Jumat, 18 April 2025

Silsillah Ilmiyyah 2 : Bab 4 - Mengenal Allah SWT Sebagai Satu-Satunya Dzat Yang Berhak Disembah

Kajian        : HSI Edu
Sifat           : Online - Intern - SI2-4.2H05. Judul
Pemateri    : Ustad Abdullah Roy
Tanggal      : Jumat, 18 April 2025



Apabila Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka kita dituntut untuk tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah SWT semata. 

Allah SWT berfirman, "Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian yg telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian  bertakwa. Yang telah mencipta untuk kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan, dan telah menurunkan air dari langit maka Allah SWT mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah SWT sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui."  (QS. Al-Baqarah [2] : 21-22)

Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allah SWT, menyembah kepada selain Allah SWT sedangkan kalian mengetahui bahwa Allah SWT yang mencipta, memberikan rezeki dan yang mengatur alam semesta ini. Selain Allah, tidak berhak untuk disembah, karena dia bukan pencipta, bukan pemberikan rezeki dan bukan pengatur alam semesta. Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yg bathil.

Allah berfirman, "Yang demikian itu karena Allah SWT, Dialah sesembahan yang hak yang memang berhak untuk disembah sedangkan apa yang mereka sembah selain Allah adalah sesembahan yang bathil yaitu yang tidak berhak untuk disembah." (QS. Al-Hajj [22] : 62)

Apabila seseorang meyakini Allah SWT yang mencipta, memberikan rezeki dan mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah kepada selain Allah SWT atau menyerahkan ibadah kepada selain Allah SWT maka dia telah berbuat syirik kepada Allah SWT di dalam ibadah.

Rasulullah pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, "Wahai rasulullah apa dosa yang paling besar di sisi Allah?" Maka beliau SAW bersabda, "Dosa yang paling besar adalah engkau telah menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menciptakan dirimu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

[Bersambung]