Kajian : HSI Edu
Sifat : Online - Intern - SI2-4.2H08. Judul
Sifat : Online - Intern - SI2-4.2H08. Judul
Pemateri : Ustad Abdullah Roy
Tanggal : Rabu, 23 April 2025
[Lanjutan]
Di antara bentuk kesyirikan orang-orang musyrik Quraisy adalah berdoa meminta dan bertaqarrub (merasa dekat) kepada orang-orang soleh yang sudah meninggal, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka dengan tujuan supaya mendapatkan syafaat mereka di sisi Allah SWT dan dengan tujuan mencari kedekatan kepada Allah SWT. Allah SWT sendiri telah menceritakan keyakinan mereka di dalam Al-Quran dan mengingkarinya.
Allah SWT berfirman, Dan mereka menyembah kepada selain Allah, sesuatu yang tidak memudarati mereka dan tidak pula memberi manfaat. Dan mereka berkata, "Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah SWT." Katakanlah, "Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah SWT sesuatu yang Allah SWT tidak ketahui di muka langit dan bumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan. (QS. Yunus [10] : 18)
Dalam ayat ini Allah SWT menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allah SWT.
Dalam ayat lain, Ketahuilah bahwa milik Allah SWT-lah agama yang tulus dan orang-orang yang menjadikan selain Allah SWT sebagai sekutu mereka mengatakan, "Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah SWT." Sesungguhnya Allah SWT akan menghukumi di antara mereka di dalam apa yang di antara mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar. (QS. Az-Zumar [39] : 3)
Ayat ini menunjukkah bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang soleh agar orang-orang soleh tersebut mendekatkan mereka kepada Allah SWT. Cara meraih syafaat di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid bukan dengan cara kesyirikan. Dan cara dekat dengan Allah SWT adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan iman dan amal soleh yang wajib maupun yang sunnah sebagaimana orang-orang soleh tersebut melakukannya.
Tidak boleh seseorang menyamakan Allah SWT dengan kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya. Tidak boleh sesorang menyerupakan Allah SWT dengan siapapun. Allah SWT Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Kuasa sedangkan kepala negara makhluk yang lemah tidak mampu melakukan pekerjaan semuanya kecuali dibantu oleh para pembantunya.
[Bersambung]