Sabtu, 07 September 2024

Hati Terasa Berat? Bertahan Atau Lepaskan? (Obat Hati Dari Ujian Perasaan)

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustadzah Yulia Karmiluwati
Tanggal      : Sabtu, 31 Agustus 2024

  • Apa yang terfikir tentang kata bertahan atau lepaskan? 
  • Kata ini sebenarnya mencakup banyak hal tentang perasaan. Tidak hanya keluarga, pasangan, anak, dll namun tentang banyak hal.
  • Setiap ujian, masalah, cobaan itu bukan sebuah kepastian, berbeda dengan kematian yang merupakan suatu kepastian. Ujian, masalah, cobaan masih bisa kita tawar. 
  • Apapun dalam kejadian sudah tertulis 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Apapun kejadian yang ada pada kita Allah sudah tetapkan. Allah satu-satunya penulis skenario dan sutradara yang terbaik setiap peran dan takdir yang dimainkan makhlukNya di alam semesta. 
    • Dalam QS. Al-Mu'minun [23] : 115, artinya : Maka apakah kamu mengira sesungguhnya bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main? 
      • Dari ayat ini tentunya jawabannya "tidak", kita dapat menarik kesimpulan : kita termasuk manusia yang terpilih, manusia yang terpilih, dipilihkan, diinginkan sebagai abdullah/khalifah di muka bumi, yang sudah mengalahkan ratusan juta sperma yang lain, yang lain mati berguguran, tidak ada yang diberikan kesempatan kecuali satu (di rahim ibu) yaitu "kita". Artinya, pertama, Allah sudah percaya dengan kita. Kedua, kita itu pemenang. Jadi jika ada gelisah, berat, dll tentunya kita bisa menghadapi itu semua karena kita pemenang kehidupan (sudah pernah mengalahkan yang lain tanpa kita sadari). Allah sudah percaya dengan kita, buktinya adalah kita sudah dihidupkan, diberikan ruh.
    • Di dalam QS. Al-Hajj [22] :70, artinya : Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sesungguhnya hal itu sudah terdapat dalam Kitab (Lauhulmahfudz). Sesungguhnya yang demikian sangat mudah bagi Allah.
      • Allah sudah memberitahu kita bahwa kita mampu, kita bisa. Allah menentukan kita menjadi pemenang. Masyaallah. 
    • Rasulullah SAW bersabda, "Allah telah menulis  takdir seluruh makhluk ciptaannya semenjak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Bukhari Muslim) 
      • Takdir yang ditulis di lauhful mahfuz tidak pernah berubah berdasarkan ilmuNya. Allah telah menuliskan siapa saja yang termasuk penghuni syurga dan siapa yang termasuk penghuni neraka. Namun tidak ada satupun yang mengetahui apa yang ditulis di lauhful mahfuz kecuali setelah hal itu terjadi. Pahami kalimatnya, kecuali setelah hal itu terjadi sedangkan kalau yang sudah terjadi itu qadarullah
      • Kebanyakan kita menuntut, yang menuntut itu fikiran kita sehingga hati kita sedih, kecewa, marah, sakit hati. Kenapa? Karena kita tidak terima. Kita itu baru menyadari hal yang sudah tertulis 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi karena jika kita sudah mengalaminya. Contoh : 2 pekan yang lalu A jatuh dari motor, A harus terima karena sudah terjadi (sudah tertulis di laufulmahfuz 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi).
    • Dari Ali bin Abi Thalib RA. Kami duduk bersama Rasulullah SAW dan beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya berkata, "Tidak ada seorangpun diantara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka ataupun di syurga." (HR. Bukhari Muslim). 
    • Dari Jabir, ia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, Amal shalih kalian tidak dapat memasukkan kalian ke syurga dan tidak dapat menjauhkan kalian dari azab neraka, dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah." (HR. Muslim).
  • Ketika manusia dicuci dahulu di neraka, bahwasanya itu merupakan bagian dari rahmat Allah bahwa Allah akan memasukkan kita ke syurga. Allah berkehendak memasukkan kita ke syurga sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi dan itu sudah ditetapkan.
  • Di dalam QS. An-Nahl [16] : 32, artinya : Masuklah kamu ke dalam syurga karena apa yang telah kamu kerjakan. 
    • Maksudnya adalah ikuti saja syariatNya kamu akan tenang, kamu akan tentram dengan banyaknya permasalahan termasuk ujian perasaan. Apakah selama ini ketika kita masih gundah-gulanaanmu dari perasaan kita, dari ketidaknyamanan kita, apakah ada pelanggaran syariat yang masa lalu belum kita selesaikan? Mari kita simak kembali.
  • Di dalam QS. Al-A'raaf [7] :43, artinya : Itulah syurga yang telah diwariskan kepadamu disebabkan dengan apa yang kamu kerjakan. 
    • Berkenaan dengan ma'iyatullah (selalu sertakan Allah/kebersamaan Allah). Sebesar apapun permasalahan jika kita ma'iyatullah itu akan terasa indah karena menyertakan Allah dalam kehidupan. Materi ma'iyatullah meliputi, ada yang Islam dan ada yang kafir. Bagi yang muslim (Islam) jika menerapkan materi ma'iyatullah maka dia termasuk orang yang memiliki iman (kamu degar kami patuh). Sedangkan bagi orang yang kafir, kesertaan Allah dia khianati. Bagi yang Islam namun kafir juga ada karena dia Islam namun tidak menjalankan perintahNya.
  • QS. Al-Hadid [57] : 20-21, artinya : [20] Ketahuilah bahwa kehidupan di dunia ini itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridhaanNya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya. [21] Berlombalah menuju ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang lebarnya (luasnya) selebar langit dan bumi, yang telah disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang dikehendakiNya. Allah adalah pemilik karunia yang agung. 
    • Manusia diibaratkan santan yang dari kelapa yang sudah dijatuhkan, dikuliti serabutnya, dikampak batoknya lalu dibelah dua, diparut, lalu diperas supaya mendapatkan santan yang baik. Yang terlihat ibarat santan ini adalah orang yang sudah jaminan syurga, contoh nyata saat ini adalah muslim di Palestina yang sedang berjuang. Sementara kita sulit berlepas, masih ada kemelekatan-kemelekatan pada dunia apalagi wanita (masalah rasa). Betapa luar biasanya syurga, Allah menjanjikan syurga kepada orang-orang beriman. Kalau ada ujian berarti Allah ingin : Menaikkan derajat hambanya, Untuk menggugurkan dosa-dosa kita.
  • QS. Al-Hadid [57] : 22, artinya : Tidak ada bencana (apapun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauhulmahfudz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. 
    • Manusia diciptakan oleh Allah dengan lengkap dengan segala kelebihan yang dimiliki. Dan Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainnya karena dilengkapi fisik, akal dan nafsu. 
  • Dalam QS. Al-Baqarah [2] : 30, artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau  hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kmai bertasbih memujiMu dan menyucikan namaMu?" Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 
    • Ayat ini mengabadikan keberatan malaikat atas rencana Allah yang akan diciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. 
  • Allah menyimpan dua benih : 
  1. Pertama, benih fudzur, kefasikan. 
  2. Kedua, benih takwa, kebaikan. 
  • Hal yang ditegaskan Allah dalam QS. Asy-Syams [91] : 8-10, artinya : [8] Lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. [9] Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). [10] Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. Maka ketika keimanan kita turun naik, kita akan rapuh, kita akan tidak kuat, kalau kita istiqomah insyaallah orang yang meraih derajat takwa insyaallah taat. Orang taat tidak pakai tapi/syarat, namun sami'na wa ato'na. Insyaallah husnul khotimah.
  • Di dalam QS. Al-Hadid [57] : 23, artinya : (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
  • Orang jika melalukan sesuatu yang salah yang gagal itu bukan orangnya namun peristiwanya. Jika menatap masa depan, bacalah doa : "Allahumma agdini bil ilmi," ya Allah berkahilah aku dengan ilmu maka ketika aku berhadapan dengan siapapun mereka yang menghinaku maka aku jadikan mereka ilmu (dijadikan hikmah dalam hidup). Ketika banyak masalah teruslah merasa bodoh sehingga tingkatkan value ke majelis ilmu untuk belajar. Jika menatap masa lalu boleh namun sesekali saja, bacalah doa : "Wadzaidunni bin ilmi," Indahkanlah aku dengan kelembutan akan masa lalu, maafkanlah mereka semua (jadikanlah hikmah). "Waakrimni bil takwa," melangkah kembali ke derajat takwa (kembali ke Allah dan rasulNya). "Wajamilni bil afiah", Percantik aku dengan kesehatan (kalau punya masalah jangan compang-camping, wajib sehat). Karena apa yang terjadi sekarang sudah ditetapkan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
  • Yang gagal adalah peristiwanya, Aku/kita tidak gagal namun perlu perbaikan.
  • Ada masa depan, masa sekarang, masa lalu. Menatap masa depan dengan derajat takwa. Orang beriman sudah pasti diuji.
  • Hindari perilalu senang dan sedih berlebihan. Tempatkan sesuatu sesuai porsinya. Jika belum tenang, solusinya belajar, tambah terus ilmunya supaya sabar, syukur. Terlalu banyak melihat permasalahan hidup terkadang membuat kita lupa bersyukur dengan apa yang Allah beri kepada kita, sebagai contoh kita begitu meratapi hidup kita, padahal ada yang lebih menyedihkan namun mereka malah bersikap tenang, yakni saudara-saudara kita yang ada di Palestina.
  • Sikap kita ketika didzolimi :
    • Tidak meratapi namun malah merasa kasihan terhadap orang yang mendzolimi kita, sehingga Allah menaikkan derajat kita.
    • Mengakui bahwa dosa kita memang banyak.
    • Memaafkan yang mendzolimi kita.
    • Bersabar, bersyukur, ikhlas.
    • Jangan pernah mengganggap Allah berbuat dzolim, Allah sangat sayang kepada kita maka diberilah ujian.
  • Kedudukan anak di dalam Al-Quran :
    • Apakah dia sebagai fitnatun (ujian)
    • Apakah dia sebagai fitnatun hayat (perhiasan dunia)
    • Apakah dia sebagai qurrota 'ayun (penyejuk hati)
    • Apakah dia sebagai aduwwun (musuh) orangtuanya.
  • QS. At-Tagabuun [64] : 15, artinya : Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allah lah (ada) pahala yang besar.
  • QS.Al-Furan [25] : 74, artinya : Dan, orang-orang yang berkata, "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin  bagu orang-orang yang bertakwa."
  • Qs. At-Tagabun [64] : 14, artinya : Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka) sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Kesuksesan di dunia dan di akhirat biasanya diawali dari hati yang baik, fikiran yang baik, perkatakan yang baik.
  • Yang dicari dalam hidup adalah ridho/rahmat Allah.
  • Ada kasus : ada dua tangga yang satu tangga eskalator dan yang satu tangga manual, bagaimana supaya orang-orang mau menaiki tangga manual daripada tangga eskalator? Apakah mesti mematikan tangga eskalator? Tentu tidak, kita tidak bisa memusnahkan apa yang sudah baik. Maka kita jadikan tangga manual itu menarik bisa dengan warna serta gambar, informatif bisa dengan memberitahu berapa kalori yang terbakar jika orang menaiki tangga, aman bisa dengan menambahkan detail keamanan seperti step nose, railing dan lain-lain.
  • Kesimpulan dari kasus di atas bahwa balon terbang itu bukan karena warnanya tapi karena isinya maka orang melihat kita bukan karena casing namun karena kualitasnya.


Orang beriman sudah pasti diuji