Kajian : Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Sifat : Online/Offline - Masjid Daarut Tauhiid Kebayoran
Pemateri : Ustazah Erika Suryani Dewi
Tanggal : Sabtu, 1 Juni 2024
- Muslimah pemberani dan mahir mengendarai kuda. Ia tercatat dalam sejarah sebagai pahlaman dan mujahidah yang terkemuka, dan dijuluki wanita pedang Allah. Keberaniannya disejajarkan dengan "Sang Pedang Allah", Khalid bin Walid.
- Khaulah turut serta dalam berbagai pertempuran dengan pasukan muslimin. Termasuk dalam peperangan melawan Romawi. Dalam peperangan meawan Romawi, Dharar bin Al-Azwar, saudara Khaulah tertangkap pasukan musuh. Maka Khalid bin Walid dan pasukannya bertekad menyelamatkan Dharar.
- Di tengah perjalanan, Khalid bertemu dengan seorang anggota pasukan berkuda yang membawa tombak. Tidak ada yang terlihat dari anggota tubuhnya kecuali matanya saja. Dia berkuda dengan cepat seorang diri tanpa memedulikan apa yang terjadi di belakangnya.
- Ketika Khalid melihat anggota pasukan tersebut, dia berkata "Sungguh hebat, siapa anggota pasukan berkuda itu? Demi Allah, sungguh dia seorang anggota pasukan berkuda."
- Khalid dan pasukannya terus membuntuti orang tersebut hingga sampai batas pertahanan pasukan Romawi. Sesampainya di sana, sosok berkuda nan misterius langsung menyerang dan berusaha menerobos barisa mereka. Dia berteriak hingga teriakannya itu memporak-porandakan pasukan Romawi. Hanya dalam satu kali putaran, dia sudah keluar dalam keadaan tombaknya sudah berlumuran darah. Dia telah berhasil membunuh dan merobohkan sejumlah pasukan.
- Kaum muslimin ragu siapakah gerangan ksatria ini. Rafi' bin Amirah berkata, "Tentunya ksatria ini sebanding dengan keberanian Khalid bin Walid."
- Kemudian Khalid mengawasi pasukannya satu persatu. Lalu Rafi' berkata lagi, "Sipakah ksatria yang maju mendahuluimu. Sungguh dia telah mempertaruhkan jiwanya dan darahnya."
- "Demi Allah, aku juga tidak mengenalnya. Sungguh apa yang diperbuatnya telah membuat diriku takjub," kata Khalid.
- "Wahai panglima," kata Rafi', "Sesungguhnya dia menceburka dirinya di tengah-tengah pasukan Romawi menikam ke kanan dan ke kiri."
- Khalid kemudian berkata, "Wahai seluruh kaum muslimin, bawalah seluruh kekuatanmu dan bantulah orang yang bertempur itu membela agama Allah. Lepaskanlah segala kelemahan dan bangunlah kekuatan!"
- Ketika pasukan muslimin sedang berbincang-bincang, tiba-tiba anggota pasukan berkuda itu datang. Dia bak sang bintang yang bersinar. Kudanya berjalan mengikuti jejaknya. Ketika ada yang berusaha mendekatinya, dia berusaha menghindar dan menempelkan tombaknya ke dada orang yang ingin mendekatinya. Hal itu terus dilakukan hingga ia sampai di barisan kaum muslimin.
- Kaum muslimin pun langsung mengelilinginya. Mereka meminta kepadanya untuk memberitahukan namanya dan membuka penutup kepalanya, tetapi orang itu tidak mau menjawabnya.
- Setelah Khalid mengulang permintaannya berkali-kali, akhirnya orang itu mau menjawab perkataan Khalid, dalam keadaan masih memakai penutup kepala. "Wahai pimpinan kami, sesungguhnya alasan mengapa aku tidak mau memperlihatkan diriku kepadamu adalah karena aku malu kepadamu. Engkau adalah seorang pimpinan yang agung, sementara aku hanyalah seorang wanita yang lemah yang harus tertutup. Sesungguhnya aku melakukan hal ini karena hatiku terbakar dan merasa sakit hati."
- "Lalu siapa engkau sebenarnya?" Tanya Khalid.
- Orang itu menjawab, "Aku adalah Khaulah binti Al-Azwar. Tadinya aku sedang bersama-sama wanita-wanita dari kaumku, tetapi tiba-tiba seorang datag memberitahuku bahwa saudara lelakiku telah ditahan oleh pasukan musuh. Maka aku pun segera meniki kuda, lalu melakukan apa yang pernah engkau lihat."
- Mendengar itu, Khalid dan para tentaranya berteriak, lalu melakukan penyerangan. Khaulah juga ikut melakukan penyerangan bersama mereka. Ia pun terus ikut berjihad hingga saudara laki-lakinya dapat terselamatkan.
- Demikian pula, ketika jadi pertempuran Shajura di sekitar Syam. Pada saat itu, beberapa orang perempuan tertawan. Khaulah kemudian mengumpulkan kaum wanita, dan berdiri di tengah-tengah mereka.
- Ia ingin menggugah kaum sesamanya dan berkata, "Wahai pemudi Harnir dan lainnya, apakah kalian rela dikalahkan oleh kafir Romawi dan merelakan anak-anak kalian menjadi pelayan bagi penduduk Romawi. Di manakah keberanian kalian yang sering dibicarakan oleh bangsa Arab tentaang diri kalian? Sesungguhnya kau melihat kalian jauh dari apa yang mereka perkirakan. Padahal aku lihat membunuh mereka lebih mudah utuk kalian lakukan daripada kalian jatuh ke tangan Romawi dan menjadi bydak mereka."
- Arfa binti Ghaffar Al-Hamiriyah menghampiri Khaulah dan menimpali, "Kau benar, demi Allah wahai binti Azwar. Dan kami memang benar-benar pemberani seperti yang kau sebutkan, dan kami sama sekali tidak takut sebagaimana yang engkau katakan. Hanya saja pedang kami lebih tepat untuk menghadapi masalah seperti ini. Dan kita menyerang musuh secara tiba-tiba ketika mereka lengah. Tapi kita seperti domba yang mudah ditagkap tanpa senjata."
- "Wahai para pemudi pemberani", kata Khaulah, "Ambillah tiang-tiang tenda dan pasak. Kita bawa itu sebagai senjata melawan mereka. Semoga Allah membantu kita melawan mereka. Dengan demikian kita dapat membuktikan keberanian bangsa Arab dan terlepas dari aib yang disandarkan kepada bangsa Arab."
- "Demi Allah kau telah menyebutkan ide yang amat bagus sekali bagi kita semua," ujar Afra binti Ghaffar.
- Kemudian setiap wanita mempersiapkan diri dengan mengambil tiang-tiang tenda. Mereka berteriak gegap gempita secara bersama-sama. Kemudian Khaulah melemparkan tongkat ke bahunya, beberapa orang yang ada di belakangnya mulai bergerak perlahan mengikuti Khaulah. Di antar mereka Afra Ummu Aban binti Atabah, Muslimah binti Zari', Rau'ah binti Amlun, Salamah binti Nu'man dan beberapa orang lainnya.
- Janganlah kalian sekali-kali berpencar, satu sama lain harus salig menguatkan, jadilah seperti lingkaran yang memutar. Jangan terpisah satu dengan lainnya, sehingga kalian mudah dikalahkan dan tercerai-berai. Terjanglah tombak mereka, dan patahkan pedang-pedang mereka!" Pesan Khaulah kepada pasukan wanitanya, dan mereka pun menerjang musuh bak gelombag lautan. Mereka bertarung dan bertempur dengan gigih sehingga berhasil membebaskan tawanan dari tangan pasukan Romawi.
Sumber : PDF Kajian Muslimah Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran