Senin, 30 September 2024

Membina Keluarga Samara

Kajian        : Kajian Menara 165 Halal Fair 2024
Sifat           : Offline - Menara 165 Halal Fair 2024
Pemateri    : Ustad Hilman Fauzi
Tanggal      : Sabtu, 28 September 2024


Dua hal yang harus difahami tentang pernikahan :

1. Pernikahan itu ibadah yang paling lama.
  • Ada lima hal yang kalau dilihat berpahala :
  1. Melihat Kabah
  2. Melihat Al-Quran
  3. Menatap wajah oragtua
  4. Menatap wajah pasangan yang halal dan resmi
  5. Menatap wajah alim ulama/guru/ustad
  • Cara mencium tangan suami oleh istri dengan cara dicium punggung  dan telapak tangannya bolak-balik. Mencium punggung telapak tangan suami mengambil berkahnya, mencium telapak tangan suami mengambil kasih sayangnya.
  • Sunnah suami mencium istri ada di tiga tempat :
  1. Mencium di ubun-ubunya istri, agar hati lembut
  2. Mencium di kening istri, agar istrimu ingat selamanya
  3. Mencium di pipi istri, agar istrimu ingat padamu dalam keadaan apapun
  • Menikah itu menyempurnakan setengah agama dan ibadahnya paling lama.

2. Pernikahan itu sekolah yang paling lama.
  • Ada empat ciri rumah tangga :
  1. Rumah tangga yang suami baik, istri tidak baik. Contoh : Rumah tangga nabi Nuh AS dan Wa'ilah
  2. Rumah tangga yang suami tidak baik, istri baik. Contoh : Rumah tangga firaun dan Asiyah.
  3. Rumah tangga yang suami tidak baik, istri tidak baik. Contoh rumah tangga Abu Lahab dan Ummu Jamil.
  4. Rumah tangga yang suami baik, istri baik. Contoh: Rumah tangga Rasulullah SAW dan istri-istrinya, rumah tangga nabi Ibrahim AS dan istri-istrinya.
  • Bagi orang beriman ujian itu ada dua :
  1. Cara Allah menghapus dosa-dosa. QS. Asy-Syura [42] : 30, artinya : Musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan (Allah) memaafkanbanyak (kesalahanmu). 
  2. Cara Allah mengangkat derajat. QS. Al-Baqarah [2] : 155, 156, artinya : [155] Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. [156] (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepadaNya kami akan kembali). 
  • Dari dua point di atas (pernikahan itu ibadah yang paling lama. dan pernikahan itu sekolah yang paling lama) pasti harus ada bekal.
  • Tiga bekal rumah tangga (3i) :
  1. Iman. Jangan menikah karena wajah, harta, tapi menikahlah karena iman kepada Allah, menikah karena ibadah, karena perintah Allah, karena ada pahala dari Allah. Ciri keluarga yang kurang iman :
    1.  Merasa gelisah dengan yang sudah terjadi
    2. Sering khawatir dengan yang belum terjadi
    3. Merasa cape dan lelah dengan rumah tangga yang dijalani
    • Amal soleh yang bisa merubah hidup kita itu solat. Yang belum menikah perbanyaklah solat, yang sudah menikah jagalah solat.
  2. Ilmu.
  3. Ikhlas.

Rabu, 25 September 2024

Hanya Kepada Allah Aku Adukan Kesedihan Dan Kesusahan

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Samirah
Tanggal      : Sabtu, 21 September 2024

  • QS. Yusuf [12] : 86, artinya : Yaqub menjawab, "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya."
    • Nabi Ibrahim AS menikah dengan istri pertama Siti Sarah dan istri kedua Siti Hajar. Siti Hajar melahirkan nabi Ismail AS, tidak lama Siti Sarah melahirkan nabi Ishaq AS. Nabi Ishaq AS ketika di penghujung usianya dalam QS. Al-Baqarah [2] : 133, artinya : Apakah kamu (hadir) menjadi saksi menjelang kematian Yaqub ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalanku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan (hanya) kepadaNya kami berserah diri." Seperti yang kita tahu bahwa silsilah nabi semua yang berasal dari keturunan nabi Ishaq AS, hanya nabi Muhammad SAW yang berasal dari keturunan nabi Ismail AS dan ini yang menimbulkan gesekan-gesekan. Ketika wahyu pertama turun dan Rasulullah menyampaikan wahyu kepada penduduk Arab, namun tidak ada yang mempercayainya, karena dari sejarah mereka diterangkan bahwa nabi hanya berasal dari silsillah nabi Ishaq AS bukan dari nabi Ismail AS, juga baru di jaman tsb baru ada nabi dari keturunan Arab yakni nabi Muhammad SAW dan merupakan penutup para nabi. Kenyataan inilah yang membuat mereka tidak siap.
    • Nabi Yaqub AS mempunyai 14 orang anak dari 4 istrinya. Dua istrinya adik dan kakak (boleh karena saat itu belum ada syariat agama Islam). Dari 14 anak ada 1 anak yang paling disayang yakni nabi Yusuf AS, tapi sayangnya nabi Yaqub AS ke nabi Yusuf AS dibenci anak-anaknya yang lain karena menganggap sang ayah tidak adil. Akhirnya saudara-saudaranya berkonspirasi untuk menghilangkan nabi Yusuf AS. Tapi nabi Yaqub AS sebenarnya tahu kalau nabi Yusuf AS dihilangkan saudara-saudaranya dan sebetulnya selamat. Setelah bertahun-tahun nabi Yusuf  AS akhirnya menjadi bendahara negara Mesir. Bertemulah ia dengan saudara-saudaranya namun mereka tidak mengenali nabi Yusuf AS. Lalu dititipkanlah pakaian ketika ia hilang untuk disampaikan kepada nabi Yaqub AS. Nabi Yusuf AS tahu bahwa ayahnya selama nabi Yusuf AS hilang menangis sehingga matanya buta namun nabi Yaqub hanya bisa mengadukan rasa sedihnya kepada Allah semata seperti yang tertulis pada ayat di atas.
  • Dari Abul 'Abbas 'Abdullah bin 'Abbas RA dia berkata, "Suatu hari (ketka) saya (diboncengi Rasulullah SAW) di belakang (hewan tungangan) Beliau SAW, Beliau bersabda kepadaku, "Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat (nasehat penting) kepadamu, (maka dengarkanlah baik-baik!), Jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), jika kamu (ingin) meminta (sesuatu), maka mintalah (hanya) kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa seluruh makhluk (di dunia ini), seandainya pun mereka bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) bagimu, dan seandainya pun mereka bersatu untuk mencelakakanmu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) akan menimpamu, pena (penulisan takdir) telah diangkat dan lembaran-lembarannya telah kering." (HR. Tirmidzi)
    • Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. Kenapa Allah perlu dijaga? Maksudnya bukan Allah lemah namun maksudnya adalah apa yang sudah Allah tetapkan dari berbagai perintah untuk berkomitmen. Allah meminta komitmen kita untuk menaati perintah Allah, jangan melanggar batasan-batasan yang sudah Allah tetapkan. Jika komitmen kita laksanakan maka Allah menjamin kehidupan kita, tidak ada rasa susah gundah gulana karena Allah sudah menjaminnya, namun jika kita melanggar komitmen maka mereka orang yang merugi, Allah tidak ridha, akan timbul rasa gundah gulana.
    • Mintalah kepada Allah SWT, bahkan perkara remeh sekalipun. Rasulullah berkata, "Siapa yang tidak minta kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya, maka hendaknya seorang diantara kalian mengadukan segala urusan kepadaNya meskipun perkara tali sendal yang putus."
    • Kata penyair Arab, "Janganlah kamu mengadu kepada manusia, mengadulah kepada zat yang pintuNya selalu terbuka, Dialah Allah yang akan marah jika engkau tidak akan mengadu kepadaNya sedangkan manusia akan marah ketika ada yang mengadu." Setiap hari di sepertiga malam Allah selalu memanggil di mana orang-orang yang meminta ampun, bertaubat, meminta solusi, namun kita yang dipanggil suka lalai karena sedang tertidur padahal Allah memanggil.
    • Banyak-banyak beristigfar agar segala kesulitan dapat terangkat.
  • Meminta kepada zat yang tidak bosan untuk memberi :
    • QS. An-Nisa [4] : 32, artinya : Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan  Allah  kepada sebagian kamu  atas sebagian yang lain.  Bagi lagi-lagi ada bagian  dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian  dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    • Manusia selalu melihat rumput tetangga lebih bagus. Padahal kita perlu introspeksi diri dan meminta kepada Allah. Jangan hanya mengejar apa yang apa yang menjadi hak kita namun jangan lupa juga mengejar apa yang menjadi kewajiban kita.
  • Meminta pertolongan kepada selain Allah adalah kerendahan dan kelemahan :
    • QS. Yunus [10] : 107, artinya : Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Dia mengkhehendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikannya (kebaikan itu) kepada siapa yang dikhehendaki di antara hamba-hambaNya. Dialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    • Yang bisa mengubah segalanya adalah Allah, jadi mintalah kepada Allah.
  • Iman kepada Qada dan Qadar mendatangkan ketenangan dan ketentraman.
    • QS. An-Nisa [4] : 78, artinya : Di manapun kamu berada, kematian akan mendatangimu,  meskipun kamu berada dalam benteng  yang kukuh, jika mereka (orang-orang munafik)  memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, "Ini dari sisi Allah" dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, " Ini dari engkau (nabi Muhammad SAW)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Mengapa orang -orang itu hampir tidak memahami pembicaraaan?
    • Di tangan Allah semua baik. Bisa jadi yang menurut kita baik namun tidak baik menurut Allah. Begitu pula sebaliknya. Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita sebagai hambaNya.
  • Sabar terhadap perlakuan tidak baik dari orang lain
    • QS. Al-Baqarah [2] : 109, artinya : Banyak di antara ahlulkitab menginginkan mereka dapat mengembalikan kamu setelah beriman menjadi kafir kembali karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka.  Maka, maafkanlah (biarkanlah) dan berlapang dadalah (berpalinglah dari mereka) sehingga Allah memberikan perintahNya. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
    • QS. Al-Furqan [25] : 20, artinya : Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (nabi Muhammad SAW), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat.
    • QS. Al-Muzzamil [73] : 10, artinya : Bersabarlah (nabi Muhammad SAW) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
    • QS. Luqman [31] : 17, artinya : Wahai anakku, tegakkanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang maruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar  serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan.
    • Obat dari sebagal penyakit adalah sabar. Orang yang sabar ganjarannya berkali-kali lipat karena susahnya untuk sabar. Untuk bisa berlapang dada ada latihannya. Stok sabar juga harus diisi ulang. Ajarkan kesabaran kepada anak cucu keturunan kita.
  • Buah kesabaran
    • Keridhaan, kedamaian, perasaan bahagia, pertolongan dari Allah, kemenangan dan kecintaanNya.
    • QS. Ar- Ra'd [13] : 22, 23, 24, artinya : [22] Orang-orang bersabar demi mencari keridhaan Tuhan mereka, mendirikan sholat, menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dan membalas keburukan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik). [23] (Yaitu) syurga-syurga 'Adn. Mereka memasukinya bersama orang yang sholeh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat  masuk ke tempat  mereka dari semua pintu." [24] (Malaikat berkata) "Salamun'alaikum (Semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu." (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (syurga).
    • Ternyata sabar ada buahnya (hasilnya) yakni syurga. Bahkan bukan hanya kita sendiri namun orangtua kita, pasangan kita (istri/suami), anak-anak kita, mertua kita, saudara-saudara kita, dan lain-lainnya. Malaikat akan menyambut di syurga tempat tinggal kita. 
  • Jalan keluar selalu diiringi kesusahan
    • QS. Al-Baqarah [2] : 214, artinya : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
  • Kisah Ka'an bin Malik
    • QS. At-Taubah [9] : 11, artinya : Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  • Setiap kesulitan pasti ada kemudahan
    • QS. Ath-Thalaq [65] : 7, artinya : Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya,  dan orang yang disempitkan rezekinya,  hendaklah memberi nafkah dari apa (harta) yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah kelak akan menganugerahkan kelapangan serta kesempitan. 


Sumber : Kajian PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran.

Jumat, 20 September 2024

Kitab Al-Mulakhkhash : Larangan Berprasangka Buruk Kepada Allah

Kajian        : Kajian Kitab Al-Mulakhkhash Fii Syarhi Kitab At-Tauhid
Karya         : Asy-Syaikh Al-'Allamah Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan (Hafidzahullah)
Sifat           : Online/Offline - Masjid Nurul Iman Lantai 7 Blok M Square
Pemateri    : Ustad Muhammad Yahya
Tanggal      : Sabtu, 7 September 2024

  • QS. Ali-Imran [3] : 154, artinya : Mereka berprasangka kepada Allah SWT dengan prasangka yang tidak benar seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata, "Kita itu tidak mendapatkan pertolongan dan kemenangan sama sekali". Katakanlah (nabi Muhammad SAW), "Sesungguhnya segala keputusan itu milik Allah." 
  • "Kita itu tidak mendapatkan pertolongan dan kemenangan sama sekali". Kalimat ini dalam bentuk pertanyaan namun dalam bentuk nafian. "Sesungguhnya segala keputusan itu milik Allah." Kalau Allah sudah putuskan tidak ada yang bisa menggugatnya.
  • Keterkaitan ayat ini dalam kitab bab tauhiid adalah ada peringatan bahwa berprasangka baik terhadap Allah SWT termasuk konsekuensi dalam bertauhiid kepada Allah. Jadi ketika seseorang bertauhiid, keharusannya adalah berprasangka baik kepada Allah apapun keaadaannya dan yang ia dapatkan. Para nabi dan rasul pun kadang mendapatkan kemenangan kadang kekalahan padahal mereka utusan Allah. Semua itu adalah kehendak Allah SWT. Jadi ketika ada hal-hal yang tidak menguntungkan jangan protes. Orang yang beriman tidak memprotes, selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, pasti dibalik itu ada kebaikan. Rasulullah memastikan, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan uji dengan musibah." Dalam hadist yang lain, "Dahulu mereka para nabi dan rasul justru mereka senang jika mendapat bala, sebagaimana kalian senang mendapat anugerah." Berbeda dengan orang-orang munafik,  "Mereka berprasangka kepada Allah SWT dengan prasangka yang tidak benar seperti sangkaan jahiliyah."
  • Lanjutan QS. Ali-Imran [3] : 154, artinya : Mereka menyembunyikan di dalam hati-hati mereka apa yang mereka tidak tampakkan kepadamu. Begitulah orang-orang munafik, mereka menyembunyikan pengingkaran, kedustaan, tapi mereka tampakkan keimanan. Begitulah kemunafikan. Kemunafikan itu ketidaksesuaian apa yang ada di dalam hati dan ucapan. Kemunafikan ada dua :
  1. Kemunafikan dalam bentuk keyakinan. Pelakunya kekal di neraka, karena hakekatnya mereka adalah orang-orang kafir, seperti firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di neraka paling bawah."
  2. Kemunafikan dalam bentuk perbuatan. Dalam hadist, kata Rasulullah, "Tanda orang munafik itu tiga, kalau bicara dusta, kalau berjanji ingkar, jika dipercaya berkhianat, apabila berselisih maunya menang sendiri." Kemunafikan dalam bentuk perbuatan ini tidak membuat pelakunya langsung disebut dengan "Munafik", dikatakan lebih berat daripada mengatakan "Kafir", tapi seolah-olah lebih ringan daripada "Munafik" padahal tidak. Misal, jika ada salah satu orang berbohong, berbohong memang salah satu ciri munafik tapi tidak dikatakan dia sebagai "Munafik". Menurut Rasulullah terkait dalam kemunafikan dalam bentuk perbuatan ini tidak menghukumi mereka yang melakukan perbuatan itu jika hanya salah satu sifat ciri sifat munafik sampai dia meninggalkannya. Jika ada salah satu sifat munafik itu dia tidak disebut dengan orang munafik namun disebut dengan salah satu sifat ciri tersebut (pembohong, pengingkar janji, pengkhianat), namun boleh mengatakan, misal, "Wahai kawan/saudara dalam dirimu ada satu sifat munafik (sebutkan misal pembohong), maka tinggalkan." Jangan mengatakan "Kamu munafik" sama dengan mengatakan "Kamu kafir", tidak boleh sembarangan mengatakan itu kepada orang lain. Barulah jika sifat tersebut dilakukan secara keseluruhan maka disebut dengan munafik tulen (yang cirinya berdasarkan hadist di atas).
  • Orang-orang munafik tersebut berprasangka buruk kepada Allah, selalu protes kepada ketetapan Allah, maunya selalu mendapatkan keberhasilan padahal keputusan tergantung Allah. Padahal cobaan-cobaan tersebut untuk menstabilkan iman, untuk beribadah kepada Allah. Orang yang beriman stabil, ketika ia mendapat anugerah lalu ia bersyukur itu baik baik baginya dan jika ia mendapatkan musibah lalu ia bersabar itu baik juga baginya. Rasulullah berkata, "Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman seluruhnya baik dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Kalau ia mendapatkan anugerah ia bersyukur dan itu baik baginya, kalau ia mendapatkan musibah ia bersabar dan itu juga baik baginya." Hidup di dunia memang untuk diuji dan dicoba oleh Allah, "Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan kami beriman, kemudian tidak diuji." Ujian itu suatu keniscayaan (suatu kepastian), senang ataupun susah itu ujian. Kadang orang mengira kalau berbentuk kebahagian itu bukan ujian sedangkan bentuknya keburukan itu ujian, padahal tidak demikian. Penilaian umum manusia seperti itu namun sesungguhnya keduanya berupa ujian. Allah berfirman, "Manusia jika diuji oleh Tuhannya, Allah muliakan dia, Allah berikan kecukupan kenikmatan dan kemuliaan kepadanya dia bilang Allah sayang kepadaku. Apabila manusia diuji lagi dengan dibatasi rezekinya maka manusia akan mengatakan bahwa Allah merendahkanku." Ini menunjukkan bahwa kesenangan, anugerah, ujian, sebagaimana kesedihan, musibah itu merupakan ujian juga. Pembalasan yang sesungguhnya itu di akhirat, jika ada pembalasan kebaikan di dunia itu juga berbentuk ujian.
  • Kembali ke QS. Ali-Imran [3] : 154. Ucapan orang-orang munafik, "Kenapa kok kita tidak dikasih kemenangan." Itulah prasangka buruk mereka, mereka berprasangka buruk kepada Allah, mereka protes kepada Allah ketika mereka diberi kekalahan, musibah. Rasulullah menyampaikan "Seluruh urusan dan keputusan itu haknya Allah." Allah menyampaikan, "Mereka menyembunyikan pengingkaran, kedustaan di dalam hati-hati mereka yang tidak mereka tampakkan kepadamu wahai Muhammad SAW. Mereka berkata seandainya kita diberikan kemenangan diberikan pertolongan kita tidak akan terbunuh di sini." Ketika ditakdirkan kalah ada yang protes, Allah memerintahkan untuk membalas perkataan mereka, "Seandainya kalian berada di dalam rumah kalian (tidak ikut perang), maka orang-orang yang ditakdirkan mati itu akan keluar, mereka akan datang mendatangi tempat kematiannya (juga)." Peristiwa ini terjadi ketika Rasululah bermusyawarah bersama sahabatnya untuk menahan gempura orang-orang kafir Quraisy yang sebelumnya kalah dalam perang Badar pada tahun ke 2, pada tahun ke 3 mereka akan menyerang, diputuskan bentuk pertahanannya maju ke arah Uhud. Orang-orang munafik ini menggembosi padahal sudah diputuskan dan ketika banyak korban berjatuhan orang-orang munafik tersebut semakin menjadi-jadi lalu Allah pun memberikan teguran. Padahal kematian itu takdir Allah. 
  • Kematian merupakan transisi (perpindahan) alam dari alam dunia ke alam barzah. Sebagaimana transisi dari alam rahim ke alam dunia namanya kelahiran. Nanti ada transisi lagi dari alam barzah ke alam akhirat namanya kebangkitan. Kita manusia pasti mengalami 5 fase dari transisi itu. Lima fase tersebut :
  1. Manusia mengalami ketiadaan (manusia mengalami bukan apa-apa). Dalam QS. Al-Insan [74] : 1, artinya : "Bukankah telah datang suatu masa dimana saat itu manusia  bukan apa-apa." Pada alam arwah manusia saat itu manusia bukan apa-apa, dalam masa ini.
  2. Alam rahim, malaikat diutus Allah untuk meniupkan ruh, saat itu ditetapkan ajalnya, amalnya, rizkinya, apa dia bahagia, apa dia celaka, dan lain-lain.
  3. Alam dunia, ketika hidup di dunia manusia harus mencari bahwa manusia itu hidup untuk apa. Allah mengingatkan untuk beribadah kepada Allah. Allah memberikan akal beserta indera yang lengkap kepada manusia, diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk, diutus nabi rasul kita, diterangkan bahwa ujung manusia itu di syurga atau di neraka. Jangan sampai kita menjadi hamba Allah yang gagal setelah begitu banyak Allah memberi petunjuk kepada kita. Jangan seperti perkataan orang kafir dalam QS. An-Naba [78] : 40, artinya : "Duhai, seandainya saja aku tidak menjadi seonggokan tanah saja." Hal ini merupakan bocoran dari Allah kepada manusia yang masih hidup di dunia. Itu adalah ungkapan penyesalan yang diberikan nikmat oleh Allah dengan syurga dan disiksa oleh Allah dengan neraka itu manusia makanya diingatkan. Orang kafir menyesal, ia gagal menjadi manusia yang baik, lalu ia berangan-angan menjadi tanah saja supaya tidak diapa-apakan (tidak disiksa) ketika di akhirat. Maka janganlah kita seperti mereka, jangan menjadi manusia yang gagal. Kita sebagai manusia harus sadar diri bahwa kita hidup di dunia untuk menghamba untuk patuh kepada Allah SWT.
  4. Alam barzah, tempat manusia setelah kematian sampai nanti hari kiamat. Di alam barzah manusia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi jikalau sebelumnya (di alam dunia) tidak berbuat kebaikan seperti sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak soleh yang selalu mendoakan dirinya. Satu arah saja pemberian manfaat itu. Mereka yang sudah mati menerima manfaat-manfaatnya saja atas kebaikannya semasa hidup, yang sudah mati tidak bisa diminta manfaatnya. Hanya yang masih hidup di dunia bisa memberi manfaatnya (seperti mendoakan, sedekah atas nama mereka, kurban atas nama mereka, membadalkan haji, membadalkan umroh, dan lain-lain) kepada orang yang sudah meninggal namun tidak bisa sebaliknya. Kata Allah, "Seandainya mereka dengar (yang meninggal) mereka tidak bisa memenuhi permintaan kalian (yang masih hidup)." Orang mati itu salah satu dari dua (tidak bisa tiga!), kalau ia adalah orang yang baik ia akan mendapatkan nikmat kubur (diminta tidur kembali sampai hari akhir) dan jika ia adalah orang yang buruk ia akan mendapatkan siksa kubur.
  5. Alam akhirat, adalah tempat persinggahan terakhir, hanya ada dua, di syurga atau di neraka.
  • Kita sekarang berada di fase yang ke 3, siapkanlah dengan beribadah kepada Allah. Siap juga untuk menerima anugerah dengan cara : 
  1. Dengan cara bersyukur. 
  2. Lisan dibasahi dengan lisan dan bacaan-bacaan kepada Allah. 
  3. Menjaga anugerah-anugerah tersebut digunakan untuk taat kepada Allah. 
  4. Jangan sampai anugerah dicabut oleh Allah karena kecerobohan kita.
  • Di penghujung ayat QS. Ali-Imran [3] : 154, artinya : "Agar Allah SWT menguji apa yang ada di dalam dada-dada kalian dan agar Allah SWT membersihkan apa yang ada di dalam hati-hati kalian dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati." Jadi ujian-ujian itu ada agar manusia lebih baik. Apapun kejadiannya di dunia jangan sampai menimbulkan prasangka buruk kita kepada Allah.
  • Ada sejumlah faedah/hikmah dari ayat QS. Ali-Imran [3] : 154 :
  1. Barangsiapa yang berprasangka, bahwa Allah SWT membiarkan kebatilan itu selalu mengalahkan kebenaran selamanya. Berarti dia telah berprasangka buruk kepada Allah.
  2. Menunjukkan hikmah terkait kemenangan yang Allah berikan kepada kebatilan kadang-kadang. Rasulullah juga pernah kalah, tidak selalu menang terus menerus, terkadang menang terkadang kalah. Terkadang orang berfikir orang yang masuk di jalan Allah selalu mengalami kemenangan padahal menang kalah semua orang pernah mengalami, termasuk orang yang paling mulia yakni Rasulullah. Rasulullah pernah di Thaif dilempari batu sampai berdarah-darah, diejek, dihina. Ketika itu ada malaikat penjaga bukit diutus oleh Allah untuk mengujinya untuk menawarkan gunung untuk dilemparkan. Malaikat tahu di dalam hati Rasulullah menjadi sempit karena ucapan mereka, namun Rasulullah memilih untuk mendoakan mereka. "Allahummagfirli kaumi fainnahum naya'lamun." artinya : "Ya Allah, maafkan kaumku karena mereka tidak mengerti." Inilah yang diteladani kaumnya yakni kesabarannya. Rasulullah dipuji oleh Allah SWT, "Sesungguhnya engkau berada dalam akhlak yang agung."
  3. Menjelaskan betapa busuknya isi hati orang-orang munafik. Ketika dalam keadaan sulit barulah mereka menampakan kemunafikannya.
  4. Menetapkan takdir, bahwa takdir itu harus diimani. Bahwa Allah menetapkan takdir, menuliskan takdir 50.000 tahun sebelum Allah menciptaan langit dan bumi dan apa yang ditetapkan Allah tidak pernah berubah sama sekali.
  5. Wajibnya menyucikan Allah SWT dari hal-hal yang tidak patut.
  6. Wajibnya berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Senin, 09 September 2024

Karunia Lisan

Kajian        : Kajian Muslimah Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Sinta Santi
Tanggal      : Sabtu, 7 September 2024

  • Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berbicara sehingga meraih keberuntungan dan diam sehingga mendapatkan keselamatan.
  • Seseorang hendaknya menata ucapan dan diamnya, sehingga meraih keuntungan dari pembicaraan yang diucapkan dan meraih keselamatan dari sikap diam yang diambil.
Urgensi Rahmat Bagi Seorang Muslim :
  • Selamat dari kerugian dunia dan akhirat.
    • QS. Al-A'raf [7] : 149, artinya : Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi."
  • Mempersatukan dan menjauhkan perselisihan.
    • QS. Hud [11] : 118-119, artinya : Dan jika Tuhanmu mengkehendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat), kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap "Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya."
  • Selamat dari belenggu hawa nafsu.
    • QS. Yusuf [12] : 53, artinya : Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Bersikap lemah lembut dan terhindar dari sikap keras dan kasar.
    • QS. Ali-Imran [3] : 159, artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tetulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urursan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya.
  • Memunculkan sikap menyayangi dan mengasihi
  • Memasukkan seseorang ke dalam syurga dan terhindar dari neraka.
Syarat Perkataan Yang Beruntung :
  1. Memiliki tujuan yang baik dan menjauhi bahaya buruk.
  2. Disesuaikan pada tempat dan waktu Atsar : "Setiap situasi dan kondisi memiliki perkataan sendiri."
  3. Berbicara sesuai kebiasaan Atsar : "Semoga Allah mencerahkan wajah  seiring hamba yang meringkas pembicaraannya dan mencukupkan diri sebatas kebutuhan."
  4. Memilih kata-kata yang hendak diucapkan.
Kapan Sebaiknya Diam Agar Selamat Dari Fitnah Dan Bencana?

Diam Lebih Baik Daripada Bicara Hanya Dalam 3 Hal :
  1. Jika perkataan itu tidak membawa kebaikan maka diam lebih baik daripada berbicara.
  2. Mengkaji ayat-ayat Allah dan sunnah nabi Muhammad SAW.
  3. Apabila perkataan itu mengandung penyakit lisan.
    • Perkataan yang tidak berguna sedikitpun
    • Perkataan yang mengandung kebatilan
    • Berupa cacian makian
    • Berupa penghinaan, ejekan dan olok-olok
    • Membocorkan rahasia, menyalahi janji dan dusta
    • Ghibah
    • Adu domba, hasutan dan provokasi


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Sabtu, 07 September 2024

Hati Terasa Berat? Bertahan Atau Lepaskan? (Obat Hati Dari Ujian Perasaan)

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustadzah Yulia Karmiluwati
Tanggal      : Sabtu, 31 Agustus 2024

  • Apa yang terfikir tentang kata bertahan atau lepaskan? 
  • Kata ini sebenarnya mencakup banyak hal tentang perasaan. Tidak hanya keluarga, pasangan, anak, dll namun tentang banyak hal.
  • Setiap ujian, masalah, cobaan itu bukan sebuah kepastian, berbeda dengan kematian yang merupakan suatu kepastian. Ujian, masalah, cobaan masih bisa kita tawar. 
  • Apapun dalam kejadian sudah tertulis 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Apapun kejadian yang ada pada kita Allah sudah tetapkan. Allah satu-satunya penulis skenario dan sutradara yang terbaik setiap peran dan takdir yang dimainkan makhlukNya di alam semesta. 
    • Dalam QS. Al-Mu'minun [23] : 115, artinya : Maka apakah kamu mengira sesungguhnya bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main? 
      • Dari ayat ini tentunya jawabannya "tidak", kita dapat menarik kesimpulan : kita termasuk manusia yang terpilih, manusia yang terpilih, dipilihkan, diinginkan sebagai abdullah/khalifah di muka bumi, yang sudah mengalahkan ratusan juta sperma yang lain, yang lain mati berguguran, tidak ada yang diberikan kesempatan kecuali satu (di rahim ibu) yaitu "kita". Artinya, pertama, Allah sudah percaya dengan kita. Kedua, kita itu pemenang. Jadi jika ada gelisah, berat, dll tentunya kita bisa menghadapi itu semua karena kita pemenang kehidupan (sudah pernah mengalahkan yang lain tanpa kita sadari). Allah sudah percaya dengan kita, buktinya adalah kita sudah dihidupkan, diberikan ruh.
    • Di dalam QS. Al-Hajj [22] :70, artinya : Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sesungguhnya hal itu sudah terdapat dalam Kitab (Lauhulmahfudz). Sesungguhnya yang demikian sangat mudah bagi Allah.
      • Allah sudah memberitahu kita bahwa kita mampu, kita bisa. Allah menentukan kita menjadi pemenang. Masyaallah. 
    • Rasulullah SAW bersabda, "Allah telah menulis  takdir seluruh makhluk ciptaannya semenjak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Bukhari Muslim) 
      • Takdir yang ditulis di lauhful mahfuz tidak pernah berubah berdasarkan ilmuNya. Allah telah menuliskan siapa saja yang termasuk penghuni syurga dan siapa yang termasuk penghuni neraka. Namun tidak ada satupun yang mengetahui apa yang ditulis di lauhful mahfuz kecuali setelah hal itu terjadi. Pahami kalimatnya, kecuali setelah hal itu terjadi sedangkan kalau yang sudah terjadi itu qadarullah
      • Kebanyakan kita menuntut, yang menuntut itu fikiran kita sehingga hati kita sedih, kecewa, marah, sakit hati. Kenapa? Karena kita tidak terima. Kita itu baru menyadari hal yang sudah tertulis 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi karena jika kita sudah mengalaminya. Contoh : 2 pekan yang lalu A jatuh dari motor, A harus terima karena sudah terjadi (sudah tertulis di laufulmahfuz 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi).
    • Dari Ali bin Abi Thalib RA. Kami duduk bersama Rasulullah SAW dan beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya berkata, "Tidak ada seorangpun diantara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka ataupun di syurga." (HR. Bukhari Muslim). 
    • Dari Jabir, ia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, Amal shalih kalian tidak dapat memasukkan kalian ke syurga dan tidak dapat menjauhkan kalian dari azab neraka, dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah." (HR. Muslim).
  • Ketika manusia dicuci dahulu di neraka, bahwasanya itu merupakan bagian dari rahmat Allah bahwa Allah akan memasukkan kita ke syurga. Allah berkehendak memasukkan kita ke syurga sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi dan itu sudah ditetapkan.
  • Di dalam QS. An-Nahl [16] : 32, artinya : Masuklah kamu ke dalam syurga karena apa yang telah kamu kerjakan. 
    • Maksudnya adalah ikuti saja syariatNya kamu akan tenang, kamu akan tentram dengan banyaknya permasalahan termasuk ujian perasaan. Apakah selama ini ketika kita masih gundah-gulanaanmu dari perasaan kita, dari ketidaknyamanan kita, apakah ada pelanggaran syariat yang masa lalu belum kita selesaikan? Mari kita simak kembali.
  • Di dalam QS. Al-A'raaf [7] :43, artinya : Itulah syurga yang telah diwariskan kepadamu disebabkan dengan apa yang kamu kerjakan. 
    • Berkenaan dengan ma'iyatullah (selalu sertakan Allah/kebersamaan Allah). Sebesar apapun permasalahan jika kita ma'iyatullah itu akan terasa indah karena menyertakan Allah dalam kehidupan. Materi ma'iyatullah meliputi, ada yang Islam dan ada yang kafir. Bagi yang muslim (Islam) jika menerapkan materi ma'iyatullah maka dia termasuk orang yang memiliki iman (kamu degar kami patuh). Sedangkan bagi orang yang kafir, kesertaan Allah dia khianati. Bagi yang Islam namun kafir juga ada karena dia Islam namun tidak menjalankan perintahNya.
  • QS. Al-Hadid [57] : 20-21, artinya : [20] Ketahuilah bahwa kehidupan di dunia ini itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridhaanNya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya. [21] Berlombalah menuju ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang lebarnya (luasnya) selebar langit dan bumi, yang telah disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang dikehendakiNya. Allah adalah pemilik karunia yang agung. 
    • Manusia diibaratkan santan yang dari kelapa yang sudah dijatuhkan, dikuliti serabutnya, dikampak batoknya lalu dibelah dua, diparut, lalu diperas supaya mendapatkan santan yang baik. Yang terlihat ibarat santan ini adalah orang yang sudah jaminan syurga, contoh nyata saat ini adalah muslim di Palestina yang sedang berjuang. Sementara kita sulit berlepas, masih ada kemelekatan-kemelekatan pada dunia apalagi wanita (masalah rasa). Betapa luar biasanya syurga, Allah menjanjikan syurga kepada orang-orang beriman. Kalau ada ujian berarti Allah ingin : Menaikkan derajat hambanya, Untuk menggugurkan dosa-dosa kita.
  • QS. Al-Hadid [57] : 22, artinya : Tidak ada bencana (apapun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauhulmahfudz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. 
    • Manusia diciptakan oleh Allah dengan lengkap dengan segala kelebihan yang dimiliki. Dan Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainnya karena dilengkapi fisik, akal dan nafsu. 
  • Dalam QS. Al-Baqarah [2] : 30, artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau  hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kmai bertasbih memujiMu dan menyucikan namaMu?" Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 
    • Ayat ini mengabadikan keberatan malaikat atas rencana Allah yang akan diciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. 
  • Allah menyimpan dua benih : 
  1. Pertama, benih fudzur, kefasikan. 
  2. Kedua, benih takwa, kebaikan. 
  • Hal yang ditegaskan Allah dalam QS. Asy-Syams [91] : 8-10, artinya : [8] Lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. [9] Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). [10] Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. Maka ketika keimanan kita turun naik, kita akan rapuh, kita akan tidak kuat, kalau kita istiqomah insyaallah orang yang meraih derajat takwa insyaallah taat. Orang taat tidak pakai tapi/syarat, namun sami'na wa ato'na. Insyaallah husnul khotimah.
  • Di dalam QS. Al-Hadid [57] : 23, artinya : (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
  • Orang jika melalukan sesuatu yang salah yang gagal itu bukan orangnya namun peristiwanya. Jika menatap masa depan, bacalah doa : "Allahumma agdini bil ilmi," ya Allah berkahilah aku dengan ilmu maka ketika aku berhadapan dengan siapapun mereka yang menghinaku maka aku jadikan mereka ilmu (dijadikan hikmah dalam hidup). Ketika banyak masalah teruslah merasa bodoh sehingga tingkatkan value ke majelis ilmu untuk belajar. Jika menatap masa lalu boleh namun sesekali saja, bacalah doa : "Wadzaidunni bin ilmi," Indahkanlah aku dengan kelembutan akan masa lalu, maafkanlah mereka semua (jadikanlah hikmah). "Waakrimni bil takwa," melangkah kembali ke derajat takwa (kembali ke Allah dan rasulNya). "Wajamilni bil afiah", Percantik aku dengan kesehatan (kalau punya masalah jangan compang-camping, wajib sehat). Karena apa yang terjadi sekarang sudah ditetapkan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
  • Yang gagal adalah peristiwanya, Aku/kita tidak gagal namun perlu perbaikan.
  • Ada masa depan, masa sekarang, masa lalu. Menatap masa depan dengan derajat takwa. Orang beriman sudah pasti diuji.
  • Hindari perilalu senang dan sedih berlebihan. Tempatkan sesuatu sesuai porsinya. Jika belum tenang, solusinya belajar, tambah terus ilmunya supaya sabar, syukur. Terlalu banyak melihat permasalahan hidup terkadang membuat kita lupa bersyukur dengan apa yang Allah beri kepada kita, sebagai contoh kita begitu meratapi hidup kita, padahal ada yang lebih menyedihkan namun mereka malah bersikap tenang, yakni saudara-saudara kita yang ada di Palestina.
  • Sikap kita ketika didzolimi :
    • Tidak meratapi namun malah merasa kasihan terhadap orang yang mendzolimi kita, sehingga Allah menaikkan derajat kita.
    • Mengakui bahwa dosa kita memang banyak.
    • Memaafkan yang mendzolimi kita.
    • Bersabar, bersyukur, ikhlas.
    • Jangan pernah mengganggap Allah berbuat dzolim, Allah sangat sayang kepada kita maka diberilah ujian.
  • Kedudukan anak di dalam Al-Quran :
    • Apakah dia sebagai fitnatun (ujian)
    • Apakah dia sebagai fitnatun hayat (perhiasan dunia)
    • Apakah dia sebagai qurrota 'ayun (penyejuk hati)
    • Apakah dia sebagai aduwwun (musuh) orangtuanya.
  • QS. At-Tagabuun [64] : 15, artinya : Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allah lah (ada) pahala yang besar.
  • QS.Al-Furan [25] : 74, artinya : Dan, orang-orang yang berkata, "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin  bagu orang-orang yang bertakwa."
  • Qs. At-Tagabun [64] : 14, artinya : Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka) sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Kesuksesan di dunia dan di akhirat biasanya diawali dari hati yang baik, fikiran yang baik, perkatakan yang baik.
  • Yang dicari dalam hidup adalah ridho/rahmat Allah.
  • Ada kasus : ada dua tangga yang satu tangga eskalator dan yang satu tangga manual, bagaimana supaya orang-orang mau menaiki tangga manual daripada tangga eskalator? Apakah mesti mematikan tangga eskalator? Tentu tidak, kita tidak bisa memusnahkan apa yang sudah baik. Maka kita jadikan tangga manual itu menarik bisa dengan warna serta gambar, informatif bisa dengan memberitahu berapa kalori yang terbakar jika orang menaiki tangga, aman bisa dengan menambahkan detail keamanan seperti step nose, railing dan lain-lain.
  • Kesimpulan dari kasus di atas bahwa balon terbang itu bukan karena warnanya tapi karena isinya maka orang melihat kita bukan karena casing namun karena kualitasnya.


Orang beriman sudah pasti diuji

Selasa, 03 September 2024

Kitab Al-Hikam Halaman 251-252

Kajian        : Kajian Kitab Terjemaah Al-Hikam - Pendekatan Abdi Pada Khaliqnya
Karya         : H. Salim Bahreisy - Penerbit Balai Buku Surabaya
Sifat           : Offline/Online - Masjid Al-Latief Lantai 5 Pasaraya Blok M
Pemateri    : Ustad Aa Gym
Tanggal      : Selasa, 3 September 2024


Ada 4 ciri orang tidak akan tersentuh api neraka :
  • Hayyin (tenang) 
    • Orang yang lahir batinnya tenang, kalem, sangat terpelihara, terkontrol hatinya, tidak grasak-grusuk, tidak tempramental, tidak riweh, terkendali, tidak berbuat yang sia-sia.
    • Hayyin lahir dari sifat tauhiid.
    • Ketenangan ini berasal dari pintu dzikrullah :
      • QS. Ar-Rad [13] : 28, artinya : (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa dengan mengingat Allah hati akan selalu tentram.
        • Hati tentram hanya dengan mengingat Allah.
        • Yang memberi semua-semuanya adalah Allah.
        • Manusia terhadap manusia lain hanya sebagai ladang amal, seperti suami, istri, anak, dan lain-lain.
      • QS. Al-Baqarah [2] : 152, artinya : Maka, ingatlah kepadaKu, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu ingkar kepadaKu.
        • Ingatlah kepada Allah maka Allah akan mengingat kita.
        • Yang paling kokoh dari dzikir adalah kekuatan dzikir dari Laaillahaillallah.
  • Layyin (Lemah lembut)
    • Orang yang lemah lembut, sangat sopan santun, mulia akhlaknya, kasih sayang yang melahirkan sikap peka, bisa meraba penderitaan orang dan bisa berusaha melepaskan penderitaan orang lain.
      • Layyin lahir dari sifat rahmatan lil 'alaamiin
      • Perkataan yang lemah lembut menghadapi orang yang dzolim sekalipun tidak boleh berkata kasar, seperti pada dakwah nabi Musa AS menghadapi firaun.
  • Qorib (Dekat)
    • Orang dekat dengan siapapun, orang yang diharamkan api neraka, orang yang supel, hangat, menyenangkan.
      • Rasulullah memiliki sifat Qorib, setiap bertemu orang maka orang yang ditemuinya selalu merasakan bahwa ia adalah orang yang paling istimewa bagi Rasulullah.
      • Adapun sifat yang harus dihindari adalah sifat sombong. Ciri sifat sombong adalah menolak kebenaran, mendustakan kebenaran dan meremehkan orang lain.
      • Jangan menjadi orang yang muflis, yaitu orang yang bangkrut, yang membayar dosanya dengan amal perbuatannya.
  • Sahl (Mudah)
    • Orang yang mudah, yang hidupnya tidak ribet, tidak mendramatisir.
      • Orang yang ruwet dan ribet itu biasanya karena mempertontonkan hawa nafsu.
      • Orang yang masuk syurga adalah orang yang tenang.

Senin, 02 September 2024

Memahami Makna Sekufu Dalam Pernikahan

Kajian        : Kajian Sehati Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online Zoom Ngopi Sehati
Pemateri    : Ustadzah Erika Suryani Dewi
Tanggal      : Ahad, 1 September 2024

  • QS. Ar-Ruum [30] : 21
    • Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. 
  • Hukum menikah :
    • Wajib bagi yang sudah mampu nafsunya mendekat dan takut terjerumus dalam perzinaan.
    • Sunnah bagi yang sudah mampu, nafsunya mendesak tapi masih dapat menahan diri dari berbuat zina.
    • Haram bagi yang belum mampu memenuhi nafkah lahir dan batin istrinya serta nafsunya tidak mendesak.
    • Makhruh bagi seseorang yang lemah syahwat dan tidak mampu memberi belanja istrinya, atau tidak mempunyai keinginan syahwat yang kuat.
    • Mubah bagi laki-laki yang tidak terdesak oleh alasan-alasa yang mewajibkannya untuk segera menikah, serta tidak mempunyai desakan syahwat.
  • Memilih istri :
    • Islam menganjurkan agar memilih istri yag shalihah sebagai perhiasan yang terbaik.
  • Memilih suami :
    • Hendaknya dipilih laki-laki yang diridhoi agamanya dan berakhlak mulia serta baik keturunannya agar bisa menggaulinya dengan baik dan jika mau menthallaqnya, ia aka menthalaqnya dengan baik.
  • Khitbah (meminang) :
    • Seorang laki-laki meminta kepada seorang perempuan untuk menjadi istrinya
  • Syarat meminang :
    • Tidak ada halangan-halangan hukum yang melarang dilangsungkan pernikahan (bukan mahram) dan belum dipinang orang lain secara sah.
  • Al-Kafa'ah (sekufu) :
    • Yang dimaksud sekufu atau al-kafa'ah secara bahasa adalah sebanding dalam hal kedudukan, agama, nasab, rumah dan lainnya (Lisaanul Arab, Ibnu manzhur).
    • Al-Kafa'ah secara syariat menurut mayoritas ulama adalah sebanding dalam agama, nasab (keturunan), kemerdekaan dan pekerjaan (dinukil dari Panduan Lengkap Nikah, halaman 175), atau dengan kata lain kesetaraan dalam agama dan status sosial.
    • Imam Ahmad bin Hambal mengatakan. "Sekufu itu dalam 5 perkara, nasab, agama, kemerdekaan, pekerjaan dan harta." (Syarah Muntahal Iradat, 5/152-153)
    • Imam Syafii mengatakan, "Sekufu itu ada 6 perkara, dalam agama, nasab, kemerdekaan, pekerjaan kebebasan, dari aib dan harta." (Tuhfatul Muhtaj, 7/278)
    • Banyak dalil yang menunjukkan anjuran sekufu ini. Di antara firman Allah SWT, "Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula." (QS. An-Nur [24] :26)
    • Al-Bukhari pun dalam kitab shahihnya membuat bab Al-Akfaa fid Diin (Sekufu Dalam Agama) kemudian di dalamnya terdapat hadist, "Wanita biasanya dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kedudukanya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islam-annya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi." (HR. Bukhari Muslim)
    • Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan kedudukan sosial dapat menjadi faktor kelanggengan rumah tangga. Hal ini diisyaratkan oleh kisah Zaid bin Haritsah RA, seorag sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW, dinikahkan dengan Zainab binti Jahsy RA. Zainab adalah wanita terpandang dan cantik, sedangkan Zaid adalah lelaki biasa yang tidak tampan. Walhasil, pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Jika kasus seperti ini terjadi pada sahabat Rasulullah SAW, apalagi kita?
    • Sekufu itu tidak wajib, namun pernikahan yang tidak sekufu membolehkan fasakh. Al-Buuthiy RA mengatakan, "Sekufu, yaitu kesetaraan agama kedudukan, nasab dan kemerdekaan bukanlah syarat sah nikah. Andaikan seorang ayah menikahkan anaknya yang shalihah dengan laki-laki fajir, maka jika ia tidak ridha, atau walinya tidak ridha, boleh melakukan fasak (pembatalan pernikahan)." (Ar-Raudhul Murbi, halaman 384)
    • Mengenai hukum menikahi laki-laki sekufu, para ulama berbeda pendapat. Pendapat Maliki mengungkapkan bahwa kafaah hanya dinilai berkenaan dengan kelurusan dan ketulusan dalam agama dan akhlak semata, tanpa dikaitkan dengan nasab, harta, kedudukan sosial, dan lain-lain. Berdasarkan pendapat ini, setiap muslim adalah kufu bagi setiap muslimah sepanjang dia bukan merupakan seorang yang fasik (pezina, peminum khamar, dan sebagainya).
    • Mengungat adanya firman Allah SWT di dalam Al-Quran QS. Al-Hujurat [49] : 10 bahwa setiap mukmin itu bersaudara. "Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran