Kamis, 27 Juni 2024

3 Dosa Yang Allah Segerakan Balasannya Di Dunia

Kajian        : Kajian Muslimah Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Offline/Online - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Sinta Santi
Tanggal      : Sabtu, 22 Juni 2024


"Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah SWT hingga hari kiamat, kecuali Al-Baghy (dzalim), durhaka kepada orangtua, dan memutus silaturahmi. Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput". (HR. Al-Hakim, Al-Mustadrak No.7345)

1. Dosa Orang Yang Berbuat Dzalim.
  • Manusia yang dzalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa pedih di akhirat.
    • "Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih". (QS. Asy- Syura [42] :  42)
  • Allah SWT menunda siksaan mereka dan ajal mereka, agar mereka kian bertambah dzalim dan melampaui batas.
    • "Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanya supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan". (QS. Al-Imran [3] : 178)
2. Dosa Karena Durhaka Kepada Orangtua.
  • Memuliakan orangtua bisa menjadi sebab seorang anak menjadi ahli syurga.
    • "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia." (QS. Al-Isra [17] : 23)
  • Larangan durhaka kepada orangtua.
    • Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian berbuat durhaka kepada para ibu kalian, dan mengharamkan mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut yang bukan haknya. Allah juga membenci kalian menyebarkan kabar burung, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta?"
3. Dosa Orang Yang Memutus Silaturahmi
  • Rasulullah SAW bersabda dari Abu Muhammad Jubiar bin Muth'im RA, "Tidak akan masuk syurga orang yang memutus (silaturahim)". (HR. Bukhari dan Muslim)


Sumber : PDF Kajian Muslimah DT Jakarta

Sabtu, 22 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 9 - Menyepi Di Antara Popularitas

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Sabtu, 15 Juni 2024

  • Salah satu perkara yang bisa membuat sedih ketika kita ingin viral, ingin terkenal dan sering memposting/share apapun hanya untuk membangun sebuah popularitas yang ada pada kehidupan kita.
  • Terkadang dengan popularitas itu seseorang dapat mengumpulkan pundi-pundi rezeki sehingga apapun diposting.
  • QS. Yusuf [12] : 86, artinya : Dia (Yaqub) menjawab, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." Ayat ini tentang sedihnya Yaqub karena kehilangan Yusuf, secara tidak langsung menerangkan bahwa tidak semua perkara harus kita beritahu, hanya kepada Allah tempat mengadu.
  • Ada yang didapatlkan dari kehidupan orang-orang sholeh terdahulu seperti Imam Syafii, Imam Ahmad, Hasan Al Basri dan yang lainnya, Ulama-ulama yang kita pelajari rujukan-rujukannya ternyata tidak ingin terkenal, Allah yang menjadikan mereka populer karena manfaat yang mereka berikan kepada manusia tetapi di dalam hati mereka adalah tidak ingin terkenal.
  • Fudhail bin Ilyad mengatakan, "Kalau kalian bisa tidak terkenal lebih baik tidak terkenal." 
  • Bisyr bin Al-Harist mengatakan, "Orang yang tidak merasakan kelezatan di akhirat dan orang yang tidak merasakan kelezatan di dunia hatinya dalam menjalani kehidupan adalah mereka yang hatinya ingin terus populer dan ingin tenar setiap waktunya."
  • Ingin terkenal itu merupakan sebuah penyakit yang tersembunyi di dalam hati kita dan dapat membuat kecanduan karena perhatiannya hanya itu.
  • Perjalanan manusia ada dua :
  1. Perjalanan yang tidak terselesaian, adalah perjalanan ketika kita mengejar popularitas dan ingin mendapatkan ridha dari mereka semua (manusia), itu merupakan pekerjaan yang tidak akan terselesaikan.
  2. Perjalanan yang terselesaikan, adalah perjalanan ketika kita meninggalkan penerimaan manusia dan mengharapkan ridha hanya kepada Allah.
  • Hidup itu simpel, kalau bisa hiduplah tanpa dikenal manusia, kalaupun dikenal itu karena Allah.
  • Imam Al-Ghazali mengatakan "Ada orang-orang yang memang dijadikan oleh Allah dikenal karena manfaatnya yang dia berikan pada orang lain."
  • Konsekuensi orang yang dikenal oleh banyak manusia itu dia harus memberikan kebermanfaatan dirinya untuk manusia lainnya, harus mempertanggungjawabkannya.
  • Jangan menjadikan terkenal itu menjadi cita-cita, karena tidak ada orang sholeh yang cita-citanya menjadi terkenal.
  • Jikapun menjadi terkenal karena alami bukan karena unsur kesengajaan maka banyak-banyaklah meminta pertolongan kepada Allah agar keterkenalan ini terus melipat gandakan pahala kita dan tidak menghilangkan kebahagian kita di dunia dan nanti di akhirat.
  • Imam Syafii adalah pemilik hati yang tenang, Imam Syafii memiliki cara pandang yang luar biasa di balik hatinya ia tidak ingin terkenal, di sisi yang lain ia ingin semua orang mendapatkan ilmunya. Maka Imam Syafii pernah berkata, "Aku ingin semua orang kalau bisa ketika ingin mengambil ilmu maka melalui diriku dari apa yang aku pelajari." Kalau bisa semua orang ia ingin mengambil ilmu darinya supaya ia mendapatkan pahala yang besar dan keberkahan dari ilmu yang diambil dan akan dimanfaatkan orang, tapi tanpa menisbatkan ilmu itu kepada dirinya. Betul-betul takut terkenal berarti itulah sumber ketenangan di dunia. Yang dapat dipetik bahwa :
  1. Imam Syafii merasa takut menjadi terkenal di mata manusia
  2. Imam Syafii tapi ingin menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada orang banyak
  • Manusia penuh dengan keramaian, Manusia yang terkenal akan menjadi beban pada diri sendiri, belum lagi dengan keterkenalannya memberikan tuntutan yang akhirnya terkadang bisa membuat kita melakukan apa saja.
  • Setiap orang harus memiliki privasi, itulah mengapa jika kita akan masuk ke rumah orang maka harus permisi, karena adanya privasi.
  • Allah lebih senang kepada hamba yang bertakwa dan tersembunyi. 
  • Sebelum men-share sesuatu ke banyak orang mari berfikir apa manfaatnya untuk diri sendiri, jangan di-share jika hanya untuk mendapatkan komentar karena tidak semua komentar datang dari hati yang bersih, ain, hasad.
  • Rasulullah meminta untuk merencanakan setiap kebaikanmu, tidak usah kamu ceritakan, tutupi saja apa yang sedang kamu rencanakan itu. Karena segala yang kamu share itu tidak akan lepas dari hasad orang yang melihatnya dan akhirnya bisa menjadi beban dalam kehidupan. Karena jikalau ada yang menyukaimu itupun bisa juga menjadi ain. Ain nyata adanya.
  • Kalau tidak mampu terkenal lebih baik tidak usah terkenal, karena menjadi tidak terkenal itu lebih mudah. Lebih mudah menjaga hati, lebih mudah menjaga keikhlasan.
  • Abdullah bin Mubarok, ia pernah menjadi orang yang tidak terkenal, ketika akan mengambil air di mata air, ia ikut berdesak-desakan ketika ia selesai mengambil air tersebut, ia berkata kepada Hasan Al-Basri, "Ya beginilah kami, menjalani kehidupan tidak dikenal, itu lebih kami nikmati.
  • Rasulullah berpesan, "Termasuk di antara kebaikan kamu tutupi setiap musibah yang kamu dapatkan, kamu tutupi setiap sedekah yang kamu berikan." Artinya setiap musibah dan kebaikan pun kamu tutupi kalau kamu mampu tanpa orang lain harus mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tutup apa yang bisa kamu tutupi

Jumat, 21 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 8 - Gema/Gaung Kehidupan Dari Kata Yang Terucap

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Jumat, 14 Juni 2024

  • Pada kehidupan kita memiliki gaung, yakni gaung yang kita dapati di masa mendatang. Manusia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Apa yang katakan hari ini maka apa yang kamu gaungkan di masa lalu.
  • QS. Al-Baqarah [2] : 83, artinya : (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari bani Israil, " Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah solat, dan tunaikanlah zakat." Akan tetapi kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Ayat ini meminta kita (manusia) untuk berkatalah yang terbaik.
  • Banyak orang yang tidak bahagia karena perkataan yang salah, ketika kecepatan berbicara lebih cepat daripada kecepatan akal untuk berfikir/merenung.
  • Berkatalah yang baik karena sesungguhnya perkataan kita akan sesuai dengan apa yang kita peroleh dan apa yang kita dapatkan.
  • Rasulullah berkata, "Mengucapkan kalimat terbaik itu adalah bentuk sedekah terbaik yang kamu berikan."
  • Persoalan-persoalan timbul karena ucapan kita dan ketikan kita. Hilang kebaikan hidupnya karena  ucapannya.
  • Hasan Al Basri mengatakan bahwa orang mukmin berbeda dengan orang munafik dan orang bodoh. Orang mukmin meletakkan lidahnya di belakang hatinya, sehingga ketika dia melihat segala sesuatu maka dia akan merespon dulu dengan hatinya, hatinya merenung akalnya berfikir, karena hati dan akal saling berkaitan. Hati yang salim bertemu dengan akal yang selamat. Maka ketika ada sesuatu yang dia dapatkan, hatinya merenung dulu, akalnya berfikir. Baru nanti lidahnya bisa memutuskan apakah perlu untuk menyampaikan ataukah memang tidak usah menyampaikan. Berbeda dengan orang yang bodoh, orang yang bodoh itu adalah orang yang lidahnya di depan hatinya dan di depan akalnya, sehingga ada sesuatu yang dia lihat, sesuatu yang dia dapatkan maka cepat sekali lidahnya untuk menyusun setiap kalimat dan setiap komentar yang negatif, lalu setelah itu dia merasakan akibatnya barulah hatinya merenung dan akalnya berfikir bagaimana beratnya menghadapi konsekuensi terhadap setiap ucapan yang telah dia keluarkan.
  • Perkataan dari Umar bin Khattab, "Siapa yang banyak bicara banyak jatuhnya. Dan siapapun yang banyak jatuhnya banyak salahnya. Dan siapapun yang banyak salahnya maka tidak ada tempat yang paling layak kecuali adalah neraka." Maka inilah kualitas hidup. Kualitas hidup itu kita belajar, kita berikhtiar bahwa kelapangan hidup yang kamu rencanakan itu tidak akan pernah datang kecuali dimulai dari satu komitmen kuat yang kita harus tahu bagaimana kita mengontrol lidah kita, mengontrol tangan kita ketika kita akan menulis sesuatu. Perhatikan ucapan kita karena berpengaruh akan kualitas di dalam kehidupan kita.
  • Tidak perlu setiap perkara kita komentari, terkadang diam sembari berfikir itu lebih baik sehingga kita mengeluarkan kalimat sesuai kebutuhan di saat yang tepat. Kebaikan selalu berawal dari kata-kata yang manis tapi penuh dengan kejujuran. Berkatalah yang baik kepada sesama manusia.
  • Allah memanggil para pendosa itu bukan sebutan "Hai orang-orang pendosa", namun Allah memanggil mereka dengan kalimat yang baik, karena kalimat yang baik akan memberikan dampak yang baik pada kehidupan seseorang, Allah memnggil dengan kalimat  "Hai orang-orang yang melampaui batas". Kalimat yang sangat baik dan halus sekali.
  • Saat ini kita krisis untuk berkata/berkomentar yang baik. Bahkan kata-kata kita bisa membunuh identitas seseorang. Jika kita menutup mulut kita maka kualitas kita akan terjaga, tetapi jika kita berbicara lalu semakin lama semakin banyak berbicara maka kualitas kita akan semakin lama semakin menurun akibat terlalu banyak berbicara. 
  • Kalimat buruk laksana palu, memecahkan hati, dinding sanubari setiap orang yang mendengarnya, dan tidak setiap orang itu diam, ada yang dendam, ada juga yang membalas. Berhati-hatilah dalam berkata-kata.
  • Ada kisah seorang tokoh liberal Mesir bernama Thoha Husein, ia seorang buta. Suatu kali ketika ia kecil, ia dipanggil "Hai anak yang buta", lalu ia pun mendendam. Ternyata yang memanggilnya itu orang yang paham agama, maka Thoha Husein yang mendendam ini pun benci terhadap apapun yang berhubungan dengan agama. Thoha Husein menjadi orang liberal, membenci setiap syariat agama. Hal ini dimulai dari rasa sakit yang ia peroleh karena perkataan/ucapan orang. Walaupun ucapan tersebut benar adanya bahwa ia buta namun baginya sungguh menyakitkan sehingga ia mendendam.
  • Dalam hadist Rasulullah menyampaikan, "Perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka itu dua, lubang mulutnya dan lubang kemaluannya." 
  • Rasulullah mengatakan, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkatalah yang baik ataupun dia diam." Kenapa Rasulullah mengaitkan penjagaan kepada lisan itu dengan keberkahan syurga? Karena orang yang menjaga lidahnya itu sebenarnya sedang menjaga apa yang akan mereka peroleh pada kehidupan di masa mendatang (syurga atau neraka?). Audio, suara memiliki gaung, sama juga dengan kehidupan pun memiliki gaung. Dan perhatikanlah apa yang kamu peroleh pada kehidupanmu itu dimulai dari setiap kalimat yang kamu ucapkan dan setiap kata yang kamu keluarkan dan setiap tulisan yang kamu goreskan. Maka ucapan dan tulisan bisa mendatangkan kebaikan sesuai dengan apa yang kamu ucapkan dan tuliskan dan itu bisa juga menjadi sebuah musibah ketika kamu tidak berhati-hati di balik setiap kata yang kamu ucapkan dan tuliskan.


Berkatalah yang baik kepada sesama manusia

Kamis, 20 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 7 - Kamu Tidak Akan Pernah Bisa Menyenangkan Semua Orang

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Kamis, 13 Juni 2024

  • Imam Syafii menyampaikan, "Kamu tidak bisa menyenangkan semua orang, yang cukup kamu lakukan adalah cukup perbaiki hubunganmu dengan Allah dan jangan pedulikan orang-orang yang tidak menyukaimu padahal kamu telah melakukan kebaikan."
  • Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dalam QS. Ali-Imran [3] : 134, artinya: (Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan
    • Ketika kita ingin melakukan suatu kebaikan kepada sesama kita harus faham bahwa melakukan kebaikan juga ada komponen yang harus kita mengerti supaya kebaikan itu betul-betul bisa mendatangkan kebaikan pula pada kehidupan kita dan memberikan pahala pada kehidupan kita di akhirat. 
  • Diantara komponen melakukan kebaikan adalah :
  1. Pastikan semata-mata dilakukan karena Allah
  2. Memastikan dan menakar sesuai dengan hajat kemampuan diri kita. Jangan terlalu pelit namun juga jangan menjadikan diri sendiri miskin. Ketika kita melakukan kebaikan, berinteraksi dengan sesama manusia, kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Jangan menjadi orang yang tidak enakan kepada orang lain karena tidak juga semua orang layak mendapatkan kebaikan kita.
  • QS. Al-Furqan [25] : 20, artinya : Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (nabi Muhammad SAW), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat
    • Allah menjelaskan fakta dalam kehidupan kita, ketika manusia berinteraksi, bersosialisasi sebagai makhluk sosial, sebagian dari mereka terkadang merupakan fitnah pada kehidupan kita, Allah menguji kita dengan kehadiran mereka, menguji pada perjalanan hidup kita, untuk menguji seberapa besar kesabaran kita. 
  • Ada sebuah syair, "Kalau kamu berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tepat mendapatkan kebaikan darimu maka kebaikan yang kamu berikan kepadanya akan berbuat celaan yang datang darinya kepada dirimu." 
    • Ketika melakukan kebaikan bisa saja kebaikan kita dibalas dengan kejahatan. Atau bisa juga demi melakukan kebaikan kepada orang lain tanpa sadar kita jadi melanggar batas-batas kebaikan karena mungkin kemampuan kita terbatas. Jangan sampai seperti itu, lakukanlah kebaikan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan dan kekuatan.
  • Untuk bisa merasakan arti bahagia, perioritaskan kebaikan kepada orang yang memprioritaskan kebaikan kepada dirimu dan perhatikanlah dengan waspada terhadap track record mereka, jika memang dirasakan merugikanmu maka cukup katakan "Tidak" agar tidak perlu terulang sehingga bisa merepotkan hidup kita.
  • Kepada orang lain kita boleh menolong kepada siapa saja dan jika mengecewakan kita bisa memaafkannya. Namun manusia adalah makhluk, memaafkan bukan perkara ringan, terkadang menguras energi sehingga mengurangi kualitas hidup.
  • Rasulullah tidak menyenangkan setiap orang. Ada utusan yang datang melalui pamannya, Abu Tholib. Rasulullah diminta berhenti dari dakwahnya dengan iming-iming. Rasulullah tidak mengiyakan, beliau menolak.


Manusia harus memiliki batasan terhadap manusia lainnya

Rabu, 19 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 6 - Habit-mu, Algoritma Hidupmu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Rabu, 12 Juni 2024

  • Hobby kita biasanya akan mendatangkan orang yang satu frekuensi (se-circle) dengan diri kita. Orang melakukan sesuatu dengan kurang/tidak optimal akan merasakan cenderung sedih, maka kualitas hidup mempengaruhi kebahagiaan dan kelapangan pada jiwa kita.
  • QS. An-Nur [24] : 26, artinya : Perempuan- perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka (yang baik) bersih dari apa yang dituduhkan orang. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia. 
    • Pada ayat ini bisa dilihat secara luas prespektifnya, bahwa penempaan kita pada kebiasaan di kehidupan kita, maka Allah akan mempertemukan kita dengan orang yang tempaannya sama dengan kita.
  • Rasulullah menyampaikan dalam satu riwayat, "Sesungguhnya setiap ruh itu mereka bagikan pasukan yang terlatih, kalau ada kecocokan mereka berjumpa dan bertemu/berkerumun, jika tidak ada kecocokan mereka berpisah dan mereka berselisih."
    • Pada hadist ini dapat kita simpulkan bahwa kebiasaan (habit) yang kita lakukan ternyata berpengaruh pada kehidupan kita di masa yang akan datang misal orang yang ingin membangun masjid biasanya akan bertemu dengan orang yang juga ingin membangun masjid. Algoritma dalam kehidupan kita berjalan sesuai dengan kecondongan pada jiwa kita, jika manusia-nya membiasakan diri menempanya maka kemungkinan besar akan memberikan feedback yang baik, jika kita malas-malasan untuk menempanya maka feedback-nya pun kurang baik.
  • Belajarlah dari Umar bin Khattab, dahulu ia adalah orang yang memusuhi Islam. Umar bin Khattab mendapat hidayah masuk Islam, lalu ia berusaha berubah ketika ia mendapat hidayah. Allah memberikan feedback-nya, ia memperoleh teman yang se-circle dengannya yakni Abu Bakar, ia menjadi sahabatnya, Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah maka Umar bin Khattab pun otomatis menjadi sahabatnya Rasulullah yang kedua. Ini adalah kisah bahwa apa yang kau temui berdasarkan apa yang bisa kau ubah. 

Algoritma kehidupan kita akan diberikan oleh Allah
sesuai dengan kecondongan jiwa kita dan kebiasaan (habit) kita 
dalam perjalanan hidup kita.

Selasa, 18 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 5 - Tidak Tahu Urusan Orang Lain Lebih Berkah Untukmu

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Selasa, 11 Juni 2024

  • Hidup kita banyak sekali persoalan yang harus kita selesaikan, supaya beban kita tidak bertambah jangan tambah dengan mengurusi urusan yang buka urusan kita (urusan orang lain).
  • QS. An-Najm [53] : 39, artinya : Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya. Ayat ini berbicara tentang pola kehidupan manusia pada dasarnya kita tidak pernah memikul dosa lain, kita tidak bertanggungjawab atas kemaksiatan orang lain, sebaliknya kita akan mendapatkan pahala atas usaha kita sendiri karena kita tidak akan mendapatkan pahala atas apa yang diperbuat orang lain.
  • Semakin banyak kita mengetahui urusan orang lain semakin banyak akibat buruk yang menghampiri kita, seperti :
  1. Akan menjadikan diri kita tidak fokus denga hal-hal besar (primer) yang ada pada kehidupan kita.
  2. Tergerus waktu kita pada suatu yang sia-sia, karena masalah orang lain tidak perlu kita ketahui semuanya karena tidak setiap masalah perlu untuk kita mengerti. Ignoring is blessing (terkadang tidak tahu itu lebih berkah untuk kita).
  • Rasulullah dalam hadist menyampaikan, "Di antara kebaikan dan kesempurnaan Islam dan iman seseorang itu tidak meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat." Kebaikan Islam itu tidak hanya ditunjukkan dalam hal ibadah saja akan tetapi dalam hal kita paham dalam berinteraksi pada kehidupan di masyarakat ketika kita kenal dengan orang jangan terlalu offside (melewati batasan) untuk mengetahui kehidupan orang.
  • Rasulullah mempunyai beban kenabian yang begitu besar karena melewati berbagai macam ujian, namun Rasulullah memiliki sebuah ketrampilan bahwa Rasulullah tidak pernah offside (melewati batasan) dalam urusan orang lain yang memang bukan urusannya. Rasulullah juga tidak pernah bertanya yang menyelidik ketika bersama sahabat-sahabatnya.
  • Ada kisah, ada seorang sahabat bernama Mais bin Malik berzina datang kepada Rasulullah untuk menebus dosanya. Yang menarik dalam HR. Muslim, Rasulullah tidak bertanya mendetail seperti pertanyaan : "Bersama siapa kamu berzina? Di mana kamu berzina? Berapa kali kamu berzina?" Dan semacamnya, Rasulullah tidak pernah bertanya tentang persoalan yang bukan inti dari permasalahan yang dikhawatirkan bisa melebar kemana-mana. Terlalu banyak bertanya itu tidak baik terutama pada hal-hal yang tidak penting.
  • Allah memberikan sebutan kepada orang yang banyak bertanya dengan sebutan sayaquulus syufahaa (orang-orang yang kurang akal/bodoh). Ketika kiblat diubah dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram, banyak orang-orang bertanya. Hal ini ada dalam QS. Al-Baqarah [2] : 142-144, artinya : 
    • [142] Orang-orang yang kurang akal diantara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?" Katakanlah (nabi Muhammad SAW), "Milik Allah lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkankesiapannya untuk menerima petunjuk)."
    • [143] Demikian pula Kami menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (nabi Muhammad SAW) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu)kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar kami mengethui(dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yangtelah diber petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan iman. Sesungguhnya Allah benar-benar maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
    • [144] Sungguh, Kami melihat wajahmu (nabi Muhammad SAW) sering menengadah ke langit. Maka pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
  • QS. Al-Anbiya [21] : 23, artinya : (Allah) tidak akan ditanya tentang apa yang Dia kerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya. Menegaskan bahwa Allah itu tidak ditanya kenapa begini kenapa begitu akan tetapi manusialah yang akan ditanya dan dihisab oleh Allah.
  • Dari ketiga surat Al-Quran tersebut di atas (QS. An-Najm [53] : 39,  QS. Al-Baqarah [2] : 142-144QS. Al-Anbiya [21] : 23), kehidupan itu dinikmati saja dengan rileks dengan cara jangan banyak tahu urusan orang lain. Terlalu banyak beban hidup biasanya karena terlalu banyak tahu urusan orang, informasi yang diterima terlalu banyak sehingga terlalu banyak menyita banyaknya fikiran kita. Seperti memory hp yang terus menerus bertambah maka hp otomatis akan lemot.
  • Kepo sebenarnya masalah yang tidak ada dalam kehidupan orang yang beriman, karena kalau sudah kepo konsekuensinya berat, contoh : Ada sesorang dia melakukan sesuatu (aib) lalu karena kamu penasaran akhirnya kamu tahu akan aib tersebut, karena sudah mengetahui aib seseorang kamu akan dilihat Allah karena telah menyimpan maka dengan itu Allah akan menyimpan aibmu juga, namun jika kamu tidak kuat menyimpan aib seseorang dan kamu menceritakannya kepada orang yang lain lagi maka aibmu akan dibuka oleh Allah. Jika tidak dibuka di dunia maka akan dibuka di akhirat. Kita memahami bahwa ini sangat rumit sekali hanya karena kepo.
  • Imam Qurthubi mengatakan, "Tidak semua ilmu harus kita ketahui semuanya." Ada katagori ilmu yang masuk ilmuhu laa yanfaa wajahluhu laa yandhuur (jika kamu tahu tidak terlalu bermanfaat dan jika kamu tidak tahu juga tidak terlalu bermanfaat). Contoh : Nabi Adam AS diusir dari syurga ke bumi karena telah mendekati dan memakan buah yang terlarang, kita tidak perlu tahu buahnya apa, beratnya berapa, warnanya apa, berapa kunyahan yang dimakan nabi Adam AS, berapa kunyahan yang dimakan Hawa, dan lain-lain, kita tidak perlu tahu. Yang terpenting adalah pesan pada peristiwa ketika nabi Adam AS mendekati dan memakan buah yang diharamkan oleh Allah, nabi Adam AS tergelincir oleh kesalahan, tertipu dengan sumpahnya syetan yang bersumpah bahwa tersebut mewariskan keabadian. Pesannya cukup sampai disitu dan tidak perlu kita tanyakan kemana-mana.
  • Pada masa sekarang ini orang-orang hobby mengkonsumsi kehidupan orang lain seperti artis, atlet, tokoh dan lain-lain, terlalu up to date pada kehidupan orang lain yang tidak dikenal, padahal ia belum tentu mengetahui kabar orang-orang terdekatnya seperti bapaknya, ibunya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, dan lain-lain.
  • Jangankan untuk mengetahui kehidupan orang lain untuk bertamu ke rumah orang saja kita perlu meminta izin (mengetuk pintu) dahulu. Kenapa kita perlu meminta izin untuk bertamu, karena :
  1. Rumahnya orang itu aurat, kita disyariatkan meminta izin sebelum masuk yang menjadi area privasi.
  2. Karena kita tidak perlu melihat sesuatu yang tidak perlu kita lihat yang mungkin bisa menjadi masalah.
  • Dari Rasulullah, ada kisah Mughits dan Barirah, dua orang budak suami istri yang saling mencintai. Barirah dibebaskan terlebih dulu (merdeka). Pada masa itu ada peraturan jika ada budak suami istri yang salah satunya merdeka maka yang merdeka duluan mendapatkan hak untuk memilih melanjutkan pernikahan dengan pasangannya yang belum merdeka (budak) atau membatalkan pernikahan. Barirah memilih untuk membatalkan pernikahan. Mughits yang mencintai Barirah sangat sedih sehingga jenggotnya memanjang, kemanapun Barirah pergi dia selalu mengikuti. Rasulullah mengetahui hal tersebut lalu Rasulullah menanyakan kepada Barirah, "Apakah ingin kembali kepada Mughits?" Maka Barirah mengatakan, "Tidak ya Rasulullah kecuali kamu memerintahkan aku". Rasulullah menjawab, "Tidak, sesungguhnya saya hanya membantu Mughits, jika kamu berkenan untuk kembali, jika tidak berkenan untuk kembali tidak apa-apa." Barirah menjawab kembali, "Tidak ya Rasulullah". Dari pertanyaan dan jawaban Rasulullah, Rasulullah tidak menanyakan lebih detail kembali kenapa Barirah tidak mau kembali kepada Mughits. Begitulah kehidupan seorang mukmin yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Tidak mengetahui urusan orang lain itu melegakan

Senin, 17 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 4 - Hidup Itu Dibuat Mudah

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Senin,10 Juni 2024

  • Biasanya orang yang depresi adalah orang yang tidak bisa menikmati hidup. Hidup ini bukan hanya sekedar melakukan ibadah, hidup juga harus dinikmati. Bahkan untuk mendapatkan keridhaan dari Allah pun banyak cara yang bisa dinikmati ketika mengetahui ilmunya. Untuk itu kita harus mengetahui ilmunya.
  • Ketika kita menjalani kehidupan tidak selalu tercapai, apa yang kita rencanakan bisa meleset dari apa yang kita rencanakan dan itu terkadang menjadi hal yang membuat kita kecewa sehingga tidak bahagia, susah lapang sehingga sesak dada kita. Padahal terkadang hal tersebut merupakan perkara kecil, kita malah membesarkan masalah yang remeh dan kecil. Sehingga kebahagian dan kelapangan tidak kita dapatkan .
  • Ada sebuah kaidah dalam bahasa jawa, "Ning urip iku ojo dibuat kriwikan dadi grojogan (hidup itu janganlah perkara kecil dibuat besar)." Berapa banyak yang tadinya perkara kecil dijadikan masalah besar. Terkadang syetan menyibukkan fikiran kita seperti mikroskop, memperlihatkan perkara kecil lalu kita perbesar akhirnya kita tidak fokus pada masalah yang serius tapi malah diributkan dengan masalah sepele.
  • Ini juga yang terjadi pada negeri ini, begitu banyak permasalahan penting (besar) yang belum mendapatkan penanganan namun malah masalah kecil, seperti isu-isu yang tidak penting. Akhirnya masyarakat disuguhkan dengan perkara yang remeh, hanya sebatas kasus viral yang tidak terlalu penting akhirnya mengaburkan masalah yang sebetulnya malah serius, masalah yang besar menjadi tidak tertangani, tidak pernah selesai secara utuh dari hulu sampai hilir.
  • QS. Al-Baqarah [2] : 185 
    • Artinya : Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya di turunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa diantara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah mengkehendaki kemudahan bagimu dan tidak mengkehendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
    • Allah menginginkan kemudahan dan bukan malah kesulitan ayat ini berbicara tentang hukum syariat Allah kepada orang yang beriman. Memberikan peraturan-peraturan dalam kehidupan kita. Allah menghendaki kemudahan bukan kesukaran, tidak membesarkan masalah kecil.
  • Mengapa Rasulullah menjadi orang yang paling berbahagia? Bukan karena semata-mata Rasulullah seorang nabi dan rasul, akan tetapi karena Rasulullah punya salah satu sifat memiliki sikap hati dan fikiran yang luar biasa, beliau mampu menyederhanakan masalah kecil dan tidak pernah mempersoalkan masalah besar. Sehingga Rasulullah bisa fokus pada perkara-perkara besar dalam kehidupannya, masalah kecil beliau selesaikan dengan cara sederhana. 
  • Mari kita meneladani Rasulullah, begitu simpelnya Rasulullah tidak pernah berlarut-larut menghadapi permasalahan kecil :
    • Pertama, kisah ketika Rasulullah mendapatkan tampah di dalamnya ada nasi dari salah satu istrinya yang lain. Pada saat itu diberikan kepada Rasulullah ketika berada pada giliran ke istrinya Aisyah RA, saat itu Rasulullah sedang menyambut tamu sahabat-sahabat, datang istrinya yang lain memberikan makanan padahal saat itu Rasulullah berada pada gilirannya, Aisyah RA pun terbakar cemburu, diambil tampah makanan itu lalu dibanting di depan Rasulullah dan di depan para sahabat-sahabat yang saat itu hadir. Rasulullah menyelesaikan masalah kecil itu dengan cara yang paling bijak, Rasulullah berkata, "Sesungguhnya ibu kalian (Aisyah RA) sedang dalam kondisi cemburu." Kita simak bahwa Rasulullah menyebut Aisyah RA bukan dengan namanya, namun dengan panggilan status yang terpandang dan ini diakui Allah SWT (ibunda Aisyah RA merupaka ibundanya orang-orang yang beriman), dengan sebutan yang mulia (ummukum : ibu kalian). Lalu Rasulullah menyebutkan tindakan Aisyah RA yang itu tidak dibenarkan, namun memberikan prespektif lain yakni alasan dan udzur atas apa yang dilakukan Aisyah (sedang dalam kondisi cemburu : orang yang cemburu tidak dapat menggunakan akal sehat). permasalahan kecil itu pun selesai. Dari sisi para sahabat, para sahabat memaklumi karena Aisyah RA sedang cemburu, para sahabat juga tidak mecela Aisyah RA karena itu adalah ibunda mereka yang sedang cemburu yang menghilangkan akal sehatnya. Dari segi Aisyah RA, ia pun merasa dihargai ketika Rasulullah menyikapi sikapnya (membanting tampah di depan Rasulullah dan para sahabat). Permasalahan kecil itupun selesai tanpa berlarut-larut. Jawaban Rasulullah memuaskan semua pihak dan menjadikan permasalahan kecil tersebut selesai.
    • Kisah kedua, yakni Ummu Qais bin Mishshan. Beliau memiliki seorang putri yang baru lahir yang ingin sekali ditakhlik oleh Rasulullah. Saat itu Rasulullah sedang ada keperluan sehingga terburu-buru. Rasulullah meminta bayi tersebut diletakkan. Ketika sedang diletakkan dan akan ditakhlik, bayi tersebut buang air kecil sehingga mengenai pakaian Rasulullah, padahal Rasulullah saat itu akan ada keperluan lainnya. Rasulullah menyelesaikan permasalahan kecil itu dengan sederhana, cara menyelesaikannya Rasulullah menjelaskan bahwa kencing bayi najisnya akan hilang dengan mengambil air dan cukup dengan memercikkannya ke tempat yang terkena najis tersebut setelah itu Rasulullah mentakhliknya. Permasalahan kecil itupun selesai. 
    • Ketiga, kisah ada seorang sahabat sedang safar bersama Rasulullah, mereka menaiki unta, sahabat tersebut qadarullah mengantuk sehingga dia tidak bisa memegang kemudi unta sehingga unta tersebut menabrak ke sisi Rasulullah, membuat kaki Rasulullah tergencet dan terjepit sampai membuat Rasulullah sempat mengaduh. Sahabat tersebut meminta maaf kepada Rasulullah. Rasulullah lalu tersenyum dan mengatakan "Tidak apa-apa", Rasulullah mengusap-usap kakinya lalu melanjutkan perjalanan. Permasalahan kecil itupun selesai.
  • Manusia senang sekali mempermasalahkan hal-hal kecil. Ketika merespon masalah dengan cara yang tidak semestinya justru bukan ketenangan yang kita dapatkan tapi justru banyaknya masalah yang tidak kunjung selesai dan melebar kemana-mana.
  • Apapun masalahnya selama masih bukan dalam musibah agama, itu masih merupakan masalah yang masih bisa dihadapi.
  • Ada salah seorang Arab Badui yang melakukan dosa besar, ia melakukan dosa besar di karena telah melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan. Ia bermaksud menebusnya dengan bertanya dan mendatangi Rasulullah. Rasulullah mendengarnya tidak marah, terlebih lagi ketika diminta Rasulullah untuk berpuasa 2 bulan tanpa terputus ia tidak menyanggupinya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan bebaskan budak ia pun tidak menyanggupinya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan memberi makan 60 orang miskin ia pun tidak menyanggupinya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan memberikan kurma kepada seorang Arab Badui tersebut untuk dibagi-bagikan akan tetapi ia pun tidak menyanggupinya karena katanya tidak ada yang lebih miskin darinya daripada tetangga-tetangganya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan memberikan kurma untuk seorang Arab Badui saja, ia pun menyanggupinya. Sampai berulang kali Rasulullah memberikan alternatif-alternatif untuk menebus dosa tersebut, seorang Arab Badui tersebut tetap tidak menyanggupinya. Namun Rasulullah tidak marah. Rasulullah tetap bersabar sampai dengan berbaik sangka lalu memberikan alternatif-alternatif lain. Sampai dengan alternatif teringan yang disanggupi seorang Arab Badui tersebut yaitu menerima kurma dari Rasulullah. Maka terselesaikanlah permasalahan ini. Seorang Arab Badui itupun menerima alternatif-alternatif untuk menebus dosanya juga dengan baik, ia menerima perlakuan dari Rasulullah juga dengan baik, sehingga ia bisa meneladani Rasulullah.
  • Bahagia tidak bisa datang tiba-tiba namun bahagia harus diikhtiarkan dengan cara-cara yang bisa kita lakukan dengan Al-Quran jalan untuk menuju kebaikan

Ning urip iku ojo dibuat kriwikan dadi grojogan 
(hidup itu janganlah perkara kecil dibuat besar)

Minggu, 16 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 3 - Air Mata Hidupmu

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Ahad, 9 Juni 2024

  • Anak kita memiliki potensinya sendiri yang sudah Allah berikan yang terkadang tidak sama dengan potensi kita apalagi dengan potensi orang lain. Kita jangan memaksakan potensi anak-anak kita apalagi sampai menyamaratakannya.
  • Ilmu sejatinya memberikan kekuatan. Ilmu mengubah yang bengkok menjadi lurus, mengubah yang keruh menjadi bening, mengubah yang kotor menjadi bersih. Makanya ketika orang tidak punya tenaga, tidak punya energi, ketika mereka tidak punya sebuah narasi dari ilmu yang bisa diserap, maka kalau kita tidak memiliki ilmu maka masalah akan menggerus/mengalahkan kita di ronde pertama. Contoh, seorang ibu yang memiliki banyak anak, maka tidak ada yang dapat menghibur dirinya kecuali karena dia memiliki ilmu, misal dia mengetahui ilmu dari apa yang Imam Ibnu Qayyim sampaikan. 
  • Imam Ibnu Qayyim berkata, "Sesungguhnya kalau ada orang sudah mempunyai anak keturunan mereka maka ada dosa yang tidak Allah hapuskan dosa itu kecuali karena kelelahan keletihan orangtuanya ketika mengasuh anaknya dan mendidik anaknya". Sangat sederhana quote ini namun memberi makna dan memberi energi ketika kita berhadapan dengan anak-anak kita. Memberi kekuatan supaya kita bisa menghadapi setiap masalah, tidak mudah depresi dan frustasi.
  • Kadang kita merasa suntuk bukan karena pekerjaan, namun suntuk bisa hadir justru karena kita santai lalu melihat informasi yang tidak dibutuhkan seperti scrolling sosmed, melihat kehidupan mencapaian orang lain yang begitu mempesona. Salah satu perkara yang menggelisahkan hati kita yaitu kita suka menakar kehidupan kita dengan kehidupan orang lain lalu kita melupakan potensi kita padahal potensi setiap orang berbeda. Kita sering merasa merana hanya karena merasa kita tidak mempunyai potensi yang sama dengan orang lain. lalu timbullah rasa suntuk.
  • Manajemen diri yang bagus di dalam Al-Quran yakni dalam QS. Al-Baqarah [2] : 60
    • Artinya : (Ingatlah) ketika Musa memohon (curahan) air untuk kaumnya. Lalu, Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka, memancarlah darinya (batu itu) dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kejahatan.
    • Ayat ini sebenarnya menjelaskan Bani Israil yang diberikan Allah pertolongan 12 suku yang menemani nabi Musa AS menemukan mata air, tapi maknanya bukan hanya secara history tentang nabi Musa AS, namun bisa bermakna luas. Setiap suku memiliki tempat minumnya (masing-masing). Yang bisa berarti setiap orang memiliki potensi, yang potensi setiap manusia itu berbeda-beda.
  • Yang harus kita perhatikan :
  1. Jodoh kita tidak akan sama dengan jodoh orang lain.
  2. Takaran rezeki kita tidak sama dengan takaran rezeki orang lain.
  3. Potensi yang Allah berikan kepada kita tidak sama dengan potensi yang diberikan Allah kepada orang lain
  • Semakin kita tidak menemukan potensi kita semakin kita cepat sedih dan susah bahagia. Kita akan terlunta-lunta dengan pencapaian-pencapaian orang lain jika kita tidak lekas menemukannya dan jangan menakarnya dengan pencapaian-pencapaian orang lain. 
  • Belajarlah dari Rasulullah yang menempatkan sahabat-sahabatnya sesuai dengan potensinya sehingga masing-masing dari mereka dapat melakukan tugasnya dengan maksimal dan dapat berbahagia karena merasa berguna di tempatnya masing-masing.
  • Setiap manusia pasti pernah merasakan pergulatan tentang potensi dirinya namun pada QS. Al-Baqarah [2] : 60 setiap suku mengetahui tempat air minumnya maka setiap orang memiliki potensi, yang potensi setiap manusia itu berbeda-beda. Jadi jangan merendahkan potensi kita sendiri dengan orang lain karena setiap potensi itu saling membutuhkan, saling mem-back-up dan tidak bisa saling terputuskan.

Ikan istimewa di airnya, 
monyet istimewa di atas dahannya 
dan kucing istimewa di jalan-jalan komplek.

Sabtu, 15 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 2 - Simpel Tapi Bermakna

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Sabtu, 8 Juni 2024

  • Dalam kehidupan kadang-kadang kita menemukan berbagai macam kesulitan. Datangnya kesulitan itu bisa kita sadari maupun tidak kita sadari, kadang bisa kita antisipasi kadang juga tidak bisa kita antisipasi, ada kesukaran yang sudah kita rencanakan solusinya namun ada juga yang kita tidak duga, dan terkadang betapa cepat irisan pada kehidupan kita mempertemukan antara kemudahan dan kesulitan. Kadang ada kita temui orang di waktu paginya kondisinya tersenyum bahagia tapi di waktu sorenya dia menemui berbagai macam kesulitan yang tidak pernah diduga ketika di waktu paginya. Maka kita harus punya antisipasi dalam segala hal, kita berharap bahawasanya Allah akan memberikan pertolongan dalam setiap hal dalam kehidupan kita tapi tidak hanya sekedar berharap namun kita harus mendiagnosa kenapa kesulitan tersebut bisa datang dalam kehidupan kita. Bukan hanya kita mendapatkan solusi akan tetapi juga bagaimana kita mewaspadai perkara-perkara apa saja yang bisa menjadikan kita terlibat berbagai macam masalah, mengundang kesedihan dan kegalauan pada hati kita dan jiwa kita dan kita menjadi korban dari kesedihan hati kita sendiri.
  • Islam bukan hanya mengobati akan tetapi juga mencegah maka diantara perkara yang kita ketahui dalam tindakan yakni wiqayah (pencegahan). Mencegah sesuai dengan kemampuan kita agar kita tidak mendapati kesulitan. Kesulitan itu memang takdir namun ada penyebabnya yakni diri kita sendiri dari apa yang kita perbuat (perbuatan yang tidak bermanfaat) dari interaksi kita kepada orang lain.
  • QS. Al-Isra [17] : 7. Artinya : Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali ke dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitul Maqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
  • Ayat tersebut menjelaskan bahwa jika kita berbuat baik maka kedepannya akan menanti hal baik juga, sementara jika melakukan perbuatan buruk akan kembali ke diri kita sendiri juga.
  • Ada 5 perkara agar kesulitan tidak timbul ketika bermuamalah antar sesama manusia :
  1. Kalau berbicara jangan menyakiti hati orang lain. Janganlah kecepatan lisan kita melebihi kecepatan akal kita. Belajar dari Hasan bin Tsabit, salah satu sahabat dan salah satu penyair Rasulullah. Syairnya bisa untuk menyerang dan meruntuhkan keyakinan orang-orang musyrik. Hasan bin Tsabit pernah terpeleset ikut-ikutan memfitnah Aisyah RA ketika Aisyah RA dituduh berzina dengan Sofwan bin Mu'attal karena Aisyah RA tertinggal di belakang barisan dan ditemukan oleh Sofwan bin Mu'attal lalu diantarkannya. Yang terlihat memang seperti ada sesuatu tapi yang terjadi sebenarnya tidak seperti yang terlihat. Memang Aisyah RA ketika ditemukan dan diantar Sofwan bin Mu'attal hanya berdua tapi hanya satu pembicaraan yang keluar dari mulut Sofwan yakni "innalillaahi wa inna ilaihi rojiuun". Hasan bin Tsabit mendengar berita tersebut dari Abdullah bin Ubay bin salah satu tokoh munafik tanpa mengeceknya dahulu lalu dia memiliki kecepatan berbicara melebihi bagaimana dia seharusnya berfikir dahulu. Itulah bencana lisan. Maka Hasan bin Tsabit mendapatkan hukuman dicambuk, hal tersebut tidak berlalu begitu saja, ketika Hasan bin Tsabit tua, pada suatu pagi tiba-tiba dia tidak bisa melihat, terdengarlah hal tersebut ke Aisyah, lalu berkata, "Apakah itu ada keterkaitan dengan fitnah yang dia pernah berikan kepadaku ketika dia menuduhku berzina? Aku tidak tahu tapi semoga itu bisa bisa menjadi kafaarah (penebus dosa) dari apa yang pernah Hasan bin Tsabit lakukan ketika pernah menuduhku berzina dengan Sofwan bin Mu'attal".
  2. Kalau bersikap jangan merugikan orang lain. Jika berhutang bayarlah hutangmu. Jika berjanji penuhilah janjimu. Merugikan orang lain menyebabkan kualitas kita dikurangi oleh Allah sebesar kerugian yang kita sebabkan kepada orang lain. Jangan pernah merugikan orang lain karena kalau sudah merugikan orang hitung-hitungannya Allah lebih berat. Misal hutang, kenapa hutang termasuk perkara mubah yang dapat menghalangi manusia masuk ke dalam syurga? Karena hutang yang belum dibayar merugikan orang lain.
  3. Banyak-banyaklah kita meminta maaf. Terutama jika salah lekas minta maaf, jangan termakan gengsimu, jangan termakan perasaan seakan kita tidak layak minta maaf. Karena manusia tidak sempurna. Rasulullah mengumpulkan 100 sahabat sebelum wafat, yang dilakukan beliau adalah meminta keridhaan dan meminta maaf jika mempunyai kesalahan. Padahal beliau adalah rasul Allah.apalagi hanya kita yang manusia biasa, tentunya kita harus meneladani sikap beliau ini. Selain meminta maaf mintalah keridhaan kepada manusia karena keridhaan manusia lebih sulit didapat, karena ada haknya Allah dan ada haknya manusia. Haknya Allah bisa ditebus ketika kita bertaubat namun haknya manusia tidak dapat kita tebus sampai kita mendapatkan keridhaan dari manusia tersebut. Supaya keridhaan manusia memudahkan jalan kita menuju kepada rahmat Allah. Perbanyaklah memintalah maaf terutama kepada orangtua kita, kepada suami/istri kita, kepada anak-anak kita, kepada saudara-saudara kita, dan seterusnya. Itulah mengapa wanita syurga identik dengan istri meminta maaf kepada suami? Karena ketika sudah memperoleh keridhaan, kelapangan dan kemudahan kehidupan dibuka oleh Allah.
  4. Jika sudah bertambah ilmunya jangan menodai kehormatan orang lain. Pemberi kehormatan orang beriman adalah Allah, orang beriman : terjaga hartanya, terjaga nyawanya, terjaga kehormatannya. Bahkan kehormatan seorang mukmin itu bahwasanya jauh lebih besar daripada kehormatannya Kabah. Rasulullah pernah tawaf di sekitar Kabah lalu beliau berkata, "Sesungguhnya kehormatan seorang mukmin itu lebih tinggi dan lebih agung daripada kehormatan dirimu wahai Kabah".
  5. Mudahkanlah urusan orang lain, memudahkan urusan orang lain maka Allah akan memudahkan juga urusan kita. Bantulah dan berbagilah kepada sesama.

Hidup kita itu banyak masalah 
karena keburukan kita sendiri 
di dalam kita berbuat.

Jumat, 14 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 1 - Lakukan Lalu Lupakan

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Jumat, 7 Juni 2024

  • Dalam kehidupan kita ingin merasa kelapangan. Kehidupan memang tidak ditentukan oleh uang tapi juga kebahagiaan ternyata bukan sesuatu yang kita dapatkan secara cuma-cuma akan tetapi kebahagiaan itu merupakan perkara yang harus diikhtiarkan. Tidak ada yang dapat memberikan kebahagian kecuali diri kita sendiri, kebahagiaan datang dari apa yang kita dapatkan pada perjalanan hidup kita.
  • Salah satu perkara yang dapat mendatangkan kebahagian salah satunya yakni hindari hal-hal yang kontra produktif dalam kehidupan kita, hal-hal yang tidak perlu kita lakukan perkara-perkaranya karena terkadang dengan kita tidak melakukannya, kita terjaga.
  • Apa perkara-perkara yang sering kita lakukan tanpa kita sadari dapat membuat kebahagiaan kita berkurang? Mari kita simak QS Al-Baqarah [2] : 264,
  • QS Al-Baqarah [2] : 264 Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan  menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang  di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk terhadap kaum kafir.
  • Ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika bersedekah kita tidak boleh mengungkit-ngungkit/ menyebut-nyebut pemberian kita dan jangan menyakiti hati orang yang diberi sedekah. Ayat tersebut tentang fiqih namun bermakna yang lebih jauh lagi bahwa ketika kita melakukan suatu kebaikan (baik terhadap orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal), kita sering sekali mengingat kebaikan diri sendiri terhadap makhluk, yang membuat ekspetasi/harapan kita terlalu tinggi dan akhirnya membuat kita kecewa terhadap apa yang pernah kita berikan kepada orang tersebut ketika orang itu bersikap tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Padahal seharusnya kita memahami kalau kita menolong itu karena Allah semata.
  • Ada kaidah sederhana pada sebuah aturan ketika kita menolong manusia, ada 2 yaitu : 
  1. Merasa gembira ketika orang yang kita tolong membalas kebaikan kita lebih baik dari apa yang pernah kita berikan.
  2. Bisa jadi orang yang kita tolong tidak membalas kebaikan kita dan terkadang orang tersebut malah mengecewakan kita.
  • Masalah yang menghilangkan rasa bahagia dan menyempitkan dada kita itu bahwa kita selalu mengungkit dan mengingat kebaikan yang kita berikan kepada manusia. Allah mengajarkan satu kurikulum yang indah bahwa jika melakukan kebaikan maka lupakan kebaikan yang pernah kita lakukan dan jangan diungkit-ungkit sehingga tidak menyakiti orang yang diberikan kebaikan. 
  • Terkadang orang yang memberikan kebaikan merasa posisinya lebih tinggi. Padahal bagi Allah posisi orang yang memberikan kebaikan dan yang diberikan kebaikan itu sama. Orang yang memberikan kebaikan dipilih oleh Allah sebagai fasilitator untuk memberikan kebaikan.
  • Jadilah orang yang zuhud. Orang yang zuhud itu adalah orang yang ketika dia melakukan kebaikan atau ketika dia sedang mendapat kebaikan maka dia tidak mengharapkan balasan kecuali balasan di akhirat.

Maka...
Lupakan kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan. 
Lakukan ikhlas karena Allah. 
Semakin lupa semakin kita bahagia. 
Kita akan mendapatkan balasan dari sisi Allah.


Kamis, 13 Juni 2024

Ada Apa Di Bulan Dzulhijjah?

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Samirah
Tanggal      : Sabtu, 8 Juni 2024


Artinya :
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yag lurus, maka janganlah kamu mendzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa".

4 Bulan Haram :
  1. Dzulqoidah
  2. Dzulhijjah
  3. Muharram
  4. Rajab
Keistimewaan Dzulhijjah :
  1. Salah satu bulan haram
  2. Bulan pelaksanaan ibadah haji
  3. Keutamaan di 10 hari pertama Dzulhijjah
  4. Wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah
  5. Idul Qurban
  6. Ayyamuttasyrik (11, 12 dan 13)
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah :
  1. Demi fajar
  2. Demi malam yang sepuluh
  3. Demi yang genap
  • Diriwayatkan  oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu'anhuma bahwa nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari dari bulan Dzulhijjah". Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".
  • Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu'anhuma bahwa nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada 10 hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".
Amalan Di 10 Hari Dzulhijjah :
  1. Puasa (1-9 Dzulhijjah)
  2. Membaca Al-Quran (khatam di 10 hari)
  3. Memperbanyak shodaqoh
  4. Memperbanyak tahlil, tahmid, takbir, dan tahlil
  5. Memperbanyak istighfar
  6. Melaksanakan ibadah haji
  7. Berkurban
  8. Memperbanyak ibadah sunnah
  9. Sholat Ied Adha
Fiqih Qurban :
  • Artinya : "Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)". (QS. Al-Kautsar [108] :2)
  • Artinya : Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar". (QS. As-Saffat [37] : 102)
  • Artinya : Dari Abu Hurairah, Rasulullah telah bersabda, "Baragsiapa mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat shalat kami". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Fiqih Haji :
  • Artinya : Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (QS. Ali-Imrom [3] : 96)
  • Artinya : Disana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjaalanan ke sana. Barangsiapa yang mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (QS. Ali-Imrom [3] : 97)
  • Artinya : Nabi SAW bersabda, "Islam itu didirikan atas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan". (HR. Muttafaq'alaih)
  • Dapat disimpulkan :
    • Pertemuan harian >> Shalat fardhu berjamaah
    • Pertemuan pekanan >> Shalat Jumat
    • Petemuan tahunan >> Haji
Wajib Haji :
  • Islam
  • Berakal
  • Balig
  • Merdeka
  • Aman
  • Mampu

Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran

Kamis, 06 Juni 2024

Menuju Keluarga Sakinah

Kajian        : Kajian Dhuha Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng
Sifat           : Offline/Online - Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng
Pemateri    : Ustazah Mesraini
Tanggal      : Ahad, 2 Juni 2024

Sakinah

Artinya : Diantara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tentram kepadanya. Dia menjadikan diantaramu rasa cita dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-Ruum [30] : 21)
  • Kata sakinah berasal dari bahasa Arab, sakana - yaskunu, yang artinya arti kedamaian, ketenanga, dan keamanan.
  • Pada hakikatnya, sakinah itu sama dengan bahagia

Tujuan Perkawinan
  • UU Perkawinan No. 1/1974 pasal 1 ayat 2 : Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga, rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Kompilasi Hukum Islam :
    • Pasal 2 : "Perkawinan menurut hukum Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat atau miitsaaqan ghollizhan untuk menaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah."
    • Pasal 3 : "Perkawinan bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah."

Hakikat Nikah
  • "Akad yang menimbulkan akibat hukum berupa halalnya pergaulan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan, saling tolong-menolong di antara keduanya, serta menimbulkan hak dan kewajiban bagi masing-masing."
  • Nikah itu menyatukan perbedaan (jenis kelamin, karakter/sifat, kebiasaan dan lain-lain) untuk mencapai tujuan hidup bersama : BAHAGIA
  • Prinsip :
    • Relasi kesetaraan dan penghargaan.
    • Saling membantu dan pengertian.

Anjuran Sebelum Nikah
  • Siap fisik (usia nikah), mental/ pskis (matang emosi) dan finansial (mapan ekonomi, mahar dan nafkah) :
    • Artinya : Wahai para pemuda, barangsiapa di antar kamu telah mampu berumah tangga, maka kawinlah, karena kawin dapat menudukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka hendaklah berpuasa, maka sesugguhnya yang demikian itu dapat mengendalikan hawa nafsu." (HR. Bukhari)
  • Memilih pasangan hidup yang tepat (konsep kufu dan khitbah) :
    • "Manusia itu dinikahi karena empat motivasi : karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena keber-agama-annya. Jatuhkanlah dirimu karena keber-agama-annya, kamu akan mendapat keberuntungan."
    • "Membangun sebuah pernikahan ibarat membangun sebuah rumah. Memilih jodoh untuk pernikahan sama seperti membuat fondasi untuk sebuah rumah. Salah dalam memilih jodoh berarti salah dalam membuat sebuah fondasi rumah."
  • Berbasis cinta dan restu orangtua :
    • Penentuan jodoh yang tidak melibatkan cinta sejati menyebabkan rapuhnya ikatan pernikahan ikatan pernikahan yang sering berujung pada perceraian. Sebaliknya pasangan suami istri yang membangun pernikahan atas dasar cinta sejati lebih sulit melepaskan diri dari belenggu cintanya karena pertimbangan romantisme menjadi salah satu basis untuk pempertahankan keluarga.
    • "Menikah tanpa restu ibarat meretas gulita tanpa lampu." Bagaimana tidak? Restu orangtua merupakan doa dan doa oragtua terhadap anak adalah doa mustajab.
    • Artinya : "Ridho Allah SWT bergantung dari ridho kedua orangtua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orangtua." (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

Saat Berkeluarga
  • Relasi suami istri = relasi kemitraan, saling membutuhkan dan melengkapi, bukan relasi atasan dengan bawahan atau majikan dan buruh.
  • Hak dan kewajiban suami istri seimbang dan adil
    • Artinya : "Dan para istri mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya, menurut cara-cara yang maruf, dan para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan pada istrinya."
  • Pemimpin keluarga tidak otoriter, melainkan Qawwam, demokratis, melindungi dan mengayomi.
  • Selalu menghidupkan komunikasi yang lancar, dua arah, dilandasi tanggung jawab, kejujuran dan saling menghargai.
  • Status suami/istri tidak berarti menghambat masing-masing pihak untuk mengaktualisasi diri dalam masyarakat secara positif.

Hak dan Kewajiban Suami Istri
  • Suami istri wajib saling memperlakukan pasangannya dengan baik, tidak hanya meliputi aspek fisik, tetapi juga aspek psikis. Perlakuan baik itu, secara pararel adalah kewajiban sekaligus hak bagi suami dan istri. Dalam bahasa fiqih, perlakuan baik itu lebih terkenal dengan istilah mu'asyarah bi al-ma'nif (QS. An-Nisa [4] : 19).
  • Suami dan istri wajib saling melayani dan memuaskan kebutuhan biologis pasangannya. Seorang suami berhak memperoleh kepuasaan biologis dari istrinya dan berkewajiban untuk memuaskan istrinya. Begitu pula sebaliknya, istri berhak untuk mendapatkan kepuasan biologis dari suaminya dan berkewajiban untuk memuaskan suaminya. Dengan demikian, kapan waktu dan dengan cara bagaiman hubungan biologis dilaksanakan bukanlah semata-mata urusan satu pihak, melainkan urusan berdua suami istri (QS. Al-Baqarah [2] : 187).
  • Suami dan istri wajib saling melllengkapi dan saling menjaga nama baik pasangannya (QS. Al-Baqarah [2] : 187). 
  • Suami istri wajib melibatkan pasangannya untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan keluarga (QS. At-Thalaq [65] : 6).
  • Suami istri wajib menjaga diri dan keluarganya dari kemaksiatan (QS. At-Tahrim [66] : 6).
  • Suami dan istri berhak atas anak denganstatus sebagai bapak dan ibunya dan sama-sama berkewajiban mengasuh, merawat dan mendidik anak-anak mereka (QS. An-Nisa [4] : 9).

5 Faktor Utama Problematika Kehidupan Berkeluarga
  1. Komunikasi tidak lancar. Nikah itu isinya 70% ngobrol, untuk mengatasinya :
    1. Sediakan waktu untuk berkomunikasi satu sama lain meskipun hanya beberapa menit.
    2. Hindari gangguan dan berikan fokus hanya kepada pasangan.
    3. Pasangan juga dapat membuat beberapa peraturan seperti menghindari kata0kata yang menggeneralisasi seperti, "Kamu selalu.." atau "Kamu tidak pernah.." atau sepakat untuk tidakmenginterupsi satu sama lain saat sedang bicara.
    4. Kita dan pasangan juga harus hati-hati dalam berbicara karena terbawa emosi hanya akan mengganggu proses pembicaraan yang dewasa dan membangun.
    5. Jika kita sedang tidak mampu mengatakan hal-hal untuk memperbaiki situasi, lebih baik beri waktu untuk menenangkan diri.
  2. Pembagian tugas. Tuntutan pekerjaan baik di kantor maupun rumah, mengurus anak dan banyak hal rumah tangga lainnya dapat mempengaruhi hubunga kita dengan pasangan. Pekerjaan kantor dapat menimpulkan stres, ditambah lagi  denga tugas-tugas rumah tangga. Bagaimana pun juga, hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagai suami istri yang harus dihadapi.. Untuk mengatasinya :
    1. Penting untuk membahas ekspetasi kita dan pasangan dalam hal tanggung jawab di rumah, di kantor, dan tentang anak-anak.
    2. Sepakati pembagian tugas dan aturan yang disesuaikan bagi anggota keluarga lainnya.
    3. Kompromi juga penting untuk menciptakan win-win situation bagi semua pihak. Kedengarannya sulit, namun sangat mungkin dilakukan.
  3. Masalah keuangan. Untuk mengatasinya :
    1. Pasangan suami istri harus duduk mengenali bagaimana situasi keuangan.
    2. Jangan pernah membahas masalah keuangan saat salah satu sedang stres karena hanya akan memicu pertengkaran.
    3. Jangan lupa mencatat pengeluaran agar kita dan pasangan tahu kondisi keuangan secara jelas.
    4. Buatlah budget pengeluaran yang disepakati bersama dan kedua belah pihak harus kompromi untuk mengubah gaya hidup agar pemakaian uang lebih efektif.
    5. Tabungan sangat penting.
    6. Tentukan juga siapa yang bertanggung jawab terhadap apa, karena pembagian tugas dalam keuangan juga penting.
  4. Ketidaksetiaan dan perselingkuhan. Faktor paling kuat yang dapat menyebabkan keretakan rumah tangga adalah ketidaksetiaan dan perseligkuhan. Biasanya, hal ini terjadi sebagai hasil hubungan yang telah lama tidak sehat. Pasangan yang merasa percaya diri dengan hubungan mereka tidak akan mencari orang lain untuk bahagia. Untuk mengatasinya :
    1. Jika kita merasa tidak puas dengan perkawinan kita, cari tahu apa yang biasa kita lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan.
    2. Lihat sisi yang baik dari hubungan kita dengan pasangan, jangan hanya melihat sisi negatif.
    3. Jangan lupakan komitmen yang telah dibuat dengan pasaga.
    4. Jaga pergaula dega lawa jeis secara wajar.
  5. Seks dan keintiman. Seks dan keintiman juga masalah umum yang dialami oleh pasangan, dan seringkali menjadi manifestasi dari berbagai masalah lainnya dalam perkawinan. Di antara alasan yang dapat membuat kehidupan seks kurang memuaskan adalah disfungsi ereksi atau hilangnya libido akibat perubahan hormon. Untuk mengatasinya :
    1. Jangan takut untuk berkonsultasi kepada ahli soal masalah ereksi atau libido.
    2. Sediakan waktu untuk bermesraan dengan pasangan, jika perlu, titipkan anak pada orangtua.
    3. Bereksperimen saat melakukan hubungan seks akan memberikan bumbu-bumbu yang penting bagi sebuah perkawinan.


*Sumber : PDF Kajian Dhuha MASK Jakarta

Rabu, 05 Juni 2024

Siroh Shahabiyah : Khaulah Binti Azwar Al-Kindi - Wanita Pedang Allah

Kajian        : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat           : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri    : Ustazah Erika Suryani Dewi
Tanggal      : Sabtu, 1 Juni 2024

  • Muslimah pemberani dan mahir mengendarai kuda. Ia tercatat dalam sejarah sebagai pahlaman dan mujahidah yang terkemuka, dan dijuluki wanita pedang Allah. Keberaniannya disejajarkan dengan "Sang Pedang Allah", Khalid bin Walid.
  • Khaulah turut serta dalam berbagai pertempuran dengan pasukan muslimin. Termasuk dalam peperangan melawan Romawi. Dalam peperangan meawan Romawi, Dharar bin Al-Azwar, saudara Khaulah tertangkap pasukan musuh. Maka Khalid bin Walid dan pasukannya bertekad  menyelamatkan Dharar.
  • Di tengah perjalanan, Khalid bertemu dengan seorang anggota pasukan berkuda yang membawa tombak. Tidak ada yang terlihat dari anggota tubuhnya kecuali matanya saja. Dia berkuda dengan cepat seorang diri tanpa memedulikan apa yang terjadi di belakangnya.
  • Ketika Khalid melihat anggota pasukan tersebut, dia berkata "Sungguh hebat, siapa anggota pasukan berkuda itu? Demi Allah, sungguh dia seorang anggota pasukan berkuda."
  • Khalid dan pasukannya terus membuntuti orang tersebut hingga sampai batas pertahanan pasukan Romawi. Sesampainya di sana, sosok berkuda nan misterius langsung menyerang dan berusaha menerobos barisa mereka. Dia berteriak hingga teriakannya itu memporak-porandakan pasukan Romawi. Hanya dalam satu kali putaran, dia sudah keluar dalam keadaan tombaknya sudah berlumuran darah. Dia telah berhasil membunuh dan merobohkan sejumlah pasukan. 
  • Kaum muslimin ragu siapakah gerangan ksatria ini. Rafi' bin Amirah berkata, "Tentunya ksatria ini sebanding dengan keberanian Khalid bin Walid."
  • Kemudian Khalid mengawasi pasukannya satu persatu. Lalu Rafi' berkata lagi, "Sipakah ksatria yang maju mendahuluimu. Sungguh dia telah mempertaruhkan jiwanya dan darahnya."
  • "Demi Allah, aku juga tidak mengenalnya. Sungguh apa yang diperbuatnya telah membuat diriku takjub," kata Khalid.
  • "Wahai panglima," kata Rafi', "Sesungguhnya dia menceburka dirinya di tengah-tengah pasukan Romawi menikam ke kanan dan ke kiri."
  • Khalid kemudian berkata, "Wahai seluruh kaum muslimin, bawalah seluruh kekuatanmu dan bantulah orang yang bertempur itu membela agama Allah. Lepaskanlah segala kelemahan dan bangunlah kekuatan!"
  • Ketika pasukan muslimin sedang berbincang-bincang, tiba-tiba anggota pasukan berkuda itu datang. Dia bak sang bintang yang bersinar. Kudanya berjalan mengikuti jejaknya. Ketika ada yang berusaha mendekatinya, dia berusaha menghindar dan menempelkan tombaknya ke dada orang yang ingin mendekatinya. Hal itu terus dilakukan hingga ia sampai di barisan kaum muslimin.
  • Kaum muslimin pun langsung mengelilinginya. Mereka meminta kepadanya untuk memberitahukan  namanya dan membuka penutup kepalanya, tetapi orang itu tidak mau menjawabnya.
  • Setelah Khalid mengulang permintaannya berkali-kali, akhirnya orang itu mau menjawab perkataan Khalid, dalam keadaan masih memakai penutup kepala. "Wahai pimpinan kami, sesungguhnya alasan mengapa aku tidak mau memperlihatkan diriku kepadamu adalah karena aku malu kepadamu. Engkau adalah seorang pimpinan yang agung, sementara aku hanyalah seorang wanita yang lemah yang harus tertutup. Sesungguhnya aku melakukan hal ini karena hatiku terbakar dan merasa sakit hati."
  • "Lalu siapa engkau sebenarnya?" Tanya Khalid.
  • Orang itu menjawab, "Aku adalah Khaulah binti Al-Azwar. Tadinya aku sedang bersama-sama wanita-wanita dari kaumku, tetapi tiba-tiba seorang datag memberitahuku bahwa saudara lelakiku telah ditahan oleh pasukan musuh. Maka aku pun segera meniki kuda, lalu melakukan apa yang pernah engkau lihat."
  • Mendengar itu, Khalid dan para tentaranya berteriak, lalu melakukan penyerangan. Khaulah juga ikut melakukan penyerangan bersama  mereka. Ia pun terus ikut berjihad hingga saudara laki-lakinya dapat terselamatkan.
  • Demikian pula, ketika jadi pertempuran Shajura di sekitar Syam. Pada saat itu, beberapa orang perempuan tertawan. Khaulah kemudian mengumpulkan kaum wanita, dan berdiri di tengah-tengah mereka.
  • Ia ingin menggugah kaum sesamanya dan berkata, "Wahai pemudi Harnir dan lainnya, apakah kalian rela dikalahkan oleh kafir Romawi dan merelakan anak-anak kalian menjadi pelayan bagi penduduk Romawi. Di manakah keberanian kalian yang sering dibicarakan oleh bangsa Arab tentaang diri kalian? Sesungguhnya kau melihat kalian jauh dari apa yang mereka perkirakan. Padahal aku lihat membunuh mereka lebih mudah utuk kalian lakukan daripada kalian jatuh ke tangan Romawi dan menjadi bydak mereka."
  • Arfa binti Ghaffar Al-Hamiriyah menghampiri Khaulah dan menimpali, "Kau benar, demi Allah wahai binti Azwar. Dan kami memang benar-benar pemberani seperti yang kau sebutkan, dan kami sama sekali tidak takut sebagaimana yang engkau katakan. Hanya saja pedang kami lebih tepat untuk menghadapi masalah seperti ini. Dan kita menyerang musuh secara tiba-tiba ketika mereka lengah. Tapi kita seperti domba yang mudah ditagkap tanpa senjata."
  • "Wahai para pemudi pemberani", kata Khaulah, "Ambillah tiang-tiang tenda dan pasak. Kita bawa itu sebagai senjata melawan mereka. Semoga Allah membantu kita melawan mereka. Dengan demikian kita dapat membuktikan keberanian bangsa Arab dan terlepas dari aib yang disandarkan kepada bangsa Arab."
  • "Demi Allah kau telah menyebutkan ide yang amat bagus sekali bagi kita semua," ujar Afra binti Ghaffar.
  • Kemudian setiap wanita mempersiapkan diri dengan mengambil tiang-tiang tenda. Mereka berteriak gegap gempita secara bersama-sama. Kemudian Khaulah melemparkan tongkat ke bahunya, beberapa orang yang ada di belakangnya mulai bergerak perlahan mengikuti Khaulah. Di antar mereka Afra Ummu Aban binti Atabah, Muslimah binti Zari', Rau'ah binti Amlun, Salamah binti Nu'man dan beberapa orang lainnya.
  • Janganlah kalian sekali-kali berpencar, satu sama lain harus salig menguatkan, jadilah seperti lingkaran yang memutar. Jangan terpisah satu dengan lainnya, sehingga kalian mudah dikalahkan dan tercerai-berai. Terjanglah tombak mereka, dan patahkan pedang-pedang mereka!" Pesan Khaulah kepada pasukan wanitanya, dan mereka pun menerjang musuh bak gelombag lautan. Mereka bertarung dan bertempur dengan gigih sehingga berhasil membebaskan tawanan dari tangan pasukan Romawi.


Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran