Rabu, 25 September 2024

Hanya Kepada Allah Aku Adukan Kesedihan Dan Kesusahan

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Samirah
Tanggal      : Sabtu, 21 September 2024

  • QS. Yusuf [12] : 86, artinya : Yaqub menjawab, "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya."
    • Nabi Ibrahim AS menikah dengan istri pertama Siti Sarah dan istri kedua Siti Hajar. Siti Hajar melahirkan nabi Ismail AS, tidak lama Siti Sarah melahirkan nabi Ishaq AS. Nabi Ishaq AS ketika di penghujung usianya dalam QS. Al-Baqarah [2] : 133, artinya : Apakah kamu (hadir) menjadi saksi menjelang kematian Yaqub ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalanku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan (hanya) kepadaNya kami berserah diri." Seperti yang kita tahu bahwa silsilah nabi semua yang berasal dari keturunan nabi Ishaq AS, hanya nabi Muhammad SAW yang berasal dari keturunan nabi Ismail AS dan ini yang menimbulkan gesekan-gesekan. Ketika wahyu pertama turun dan Rasulullah menyampaikan wahyu kepada penduduk Arab, namun tidak ada yang mempercayainya, karena dari sejarah mereka diterangkan bahwa nabi hanya berasal dari silsillah nabi Ishaq AS bukan dari nabi Ismail AS, juga baru di jaman tsb baru ada nabi dari keturunan Arab yakni nabi Muhammad SAW dan merupakan penutup para nabi. Kenyataan inilah yang membuat mereka tidak siap.
    • Nabi Yaqub AS mempunyai 14 orang anak dari 4 istrinya. Dua istrinya adik dan kakak (boleh karena saat itu belum ada syariat agama Islam). Dari 14 anak ada 1 anak yang paling disayang yakni nabi Yusuf AS, tapi sayangnya nabi Yaqub AS ke nabi Yusuf AS dibenci anak-anaknya yang lain karena menganggap sang ayah tidak adil. Akhirnya saudara-saudaranya berkonspirasi untuk menghilangkan nabi Yusuf AS. Tapi nabi Yaqub AS sebenarnya tahu kalau nabi Yusuf AS dihilangkan saudara-saudaranya dan sebetulnya selamat. Setelah bertahun-tahun nabi Yusuf  AS akhirnya menjadi bendahara negara Mesir. Bertemulah ia dengan saudara-saudaranya namun mereka tidak mengenali nabi Yusuf AS. Lalu dititipkanlah pakaian ketika ia hilang untuk disampaikan kepada nabi Yaqub AS. Nabi Yusuf AS tahu bahwa ayahnya selama nabi Yusuf AS hilang menangis sehingga matanya buta namun nabi Yaqub hanya bisa mengadukan rasa sedihnya kepada Allah semata seperti yang tertulis pada ayat di atas.
  • Dari Abul 'Abbas 'Abdullah bin 'Abbas RA dia berkata, "Suatu hari (ketka) saya (diboncengi Rasulullah SAW) di belakang (hewan tungangan) Beliau SAW, Beliau bersabda kepadaku, "Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat (nasehat penting) kepadamu, (maka dengarkanlah baik-baik!), Jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), jika kamu (ingin) meminta (sesuatu), maka mintalah (hanya) kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa seluruh makhluk (di dunia ini), seandainya pun mereka bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) bagimu, dan seandainya pun mereka bersatu untuk mencelakakanmu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) akan menimpamu, pena (penulisan takdir) telah diangkat dan lembaran-lembarannya telah kering." (HR. Tirmidzi)
    • Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. Kenapa Allah perlu dijaga? Maksudnya bukan Allah lemah namun maksudnya adalah apa yang sudah Allah tetapkan dari berbagai perintah untuk berkomitmen. Allah meminta komitmen kita untuk menaati perintah Allah, jangan melanggar batasan-batasan yang sudah Allah tetapkan. Jika komitmen kita laksanakan maka Allah menjamin kehidupan kita, tidak ada rasa susah gundah gulana karena Allah sudah menjaminnya, namun jika kita melanggar komitmen maka mereka orang yang merugi, Allah tidak ridha, akan timbul rasa gundah gulana.
    • Mintalah kepada Allah SWT, bahkan perkara remeh sekalipun. Rasulullah berkata, "Siapa yang tidak minta kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya, maka hendaknya seorang diantara kalian mengadukan segala urusan kepadaNya meskipun perkara tali sendal yang putus."
    • Kata penyair Arab, "Janganlah kamu mengadu kepada manusia, mengadulah kepada zat yang pintuNya selalu terbuka, Dialah Allah yang akan marah jika engkau tidak akan mengadu kepadaNya sedangkan manusia akan marah ketika ada yang mengadu." Setiap hari di sepertiga malam Allah selalu memanggil di mana orang-orang yang meminta ampun, bertaubat, meminta solusi, namun kita yang dipanggil suka lalai karena sedang tertidur padahal Allah memanggil.
    • Banyak-banyak beristigfar agar segala kesulitan dapat terangkat.
  • Meminta kepada zat yang tidak bosan untuk memberi :
    • QS. An-Nisa [4] : 32, artinya : Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan  Allah  kepada sebagian kamu  atas sebagian yang lain.  Bagi lagi-lagi ada bagian  dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian  dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    • Manusia selalu melihat rumput tetangga lebih bagus. Padahal kita perlu introspeksi diri dan meminta kepada Allah. Jangan hanya mengejar apa yang apa yang menjadi hak kita namun jangan lupa juga mengejar apa yang menjadi kewajiban kita.
  • Meminta pertolongan kepada selain Allah adalah kerendahan dan kelemahan :
    • QS. Yunus [10] : 107, artinya : Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Dia mengkhehendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikannya (kebaikan itu) kepada siapa yang dikhehendaki di antara hamba-hambaNya. Dialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    • Yang bisa mengubah segalanya adalah Allah, jadi mintalah kepada Allah.
  • Iman kepada Qada dan Qadar mendatangkan ketenangan dan ketentraman.
    • QS. An-Nisa [4] : 78, artinya : Di manapun kamu berada, kematian akan mendatangimu,  meskipun kamu berada dalam benteng  yang kukuh, jika mereka (orang-orang munafik)  memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, "Ini dari sisi Allah" dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, " Ini dari engkau (nabi Muhammad SAW)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Mengapa orang -orang itu hampir tidak memahami pembicaraaan?
    • Di tangan Allah semua baik. Bisa jadi yang menurut kita baik namun tidak baik menurut Allah. Begitu pula sebaliknya. Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita sebagai hambaNya.
  • Sabar terhadap perlakuan tidak baik dari orang lain
    • QS. Al-Baqarah [2] : 109, artinya : Banyak di antara ahlulkitab menginginkan mereka dapat mengembalikan kamu setelah beriman menjadi kafir kembali karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka.  Maka, maafkanlah (biarkanlah) dan berlapang dadalah (berpalinglah dari mereka) sehingga Allah memberikan perintahNya. sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
    • QS. Al-Furqan [25] : 20, artinya : Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (nabi Muhammad SAW), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat.
    • QS. Al-Muzzamil [73] : 10, artinya : Bersabarlah (nabi Muhammad SAW) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
    • QS. Luqman [31] : 17, artinya : Wahai anakku, tegakkanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang maruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar  serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan.
    • Obat dari sebagal penyakit adalah sabar. Orang yang sabar ganjarannya berkali-kali lipat karena susahnya untuk sabar. Untuk bisa berlapang dada ada latihannya. Stok sabar juga harus diisi ulang. Ajarkan kesabaran kepada anak cucu keturunan kita.
  • Buah kesabaran
    • Keridhaan, kedamaian, perasaan bahagia, pertolongan dari Allah, kemenangan dan kecintaanNya.
    • QS. Ar- Ra'd [13] : 22, 23, 24, artinya : [22] Orang-orang bersabar demi mencari keridhaan Tuhan mereka, mendirikan sholat, menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dan membalas keburukan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik). [23] (Yaitu) syurga-syurga 'Adn. Mereka memasukinya bersama orang yang sholeh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat  masuk ke tempat  mereka dari semua pintu." [24] (Malaikat berkata) "Salamun'alaikum (Semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu." (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (syurga).
    • Ternyata sabar ada buahnya (hasilnya) yakni syurga. Bahkan bukan hanya kita sendiri namun orangtua kita, pasangan kita (istri/suami), anak-anak kita, mertua kita, saudara-saudara kita, dan lain-lainnya. Malaikat akan menyambut di syurga tempat tinggal kita. 
  • Jalan keluar selalu diiringi kesusahan
    • QS. Al-Baqarah [2] : 214, artinya : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
  • Kisah Ka'an bin Malik
    • QS. At-Taubah [9] : 11, artinya : Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  • Setiap kesulitan pasti ada kemudahan
    • QS. Ath-Thalaq [65] : 7, artinya : Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya,  dan orang yang disempitkan rezekinya,  hendaklah memberi nafkah dari apa (harta) yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah kelak akan menganugerahkan kelapangan serta kesempitan. 


Sumber : Kajian PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran.