Kajian : Syameela Series
Sifat : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri : Ustad Oemar Mita
Tanggal : Senin,10 Juni 2024
- Biasanya orang yang depresi adalah orang yang tidak bisa menikmati hidup. Hidup ini bukan hanya sekedar melakukan ibadah, hidup juga harus dinikmati. Bahkan untuk mendapatkan keridhaan dari Allah pun banyak cara yang bisa dinikmati ketika mengetahui ilmunya. Untuk itu kita harus mengetahui ilmunya.
- Ketika kita menjalani kehidupan tidak selalu tercapai, apa yang kita rencanakan bisa meleset dari apa yang kita rencanakan dan itu terkadang menjadi hal yang membuat kita kecewa sehingga tidak bahagia, susah lapang sehingga sesak dada kita. Padahal terkadang hal tersebut merupakan perkara kecil, kita malah membesarkan masalah yang remeh dan kecil. Sehingga kebahagian dan kelapangan tidak kita dapatkan .
- Ada sebuah kaidah dalam bahasa jawa, "Ning urip iku ojo dibuat kriwikan dadi grojogan (hidup itu janganlah perkara kecil dibuat besar)." Berapa banyak yang tadinya perkara kecil dijadikan masalah besar. Terkadang syetan menyibukkan fikiran kita seperti mikroskop, memperlihatkan perkara kecil lalu kita perbesar akhirnya kita tidak fokus pada masalah yang serius tapi malah diributkan dengan masalah sepele.
- Ini juga yang terjadi pada negeri ini, begitu banyak permasalahan penting (besar) yang belum mendapatkan penanganan namun malah masalah kecil, seperti isu-isu yang tidak penting. Akhirnya masyarakat disuguhkan dengan perkara yang remeh, hanya sebatas kasus viral yang tidak terlalu penting akhirnya mengaburkan masalah yang sebetulnya malah serius, masalah yang besar menjadi tidak tertangani, tidak pernah selesai secara utuh dari hulu sampai hilir.
- QS. Al-Baqarah [2] : 185
- Artinya : Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya di turunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa diantara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah mengkehendaki kemudahan bagimu dan tidak mengkehendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
- Allah menginginkan kemudahan dan bukan malah kesulitan ayat ini berbicara tentang hukum syariat Allah kepada orang yang beriman. Memberikan peraturan-peraturan dalam kehidupan kita. Allah menghendaki kemudahan bukan kesukaran, tidak membesarkan masalah kecil.
- Mengapa Rasulullah menjadi orang yang paling berbahagia? Bukan karena semata-mata Rasulullah seorang nabi dan rasul, akan tetapi karena Rasulullah punya salah satu sifat memiliki sikap hati dan fikiran yang luar biasa, beliau mampu menyederhanakan masalah kecil dan tidak pernah mempersoalkan masalah besar. Sehingga Rasulullah bisa fokus pada perkara-perkara besar dalam kehidupannya, masalah kecil beliau selesaikan dengan cara sederhana.
- Mari kita meneladani Rasulullah, begitu simpelnya Rasulullah tidak pernah berlarut-larut menghadapi permasalahan kecil :
- Pertama, kisah ketika Rasulullah mendapatkan tampah di dalamnya ada nasi dari salah satu istrinya yang lain. Pada saat itu diberikan kepada Rasulullah ketika berada pada giliran ke istrinya Aisyah RA, saat itu Rasulullah sedang menyambut tamu sahabat-sahabat, datang istrinya yang lain memberikan makanan padahal saat itu Rasulullah berada pada gilirannya, Aisyah RA pun terbakar cemburu, diambil tampah makanan itu lalu dibanting di depan Rasulullah dan di depan para sahabat-sahabat yang saat itu hadir. Rasulullah menyelesaikan masalah kecil itu dengan cara yang paling bijak, Rasulullah berkata, "Sesungguhnya ibu kalian (Aisyah RA) sedang dalam kondisi cemburu." Kita simak bahwa Rasulullah menyebut Aisyah RA bukan dengan namanya, namun dengan panggilan status yang terpandang dan ini diakui Allah SWT (ibunda Aisyah RA merupaka ibundanya orang-orang yang beriman), dengan sebutan yang mulia (ummukum : ibu kalian). Lalu Rasulullah menyebutkan tindakan Aisyah RA yang itu tidak dibenarkan, namun memberikan prespektif lain yakni alasan dan udzur atas apa yang dilakukan Aisyah (sedang dalam kondisi cemburu : orang yang cemburu tidak dapat menggunakan akal sehat). permasalahan kecil itu pun selesai. Dari sisi para sahabat, para sahabat memaklumi karena Aisyah RA sedang cemburu, para sahabat juga tidak mecela Aisyah RA karena itu adalah ibunda mereka yang sedang cemburu yang menghilangkan akal sehatnya. Dari segi Aisyah RA, ia pun merasa dihargai ketika Rasulullah menyikapi sikapnya (membanting tampah di depan Rasulullah dan para sahabat). Permasalahan kecil itupun selesai tanpa berlarut-larut. Jawaban Rasulullah memuaskan semua pihak dan menjadikan permasalahan kecil tersebut selesai.
- Kisah kedua, yakni Ummu Qais bin Mishshan. Beliau memiliki seorang putri yang baru lahir yang ingin sekali ditakhlik oleh Rasulullah. Saat itu Rasulullah sedang ada keperluan sehingga terburu-buru. Rasulullah meminta bayi tersebut diletakkan. Ketika sedang diletakkan dan akan ditakhlik, bayi tersebut buang air kecil sehingga mengenai pakaian Rasulullah, padahal Rasulullah saat itu akan ada keperluan lainnya. Rasulullah menyelesaikan permasalahan kecil itu dengan sederhana, cara menyelesaikannya Rasulullah menjelaskan bahwa kencing bayi najisnya akan hilang dengan mengambil air dan cukup dengan memercikkannya ke tempat yang terkena najis tersebut setelah itu Rasulullah mentakhliknya. Permasalahan kecil itupun selesai.
- Ketiga, kisah ada seorang sahabat sedang safar bersama Rasulullah, mereka menaiki unta, sahabat tersebut qadarullah mengantuk sehingga dia tidak bisa memegang kemudi unta sehingga unta tersebut menabrak ke sisi Rasulullah, membuat kaki Rasulullah tergencet dan terjepit sampai membuat Rasulullah sempat mengaduh. Sahabat tersebut meminta maaf kepada Rasulullah. Rasulullah lalu tersenyum dan mengatakan "Tidak apa-apa", Rasulullah mengusap-usap kakinya lalu melanjutkan perjalanan. Permasalahan kecil itupun selesai.
- Manusia senang sekali mempermasalahkan hal-hal kecil. Ketika merespon masalah dengan cara yang tidak semestinya justru bukan ketenangan yang kita dapatkan tapi justru banyaknya masalah yang tidak kunjung selesai dan melebar kemana-mana.
- Apapun masalahnya selama masih bukan dalam musibah agama, itu masih merupakan masalah yang masih bisa dihadapi.
- Ada salah seorang Arab Badui yang melakukan dosa besar, ia melakukan dosa besar di karena telah melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan. Ia bermaksud menebusnya dengan bertanya dan mendatangi Rasulullah. Rasulullah mendengarnya tidak marah, terlebih lagi ketika diminta Rasulullah untuk berpuasa 2 bulan tanpa terputus ia tidak menyanggupinya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan bebaskan budak ia pun tidak menyanggupinya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan memberi makan 60 orang miskin ia pun tidak menyanggupinya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan memberikan kurma kepada seorang Arab Badui tersebut untuk dibagi-bagikan akan tetapi ia pun tidak menyanggupinya karena katanya tidak ada yang lebih miskin darinya daripada tetangga-tetangganya. Lalu Rasulullah memberikan alternatif lain dengan memberikan kurma untuk seorang Arab Badui saja, ia pun menyanggupinya. Sampai berulang kali Rasulullah memberikan alternatif-alternatif untuk menebus dosa tersebut, seorang Arab Badui tersebut tetap tidak menyanggupinya. Namun Rasulullah tidak marah. Rasulullah tetap bersabar sampai dengan berbaik sangka lalu memberikan alternatif-alternatif lain. Sampai dengan alternatif teringan yang disanggupi seorang Arab Badui tersebut yaitu menerima kurma dari Rasulullah. Maka terselesaikanlah permasalahan ini. Seorang Arab Badui itupun menerima alternatif-alternatif untuk menebus dosanya juga dengan baik, ia menerima perlakuan dari Rasulullah juga dengan baik, sehingga ia bisa meneladani Rasulullah.
- Bahagia tidak bisa datang tiba-tiba namun bahagia harus diikhtiarkan dengan cara-cara yang bisa kita lakukan dengan Al-Quran jalan untuk menuju kebaikan
Ning urip iku ojo dibuat kriwikan dadi grojogan
(hidup itu janganlah perkara kecil dibuat besar)