Kamis, 20 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 7 - Kamu Tidak Akan Pernah Bisa Menyenangkan Semua Orang

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Kamis, 13 Juni 2024

  • Imam Syafii menyampaikan, "Kamu tidak bisa menyenangkan semua orang, yang cukup kamu lakukan adalah cukup perbaiki hubunganmu dengan Allah dan jangan pedulikan orang-orang yang tidak menyukaimu padahal kamu telah melakukan kebaikan."
  • Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dalam QS. Ali-Imran [3] : 134, artinya: (Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan
    • Ketika kita ingin melakukan suatu kebaikan kepada sesama kita harus faham bahwa melakukan kebaikan juga ada komponen yang harus kita mengerti supaya kebaikan itu betul-betul bisa mendatangkan kebaikan pula pada kehidupan kita dan memberikan pahala pada kehidupan kita di akhirat. 
  • Diantara komponen melakukan kebaikan adalah :
  1. Pastikan semata-mata dilakukan karena Allah
  2. Memastikan dan menakar sesuai dengan hajat kemampuan diri kita. Jangan terlalu pelit namun juga jangan menjadikan diri sendiri miskin. Ketika kita melakukan kebaikan, berinteraksi dengan sesama manusia, kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Jangan menjadi orang yang tidak enakan kepada orang lain karena tidak juga semua orang layak mendapatkan kebaikan kita.
  • QS. Al-Furqan [25] : 20, artinya : Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (nabi Muhammad SAW), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat
    • Allah menjelaskan fakta dalam kehidupan kita, ketika manusia berinteraksi, bersosialisasi sebagai makhluk sosial, sebagian dari mereka terkadang merupakan fitnah pada kehidupan kita, Allah menguji kita dengan kehadiran mereka, menguji pada perjalanan hidup kita, untuk menguji seberapa besar kesabaran kita. 
  • Ada sebuah syair, "Kalau kamu berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tepat mendapatkan kebaikan darimu maka kebaikan yang kamu berikan kepadanya akan berbuat celaan yang datang darinya kepada dirimu." 
    • Ketika melakukan kebaikan bisa saja kebaikan kita dibalas dengan kejahatan. Atau bisa juga demi melakukan kebaikan kepada orang lain tanpa sadar kita jadi melanggar batas-batas kebaikan karena mungkin kemampuan kita terbatas. Jangan sampai seperti itu, lakukanlah kebaikan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan dan kekuatan.
  • Untuk bisa merasakan arti bahagia, perioritaskan kebaikan kepada orang yang memprioritaskan kebaikan kepada dirimu dan perhatikanlah dengan waspada terhadap track record mereka, jika memang dirasakan merugikanmu maka cukup katakan "Tidak" agar tidak perlu terulang sehingga bisa merepotkan hidup kita.
  • Kepada orang lain kita boleh menolong kepada siapa saja dan jika mengecewakan kita bisa memaafkannya. Namun manusia adalah makhluk, memaafkan bukan perkara ringan, terkadang menguras energi sehingga mengurangi kualitas hidup.
  • Rasulullah tidak menyenangkan setiap orang. Ada utusan yang datang melalui pamannya, Abu Tholib. Rasulullah diminta berhenti dari dakwahnya dengan iming-iming. Rasulullah tidak mengiyakan, beliau menolak.


Manusia harus memiliki batasan terhadap manusia lainnya