Sabtu, 22 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 9 - Menyepi Di Antara Popularitas

Kajian        : Syameela Series
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Sabtu, 15 Juni 2024

  • Salah satu perkara yang bisa membuat sedih ketika kita ingin viral, ingin terkenal dan sering memposting/share apapun hanya untuk membangun sebuah popularitas yang ada pada kehidupan kita.
  • Terkadang dengan popularitas itu seseorang dapat mengumpulkan pundi-pundi rezeki sehingga apapun diposting.
  • QS. Yusuf [12] : 86, artinya : Dia (Yaqub) menjawab, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." Ayat ini tentang sedihnya Yaqub karena kehilangan Yusuf, secara tidak langsung menerangkan bahwa tidak semua perkara harus kita beritahu, hanya kepada Allah tempat mengadu.
  • Ada yang didapatlkan dari kehidupan orang-orang sholeh terdahulu seperti Imam Syafii, Imam Ahmad, Hasan Al Basri dan yang lainnya, Ulama-ulama yang kita pelajari rujukan-rujukannya ternyata tidak ingin terkenal, Allah yang menjadikan mereka populer karena manfaat yang mereka berikan kepada manusia tetapi di dalam hati mereka adalah tidak ingin terkenal.
  • Fudhail bin Ilyad mengatakan, "Kalau kalian bisa tidak terkenal lebih baik tidak terkenal." 
  • Bisyr bin Al-Harist mengatakan, "Orang yang tidak merasakan kelezatan di akhirat dan orang yang tidak merasakan kelezatan di dunia hatinya dalam menjalani kehidupan adalah mereka yang hatinya ingin terus populer dan ingin tenar setiap waktunya."
  • Ingin terkenal itu merupakan sebuah penyakit yang tersembunyi di dalam hati kita dan dapat membuat kecanduan karena perhatiannya hanya itu.
  • Perjalanan manusia ada dua :
  1. Perjalanan yang tidak terselesaian, adalah perjalanan ketika kita mengejar popularitas dan ingin mendapatkan ridha dari mereka semua (manusia), itu merupakan pekerjaan yang tidak akan terselesaikan.
  2. Perjalanan yang terselesaikan, adalah perjalanan ketika kita meninggalkan penerimaan manusia dan mengharapkan ridha hanya kepada Allah.
  • Hidup itu simpel, kalau bisa hiduplah tanpa dikenal manusia, kalaupun dikenal itu karena Allah.
  • Imam Al-Ghazali mengatakan "Ada orang-orang yang memang dijadikan oleh Allah dikenal karena manfaatnya yang dia berikan pada orang lain."
  • Konsekuensi orang yang dikenal oleh banyak manusia itu dia harus memberikan kebermanfaatan dirinya untuk manusia lainnya, harus mempertanggungjawabkannya.
  • Jangan menjadikan terkenal itu menjadi cita-cita, karena tidak ada orang sholeh yang cita-citanya menjadi terkenal.
  • Jikapun menjadi terkenal karena alami bukan karena unsur kesengajaan maka banyak-banyaklah meminta pertolongan kepada Allah agar keterkenalan ini terus melipat gandakan pahala kita dan tidak menghilangkan kebahagian kita di dunia dan nanti di akhirat.
  • Imam Syafii adalah pemilik hati yang tenang, Imam Syafii memiliki cara pandang yang luar biasa di balik hatinya ia tidak ingin terkenal, di sisi yang lain ia ingin semua orang mendapatkan ilmunya. Maka Imam Syafii pernah berkata, "Aku ingin semua orang kalau bisa ketika ingin mengambil ilmu maka melalui diriku dari apa yang aku pelajari." Kalau bisa semua orang ia ingin mengambil ilmu darinya supaya ia mendapatkan pahala yang besar dan keberkahan dari ilmu yang diambil dan akan dimanfaatkan orang, tapi tanpa menisbatkan ilmu itu kepada dirinya. Betul-betul takut terkenal berarti itulah sumber ketenangan di dunia. Yang dapat dipetik bahwa :
  1. Imam Syafii merasa takut menjadi terkenal di mata manusia
  2. Imam Syafii tapi ingin menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada orang banyak
  • Manusia penuh dengan keramaian, Manusia yang terkenal akan menjadi beban pada diri sendiri, belum lagi dengan keterkenalannya memberikan tuntutan yang akhirnya terkadang bisa membuat kita melakukan apa saja.
  • Setiap orang harus memiliki privasi, itulah mengapa jika kita akan masuk ke rumah orang maka harus permisi, karena adanya privasi.
  • Allah lebih senang kepada hamba yang bertakwa dan tersembunyi. 
  • Sebelum men-share sesuatu ke banyak orang mari berfikir apa manfaatnya untuk diri sendiri, jangan di-share jika hanya untuk mendapatkan komentar karena tidak semua komentar datang dari hati yang bersih, ain, hasad.
  • Rasulullah meminta untuk merencanakan setiap kebaikanmu, tidak usah kamu ceritakan, tutupi saja apa yang sedang kamu rencanakan itu. Karena segala yang kamu share itu tidak akan lepas dari hasad orang yang melihatnya dan akhirnya bisa menjadi beban dalam kehidupan. Karena jikalau ada yang menyukaimu itupun bisa juga menjadi ain. Ain nyata adanya.
  • Kalau tidak mampu terkenal lebih baik tidak usah terkenal, karena menjadi tidak terkenal itu lebih mudah. Lebih mudah menjaga hati, lebih mudah menjaga keikhlasan.
  • Abdullah bin Mubarok, ia pernah menjadi orang yang tidak terkenal, ketika akan mengambil air di mata air, ia ikut berdesak-desakan ketika ia selesai mengambil air tersebut, ia berkata kepada Hasan Al-Basri, "Ya beginilah kami, menjalani kehidupan tidak dikenal, itu lebih kami nikmati.
  • Rasulullah berpesan, "Termasuk di antara kebaikan kamu tutupi setiap musibah yang kamu dapatkan, kamu tutupi setiap sedekah yang kamu berikan." Artinya setiap musibah dan kebaikan pun kamu tutupi kalau kamu mampu tanpa orang lain harus mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tutup apa yang bisa kamu tutupi