Sabtu, 15 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 2 - Simpel Tapi Bermakna

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Sabtu, 8 Juni 2024

  • Dalam kehidupan kadang-kadang kita menemukan berbagai macam kesulitan. Datangnya kesulitan itu bisa kita sadari maupun tidak kita sadari, kadang bisa kita antisipasi kadang juga tidak bisa kita antisipasi, ada kesukaran yang sudah kita rencanakan solusinya namun ada juga yang kita tidak duga, dan terkadang betapa cepat irisan pada kehidupan kita mempertemukan antara kemudahan dan kesulitan. Kadang ada kita temui orang di waktu paginya kondisinya tersenyum bahagia tapi di waktu sorenya dia menemui berbagai macam kesulitan yang tidak pernah diduga ketika di waktu paginya. Maka kita harus punya antisipasi dalam segala hal, kita berharap bahawasanya Allah akan memberikan pertolongan dalam setiap hal dalam kehidupan kita tapi tidak hanya sekedar berharap namun kita harus mendiagnosa kenapa kesulitan tersebut bisa datang dalam kehidupan kita. Bukan hanya kita mendapatkan solusi akan tetapi juga bagaimana kita mewaspadai perkara-perkara apa saja yang bisa menjadikan kita terlibat berbagai macam masalah, mengundang kesedihan dan kegalauan pada hati kita dan jiwa kita dan kita menjadi korban dari kesedihan hati kita sendiri.
  • Islam bukan hanya mengobati akan tetapi juga mencegah maka diantara perkara yang kita ketahui dalam tindakan yakni wiqayah (pencegahan). Mencegah sesuai dengan kemampuan kita agar kita tidak mendapati kesulitan. Kesulitan itu memang takdir namun ada penyebabnya yakni diri kita sendiri dari apa yang kita perbuat (perbuatan yang tidak bermanfaat) dari interaksi kita kepada orang lain.
  • QS. Al-Isra [17] : 7. Artinya : Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali ke dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitul Maqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
  • Ayat tersebut menjelaskan bahwa jika kita berbuat baik maka kedepannya akan menanti hal baik juga, sementara jika melakukan perbuatan buruk akan kembali ke diri kita sendiri juga.
  • Ada 5 perkara agar kesulitan tidak timbul ketika bermuamalah antar sesama manusia :
  1. Kalau berbicara jangan menyakiti hati orang lain. Janganlah kecepatan lisan kita melebihi kecepatan akal kita. Belajar dari Hasan bin Tsabit, salah satu sahabat dan salah satu penyair Rasulullah. Syairnya bisa untuk menyerang dan meruntuhkan keyakinan orang-orang musyrik. Hasan bin Tsabit pernah terpeleset ikut-ikutan memfitnah Aisyah RA ketika Aisyah RA dituduh berzina dengan Sofwan bin Mu'attal karena Aisyah RA tertinggal di belakang barisan dan ditemukan oleh Sofwan bin Mu'attal lalu diantarkannya. Yang terlihat memang seperti ada sesuatu tapi yang terjadi sebenarnya tidak seperti yang terlihat. Memang Aisyah RA ketika ditemukan dan diantar Sofwan bin Mu'attal hanya berdua tapi hanya satu pembicaraan yang keluar dari mulut Sofwan yakni "innalillaahi wa inna ilaihi rojiuun". Hasan bin Tsabit mendengar berita tersebut dari Abdullah bin Ubay bin salah satu tokoh munafik tanpa mengeceknya dahulu lalu dia memiliki kecepatan berbicara melebihi bagaimana dia seharusnya berfikir dahulu. Itulah bencana lisan. Maka Hasan bin Tsabit mendapatkan hukuman dicambuk, hal tersebut tidak berlalu begitu saja, ketika Hasan bin Tsabit tua, pada suatu pagi tiba-tiba dia tidak bisa melihat, terdengarlah hal tersebut ke Aisyah, lalu berkata, "Apakah itu ada keterkaitan dengan fitnah yang dia pernah berikan kepadaku ketika dia menuduhku berzina? Aku tidak tahu tapi semoga itu bisa bisa menjadi kafaarah (penebus dosa) dari apa yang pernah Hasan bin Tsabit lakukan ketika pernah menuduhku berzina dengan Sofwan bin Mu'attal".
  2. Kalau bersikap jangan merugikan orang lain. Jika berhutang bayarlah hutangmu. Jika berjanji penuhilah janjimu. Merugikan orang lain menyebabkan kualitas kita dikurangi oleh Allah sebesar kerugian yang kita sebabkan kepada orang lain. Jangan pernah merugikan orang lain karena kalau sudah merugikan orang hitung-hitungannya Allah lebih berat. Misal hutang, kenapa hutang termasuk perkara mubah yang dapat menghalangi manusia masuk ke dalam syurga? Karena hutang yang belum dibayar merugikan orang lain.
  3. Banyak-banyaklah kita meminta maaf. Terutama jika salah lekas minta maaf, jangan termakan gengsimu, jangan termakan perasaan seakan kita tidak layak minta maaf. Karena manusia tidak sempurna. Rasulullah mengumpulkan 100 sahabat sebelum wafat, yang dilakukan beliau adalah meminta keridhaan dan meminta maaf jika mempunyai kesalahan. Padahal beliau adalah rasul Allah.apalagi hanya kita yang manusia biasa, tentunya kita harus meneladani sikap beliau ini. Selain meminta maaf mintalah keridhaan kepada manusia karena keridhaan manusia lebih sulit didapat, karena ada haknya Allah dan ada haknya manusia. Haknya Allah bisa ditebus ketika kita bertaubat namun haknya manusia tidak dapat kita tebus sampai kita mendapatkan keridhaan dari manusia tersebut. Supaya keridhaan manusia memudahkan jalan kita menuju kepada rahmat Allah. Perbanyaklah memintalah maaf terutama kepada orangtua kita, kepada suami/istri kita, kepada anak-anak kita, kepada saudara-saudara kita, dan seterusnya. Itulah mengapa wanita syurga identik dengan istri meminta maaf kepada suami? Karena ketika sudah memperoleh keridhaan, kelapangan dan kemudahan kehidupan dibuka oleh Allah.
  4. Jika sudah bertambah ilmunya jangan menodai kehormatan orang lain. Pemberi kehormatan orang beriman adalah Allah, orang beriman : terjaga hartanya, terjaga nyawanya, terjaga kehormatannya. Bahkan kehormatan seorang mukmin itu bahwasanya jauh lebih besar daripada kehormatannya Kabah. Rasulullah pernah tawaf di sekitar Kabah lalu beliau berkata, "Sesungguhnya kehormatan seorang mukmin itu lebih tinggi dan lebih agung daripada kehormatan dirimu wahai Kabah".
  5. Mudahkanlah urusan orang lain, memudahkan urusan orang lain maka Allah akan memudahkan juga urusan kita. Bantulah dan berbagilah kepada sesama.

Hidup kita itu banyak masalah 
karena keburukan kita sendiri 
di dalam kita berbuat.