Minggu, 16 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 3 - Air Mata Hidupmu

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Ahad, 9 Juni 2024

  • Anak kita memiliki potensinya sendiri yang sudah Allah berikan yang terkadang tidak sama dengan potensi kita apalagi dengan potensi orang lain. Kita jangan memaksakan potensi anak-anak kita apalagi sampai menyamaratakannya.
  • Ilmu sejatinya memberikan kekuatan. Ilmu mengubah yang bengkok menjadi lurus, mengubah yang keruh menjadi bening, mengubah yang kotor menjadi bersih. Makanya ketika orang tidak punya tenaga, tidak punya energi, ketika mereka tidak punya sebuah narasi dari ilmu yang bisa diserap, maka kalau kita tidak memiliki ilmu maka masalah akan menggerus/mengalahkan kita di ronde pertama. Contoh, seorang ibu yang memiliki banyak anak, maka tidak ada yang dapat menghibur dirinya kecuali karena dia memiliki ilmu, misal dia mengetahui ilmu dari apa yang Imam Ibnu Qayyim sampaikan. 
  • Imam Ibnu Qayyim berkata, "Sesungguhnya kalau ada orang sudah mempunyai anak keturunan mereka maka ada dosa yang tidak Allah hapuskan dosa itu kecuali karena kelelahan keletihan orangtuanya ketika mengasuh anaknya dan mendidik anaknya". Sangat sederhana quote ini namun memberi makna dan memberi energi ketika kita berhadapan dengan anak-anak kita. Memberi kekuatan supaya kita bisa menghadapi setiap masalah, tidak mudah depresi dan frustasi.
  • Kadang kita merasa suntuk bukan karena pekerjaan, namun suntuk bisa hadir justru karena kita santai lalu melihat informasi yang tidak dibutuhkan seperti scrolling sosmed, melihat kehidupan mencapaian orang lain yang begitu mempesona. Salah satu perkara yang menggelisahkan hati kita yaitu kita suka menakar kehidupan kita dengan kehidupan orang lain lalu kita melupakan potensi kita padahal potensi setiap orang berbeda. Kita sering merasa merana hanya karena merasa kita tidak mempunyai potensi yang sama dengan orang lain. lalu timbullah rasa suntuk.
  • Manajemen diri yang bagus di dalam Al-Quran yakni dalam QS. Al-Baqarah [2] : 60
    • Artinya : (Ingatlah) ketika Musa memohon (curahan) air untuk kaumnya. Lalu, Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka, memancarlah darinya (batu itu) dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kejahatan.
    • Ayat ini sebenarnya menjelaskan Bani Israil yang diberikan Allah pertolongan 12 suku yang menemani nabi Musa AS menemukan mata air, tapi maknanya bukan hanya secara history tentang nabi Musa AS, namun bisa bermakna luas. Setiap suku memiliki tempat minumnya (masing-masing). Yang bisa berarti setiap orang memiliki potensi, yang potensi setiap manusia itu berbeda-beda.
  • Yang harus kita perhatikan :
  1. Jodoh kita tidak akan sama dengan jodoh orang lain.
  2. Takaran rezeki kita tidak sama dengan takaran rezeki orang lain.
  3. Potensi yang Allah berikan kepada kita tidak sama dengan potensi yang diberikan Allah kepada orang lain
  • Semakin kita tidak menemukan potensi kita semakin kita cepat sedih dan susah bahagia. Kita akan terlunta-lunta dengan pencapaian-pencapaian orang lain jika kita tidak lekas menemukannya dan jangan menakarnya dengan pencapaian-pencapaian orang lain. 
  • Belajarlah dari Rasulullah yang menempatkan sahabat-sahabatnya sesuai dengan potensinya sehingga masing-masing dari mereka dapat melakukan tugasnya dengan maksimal dan dapat berbahagia karena merasa berguna di tempatnya masing-masing.
  • Setiap manusia pasti pernah merasakan pergulatan tentang potensi dirinya namun pada QS. Al-Baqarah [2] : 60 setiap suku mengetahui tempat air minumnya maka setiap orang memiliki potensi, yang potensi setiap manusia itu berbeda-beda. Jadi jangan merendahkan potensi kita sendiri dengan orang lain karena setiap potensi itu saling membutuhkan, saling mem-back-up dan tidak bisa saling terputuskan.

Ikan istimewa di airnya, 
monyet istimewa di atas dahannya 
dan kucing istimewa di jalan-jalan komplek.