad SAW tidaklah cukup hanya mengenal nama nasab beliau ataupun menghapal keluarga dan sahabat beliau. Mengenal nabi Muhammad SAW adalah mengenal tugas beliau sebagai seorang  utusan Allah SWT kepada kita dan mengetahui apa kewajiban kita kepada beliau. 

Allah SWT telah mengutus nabi Muhammad SAW kepada kita dengan membawa 4 perkara:
  1. Membawa perintah dari Allah supaya kita jalankan.
  2. Membawa larangan dari Allah supaya kita jauhi.
  3. Membawa berita dari Allah supaya kita benarkan
  4. Membawa tatacara ibadah dari Allah SWT supaya kita beribadah kepada Allah SWT dengan cara tersebut.

Kalau kita menaati nabi Muhammad SAW di dalam 4 perkara ini berarti kita pada hakekatnya telah menaati Allah SWT karena perintah, larangan, berita dan tatacara ibadah adalah dari Allah sedangkan tugas nabi Muhammad SAW hanya sekedar menyampaikan kepada kita. 

"Barangsiapa yang menaati rasul maka sungguh dia telah mentaati Allah." (QS. An-Nisa [4] : 80)

[Bersambung]

Minggu, 27 April 2025

Quote : Penyakit

Oleh : Ustad Oemar Mita

Penyakitnya orang 
kalau sudah ada di tempat-tempat kebaikan, 
penyakitnya adalah sombong dengan ketaatan 
dan ibadah yang telah dicapai.

Jumat, 25 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 9 (Selesai) - Mengenal Allah SWT Dengan Nama Dan SifatNya

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H10. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 25 April 2025



Allah SWT telah mengabarkan di dalam Al-Quran bahwa Allah memiliki nama dan sifat. 

Allah SWT berfirman, "Dan Allah memiliki nama-nama yang paling baik." (QS. Al-Araaf [7] : 180)

Allah SWT juga berfirman, "Dan Allah memiliki sifat-sifat yang paling tinggi." (QS. An-Nahl [16] : 60)

Kita mengenal Allah SWT dengan nama dan sifat tersebut. Kita mengenal Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Penyayang karena Dia adalah Ar-Rahman Ar-Rahiim. Kita mengenal Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghafur (Maha Pengampun), dan seterusnya. 

Allah SWT juga mengabarkan di dalam Al-Quran bahwa di antara sifat Allah SWT adalah peristiwa di atas Arsy, bahwa Allah memiliki dua tangan, bahwa Allah berada di atas turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam terakhir sebagaimana dikabarkan Rasulullah SAW dan juga sifat-sifat yang lain. 

Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut karena Allah SWT lebih tahu tentang diriNya daripada kita semua. Dan Rasulullah SAW lebih tahu tentang Allah SWT daripada kita. 

Tidak boleh seorang muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut dan tidak boleh dia menyerupakan dengan selain Allah SWT karena Allah SWT berfirman, "Tidak ada yang serupa dengan Allah SWT dan Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syura [42] : 11)

Jadi yang benar yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah SWT tanpa menyerupakan dengan selainNya dan tanpa mentakwil (menafsirkan) nama dan sifat tersebut.

[Selesai]

Kamis, 24 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 8 - Mengenal Allah SWT Dengan MakhlukNya

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H09. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Kamis, 24 April 2025

[Lanjutan]

Allah SWT telah menciptakan makhluk-makhluk supaya manusia berakal memikirkannya sehingga mereka mengenal Dzat yang telah menciptakan mereka. Besarnya makhluk serta luasnya seperti langit yang tujuh, bumi, Kursi Allah dan ArsyNya menunjukkan kebesaran Allah SWT.

Keteraturan gerakan dan perjalanan seperti perjalanan matahari dan bulan menunjukan kekuasaan dan pengawasan Allah SWT yang tidak berhenti. Kejeliian di dalam penciptaan menunjukkan hikmahNya dan keluasan ilmuNya. Manfaat yang ada dalam ciptaanNya menunjukkan rahmat pencipta yang luas dan menunjukkan karunia Allah SWT yang meliputi segala sesuatu.

Allah SWT berfirman, Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam ada tanda-tanda bagi orang yang memiliki akal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah SWT baik dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi. "Wahai Rabb kami tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan bathil (sia-sia). Maha Suci Engkau maka jagalah kami dari azab neraka." (QS. Ali-Imran [3] : 190-191)

Hendaknya seorang muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan makhluk-makhluk Allah SWT supaya dia semakin mengenal Allah penciptanya. Semakin yakin dan mantab dalam menjalankan syariat Islam. Merasa takut dengan azab Allah SWT. Semakin dekat denganNya dan semakin mengesakan Dia di dalam beribadah.

[Bersambung]

Rabu, 23 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 7 - Di Antara Kesyirikan Musyrikin Quraisy

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H08. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 23 April 2025



Di antara bentuk kesyirikan orang-orang musyrik Quraisy adalah berdoa meminta dan bertaqarrub (merasa dekat) kepada orang-orang soleh yang sudah meninggal, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka dengan tujuan supaya mendapatkan syafaat mereka di sisi Allah SWT dan dengan tujuan mencari kedekatan kepada Allah SWT. Allah SWT sendiri telah menceritakan keyakinan mereka di dalam Al-Quran dan mengingkarinya. 

Allah SWT berfirman, Dan mereka menyembah kepada selain Allah, sesuatu yang tidak memudarati mereka dan tidak pula memberi manfaat. Dan mereka berkata, "Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah SWT." Katakanlah, "Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah SWT sesuatu yang Allah SWT tidak ketahui di muka langit dan bumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan. (QS. Yunus [10] : 18)

Dalam ayat ini Allah SWT menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allah SWT.

Dalam ayat lain, Ketahuilah bahwa milik Allah SWT-lah agama yang tulus dan orang-orang yang menjadikan selain Allah SWT sebagai sekutu mereka mengatakan, "Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah SWT." Sesungguhnya Allah SWT akan menghukumi di antara mereka di dalam  apa yang di antara mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar. (QS. Az-Zumar [39] : 3)

Ayat ini menunjukkah bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang soleh agar orang-orang soleh tersebut mendekatkan mereka kepada Allah SWT. Cara meraih syafaat di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid bukan dengan cara kesyirikan. Dan cara dekat dengan Allah SWT adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan iman dan amal soleh yang wajib maupun yang sunnah sebagaimana orang-orang soleh tersebut melakukannya. 

Tidak boleh seseorang menyamakan Allah SWT dengan kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya. Tidak boleh sesorang menyerupakan Allah SWT dengan siapapun. Allah SWT Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Kuasa sedangkan kepala negara makhluk yang lemah tidak mampu melakukan pekerjaan semuanya kecuali dibantu oleh para pembantunya.

[Bersambung]

Selasa, 22 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 6 - Pengertian Ibadah Dan Macam-Macamnya

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H07. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 22 April 2025



Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhoi oleh Allah SWT baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir (terlihat) maupun yang batin. 

Seseorang bisa mengetahui bahwa sesuatu dicintai oleh Allah SWT dengan beberapa cara, diantaranya apabila sesuatu tersebut diperintahkan oleh Allah SWT dengan demikian kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah ibadah karena Allah SWT tidaklah memerintah kecuali dengan sesuatu yang Allah SWT cintai. Termasuk di antara tanda bahwa sesuatu itu dicintai oleh Allah SWT adalah apabila Allah SWT memuji pelakunya. 

Pujian Allah SWT menunjukkan bahwa sesuatu tersebut dicintaiNya, contohnya berdoa, doa adalah ibadah karena Allah SWT memerintahkannya.

Allah SWT berfirman, "Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkan." (QS. Ghafir [40] : 60)

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist, "Doa itu adalah ibadah." (Hadist shahih Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)

Dengan demikian hukumnya syirik apabila seseorang berdoa kepada selain Allah SWT baik berdoa kepada seorang nabi, malaikat, jin, orang shaleh, dan lain-lain. 

Contoh lain penyembelih. Menyembelih adalah ibadah, Allah SWT berfirman, "Hendaknya engkau solat untuk Rabbmu dan menyembelih untuk Rabbmu." (QS. Al-Kautsar [108] : 2)

Rasulullah SAW bersabda, "Allah melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah." (HR. Muslim)

Dengan demikian termasuk syirik hukumnya seseorang menyembelih untuk jin, untuk syeikh, dan lain-lain selain Allah SWT. Contoh ibadah yang lain misal bernadzar, beristighosah, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, dan lain-lain. Semua itu adalah termasuk jenis-jenis ibadah yang tidak boleh seorang muslim sesekali menyerahkan salah satu dari ibadah tersebut kepada selain Allah SWT.

[Bersambung]

Senin, 21 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 5 - Keyakinan Bahwa Allah Sebagai Pencipta, Pemberi Rezeki Dan Pengatur Alam Semesta Tidaklah Cukup Untuk Memasukkan Seseorang Ke Dalam Agama Islam

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H06. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 21 April 2025



Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allah SWT adalah pencipta, pemberi rezeki dan pengatur alam semesta adalah sebuah kewajiban yang tidak sah keimanan seseorang sampai dia meyakini yang demikian. Namun meyakini hal itu saja tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam Islam, dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang muslim dan seorang yang kafir.

Allah SWT berfirman, "Allah berkata kepada iblis, "Apa yang mencegahmu untuk sujud kepada Adam AS ketika Aku memerintahkan kepadamu?" Iblis mengatakan, "Aku lebih baik daripada dia, Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah." (QS. Al- Araaf [7] : 12)

Ayat ini menunjukkan bahwa iblis mengenal Allah SWT sebagai Dzat yang menciptakan dirinya. Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya, "Siapa yang menciptakan? Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka? Siapa yang mengatur alam semesta ini?" Mereka mengatakan, "Allah". 

Allah SWT berfirman, "Dan seandainya engkau wahai Muhammad bertanya kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan juga bumi? Niscaya mereka mengatakan, "Allah." (QS. Az-Zumar [39] : 38)

Meskipun mereka meyakini hal yang demikian, akan tetapi Rasulullah SAW memerangi mereka. Kenapa demikian? Karena orang-orang musyrikin Quraisy tersebut tidak mentauhidkan Allah SWT, yaitu tidak mengesakan Allah SWT di dalam beribadah. Oleh karena itu setiap muslim perlu mengetahui apa itu ibadah dan macam-macamnya sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allah SWT.  

[Bersambung]

Jumat, 18 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 4 - Mengenal Allah SWT Sebagai Satu-Satunya Dzat Yang Berhak Disembah

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H05. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 18 April 2025



Apabila Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka kita dituntut untuk tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah SWT semata. 

Allah SWT berfirman, "Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian yg telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian  bertakwa. Yang telah mencipta untuk kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan, dan telah menurunkan air dari langit maka Allah SWT mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah SWT sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui."  (QS. Al-Baqarah [2] : 21-22)

Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allah SWT, menyembah kepada selain Allah SWT sedangkan kalian mengetahui bahwa Allah SWT yang mencipta, memberikan rezeki dan yang mengatur alam semesta ini. Selain Allah, tidak berhak untuk disembah, karena dia bukan pencipta, bukan pemberikan rezeki dan bukan pengatur alam semesta. Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yg bathil.

Allah berfirman, "Yang demikian itu karena Allah SWT, Dialah sesembahan yang hak yang memang berhak untuk disembah sedangkan apa yang mereka sembah selain Allah adalah sesembahan yang bathil yaitu yang tidak berhak untuk disembah." (QS. Al-Hajj [22] : 62)

Apabila seseorang meyakini Allah SWT yang mencipta, memberikan rezeki dan mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah kepada selain Allah SWT atau menyerahkan ibadah kepada selain Allah SWT maka dia telah berbuat syirik kepada Allah SWT di dalam ibadah.

Rasulullah pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, "Wahai rasulullah apa dosa yang paling besar di sisi Allah?" Maka beliau SAW bersabda, "Dosa yang paling besar adalah engkau telah menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menciptakan dirimu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

[Bersambung]

Kamis, 17 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 3 - Mengenal Allah SWT Sebagai Pengatur Alam Semesta

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H04. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Kamis, 17 April 2025



Mengenal Allah SWT adalah tentang mengenal Allah SWT sebagai pengatur alam semesta. Dialah Allah SWT yang mengatur alam semesta ini, mematikan makhluk dan menghidupkan, memuliakan makhluk dan menghinakan, mengganti siang menjadi malam dan malam menjadi siang, menerbitkan matahari dan menenggelamkan, dan lain-lain. 

Allah SWT berfirman, "Yudabbirul amr," yakni, "Dialah Allah SWT yang mengatur seluruh perkara." (QS. As-Sajadah [32] : 5)

Tidak ada yang mengatur selain Allah SWT, Dialah Allah SWT yang menerbitkan matahari dari timur maka siapa selain Allah SWT yang bisa menerbitkan matahari dari barat?

Nabi Ibrahim AS berkata kepada salah satu yang mengaku sebagai Tuhan selain Allah SWT, "Sesungguhnya Allah telah menerbitkan matahari dari timur maka silahkan engkau kalau memang engkau Tuhan, terbitkan matahari dari barat," maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa." (lihat QS. Al-Baqarah [2] : 258)

Allah SWT menjadikan siang maka siapa yang bisa mengganti siang menjadi malam selain Allah SWT. Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah SWT dan tidak ada sesembahan selain Allah SWT yang membantu Allah SWT untuk mengatur alam semesta ini. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh meyakini bahwasanya ada selain Allah SWT yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta siapapun dia. Dan bagaimanapun kedudukannya di sisi Allah, barangsiapa yang berkeyakinan bahwasanya ada yang selain Allah SWT yang mencipta, memberi rezeki dan mengatur alam semesta bahwasanya dia telah menyekutukan Allah. 

[Bersambung]

Rabu, 16 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 2 - Mengenal Allah SWT Sebagai Pemberi Rezeki

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H03. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Rabu, 16 April 2025



Di antara nama Allah SWT adalah Ar-Razzak artinya Yang Maha Memberi Rezeki. Allah SWT menciptakan makhluk dan memberikan rezeki kepada mereka, bahkan Allah SWT telah menulis rezeki makhluknya jauh sebelum Allah SWT menciptakan mereka.

Rasulullah bersabda, "Allah telah menulis takdir bagi makhluk-makhluknya 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi." (HR. Muslim dari Abdullah Ibnu Amr)

Allah SWT menciptakan rezeki tersebut dan menyampaikannya kepada makhluk sesuai dengan waktu yang sudah Allah SWT tentukan sebelumnya maka tidak akan meninggal seseorang sampai dia mendapatkan rezeki terakhir yang menjadi jatahnya meskipun rezeki tersebut ada di puncak gunung atau bahkan ada di bawah lautan.

Allah SWT berfirman, "Tidak ada seekor binatang melata pun yang ada di permukaan bumi ini melainkan Allah SWT yang akan memberikan rezekinya." (QS. Hud [11] : 6)

Siapa sesembahan selain Allah SWT yang bisa melakukan demikian? Adakah selain Allah SWT, sesembahan yang bisa memberi makan sekali saja untuk seluruh makhluk yang ada di bumi ini mulai dari manusia, jin, hewan dan tumbuhan?

Allah berfirman, "Wahai manusia hendaklah kalian mengingat nikmat Allah SWT atas kalian, adakah yang mencipta selain Allah SWT yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit maupun dari bumi? Tidak ada sesembahan yang berat disembah selain Dia, oleh karena itu kenapa kalian dipalingkan?" (QS. Fathir [35] : 3)

[Bersambung]

Selasa, 15 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 1 - Mengenal Allah SWT Sebagai Pencipta

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H02. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Selasa, 15 April 2025


Mengenal Allah SWT adalah tentang mengenal Allah SWT sebagai pencipta. Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta, menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, Dialah Allah SWT yang telah menciptakan langit, bumi, manusia dan seluruh alam semesta. 

Allah SWT berfirman, "Itu adalah Allah SWT, Rabb kalian yang telah menciptakan segala sesuatu." (QS. Ghafir [40] : 62)

Dialah Allah SWT, Al-Khalik Yang Maha Pencipta, sedangkan selain Allah SWT adalah makhluk yang diciptakan. Mereka tidak bisa mencipta meskipun diagung-agungkan dan disembah oleh manusia.

Allah berfirman, "Wahai manusia telah dibuat perumpamaan bagi kalian maka hendaklah kalian mendengarnya, sesungguhnya segala sesembahan yang kalian sembah selain Allah SWT tidak akan bisa menciptakan seekor lalat meskipun mereka bersatu padu untuk membuat seekor lalat tersebut." (QS. Al-Hajj [22] : 73)

Berkumpul dan bekerjasama saja mereka tidak mampu untuk mencipta, bagaimana mencipta sedirian, mencipta seekor lalat yang sedemikian sederhana susunan tubuhnya mereka tidak mampu maka bagaimana mereka menciptakan makhluk yang lebih rumit. Seorang muslim wajib meyakini bahwasanya Allah SWT satu-satunya pencipta dan tidak ada pencipta selain Allah SWT. Barangsiapa yang menyakini ada yang mencipta selain Allah SWT maka telah melakukan syirik besar.

[Bersambung]

Senin, 14 April 2025

Silsillah Ilmiyah 2-4 : Pendahuluan - Pentingnya Mengenal Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Islam

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H01. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Senin, 14 April 2025


Nabi Muhammad SAW mengabarkan bahwa setiap manusia apabila  meninggal dunia maka di alam kubur akan ditanya oleh 2 malaikat tentang 3 perkara, yakni:
  • Siapa Tuhanmu?
  • Siapa nabimu?
  • Apa agamamu?
Untuk itu setiap muslim wajib mengetahui 3 perkara tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghapal, sebab jika menghapal cukup, maka niscaya orang munafik dapat menjawab pertanyaan, tetapi yang dituntut adalah pemahaman dan juga pengamalan. 

Barangsiapa yang di dunia mengenal Allah SWT dan memenuhi haknya, mengenal nabi Muhammad SAW dan memenuhi haknya, serta mengenal agama Islam dan mengamalkan isinya, maka diharapkan dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan mendapat kenikmatan di dalam kuburnya. Namun apabila dia tidak mengenal siapa Allah dan tidak memenuhi haknya, tidak mengenal nabi Muhammad SAW dan tidak memenuhi haknya, serta tidak mengenal/ kurang mengenal ajaran agama Islam dan tidak mengamalkannya maka ditakutkan dia tidak bisa menjawab pertanyaan sehingga akibatnya siksa kubur yang dia dapatkan.

Semoga Allah SWT memudahkan kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai bisa mengenal Allah, nabi Muhammad SAW dan juga mengenal Islam. Aamiin yra.

[Bersambung]