Jumat, 14 Juni 2024

45 Catatan Sang Musafir : Hari Ke 1 - Lakukan Lalu Lupakan

Kajian        : Kajian Syameela
Sifat           : Online Mosfeed & Youtube Privat
Pemateri    : Ustad Oemar Mita
Tanggal      : Jumat, 7 Juni 2024

  • Dalam kehidupan kita ingin merasa kelapangan. Kehidupan memang tidak ditentukan oleh uang tapi juga kebahagiaan ternyata bukan sesuatu yang kita dapatkan secara cuma-cuma akan tetapi kebahagiaan itu merupakan perkara yang harus diikhtiarkan. Tidak ada yang dapat memberikan kebahagian kecuali diri kita sendiri, kebahagiaan datang dari apa yang kita dapatkan pada perjalanan hidup kita.
  • Salah satu perkara yang dapat mendatangkan kebahagian salah satunya yakni hindari hal-hal yang kontra produktif dalam kehidupan kita, hal-hal yang tidak perlu kita lakukan perkara-perkaranya karena terkadang dengan kita tidak melakukannya, kita terjaga.
  • Apa perkara-perkara yang sering kita lakukan tanpa kita sadari dapat membuat kebahagiaan kita berkurang? Mari kita simak QS Al-Baqarah [2] : 264,
  • QS Al-Baqarah [2] : 264 Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan  menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang  di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk terhadap kaum kafir.
  • Ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika bersedekah kita tidak boleh mengungkit-ngungkit/ menyebut-nyebut pemberian kita dan jangan menyakiti hati orang yang diberi sedekah. Ayat tersebut tentang fiqih namun bermakna yang lebih jauh lagi bahwa ketika kita melakukan suatu kebaikan (baik terhadap orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal), kita sering sekali mengingat kebaikan diri sendiri terhadap makhluk, yang membuat ekspetasi/harapan kita terlalu tinggi dan akhirnya membuat kita kecewa terhadap apa yang pernah kita berikan kepada orang tersebut ketika orang itu bersikap tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Padahal seharusnya kita memahami kalau kita menolong itu karena Allah semata.
  • Ada kaidah sederhana pada sebuah aturan ketika kita menolong manusia, ada 2 yaitu : 
  1. Merasa gembira ketika orang yang kita tolong membalas kebaikan kita lebih baik dari apa yang pernah kita berikan.
  2. Bisa jadi orang yang kita tolong tidak membalas kebaikan kita dan terkadang orang tersebut malah mengecewakan kita.
  • Masalah yang menghilangkan rasa bahagia dan menyempitkan dada kita itu bahwa kita selalu mengungkit dan mengingat kebaikan yang kita berikan kepada manusia. Allah mengajarkan satu kurikulum yang indah bahwa jika melakukan kebaikan maka lupakan kebaikan yang pernah kita lakukan dan jangan diungkit-ungkit sehingga tidak menyakiti orang yang diberikan kebaikan. 
  • Terkadang orang yang memberikan kebaikan merasa posisinya lebih tinggi. Padahal bagi Allah posisi orang yang memberikan kebaikan dan yang diberikan kebaikan itu sama. Orang yang memberikan kebaikan dipilih oleh Allah sebagai fasilitator untuk memberikan kebaikan.
  • Jadilah orang yang zuhud. Orang yang zuhud itu adalah orang yang ketika dia melakukan kebaikan atau ketika dia sedang mendapat kebaikan maka dia tidak mengharapkan balasan kecuali balasan di akhirat.

Maka...
Lupakan kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan. 
Lakukan ikhlas karena Allah. 
Semakin lupa semakin kita bahagia. 
Kita akan mendapatkan balasan dari sisi Allah.